home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bahayanya Konsumsi Minuman Berenergi Secara Berlebihan

Bahayanya Konsumsi Minuman Berenergi Secara Berlebihan

Konsumsi minuman energi kini makin umum. Tidak hanya orang dewasa, minuman ini juga populer di kalangan orang tua bahkan anak-anak di bawah umur. Kebanyakan orang mengonsumsinya karena ingin mendapatkan energi, tetapi ada pula yang senang dengan rasanya yang manis. Sayangnya, konsumsi minuman energi tidak boleh berlebihan.

Apa itu minuman energi?

Minuman berenergi sendiri merujuk pada sebuah minuman yang dapat meningkatkan stamina, tingkat kewaspadaan dan konsentrasi, serta performa fisik.

Minuman ini mengandung bahan-bahan yang dapat bersifat sebagai stimulan seperti kafein, taurin, gula, vitamin, serta glukuronolakton. Untuk memperkuat rasa, ada beberapa produk yang juga ditambahkan dengan soda.

Minuman energi dapat Anda temui dalam bentuk botol, kaleng, maupun berupa bubuk dalam kemasan sachet.

Minuman energi tidak boleh diminum terlalu sering, mengapa demikian?

Memang, minuman berenergi aman bila Anda meminumnya sesekali pada saat-saat tertentu. Namun, banyak orang yang cenderung memaksakan diri untuk terus beraktivitas meski tubuh sudah lelah, jadi mereka akan terus minum minuman bernergi untuk membuat tubuh tetap “bangun” dan melanjutkan aktivitas.

Padahal, kebanyakan minuman energi mengandung bahan stimulan yang terlalu tinggi, bahkan kadarnya melebihi apa yang diperlukan oleh tubuh.

Jika diminum terlalu sering atau lebih dari satu kemasan perhari, minuman ini dapat menimbulkan gangguan konsentrasi, ketidakseimbangan nutrisi, dan dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan bagi tubuh.

Ironisnya, komposisi yang paling berbahaya adalah bahan “pemberi energi” dalam minuman berenergi itu sendiri, yaitu kafein dan gula.

Kafein adalah sumber “pemberi energi” utama di samping bahan stimulan lainnya yang juga terkandung di jenis minuman ini. Setelah konsumsi beberapa waktu, sebagian orang akan mengalami ketergantungan karena menerima kadar kafein yang cukup banyak dari minuman berenergi.

Batas kafein yang dapat dikonsumsi oleh rata-rata orang dewasa adalah sekitar 400 miligram per hari. Dalam minuman berenergi, kafein yang terkandung sekitar atau lebih dari 70mg sampai 200mg, jumlah ini dapat bertambah dari bahan lainnya yaitu guarana yang biasanya terkandung dalam minuman berenergi.

Jika seseorang juga meminum sumber kafein lainnya seperti kopi, maka ia dapat mengalami overdosis kafein yang efeknya dapat berbahaya bagi jantung.

Sedangkan, gula merupakan sumber dari bahan utama energi bagi tubuh (glukosa). Biasanya minuman berenergi mengandung glukosa yang sangat tinggi, melebihi kebutuhan yang sebenarnya.

Konsumsi glukosa yang tinggi tanpa diimbangi dengan aktivitas akan memicu kegemukan dan peningkatan kadar glukosa darah.

Risiko kesehatan dari konsumsi minuman berenergi

Berikut adalah dampak dari terlalu banyak konsumsi minuman energi.

1. Gangguan pada jantung

Hal ini mungkin dialami oleh orang-orang yang sudah memiliki gangguan pada kesehatan jantung. Efek pada jantung disebabkan oleh konsumsi kafein berlebih yang menyebabkan aritmia, bahkan sebelum seseorang mengalami gangguan kesehatan pada jantung.

Konsumsi minuman energi berlebih juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Salah satu studi yang terbit tahun 2009 menunjukkan peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 11% atau sekitar 10mmHg setiap mengonsumsi minuman berenergi per hari.

