home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Efek Samping Diet Detoks bagi Tubuh Anda

Efek Samping Diet Detoks bagi Tubuh Anda

Jalan pintas untuk hidup sehat bisa dalam bentuk detoksifikasi alias ‘detox’. Ini yaitu metode yang dapat membuat tubuh lebih sehat tanpa membutuhkan usaha keras. Sayangnya, melakukan diet detoks punya efek samping yang berbahaya untuk tubuh.

Diet detoks belum tentu jadi cara yang efektif

weight watchers diet
Sumber: Healthline

Beberapa metode diet detoks yang sering beredar di masyarakat biasanya meliputi pembatasan asupan kalori, meminum cairan dalam jumlah banyak, berpuasa, atau mengonsumsi suplemen tertentu dalam jumlah besar.

Perubahan pola diet yang ekstrem sering kali lebih banyak menimbulkan efek merugikan daripada menguntungkan.

Detoks dengan kunyit salah satunya. Dalam jumlah kecil, kunyit memang bermanfaat bagi kesehatan. Namun apabila dikonsumsi secara berlebihan, kunyit justru dapat menyebabkan kecemasan dan gangguan tidur.

Pada dasarnya, tubuh sudah memiliki mekanismenya sendiri untuk membuang toksin (racun) dalam tubuh.

Untuk mengoptimalkan fungsi detoksifikasi, Anda hanya perlu menerapkan pola hidup sehat seperti konsumsi makanan bergizi, olahraga teratur, istirahat yang cukup, dan konsumsi air putih dalam jumlah yang cukup.

Berbagai efek samping akibat diet detoks

Mengurangi konsumsi banyak jenis makanan sebagai metode diet detoks tentunya dapat berujung pada kurangnya asupan zat gizi yang masuk ke dalam tubuh. Efek yang paling umum yakni rasa lapar yang melanda ditambah dengan sensasi kelelahan.

Apalagi, mengingat bahwa diet detoks cenderung mengurangi banyak asupan karbohidrat, Anda bisa saja kekurangan energi. Efek lainnya juga meliputi anemia, pusing, mual, serta nyeri otot.

Anda tentu pernah mendengar salah satu metode detoks yang menganjurkan untuk konsumsi air putih sebanyak mungkin. Tahukah Anda bahwa mengonsumsi terlalu banyak air dapat menyebabkan Anda mengalami hiponatremia?

Hiponatremia yaitu kondisi saat darah Anda mengandung terlalu sedikit natrium sehingga sel-sel tubuh membengkak. Gejalanya dapat berupa mual, muntah, nyeri kepala, disorientsai, kelelahan, kram otot, kejang, hingga bahkan koma.

Selain itu, ada pula diet detoks puasa. Diet detox yang menganjurkan untuk berpuasa sebenarnya menerapkan konsep autofagi.

Autofagi yaitu sebuah proses penghancuran komponen sel yang sudah tidak dibutuhkan lagi dalam tubuh. Proses ini dirangsang dengan cara berpuasa dan menjadi tren dalam dunia diet sebagai cara untuk menurunkan berat badan.

Jika Anda menginginkan penurunan berat badan, diet detoks mungkin dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Namun, ingatlah bahwa Anda kemungkinan akan mengalami kenaikan berat badan lagi begitu diet detox Anda berhenti.

Selain menurunkan berat badan dengan cara yang tidak sehat, pada akhirnya Anda sebenarnya tidak melakukan pencapaian apa pun terhadap berat badan Anda.

Bagaimana efek diet detoks untuk kondisi medis tertentu?

Diet detoks tidak baik bagi penderita kondisi medis tertentu, bahkan dapat menjadi berisiko. Tidak ada penelitian yang menunjukkan detoks dapat membantu perbaikan tekanan darah dan kolesterol, atau bahkan memiliki efek positif bagi jantung.

Bahkan bagi penderita penyakit diabetes, detoks dapat menjadi sangat berbahaya. Diet detoks yang membatasi asupan makanan dengan sangat ketat dapat menyebabkan efek samping berupa gula darah yang rendah dalam tubuh.

Satu-satunya metode yang mungkin dapat memberi manfaat mungkin yakni metode detoks yang hanya berfokus pada makanan sehat.

Metode ini mungkin akan berguna bagi Anda yang memiliki kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, dan penyakit jantung. Namun, tetaplah ingat bahwa Anda tetap harus menerapkan pola hidup yang sehat.

Pola hidup sehat adalah kunci

Banyak metode diet detoks yang menganjurkan penggunaan produk laksatif atau membatasi asupan kalori untuk membuang toksin tubuh. Mereka yang menggunakannya mungkin merasakan penurunan berat badan yang signifikan dalam waktu singat.

Namun, tetap saja Anda tidak mungkin melakukan detoks selama 365 hari dalam satu tahun.

Menerapkan pola hidup sehat masih menjadi cara terbaik. Para ahli mengatakan sebaiknya menghindari produk-produk yang sudah Anda ketahui dapat menjadi racun bagi tubuh Anda seperti alkohol dan rokok.

Selain itu, konsumsi makanan dengan gizi yang seimbang, olahraga, istirahat yang cukup, dan minum air dalam jumlah cukup merupakan kunci.

Dengan menerapkan pola hidup sehat, Anda telah mengoptimalkan detoksifikasi yang sebetulnya sudah ada dalam tubuh. Ingatlah, bergantung pada diet jangka pendek yang ekstrem akan lebih merugikan daripada menguntungkan.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Johnstone A. M. (2007). Fasting – the ultimate diet?. Obesity reviews : an official journal of the International Association for the Study of Obesity, 8(3), 211–222. https://doi.org/10.1111/j.1467-789X.2006.00266.x. Retrieved 3 June 2021.

Acosta, R. D., & Cash, B. D. (2009). Clinical effects of colonic cleansing for general health promotion: a systematic review. The American journal of gastroenterology, 104(11), 2830–2837. https://doi.org/10.1038/ajg.2009.494. Retrieved 3 June 2021.

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Priscila Stevanni Diperbarui seminggu yang lalu
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x