Mendampingi Orang Terkasih Agar Tetap Tegar Sebelum Menemui Ajalnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tidak mudah untuk menerima kenyataan bahwa orang terkasih Anda divonis dengan penyakit kronis tertentu. Apalagi kalau dokter sudah menyatakan bahwa tidak ada perawatan atau pengobatan apapun yang bisa menyembuhkan pasien. Namun, peran Anda mendampingi pasien yang sudah mendekati ajal begitu besar. Anda harus mampu menguatkan dan mengikhlaskan diri agar bisa membantu orang terkasih Anda mempersiapkan kematian yang penuh kedamaian.

Menghadapi kematian bukan berarti memutus harapan

Anda mungkin terjebak dalam suatu dilema. Haruskah menerima kenyataan bahwa orang terkasih sudah mendekati ajal? Atau terus berpikiran optimis, bahwa pasti ada jalan untuk mengobati penyakit ini?

Apapun pilihan Anda dan keluarga, perlu diingat bahwa menghadapi kematian tidak sama dengan putus asa. Bukan berarti Anda menyerah. Melainkan memberi kesempatan bagi orang tercinta untuk memproses segala perasaan, kekhawatiran, dan rencana terkait kematiannya.

Jangan salah, biasanya orang yang sudah mendekati ajal sudah punya firasat bahwa waktunya akan tiba sebentar lagi. Hal ini mungkin diungkapkan secara tersirat. Misalnya muncul keinginan untuk bertemu dengan kerabat yang sudah meninggal dunia atau kerinduan untuk pergi ke tempat yang jauh. Anda harus tetap menemaninya berjuang. Namun, Anda juga perlu bersiap-siap bila nanti saatnya tiba.

Dengan mempersiapkan kematian, ketika ajal menjemput orang terkasih Anda pun bisa berpulang dengan hati lebih ringan serta penuh kedamaian. Anda juga jadi bisa mengatur prosesi pemakaman dan urusan lainnya persis seperti yang diinginkan pasien. Hal ini tentu menjadi bagian dari rasa hormat dan cinta pada orang terkasih Anda yang telah meninggal.   

Membantu orang terkasih mempersiapkan kematian

Mendampingi orang terkasih yang sudah mendekati ajalnya adalah salah satu tantangan terberat yang harus Anda hadapi. Namun, pengalaman ini mungkin dibuat jadi lebih bermakna dan positif. Ini dia langkah-langkah yang bisa diambil saat mempersiapkan kematian orang terkasih.  

1. Hadir di sisinya

Kehadiran Anda untuk menemani orang terkasih adalah obat terbaik baginya saat ini. Pasalnya, depresi dan rasa kesepian mudah menyerang orang yang dilanda sakit keras. Anda bisa mengisi waktu dengan berdoa bersama atau sekadar duduk di sisi mereka sambil menggenggam lembut tangannya.

2. Dengarkan keluh kesahnya

Orang terkasih Anda mungkin merasa tidak nyaman, kesakitan, atau marah karena kondisinya. Karenanya, dengarkan semua keluh kesahnya seikhlas mungkin. Kadang, pasien hanya butuh didengarkan saja, bukannya mencari saran atau solusi. Anda harus lebih peka dan belajar memahami sinyal-sinyal tersebut.

3. Bantu menghadapi rasa takut akan kematian

Kematian adalah suatu proses alami, sebuah bagian yang tak terelakkan dari hidup. Maka, bila mereka mengungkapkan rasa takut akan kematian, hibur dan tenangkan dengan kata-kata yang menyejukkan. Misalnya, “Apa pun yang terjadi, aku ada di sini bersamamu. Kamu tidak sendirian, kok.” Anda juga bisa meyakinkan dengan berkata, “Dokter sudah bilang, kan, prosesnya tidak menyakitkan sama sekali. Kamu sudah pakai obat bius jadi tak usah khawatir.”

4. Ciptakan suasana yang nyaman dan tenang

Untuk mempersiapkan kematian yang penuh kedamaian, orang terkasih Anda butuh suasana yang nyaman dan tenang. Hindari bertengkar dengan anggota keluarga lain di hadapan pasien. Anda juga sebaiknya membatasi jumlah tamu yang menjenguk pasien di dalam ruangan. Jangan sampai pasien malah terlalu sibuk menerima tamu sehingga tidak bisa beristirahat dan menghabiskan waktu berkualitas dengan orang-orang yang paling berarti dalam hidupnya.

5. Membicarakan kematian

Perhatikan baik-baik kalau orang terkasih Anda mulai membahas kematian. Misalnya membahas pemakaman atau minta didatangkan tokoh agama untuk mendampinginya. Jangan malah diabaikan dengan dalih, “Kamu tidak akan pergi ke mana-mana sekarang.” Anda justru harus mendengarkan keinginannya baik-baik dan sebisa mungkin mewujudkannya.

6. Mengungkapkan rasa cinta, terima kasih, dan maaf

Sempatkan diri Anda dan anggota keluarga lainnya untuk mengungkapkan cinta, terima kasih, dan permohonan maaf pada orang terkasih. Hal ini bisa memberikan suntikan semangat dan keberanian bagi pasien untuk mempersiapkan kematian.

7. Berpamitan

Terkadang, orang terkasih Anda sudah tahu bahwa saatnya akan tiba. Namun, ia merasa masih ada “tanggungan” yaitu orang-orang yang tidak rela ia tinggalkan. Karena itu, penting bagi Anda dan anggota keluarga lain, khususnya yang jadi “tanggungan” untuk berpamitan dan mengikhlaskan kepergian pasien kelak.

Kata-kata yang sederhana bisa membantu orang terkasih agar lebih yakin bahwa ia tak perlu khawatir. Misalnya, “Aku janji akan baik-baik saja tanpa kamu. Aku akan merawat keluarga kita sepenuh hati dan lebih semangat menekuni pekerjaanku.” Meskipun sulit diucapkan, orang tercinta Anda membutuhkan kepastian seperti ini agar bisa lebih tenang dan tegar dalam mempersiapkan kematian.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Mengungkap Serba-serbi Micellar Water, Amankah Bagi Wajah?

Micellar water populer di kalangan makeup artist dan pencinta produk skincare. Namun, apakah produk ini aman dan bermanfaat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Fakta Mengagumkan Soal Lutut Manusia yang Tangguh Tapi Rawan Cedera

Lutut manusia bertugas untuk menopang aktivitas Anda sehari-hari. Yuk, cari tahu berbagai fakta menarik soal kesehatan lutut berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Merkuri dan Berbagai Bahayanya untuk Kesehatan Anda

Sebenarnya, seberapa bahaya merkuri untuk kesehatan tubuh Anda? Apakah merkuri hanya ada di pertambangan? Cek selengkapnya di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan, Informasi Kesehatan 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Penyebab BAB berdarah bukan cuma ambeien alias wasir saja. Darah pada feses bisa jadi pertanda adanya kanker pada salah satu organ saluran cerna Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Kanker, Kanker Lambung 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

efek bleaching gigi

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
mie instan atau nasi

Mie Instan atau Nasi Putih, Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
obat infeksi jamur vagina

Jangan Digaruk! Ini 2 Jenis Obat Infeksi Jamur Vagina untuk Meredakan Gejala

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
jenis pijat

Mengenal Jenis-Jenis Pijat dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit