home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai Penyebab Cedera Jari Kaki dan Cara Tepat Mengatasinya

Berbagai Penyebab Cedera Jari Kaki dan Cara Tepat Mengatasinya

Kaki terdiri dari banyak tulang, sendi, tendon, dan ligamen. Masing-masing kaki terdiri dari 28 tulang, 30 sendi, dan lebih dari 100 otot, tendon dan ligamen, yang semuanya bekerja sama untuk memberikan dukungan, keseimbangan, dan mobilitas. Nah, jari-jari kaki Anda sering “terlibat” dalam berbagai aktivitas, sehingga mudah untuk luka dan cedera. Artikel ini akan membahas berbagai gangguan dan cedera yang umum terjadi pada jari kaki. Apa saja? Yuk, simak di sini!

Gangguan dan cedera umum pada jari kaki

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan cedera pada jari kaki Anda: cedera olahraga, benturan pada kaki, atau memakai sepatu yang tidak pas.

Jika Anda adalah seorang atlet, risiko mengalami cedera jari kaki tentu lebih tinggi daripada orang lain. Pasalnya, atlet menempatkan tekanan tinggi pada kaki mereka.

Di bawah ini adalah beberapa cedera serta gangguan yang paling umum terjadi pada jari kaki dan bagaimana mengenali kondisi-kondisi berikut.

1. Jari kaki patah

Jari kaki yang patah merupakan salah satu cedera yang mungkin Anda alami. Hal ini bisa terjadi saat Anda tak sengaja menjatuhkan sesuatu pada kaki atau karena tersandung.

Jika retak kecil, Anda dapat mengatasinya dengan mengikatnya ke jari kaki lain hingga sembuh. Namun, jika retak besar seperti pada ibu jari kaki, Anda mungkin perlu menggunakan gips atau bidai.

Ada beberapa tanda dan gejala patah jemari kaki yang bisa Anda waspadai, seperti nyeri, bengkak, atau terdapat perubahan warna pada area tulang yang patah. Dalam kasus yang lebih parah, Anda mungkin menemukan tulang yang menonjol atau kelainan pada bentuk kaki.

2. Hammertoe

Menurut Foot Health Facts, hammertoe adalah suatu kelainan yang terjadi pada jari kaki. Ini biasanya mempengaruhi jari kaki kedua, ketiga, keempat, atau kelima.

Saat mengalami hammertoe, jari-jari kaki akan menekuk dan mengalami peningkatan tekanan saat mengenakan sepatu atau berkegiatan menggunakan kaki.

Biasanya, saat mengalami kondisi ini, sulit bagi Anda untuk menemukan sepatu yang nyaman untuk dikenakan. Belum lagi, jemari kaki Anda mungkin akan mengalami kapalan karena gesekan terhadap sepatu.

Bahkan, beberapa kasus dari kondisi yang dapat menyebabkan cedera ini juga bisa membuat pasien mengalami kemerahan atau peradangan pada area kakinya.

3. Toe Turf

Toe turf adalah keseleo pada ligamen sekitar sendi jempol kaki. Hal ini bisa terjadi apabila Anda melakukan tekukan paksaan pada jempol kaki. Nah, hal ini biasanya terjadi pada orang yang menggunakan sepatu ringan tetapi fleksibel.

Akan tetapi, Anda yang sering melakukan gerakan mengulang pada ibu jari seperti penari juga bisa saja mengalami kondisi yang bisa menyebabkan cedera pada ibu jari ini.

Gejala dari kondisi ini termasuk rasa sakit dan nyeri pada sendi jempol kaki. Biasanya, dokter akan merekomendasikan rontgen untuk memastikan tidak adanya patah tulang.

Jika gejala ringan, dokter mungkin hanya meminta Anda untuk beristirahat dan menggunakan kantong es pada kaki. Anda dapat menggunakan teknik kubah seperti mengenakan sepatu yang kaku untuk membatasi gerak.

4. Bunion

Bunion adalah suatu kelainan bentuk pada jempol kaki yang menyebabkan ibu jari kaki mendorong jari-jari kaki lainnya, menyebabkan sendi pada jempol kaki memerah dan mengalami peradangan.

Gejala dari kondisi yang berpotensi menyebabkan cedera jari kaki ini termasuk ngilu dan sakit pada jempol kaki yang akan semakin parah saat Anda mengenakan sepatu yang sempit.

