Sering Kesemutan Atau Pegal-pegal? Bisa Jadi Anda Kekurangan Kalium

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kalium adalah mineral penting yang disebut sebagai elektrolit. Sebagai elektrolit, kalium berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan mengendalikan tekanan darah. Kalium juga penting untuk menjaga fungsi otot dan saraf yang mengendalikan jantung. Jika tubuh Anda kekurangan kalium, maka tubuh akan memberikan pertanda melalui serangkaian gejala. Ada gejala yang ringan dan serius, tergantung dari seberapa parah tubuh kehilangan kalium. 

Yang terjadi jika tubuh kekurangan kalium

Kekurangan kalium dalam istilah medis disebut dengan hipokalemia. Kondisi ini terjadi jika kadar kalium dalam aliran darah seseorang berada di bawah batas normal. Dalam kondisi normal, kadar kalium di dalam darah berkisar antara 3,5 sampai 5  mEq/L. Namun, apabila kadar kalium dalam darah kurang dari 3,5 mEq/L kondisi ini bisa disebut sebagai kekurangan kalium.

Sedangkan apabila kadar kalium sangat rendah, yaitu kurang dari 2,5 mEq/L, maka kondisi ini merupakan kekurangan kalium tingkat lanjut yang bisa berbahaya atau bahkan menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.

Itu sebabnya, ketahui tanda atau ciri jika tubuh Anda kekurangan kalium untuk mengurangi masalah yang lebih serius. Berikut ini beberapa akibat yang ditimbulkan jika kadar kalium dalam tubuh Anda berada di bawah batas normal:

  • Kram otot dan kedutan.
  • Sakit perut.
  • Sembelit.
  • Mual dan muntah.
  • Palpitasi jantung (jantung berdebar-debar; detak jantung Anda terasa tidak seperti biasanya, seperti terlalu lambat, atau detakannya tidak berirama, atau memiliki jumlah detakan lebih dari normal).
  • Sering buang air kecil dan merasa haus.
  • Kesemutan dan mati rasa.

Untuk memastikan kadar kalium dalam tubuh Anda berada di batas normal atau tidak, Anda bisa berkonsultasi ke dokter. Biasanya dokter akan merekomendasikan pasien untuk melakukan beberapa tes laboratorium seperti tes darah, tes urine, dan tes EKG. 

4 Jenis Nyeri yang Paling Sering Dikeluhkan Berdasarkan Kelompok Usia

Apa penyebab kekurangan kalium?

Ada beberapa kondisi bisa menyebabkan seseorang kekurangan kalium. Misalnya seseorang mengalami muntah-muntah dan diare yang bersamaan, terlalu banyak berkeringat, kecanduan alkohol, gangguan makan seperti bulimia, dan penggunaan obat pencahar yang berlebihan. Selain itu, kekurangan kalium juga bisa disebabkan karena efek dari kondisi medis yang serius, seperti gagal ginjal kronis, ketoasidosis diabetes, kekurangan asam folat, dan malnutrisi.

Namun, umumnya faktor yang paling sering menjadi penyebab seseorang mengalami kekurangan kalium secara berlebihan adalah karena pengaruh mengonsumsi obat-obatan diuretik yang berfungsi untuk mempercepat pembentukan urine. Penggunaan obat diuretik sering diresepkan untuk orang-orang yang memiliki tekanan darah tinggi atau penyakit jantung.

Oleh karena itu, hindari penggunaan obat diuretik secara berlebihan untuk mengurangi risiko terjadinya kondisi ini. Untuk itu, penggunaan obat ini harus selalu di bawah pengawasan dokter untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Bagaimana cara mencegah agar tubuh tidak kekurangan kalium?

Kekurangan kalium bisa dicegah dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung kalium tinggi. Makanan yang mengandung kalium tergolong tidak sulit ditemukan dan dapat dimasukkan dalam pola makan sehari-hari. Berikut ini beberapa makanan yang mengandung kalium tinggi yang bisa Anda konsumsi sehari-sehari guna mencegah kekurangan kalium. 

1. Kentang

Kentang merupakan sumber kalium terbaik. Bahkan, di antara jenis makanan yang lain, kentang mengandung kalium terbanyak yaitu 925 mg kalium.

Meski demikian, jangan lupa perhatikan cara mengolahnya. Ingatlah selalu kalau kentang goreng adalah musuh terbesar Anda. Lebih baik, konsumsi kentang panggang lengkap dengan kulitnya. Anda bisa mencari resep kentang panggang seperti yang ada di restoran favorit Anda. Namun, jangan lupa, hindari menambahkan saus atau keju yang berlebihan.

2. Alpukat

Banyak orang yang tidak mau mengonsumsi alpukat karena dianggap sebagai buah yang tinggi lemak. Namun, kandungan lemak omega-6 dalam buah alpukat ternyata sangat baik untuk mengurangi potensi penyakit jantung. Alpukat mengandung asam oleat tak jenuh yang bisa mengurangi bahaya tingginya kolesterol dalam tubuh.

Selain itu,  satu buah alpukat pun diketahui mengandung lebih dari dua kali kandungan kalium pada pisang. Itu sebabnya, buah alpukat sangat baik untuk membantu Anda mencukupi kebutuhan asupan kalium guna mencegah kekurangan kalium dalam darah. 

3. Pisang

Selain mengandung karbohidrat dan serat yang kaya, pisang juga nyatanya juga mengandung kalium yang baik untuk tubuh. Kandungan karbohidrat sehat di dalamnya juga mampu membuat perut terasa kenyang serta membantu meningkatkan fungsi pencernaan. Selain itu, makan pisang secara teratur juga bisa membantu Anda menghindari kram otot. 

4. Ikan

Tidak hanya kaya kandungan asam lemak omega-3, ikan juga tinggi kalium, mineral, dan zat besi. Sebagian besar ikan pada dasarnya mengandung banyak kalium, seperti salmon, sarden, tuna, dan beberapa jenis ikan laut lainnya. Sama seperti kentang, hindari mengolah ikan secara digoreng. Pilihlah metode masak yang lebih menyehatkan seperti dijadikan sop, dibakar, ataupun dipanggang. 

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Angiosarkoma, Kanker yang Sering Menyerang Kulit Kepala dan Leher

Anda mungkin sudah sering mendengar tentang kanker payudara, kanker serviks, dan jenis kanker lainnya. Bagaimana dengan angiosarkoma?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Kanker Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Kandungan mangga yang manis dan asam menyegarkan menjadikan buah musiman ini bintangnya rujak. Apa saja manfaat mangga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Tertarik ingin mata Anda berwarna tidak hanya warna putih saja? Tato mata bisa jadi jawabannya. Sebelum lakukan, cari tahu dulu bahayanya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

Berhenti merokok memang bukan perkara mudah. Mulailah dengan 5 langkah berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berhenti minum pil kb

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
mencium bau

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
mudah dihipnotis

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit