home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Tips Diet Saat Puasa yang Aman bagi Tubuh

5 Tips Diet Saat Puasa yang Aman bagi Tubuh

Jika Anda satu orang yang ingin melakukan program diet saat puasa, penting untuk memperhatikan asupan makanannya. Pada saat inilah Anda justru harus memastikan makanan yang Anda konsumsi kaya nutrisi agar bisa memenuhi kebutuhan energi.

Bagaimana cara diet saat puasa yang aman bagi tubuh?

diet saat puasa

Pada dasarnya, cara diet saat puasa sama dengan cara diet yang Anda lakukan dalam keseharian di luar bulan Ramadan.

Anda tetap harus melakukan pola makan seimbang dengan porsi diet yang cukup serta proporsi asupan karbohidrat, lemak, dan protein yang tepat saat sahur dan berbuka.

Jika hal tersebut diabaikan, makanan yang Anda konsumsi malah justru bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Selain itu, menjalani diet saat puasa harus disiplin. Jika tidak, kesempatan untuk menurunkan berat badan dan menjadi lebih sehat akan terbuang sia-sia.

Di bawah ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menjalani diet yang aman bagi tubuh sehingga tidak mengganggu aktifitas Anda saat puasa.

1. Memperhatikan asupan nutrisi

Pastikan makanan berbuka dan sahur Anda sudah lengkap nutrisinya dan memiliki semua komponen zat gizi makro esensial. Zat gizi esensial yang harus Anda penuhi setiap hari yaitu karbohidrat, protein, serat, dan lemak sehat.

Bagi Anda yang sedang diet, coba ganti nasi putih dengan sumber dari jenis karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oat, gandum utuh, atau kentang.

Kemudian, tambahkan makanan yang tinggi protein dari telur, keju, atau kacang dan biji-bijian seperti kacang almond, edamame, dan quinoa. Daging rendah lemak seperti dada ayam juga bisa menjadi pilihan yang baik.

Tak lupa, perbanyak makan serat pada seporsi makanan Anda. Paling tidak, serat harus memakan tempat sekitar setengah dari piring Anda. Serat yang bisa Anda pilih adalah sayuran hijau, wortel, apel, pisang, dan lain sebagainya.

Terakhir, lemak juga tak kalah penting sebagai bagian dari menu makan Anda, lho! Pilihlah lemak sehat yang berasal dari ikan-ikanan, daging sapi rendah lemak, alpukat, serta minyak zaitun.

2. Hindari produk olahan

Bisanya makanan yang enak dan bikin ketagihan itu yakni makanan yang banyak mengandung MSG, pemanis buatan, sodium dan lemak. Hal inilah yang membuat Anda mudah lapar karena sulit mengontrol keinginan untuk makan-makanan tersebut.

Maka dari itu, bila tak mau diet Anda gagal saat puasa, hindari produk makanan olahan dan junk food. Kurangi dan, jika memungkinkan, hindari gorengan atau makanan yang tinggi lemak trans dan lemak jenuh.

Sering-seringlah memasak sendiri makanan yang akan Anda konsumsi sehingga terjamin asupan nutrisinya. Anda bisa menggunakan metode memasak dengan cara tumis, rebus, kukus, atau panggang agar kandungan nutrisi makanan terjaga.

3. Makanlah secara perlahan

Banyak orang kalap saat menyantap hidangan berbuka. Begitu waktu berbuka tiba, mereka cenderung melampiaskannya dengan makan banyak dalam waktu dekat. Secara tak sadar, mereka sudah makan dengan porsi yang tak terkendali.

Padahal ketika diet, Anda harus mengendalikan porsi makan baik saat sahur maupun saat berbuka puasa. Maka dari itu, makanlah secara perlahan dengan mengunyah makanan sedikit demi sedikit.

Makan perlahan dapat membuat Anda merasa kenyang lebih cepat. Setelah makan, organ usus menekan hormon bernama ghrelin yang bertugas sebagai pengontrol rasa lapar sekaligus rasa kenyang.

Hormon ini juga yang memberitahu otak bahwa Anda sudah makan, lalu mengurangi nafsu makan, membuat Anda merasa kenyang dan akhirnya berhenti makan. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 20 menit.

Dengan makan pelan-pelan, Anda akan memberi waktu bagi tubuh dan otak untuk menerima sinyal-sinyal ini. Hasilnya, Anda akan merasa kenyang tanpa kembung atau begah. Ini tentu sangat baik dilakukan bila Anda sedang diet saat puasa.

4. Kurangi makanan tinggi gula

Saat berbuka, biasanya banyak orang yang mengonsumsi asupan manis. Namun, konsumsi makanan dan minuman manis secara langsung dan dalam jumlah yang banyak dapat membuat perut kembung dan mengakibatkan proses pencernaan terhambat.

Makanan tinggi gula juga tinggi akan kalori. Alih-alih sukses, diet Anda saat puasa malah bisa jadi gagal karena terlalu banyak konsumsi makanan manis.

Bila ingin makan manis, Anda bisa makan buah kurma saat berbuka puasa. Selain sebagai sunah berbuka, kurma termasuk sumber gula yang baik dan kaya nutrisi seperti tinggi serat, magnesium, dan potasium yang bisa memperlancarkan pergerakan sistem pencernaan Anda.

Jika sangat ingin menyantap kolak, es campur, atau es timun suri, tunggulah 2 – 3 jam setelah buka puasa atau sehabis Anda Salat Tarawih.

5. Mengontrol asupan cairan dalam tubuh

Saat puasa, secara perlahan tubuh rentan mengalami kondisi dehidrasi. Itu sebabnya, pastikan Anda mengonsumsi makanan yang banyak mengandung air ketika sahur dan berbuka agar membantu tubuh dalam memenuhi asupan cairannya.

Selain itu, hindari makanan yang banyak mengandung garam. Makanan tinggi garam biasanya terdapat pada makanan olahan pabrik seperti dalam kemasan kalengan ataupun makanan beku.

Makanan yang kadar garamnya tinggi akan membuat Anda lebih mudah haus ketika berpuasa. Anda juga harus menghindari makanan yang terlalu pedas karena bisa membuat terus terasa tidak banyak asupan cairannya.

Anda bisa mengonsumsi air kelapa, semangka, ketimun, selada, jeruk, dan lainnya yang mengandung banyak air.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Quick Dose: Is Eating Too Fast Unhealthy? (n.d.). Northwestern Medicine. Retrieved 14 April 2021, from https://www.nm.org/healthbeat/healthy-tips/nutrition/quick-dose-is-eating-too-fast-unhealthy

A Healthy Ramadan. (n.d.). British Nutrition Foundation. Retrieved 14 April 2021, from https://www.nutrition.org.uk/healthyliving/seasons/ramadan.html

Bewick G. A. (2012). Bowels control brain: gut hormones and obesity. Biochemia medica, 22(3), 283–297. Retrieved 14 April 2021.

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Risky Candra Swari pada 12/05/2021
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x