Efeknya terhadap seseorang dengan riwayat atau risiko penyakit jantung adalah gagal jantung yang menyebabkan kematian.

2. Insomnia

Minuman energi bermanfaat dalam menjaga seseorang terjaga dan tetap merasa segar. Namun, jika disalahgunakan dengan konsumsi berlebih, seseorang dapat tidak akan merasa mengantuk sama sekali.

Kondisi insomnia akan menimbulkan efek buruk bagi kesehatan fisik dan mental terutama gangguan berkonsentrasi.

3. Diabetes mellitus

Dampak yang satu ini sudah pasti disebabkan kadar glukosa yang sangat tinggi. Konsumsi yang terlalu sering maka akan menyebabkan defisiensi insulin akibat banyak gula dalam darah.

Minuman energi sendiri sudah memiliki kadar gula yang tinggi, dan jika ditambah glukosa dari makanan lainnya akan menambah beban kinerja pankreas dalam menghasilkan hormon insulin.

4. Ketergantungan

Kondisi ini hampir sama dengan kondisi ketergantungan kafein pada umumnya. Namun, ketergantungan pada minuman berenergi juga dapat disebabkan stimulan lainnya sehingga tubuh memerlukan minuman berenergi untuk melakukan pekerjaan berat.

Ketergantungan kafein dalam dosis tinggi juga akan sangat sulit dihilangkan, akibatnya orang yang ketergantungan mungkin akan mengkonsumsi minuman berenergi kembali bahkan dalam waktu yang lama.

Jika ingin menghentikan ketergantungan dan berhenti meminum minuman energi, seseorang mungkin akan mengalami sakit kepala sebagai gejala withdrawal alias “sakaw”.

5. Overdosis vitamin B

Minuman berenergi mengandung berbagai vitamin B, salah satunya Niacin (vitamin B3). Vitamin B pada umumnya diperlukan dalam jumlah yang sedikit dan dapat dipenuhi tanpa minuman berenergi atau suplemen.

Namun keracunan vitamin B mungkin terjadi apabila seseorang mengkonsumsi minuman berenergi lebih dari satu kemasan perhari.

Gejala yang disebabkan adalah iritasi pada kulit, rasa pusing, aritmia, muntah, dan diare. Tidak menutup kemungkinan terjadi kondisi hipervitaminosis B yang menyebabkan awal dari kerusakan saraf dan liver.

Maka dari itu, pastikan Anda tak terlalu bergnatung pada minuman berenergi. Lebih baik lakukan hal-hal yang bisa menambah stamina Anda secara alami seperti berolahraga, tidur di jam-jam yang teratur, serta mengonsumsi makanan yang memiliki indeks glikemik rendah dan berserat tinggi seperti sayuran dan kacang-kacangan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Howard, M. & Marczinski, C., 2010. Acute Effects of a Glucose Energy Drink on Behavioral Control. Experimental and Clinical Psychopharmacology, 6, p.553.

Miller, A., 2015. Are Energy Drinks Really That Bad? [Online] Available at: http://health.usnews.com/health-news/health-wellness/articles/2015/01/16/are-energy-drinks-really-that-bad [Accessed May 2016].

NHS, 2014. Warnings issued over energy drinks. [Online] Available at: http://www.nhs.uk/news/2014/10October/Pages/Warnings-issued-over-energy-drink-risks.aspx [Accessed May 2016].

Steinke, L., Lanfear, D., Dhanapal, V. & Kalus, J., 2009. Effect of “energy drink” consumption on hemodynamic and electrocardiographic parameters in healthy young adults. Ann Pharmacother, p.596.

Energy Drinks. (2018). National Center for Complementary and Integrative Health. Retrieved 11 May 2021, from https://www.nccih.nih.gov/health/energy-drinks

9 tips to boost your energy – naturally. (2020). Harvard Health Publishing. Retrieved 11 May 2021, from https://www.health.harvard.edu/energy-and-fatigue/9-tips-to-boost-your-energy-naturally

Foto Penulis
Ditulis oleh Kemal Al Fajar
Tanggal diperbarui 03/01/2017
x