home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Tipe Kepribadian Introvert Lebih Dalam

Mengenal Tipe Kepribadian Introvert Lebih Dalam

Selain ekstrovert, introvert merupakan salah satu dari tipe kepribadian. Mereka yang termasuk ke dalam kepribadian introversion adalah orang yang cenderung fokus kepada pikiran, perasaan, dan suasana hati yang berasal dari dalam diri sendiri alias internal. Hal ini berbeda dengan para ekstrovert yang lebih suka mencari stimulai perasaan yang datangnya dari luar dirinya. Yuk, cari tahu lebih dalam lagi tentang kepribadian introvert!

Apa itu introvert?

mencintai diri sendiri

Introvert adalah sebuah tipe kepribadian yang sering disalahartikan sebagai pemalu. Padahal, introvert dan pemalu tidaklah sama. Seseorang yang pemalu cenderung merasa khawatir atau tidak nyaman saat berada dalam situasi sosial tertentu, khususnya jika harus berinteraksi dengan orang yang tidak dikenalnya.

Bahkan, pemalu merupakan salah satu gangguan mental yang termasuk ke dalam gangguan kecemasan sosial meski masing tergolong ringan. Sementara itu, seorang introvert lebih suka menyendiri untuk mengumpulkan energinya. Namun, para introvert sebenarnya tidak ada masalah jika harus berada di dalam situasi sosial.

Introvert adalah tipe kepribadian yang bertolak belakang dengan ekstrovert. Akan tetapi, sebenarnya, setiap orang memiliki elemen introvert dan ekstrovert di dalam diri masing-masing. Perbedaannya, ada yang lebih didominasi oleh kepribadian introvert, dan begitu pula sebaliknya, ada yang lebih didominasi dengan karakteristrik ekstrovert.

Mengetahui apakah diri Anda termasuk introvert maupun ekstrovert bisa dibilang cukup penting. Pasalnya, selain bisa lebih mengenal diri sendiri, Anda bisa lebih efektif dalam mendapatkan dan memusatkan energi dengan cara yang tepat.

https://wp.hellosehat.com/mental/mental-lainnya/kesehatan-ekstrovert-dan-introvert/#gref

Ciri-ciri orang introvert

sering bicara sendiri, normal atau tidak?

Untuk mengetahui apakah Anda termasuk introvert, pahami beberapa ciri-cirinya berikut ini.

1. Energi bisa terkuras saat menghabiskan waktu dengan banyak orang

Para introvert tidak memiliki masalah jika harus berinteraksi dalam situasi sosial. Hanya saja, jika terlalu lama menghabiskan waktu dengan orang lain, energinya akan mudah terkuras habis. Apalagi jika ia harus berinteraksi dengan banyak orang dalam satu waktu.

Hal ini tentu berbeda dengan para ekstrovert yang justru mendapatkan energi saat bertemu dengan banyak orang. Oleh sebab itu, untuk mengembalikan energinya, para introvert akan menghabiskan waktu sendiri setelah bertemu dengan banyak orang.

2. Senang menghabiskan waktu sendiri

Mungkin sebagian orang mengira bahwa orang yang suka menyendiri berarti memiliki kepribadian yang tidak menyenangkan. Sebagai contoh, pemurung, sering bersedih, dan sebagainya. Padahal, bagi orang introvert, kebahagiaannya justru didapatkan saat ia bisa menghabiskan waktu sendiri.

Jika Anda seorang introvert, menghabiskan waktu untuk melakukan hal yang disukai seorang diri adalah waktu yang paling menyenangkan. Hal ini juga dapat membantu Anda “mengisi ulang” energi positif. Namun, bukan berarti introvert akan menyendiri 24 jam dalam sehari.

Sebagai seorang introvert, Anda juga senang menghabiskan waktu untuk berinteraksi dengan orang-orang terdekat, seperti teman dan keluarga.

3. Teman sedikit, tapi berkualitas

Orang sering menyalahartikan bahwa para introvert tidak suka bergaul, sehingga tidak memiliki teman dekat. Tentu saja anggapan itu tidak benar, karena saat memiliki kepribadian introversion, Anda tetap saja suka berinteraksi dengan orang lain dan memiliki teman dekat.

Meski begitu, jumlah teman Anda mungkin tidak sebanyak yang dimiliki oleh para ekstrovert. Namun, pertemanan yang dimiliki oleh para introvert sangat berkualitas. Pasalnya, meski hanya memiliki satu dua orang teman dekat, orang dengan kepribadian ini akan menjaga dan merawat pertemanannya dengan baik.

4. Lebih mudah terdistraksi

Mengingat para introvert lebih suka menghabiskan waktu sendiri, orang dengan kepribadian ini sering kali kewalahan jika harus berada di keramaian dan bertemu dengan banyak orang. Tak heran, mereka sering mudah terdistraksi.

Hal ini membuatnya sangat sulit untuk fokus dan berkonsentrasi saat harus melakukan sesuatu. Maka itu, jika merasa harus fokus, orang dengan kepribadian ini lebih senang jika bisa berada di tempat yang sepi dan tenang tanpa gangguan.

5. Lebih sadar akan dirinya sendiri

Mengingat bahwa para introvert lebih banyak mendapatkan energi saat sedang sendiri, mereka memiliki kecenderungan lebih sadar atau paham mengenai dirinya sendiri. Pasalnya, para introvert sering menyelami pikiran dan perasaannya, sehingga bisa lebih banyak belajar mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan dirinya.

Sebagai contoh, para introvert senang jika bisa mencoba berbagai hobi untuk mengetahui mana yang lebih disukainya. Selain itu, mereka juga senang memikirkan hidup yang sedang dan akan dijalani. Ada pula yang senang membaca buku-buku dan menonton film yang berkaitan atau terasa dekat untuk refleksi diri.

6. Belajar dengan cara observasi

Jika para ekstrovert lebih suka belajar sambil praktek langsung, para introvert lebih suka melakukan observasi terlebih dahulu. Oleh karenanya, sebelum melakukan sesuatu, mereka cenderung mempelajari dulu sebelum mempraktekkannya secara langsung.

Bahkan, tak jarang mereka melihat orang lain melakukannya hingga berulang kali sampai merasa yakin untuk bisa meniru atau melakukannya sendiri. Jika harus latihan, para introvert lebih suka melakukannya di tempat yang tidak diketahui banyak orang.

Bagaimana cara mengetahui seseorang memiliki kepribadian introvert?

Seperti yang telah disebutkan, masing-masing orang sebenarnya memiliki elemen kepribadian introvert maupun ekstrovert. Hanya saja, ada yang lebih mendominasi, sehingga introvert adalah seseorang yang lebih didominasi oleh elemen dari kepribadian introversion.

Lalu, bagaimana cara mengetahui atau mendiagnosis karakter tersebut? Ada beberapa tes kepribadian yang bisa diambil untuk mengukur elemen yang lebih dominan dalam diri seseorang. Beberapa di antaranya adalah:

Meski begitu, para ahli profesional lebih percaya bahwa seseorang memiliki kepribadian yang didominasi oleh introvert atau ekstrovert melalui observasi langsung pada masing-masing individu. Pasalnya, elemen-elemen kepribadian yang lebih menonjol dari diri seseorang biasanya sangat tergantung pada konteks.

Masalahnya, tes-tes kepribadian masih banyak yang belum mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan, tingkat stres, dan berbagai faktor lain yang dapat membantu hasil dari penilaian dalam tes kepribadian lebih akurat.

Mitos yang sering beredar mengenai kepribadian introvert

perbedaan introvert dan pemalu

Kepribadian introvert dan ekstrovert sering kali menjadi topik pembicaraan yang hangat. Sayangnya, tidak jarang berbagai mitos beredar mengenai para introvert yang sebenarnya tidak terbukti, contohnya:

1. Para introvert susah menjadi pemimpin

Banyak yang menganggap bahwa orang dengan kepribadian introvert susah untuk menjadi seorang pemimpin. Padahal, hal ini tidak terbukti benar, karena sebuah penelitian yang dimuat pada Academy of Management pada tahun 2012 menyatakan bahwa introvert dan ekstrovert sama-sama bisa menjadi pemimpin yang baik.

Jika para ekstrovert bisa menjadi pemimpin yang baik dengan cara menggali potensi dari anggota tim yang lebih pasif. Sementara itu, para introvert bisa menjadi pemimpin yang baik dengan mendengarkan masukan dari setiap anggota tim untuk mendapatkan hasil terbaik.

Kemampuan sosial dan kepribadian introversion sebenarnya memang tidak saling berkaitan. Apalagi dalam hal kepemimpinan, karena seorang introvert bisa memberikan kontribusi terhadap kesuksesan dengan ketelitian dan keteraturan yang dimilikinya.

Ya, biasanya, para introvert memang cenderung lebih teliti dan teratur dalam melakukan penelitian, membaca, merencanakan sesuatu, dan pekerjaan lain yang memang membutuhkan konsentrasi dan ketenangan.

2. Kepribadian introvert bisa disembuhkan atau diubah

Seseorang yang memiliki kepribadian introvert sering kali dianggap memiliki gangguan mental, sehingga tidak sedikit yang menganggapnya sebagai hal yang negatif. Padahal, tidak ada yang salah dengan kepribadian ini.

Ya, introversion bukanlah sebuah gangguan mental atau penyakit. Introversion hanyalah sebuah tipe kepribadian yang bertolak belakang dari extroversion atau kepribadian ekstrovert. Hanya saja, orang dengan kepribadian ekstrovert seringnya tidak bisa memahami karakteristik para introvert.

Tak heran jika segala tindak-tanduk Anda sebagai seorang introvert mungkin sering disalahpahami. Hal ini bisa membuat para introvert mendapatkan kesulitan saat berada di sekolah maupun di tempat kerja. Pasalnya, tak jarang mereka dikritik agar lebih aktif, lebih banyak bicara, atau lebih sering bergaul dengan teman sebayanya.

Masalahnya, introvert tidak sama dengan pemalu atau antisosial. Orang dengan kepribadian ini oversensitif terhadap dopamine. Artinya, saat terlalu banyak menerima rangsangan dari luar, seperti bersosialisasi dengan banyak orang dalam waktu bersamaan, energi fisik dan mentalnya akan terkuras.

3. Orang introvert adalah orang yang sombong dan antisosial

Ini adalah pernyataan yang tidak benar. Perlu Anda ketahui bahwa orang introvert tidak merasa harus berbicara jika memang tidak perlu. Terkadang, orang dengan kepribadian ini lebih suka memerhatikan orang-orang di sekitarnya atau tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Hanya saja, orang lain yang tidak paham dengan kepribadian introversion mengartikan sikap tersebut sebagai sikap yang sombong. Padahal, menurut orang introvert, aksi observasi dan memperhatikan orang-orang ini adalah hal yang menyenangkan.

Orang introvert cenderung memilih untuk berinteraksi tatap muka dengan satu orang saja di satu waktu. Bukannya sombong atau dingin, introvert pada umumnya menyukai orang lain, tapi lebih menghargai waktu kebersamaan, dan mementingkan kualitas daripada kuantitas hubungan.

Bagaimana cara menghadapi kepribadian tipe ini?

pasangan butuh sendiri

Jika mengenal seseorang dengan kepribadian ini, Anda mungkin kebingungan bagaimana cara bersikap atau menanggapi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Jangan khawatir, ada beberapa tips yang bisa Anda coba untuk berinteraksi dengan para introvert, seperti berikut ini.

1. Pahami apa yang dimaksud dengan introversion

Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah memahami lebih dalam mengenai tipe kepribadian ini. Dengan begini, Anda bisa mengetahui kemungkinan yang dapat terjadi, termasuk tantangan yang mungkin muncul di kemudian hari saat harus berinteraksi dengan orang dengan kepribadian introversion.

Masalahnya, jika tidak memahami bagaimana orang dengan kepribadian ini bersikap, menjalani hari-harinya, dan kebiasaan-kebiasaan apa yang mungkin ia lakukan, Anda mungkin mengira orang tersebut mengalami depresi.

Padahal, ini hanya karakter dari kepribadian dan cara memahaminya saja yang berbeda. Oleh sebab itu, Anda jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Yang perlu Anda pahami adalah introversion merupakan suatu tipe kepribadian dan bukan sebuah penyakit yang perlu perhatian khusus.

2. Jangan paksa untuk mengubah kepribadiannya

Karena sering disalahartikan sebagai pemalu dan penyendiri, orang introvert terkadang dianggap sebagai orang yang memiliki masalah dengan kesehatan mentalnya. Jika orang dengan kepribadian ini memilih untuk menyendiri di kamar atau lebih asik sendiri dengan hal yang sedang ia lakukan, biarkan ia untuk melakukan hal tersebut.

Mengapa demikian? Pasalnya, orang dengan kepribadian ini justru merasa paling nyaman dengan dirinya saat bisa melakukan berbagai kesibukannya sendiri. Jangan lupa, orang introvert butuh waktu sendiri untuk mencerna kejadian-kejadian baru yang dialaminya.

Hindari juga memaksa orang yang memiliki kepribadian introversion untuk mengubah kepribadian dengan bersosialisasi, terutama jika berada di lingkungan baru. Biarkan ia mengamati dulu sejenak sebelum ikut bergabung dan berinteraksi dengan orang baru.

3. Bantu orang dengan kepribadian ini merasa nyaman

Jika Anda memiliki anggota keluarga dengan kepribadian introversion atau dekat dengan orang yang memiliki kepribadian ini, cobalah untuk membantunya merasa lebih nyaman. Sebagai contoh, jika membagi tugas di rumah, berikanlah ia tugas yang membuatnya bisa bekerja secara individu, seperti mencuci piring atau memotong rumput.

Selain itu, meski orang dengan kepribadian ini bukan berarti tidak suka bersosialisasi, tapi mereka memang lebih mudah lelah jika harus berinteraksi dengan banyak orang. Maka itu, berikanlah ia waktu beristirahat dan menyendiri di kamar jika Anda tahu bahwa ia baru “menghabiskan” energinya dalam kegiatan sosial.

Beri ia ruang dan waktu untuk mengisi ulang energi dalam kesendiriannya. Dengan memahami kebutuhan dan kondisinya, orang introvert akan lebih merasa dihargai dan dimengerti.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Grant, A., Gino, F., & Hofmann, D. (2011). Reversing the Extraverted Leadership Advantage: The Role of Employee ProactivityAcademy Of Management Journal54(3), 528-550. doi: 10.5465/amj.2011.61968043

Shyness. Retrieved 28 January 2021, from https://www.apa.org/topics/shyness

The Introvert/Extrovert Spectrum: Managing Introverts’ Energy to Boost Success. Retrieved 28 January 2021, from https://youthfirstinc.org/the-introvert-extrovert-spectrum-managing-introverts-energy-to-boost-success/

Fishman, I., Ng, R., & Bellugi, U. (2011). Do extraverts process social stimuli differently from introverts?. Cognitive neuroscience2(2), 67–73. https://doi.org/10.1080/17588928.2010.527434

Extraversion and Ontroversion. Retrieved 28 January 2021, from https://www.myersbriggs.org/my-mbti-personality-type/mbti-basics/extraversion-or-introversion.htm

Introversion. Retrieved 28 Jnauary 2021, from https://www.goodtherapy.org/blog/psychpedia/introversion

The In’s and Out’s of Introverts and Extraverts. Retrieved 28 January 2021, from https://centerforparentingeducation.org/library-of-articles/child-development/understanding-introverts-and-extraverts/

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Tanggal diperbarui 02/02/2021
x