Semakin jempol kaki mendorong jari-jari kaki lainnya, semakin buruk gejala yang Anda alami. Jika Anda mengalami gejala yang ringan, cukup berhenti memakai sepatu yang tidak pas dan letakkan es pada kaki Anda.

Akan tetapi, jika bunion yang Anda alami sudah cukup parah, mungkin kondisi ini perlu mendapatkan penanganan berupa operasi pembedahan.

Cara mengatasi cedera pada jari kaki

Untuk mengatasi cedera pada jari kaki, Anda harus mengetahui terlebih dahulu, apa jenis cedera yang terjadi. Pasalnya, cara mengatasi kondisi tersebut juga bisa berbeda-beda. Berikut adalah beberapa cara mengatasinya:

1. Pengobatan luka, goresan dan cakaran

Jika memiliki luka, goresan atau cakaran pada kaki, Anda harus menerapkan tekanan untuk menghentikan perdarahan. Setelah perdarahan berhenti, basahi luka dengan sabun dan air secara perlahan menggunakan kain lap.

Gunakan gunting bersih untuk memotong kulit yang lepas. Terapkan salep antibiotik, tutupi dengan perban. Kemudian, ganti perban setiap hari.

2. Pengobatan kaki yang memar

Jika jari kaki Anda mengalami cedera dan memar, rendam kaki dalam air dingin selama 20 menit.

3. Pengobatan jari kaki yang tegang

Meskipun kaki Anda mungkin terlihat normal dari luar, mungkin saja ada keretakan pada tulang kaki. Istirahatkan kaki Anda dengan merendamkannya ke dalam air dingin selama 20 menit. Jika rasa sakit lebih dari ringan, lindungi dengan mengikatkannya ke jari kaki sebelahnya.

4. Pengobatan jari kaki yang tertimpa atau terbentur

Kompreskan kantong es ke bagian jari kaki yang mengalami cedera ini selama 20 menit. Cuci kaki dengan sabun dan air selama lima menit.

Potong setiap potongan-potongan kecil kulit mati yang robek dengan gunting yang Anda bersihkan dengan alkohol. Tutup luka dengan salep antibiotik dan perban, dan ganti setiap hari.

Tips mencegah gangguan dan cedera kaki

Beberapa cara yang dapat Anda lakukan, antara lain:

1. Menggunakan sepatu yang nyaman

Memakai sepatu yang salah dan tidak nyaman untuk jangka waktu yang lama sering menyebabkan cedera jari kaki dan gangguan muskuloskeletal lainnya.

Untuk menghindari hal ini, pilih sepasang sepatu yang nyaman, lalu gunakan sol yang empuk dan lengkungan yang baik. Buang sepatu yang sudah usang karena alas kaki tersebut mungkin tidak bisa menahan benturan dengan baik.

Selain itu, sepatu yang sudah usang biasanya tidak mampu memberikan perlindungan sesuai dengan kebutuhan kaki Anda. Jika Anda sering pergi berjalan, para ahli merekomendasikan bahwa Anda harus membeli sepasang sepatu baru setiap tiga bulan sekali.

2. Menggunakan kaus kaki

Selain memilih sepatu, agar Anda tidak mudah mengalami cedera pada jari kaki, gunakan kaus kaki sebagai pelindung kaki. Pasalnya, mengenakan sepatu langsung tanpa kaus kaki dapat menyebabkan kulit kaki lecet.

Jika sudah demikian, Anda tidak hanya mengalami cedera, tetapi masalah kesehatan lain yang tentunya membuat kaki terasa tak nyaman.

3. Mengenakan alas kaki

Tidak sedikit orang yang sering berjalan tanpa alas kaki. Sebenarnya, selama medannya tidak berbahaya, seperti dalam rumah, tidak masalah jika Anda tidak mengenakan alas kaki.

Namun, jika Anda berjalan pada jalan raya atau taman, hindari untuk melakukan hal ini. Pasalnya, Anda dapat menginjak suatu benda asing dengan mudah.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Broken Toe. Retrieved 19 May 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/broken-toe/symptoms-causes/syc-20370463

Hammertoe. Retrieved 19 May 2021, from https://www.foothealthfacts.org/conditions/hammertoe

Toe Injuries and Disorders. Retrieved 19 May 2021, from https://medlineplus.gov/toeinjuriesanddisorders.html

Toe, Foot, and Injury. Retrieved 19 May 2021, from https://www.uofmhealth.org/health-library/footi

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x