home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kavitasi Lemak

Kavitasi Lemak

Siapa yang tak ingin tubuhnya terbebas dari lemak berlebih? Nyatanya, ada banyak cara sehat yang dapat dilakukan untuk menghilangkan lemak, mulai dari diet sehat hingga prosedur kecantikan, seperti kavitasi lemak.

Apa itu kavitasi lemak?

prosedur kavitasi lemak

Kavitasi lemak adalah prosedur kosmetik/kecantikan yang bertujuan memecah penumpukan lemak di tubuh. Prosedur ini juga dikenal dengan atau kavitasi ultrasonik (ultrasound cavitation).

Prosedur ini disebut-sebut sebagai alternatif sedot lemak yang cukup efektif, tetapi minim risiko. Selain itu, cara menghilangkan lemak ini memanfaatkan tekanan pada sel-sel lemak melalui getaran ultrasonik.

Tekanan yang cukup tinggi membuat sel lemak tersebut terurai menjadi bentuk cair, sehingga tubuh dapat membuangnya sebagai limbah lewat urine.

Perawatan satu ini umumnya dipakai bersama dengan program penurunan berat badan lainnya. Penting untuk dicatat bahwa lemak bisa kembali menumpuk bila pola makan tidak dijaga.

Siapa yang membutuhkan prosedur ini?

Berbeda dengan sedot lemak, kavitasi lemak tidak memerlukan sayatan. Artinya, proses pemulihannya lebih cepat, tetapi hasilnya mungkin akan kurang terlihat.

Bila Anda tertarik, ada beberapa kategori yang diperbolehkan menjalani prosedur ini, seperti:

  • bertubuh sehat,
  • tidak merokok, dan
  • sudah mencapai sekitar 7 kilogram (kg) menuju berat badan ideal.

Alternatif sedot lemak ini nantinya menargetkan daerah lemak dan membantu membentuk tubuh.

Meski dapat menghilangkan lemak, metode ini bukan sebagai pengobatan untuk orang yang ingin menurunkan berat badan, seperti penyandang kondisi obesitas.

Bagaimana cara kerja kavitasi lemak?

efek samping sedot lemak

Kavitasi ultrasonik menggunakan frekuensi radio dan gelombang ultrasonik frekuensi rendah untuk membentuk tubuh. Gelombang ini kemudian menghasilkan gelembung di sekitar timbunan lemak di bawah kulit.

Bila sudah pecah, timbunan lemak pun ikut pecah dan masuk ke sistem limfatik. Penumpukan lemak ini nantinya diubah menjadi gliserol dan asam lemak bebas.

Gliserol akan digunakan kembali oleh tubuh, sedangkan asam lemak bebas menuju ke hati dan diekskresikan sebagai limbah.

Target area kavitasi lemak

Melansir jurnal Plastic and reconstructive surgery, perawatan ini cenderung lebih efektif mengurangi lemak pada daerah fibrotik di tubuh, seperti punggung dan dada. Selain itu, daerah lain yang biasa diberikan ‘getaran’ ultrasound ini antara lain:

  • perut,
  • pinggul,
  • wajah,
  • leher,
  • lengan bagian atas, dan
  • paha.

Apa yang perlu dipersiapkan?

Jauh sebelum prosedur dijalankan, dokter akan memberikan sejumlah instruksi yang perlu Anda ikuti. Ada pun beberapa hal yang perlu diberitahukan kepada dokter sebelum prosedur dimulai, antara lain:

  • kondisi medis,
  • suplemen herbal yang dikonsumsi,
  • obat-obatan yang diresepkan, dan
  • menghindari konsumsi alkohol setidaknya 48 jam sebelum prosedur.

Anda mungkin perlu menghindari obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen, setidaknya 2 minggu menjelang kavitasi lemak. Tak hanya itu, jangan lupa untuk minum air yang banyak, baik sebelum dan sesudah prosedur.

Dengan langkah-langkah persiapan tersebut, tubuh dapat menghilangkan penumpukan lemak lebih cepat.

Prosedur kavitasi lemak

Mengingat hasil kavitasi lemak berbeda-beda, beberapa orang mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan lainnya. Meski begitu, perawatan ini normalnya perlu diselesaikan dalam 1 – 2 sesi yang dibagi dalam dua minggu.

Setiap sesi biasanya membutuhkan waktu 45 – 75 menit dalam waktu sekitar 6 – 12 minggu agar hasilnya terlihat.

Sebelum prosedur dimulai, dokter akan meminta Anda untuk mengganti pakaian dengan gaun kertas, tergantung pada area yang akan diberikan kavitasi.

Lalu, dokter akan mensterilkan area tersebut dengan alkohol dan memanfaatkan ultrasound yang nantinya perlahan melewati area target tubuh.

Selama prosedur berlangsung, Anda mungkin merasakan sensasi hangat dan mendengar suara dengungan dari mesin ultrasound.

Efek samping kavitasi lemak

ruam kulit kemerahan

Kavitasi lemak merupakan prosedur yang tergolong aman. Namun, tidak menutup kemungkinan perawatan kecantikan tubuh ini dapat memicu efek samping seperti:

Kabar baiknya, efek samping ini bisa diatasi dengan perawatan dari dokter. Bila Anda khawatir akan sebuah gejala, segera periksakan diri ke dokter.

Perawatan setelah prosedur

Prosedur kavitasi ultrasonik biasanya tidak membutuhkan rawat inap, alias Anda bisa langsung pulang begitu perawatan selesai. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan usai menjalani prosedur ini guna mendapatkan hasil yang maksimal, yaitu:

Hasil dari kavitasi lemak memang tidak akan langsung terlihat. Anda mungkin merasakan beberapa bagian tubuh terasa bengkak. Hal ini dikarenakan tubuh membutuhkan waktu untuk memecah dan melarutkan sel-sel lemak yang telah dihancurkan.

Jika mempunyai pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter atau ahli kecantikan guna memahami solusi yang tepat.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Watson, K. (2020). About Ultrasonic Cavitation. Healthline. Retrieved 7 July 2021, from https://www.healthline.com/health/ultrasonic-cavitation 

Bani, D., Quattrini Li, A., Freschi, G., & Russo, G. L. (2013). Histological and Ultrastructural Effects of Ultrasound-induced Cavitation on Human Skin Adipose Tissue. Plastic and reconstructive surgery. Global open, 1(6), e41. https://doi.org/10.1097/GOX.0b013e3182a7f222. Retrieved 7 July 2021. 

Nojomi, M., Moradi-Lakeh, M., Velayati, A., Naghibzadeh-Tahami, A., Dadgostar, H., Ghorabi, G., Moradi-Joo, M., & Yaghoubi, M. (2016). Health technology assessment of non-invasive interventions for weight loss and body shape in Iran. Medical journal of the Islamic Republic of Iran, 30, 348. Retrieved 7 July 2021. 

Miller, D. L., Smith, N. B., Bailey, M. R., Czarnota, G. J., Hynynen, K., Makin, I. R., & Bioeffects Committee of the American Institute of Ultrasound in Medicine (2012). Overview of therapeutic ultrasound applications and safety considerations. Journal of ultrasound in medicine : official journal of the American Institute of Ultrasound in Medicine, 31(4), 623–634. https://doi.org/10.7863/jum.2012.31.4.623. Retrieved 7 July 2021. 

Does Ultrasound Fat Cavitation Work?. (n.d). Better Off. Retrieved 7 July 2021, from https://betteroff.com/does-ultrasound-fat-cavitation-work/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x