home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ragam Makanan yang Harus Dihindari Saat Anda Sedang Diet

Ragam Makanan yang Harus Dihindari Saat Anda Sedang Diet

Apakah Anda melakukan diet agar tubuh langsing? Beberapa upaya yang dilakukan orang pada umumnya yaitu berolahraga, memilah-milih makanan, dan membuat pola makan. Jangan lupa ada berbagai jenis makanan yang harus dihindari saat diet!

Jenis makanan yang harus dihindari saat diet

kentang goreng termasuk makanan yang harus dihindari saat diet

Saat menjalani diet, tentu Anda harus membatasi jenis makanan tertentu. Perlu Anda ketahui, ada beberapa makanan yang bila Anda konsumsi sedikit saja sudah bisa menyumbang banyak kalori ke dalam tubuh Anda. Makanan apa saja itu?

1. Kentang goreng

Kentang untuk diet itu sehat dan mengenyangkan. Karena alasan ini pula kentang kerap menjadi pengganti nasi ketika seseorang sedang dalam program menurunkan berat badan.

Namun, beda halnya bila kentang yang Anda konsumsi yaitu kentang goreng. Makanan yang digoreng menggunakan minyak umumnya akan meningkatkan kalori, garam, dan kadar lemak yang ada di dalamnya.

Bahkan, studi pada 2017 dalam The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan peserta yang makan kentang goreng sebanyak dua kali seminggu memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap kematian dini daripada peserta yang jarang memakannya.

2. Roti tawar putih

Di balik rasanya yang tawar, sebenarnya roti putih mengandung banyak gula tambahan. Terlebih lagi, roti jenis ini juga termasuk makanan dari tepung yang telah melalui proses pengolahan panjang.

Tepung yang digunakan untuk membuat roti tawar dibuat dengan menghaluskan biji-bijian sampai benar-benar halus. Proses ini menghilangkan lapisan biji-bijian paling luar yang mana merupakan sumber serat dan protein.

Akibatnya, hanya tinggal pati dan sedikit protein yang nantinya akan diolah tubuh menjadi gula dalam darah. Maka dari itu, roti tawar sebaiknya menjadi makanan yang harus dihindari saat Anda menjalani diet.

3. Nasi putih

Nasi putih sebenarnya makanan yang sehat. Makanan pokok ini rendah lemak, serat, dan protein. Namun, bila Anda mengonsumsinya terlalu banyak, nasi bisa saja menimbulkan kenaikan berat badan yang dapat berujung pada bahaya obesitas.

Hal ini pernah dibuktikan melalui penelitian pada 2016 di negara Iran yang menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi nasi putih dan risiko obesitas pada remaja wanita.

Nasi putih juga memiliki angka indeks glikemik yang tinggi. Sama seperti roti tawar putih, nasi putih bisa menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Oleh karena itu, batasilah konsumsinya!

4. Makanan cepat saji

Makanan cepat saji tidak luput dalam daftar makanan yang harus dihindari saat diet. Pizza dan burger dikenal tinggi kalori dan bisa menaikkan berat badan Anda.

Pizza sendiri terbuat dari tepung putih serta daging olahan seperti sosis dan daging pepperoni yang telah banyak dikaitkan dengan risiko kanker karena kandungan karsinogeniknya.

Sebuah studi yang dilakukan selama 14 tahun melaporkan bahwa orang yang makan burger sedikitnya dua kali seminggu berisiko lebih tinggi mengalami obesitas. Hal ini mengingat daging burger sering kali dimasak dengan minyak yang cukup banyak.

5. Jus dalam kemasan

Sebagian orang mungkin merasa bahwa jus buah termasuk minuman yang tepat untuk dikonsumsi saat diet. Faktanya, kebanyakan jus buah dalam kemasan yang dijual di pasaran justru mengandung sedikit buah dan lebih banyak gula.

Kalori yang masuk dari jus buah kemasan tidak menimbulkan khasiat yang sama dengan bila Anda minum jus yang dibuat langsung dari buahnya. Efek kenyang yang muncul tidak akan bertahan lama.

6. Alkohol

Meskipun hubungan antara konsumsi alkohol dan obesitas masih belum jelas, terlalu banyak mengonsumsinya bisa saja menggagalkan diet Anda.

Minum alkohol dapat menghentikan proses pembakaran lemak dalam tubuh, menyebabkan rasa lapar yang berlebih, serta membuat Anda cenderung menginginkan makanan yang tidak sehat saat meminumnya.

Perlu diingat juga efek minum alkohol terlalu banyak. Berbagai risiko kesehatan seperti tekanan darah tinggi, meningkatnya kadar trigliserida, resistensi insulin, serta penyakit jantung bisa menghantui Anda.

7. Es krim

Makanan terakhir yang harus dihindari saat diet yaitu es krim. Memang, sulit rasanya untuk menahan godaan dari kudapan manis nan menyegarkan yang satu ini. Namun, Anda tetap harus menjaga asupannya bila ingin diet sukses.

Sah-sah saja jika Anda memakannya sesekali. Sayangnya Anda perlu mengingat bahwa es krim mengandung kalori yang sangat tinggi. Belum lagi mengetahui bahannya yang terdiri dari krim yang berlemak dan terkadang masih ditambah dengan gula.

Bila Anda ingin makan es krim, cobalah buat sendiri di rumah dengan bahan-bahan yang lebih rendah kalori seperti menggunakan susu nabati atau buah-buahan.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Boggs, D. A., Rosenberg, L., Coogan, P. F., Makambi, K. H., Adams-Campbell, L. L., & Palmer, J. R. (2013). Restaurant foods, sugar-sweetened soft drinks, and obesity risk among young African American women. Ethnicity & disease, 23(4), 445–451. Retrieved 25 May 2021.

Azadbakht, L., Haghighatdoost, F. and Esmaillzadeh, A., 2016. White Rice Consumption, Body Mass Index, and Waist Circumference among Iranian Female Adolescents. Journal of the American College of Nutrition, 35(6), pp.491-499. Retrieved 25 May 2021.

Nicola Veronese, Brendon Stubbs, Marianna Noale, Marco Solmi, Alberto Vaona, Jacopo Demurtas, Davide Nicetto, Gaetano Crepaldi, Patricia Schofield, Ai Koyanagi, Stefania Maggi, Luigi Fontana, Fried potato consumption is associated with elevated mortality: an 8-y longitudinal cohort study, The American Journal of Clinical Nutrition, Volume 106, Issue 1, July 2017, Pages 162–167, https://doi.org/10.3945/ajcn.117.154872. Retrieved 25 May 2021.

de Ruyter, J. C., Olthof, M. R., Seidell, J. C., & Katan, M. B. (2012). A trial of sugar-free or sugar-sweetened beverages and body weight in children. The New England journal of medicine, 367(15), 1397–1406. https://doi.org/10.1056/NEJMoa1203034. Retrieved 25 May 2021.
Almiron-Roig, E., Palla, L., Guest, K., Ricchiuti, C., Vint, N., Jebb, S. A., & Drewnowski, A. (2013). Factors that determine energy compensation: a systematic review of preload studies. Nutrition reviews, 71(7), 458–473. https://doi.org/10.1111/nure.12048. Retrieved 25 May 2021.

Alcohol and Weight Gain. (n.d.). Better Health. Retrieved 25 May 2021, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/HealthyLiving/Alcohol-and-weight-gain#bhc-content

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 14/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x