6 Gaya Makan yang Menggagalkan Diet Anda

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Turun berat badan kemudian memiliki tubuh yang lebih langsing tentu merupakan keinginan banyak orang. Beberapa upaya yang dilakukan orang pada umumnya adalah berolahraga, memilah-milih makanan, dan membuat pola makan.

Ternyata, ada satu hal lagi faktor kuat yang bisa membuat Anda menjadi orang yang selalu gagal dalam program dietnya. Faktor tersebut adalah gaya makan Anda. Apa yang dimaksud dengan gaya makan? Brad Lamm, pendiri Breathe Life Healing Centers mengatakan bahwa kebiasaan-kebiasaan saat Anda makan mencirikan suatu gaya makan.

Berat badan tidak hanya tergantung pada apa yang kita makan, namun juga pada alasan mengapa kita memakannya. Terkadang, faktanya bukan kita yang gagal dalam diet, tapi dietlah yang mengalahkan kita hingga gagal. Untuk menghindari hal tersebut, berikut merupakan jabaran beberapa gaya makan dan kaitannya dengan program diet atau menurunkan berat badan.

1. Emotional eater

Emotional eater merupakan tipe orang yang menjadikan perubahan emosi sebagai alasan untuk makan. Pernahkah Anda merasa sedang depresi dan kemudian hal yang Anda cari untuk ‘seakan-akan’ memecahkan masalah adalah makanan? Atau mungkin saat Anda sedih, marah, atau kecewa, Anda merasa solusinya adalah makanan? Jika ya, Anda berarti termasuk emotional eater.

Lantas, jika dengan kebiasaan tersebut lalu berat badan Anda malah terus naik, berarti Anda harus menghindari gaya makan Anda tersebut. Sebenarnya mudah saja, hanya peringatkan diri Anda sendiri dan terus awasi diri saat dalam masalah. Saat sedang emosi, carilah solusi selain makanan. Anda bisa mencari sahabat Anda, bisa juga berjalan-jalan, mencari udara segar, dan solusi-solusi kecemasan lainnya kecuali makanan.

2. Habitual eater

Dalam mengubah pola makan dan makanan, salah satu hal yang paling sulit dilawan adalah kebiasaan yang sudah terbentuk jauh sebelum Anda mencoba untuk diet. Misalnya Anda merasa sudah terbiasa dengan junk food, berjanji pada diri Anda untuk memakan junk food untuk terakhir kali bisa jadi menjadi sebuah kebiasaan yang terjadi setiap hari, tapi kemudian diingkari keesokan harinya.

Lalu, bagaimana mengatasinya? Intinya, catat semua makanan yang Anda konsumsi setiap hari. Memang dengan mencatat kadang masih menggiurkan untuk kita mengingkari dan memaklumi kebiasaan makan tak sehat. Namun, setidaknya catatan tersebut menyadarkan kita bahwa kita tidak bisa berhasil diet karena kelalaian kita, bukan faktor eksternal yang selalu dikambinghitamkan.

3. External eater

Kadang dalam keadaan tidak lapar, tiba-tiba Anda pergi dan melewati toko makanan ringan, lalu Anda langsung merasa butuh, membeli, dan kemudian memakannya. Brad Lamm menyatakan bahwa untuk jenis orang seperti ini terdapat pepatah, “Aku melihat, maka aku makan”. Benar adanya bahwa saat kita beraktivitas pasti ada hal-hal yang mengundang kita untuk makan.

Hal yang umumnya terjadi adalah ada teman yang ulang tahun dan mau mentraktir. Ajakan makan pada teman juga kadang membuat Anda yang tadinya tidak lapar menjadi lapar. Tidak ada solusi yang sifatnya rumus atau skema, yang terpenting adalah jika Anda berada dalam  kategori ini, sadarilah dan cobalah untuk menahan dari godaan eksternal untuk makan.

4. Critical eater

Agak sulit menjelaskan tipe kebiasaan makan yang satu ini. Pada dasarnya, tipe ini merupakan orang yang paham betul mengenai nutrisi dan pola makan. Orang ini selalu memiliki pola makan dan aturan tersendiri dalam kehidupannya. Lantas, apa yang berbahaya dari menjadi tipe orang seperti ini?

Dalam mengatasi kejenuhan akibat selalu makan “makanan sehat”, tipe ini sering kali berpikir untuk libur sesekali. Dan ketika libur, tipe ini rentan “kelepasan”, jadi mereka akan mengingkari aturan yang dibuat dengan tidak tanggung-tanggung. Makanan akan sangat tidak terkontrol, dan jika ini terjadi, bisa jadi tipe tersebut malah menyia-nyiakan manfaat dari pola makan yang selama ini sudah ia jalani.

5. Sensual eater

Tipe yang satu ini merupakan tipe yang makan sesuatu dengan berlebihan. Misalnya, menikmati sensasi sebuah makanan dengan menikmati setiap gigitan dengan sensasi yang berlebih. Melumati bumbu pada udang asam manis hingga dirasa benar-benar tidak ada bumbu yang tersisa, menghabiskan potongan ayam benar-benar sampai hanya tulang yang tersisa.

Untuk mengakhiri sebuah kebiasaan ini, biasakan fokus pada porsi yang Anda butuhkan, bukan porsi yang tersedia. Cobalah cuek terhadap makanan yang telah habis, tinggalkan dan jangan merasa begitu menghargai sensasi menghabiskan makanan sampai benar-benar habis.

6. Energy eater

Terkadang jika kita membutuhkan energi atau baru saja kehilangan energi, kita merasa harus bertanggung jawab mengganti energi tersebut. Namun, kebiasaan tersebut sering kali membuat kita pada akhirnya terbiasa mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan dan tidak sesuai dengan porsinya.

Mereka menjadi fanatik terhadap minuman berenergi dan snack sehat, namun kemudian mengonsumsinya secara berlebih. Pola pikir seperti ini dapat membuat berat tubuh Anda tidak terkontrol. Sugesti akan hilangnya energi bisa Anda tahan dengan tetap memperhatikan porsi makan Anda.

BACA JUGA:

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tak Hanya Lemak, Kebanyakan Makan Garam Juga Bikin Tubuh Gemuk

Makanan berlemak selalu dinilai sebagai penyebab kenaikan berat badan. Eits, jangan salah, kebanyakan makan garam juga bisa membuat Anda lebih cepat gemuk.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Obesitas, Nutrisi 25 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Tahukah Anda bahwa mentega dan margarin tidaklah sama? Salah satunya ternyata berisiko bagi jantung, kolesterol, dan berat badan Anda. Yang mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

7 Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong

Saat perut kosong, jangan sembarang memilih santapan. Ada beberapa jenis makanan dan minumanyang tidak boleh dimakan saat perut kosong.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Fakta Gizi, Nutrisi 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jenis buah sehat

Jenis Buah-buahan yang Paling Sehat, Menurut Kebutuhan Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengeluarkan racun dari tubuh detoksifikasi

8 Cara Mengeluarkan Racun dari Tubuh (Detoksifikasi)

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
perkembangan remaja

Tahapan Perkembangan Remaja Mulai dari Usia 10-18 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
apa itu diet raw food

Mau Coba Diet Raw Food? Simak Dulu Info Penting Ini

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit