5 Perbedaan Mencolok Kepribadian Introvert dan Ekstrovert

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Saat bertemu seseorang, Anda mungkin sering menduga-duga tipe kepribadian yang dimiliki. Jika orang tersebut lebih ekspresif, Anda menduga bahwa ia termasuk tipe kepribadian ekstrovert. Sementara, orang terlihat lebih sering menyendiri adalah termasuk tipe kepribadian introvert. Namun, tahukah Anda apa saja perbedaan dari dua tipe kepribadian ini? Yuk, simak perbedaan dari tipe kepribadian introvert dan ekstrovert berikut ini.

Perbedaan tipe kepribadian introvert dan ekstrovert

Sebenarnya, tiap individu memiliki elemen kepribadian introversion dan extroversion. Hanya saja, salah satunya lebih mendominasi dibanding yang lain. Maka itu, orang yang kepribadiannya didominasi oleh elemen introversion disebut introvert, sedangkan yang didominasi oleh extroversion disebut ekstrovert.

Meski begitu, tetap saja ada perbedaan yang cukup kentara dari kedua tipe kepribadian ini, seperti berikut:

1. Tingkat kenyamanan saat berinteraksi dengan orang lain

Ekstrovert dan introvert cukup berbeda dalam hal bersosialiasi dan berinteraksi dengan orang lain. Orang ekstrovert cenderung senang berada di tengah-tengah banyak orang, karena ia merasa mendapatkan energinya dari interaksinya dengan orang lain.

Bahkan, orang dengan kepribadian ini cukup bersemangat jika harus berkenalan dengan orang baru. Para ekstrovert juga tak segan untuk memulai percakapan dengan orang lain. Perbedaan antara ekstrovert dan introvert terlihat dari sikap ini, karena introvert justru memiliki kepribadian yang bertolak belakang.

Para introvert sering kali dianggap pemalu jika berada di tengah-tengah banyak orang. Sebenarnya, introvert dan pemalu adalah dua hal yang berbeda. Pasalnya, alih-alih khawatir atau takut untuk berbicara di depan banyak orang, para introvert merasa tidak perlu bicara jika tidak diperlukan.

Artinya, orang dengan kepribadian ini bukannya membenci kehidupan sosial dan ingin mengurung dirinya di kamar sendiri terus-menerus. Hanya saja, mereka jauh lebih nyaman untuk berinteraksi dengan orang-orang terdekat, dan energinya mudah terkuras jika harus bersosialisasi dengan banyak orang dalam satu waktu.

2. Cara menjalin pertemanan

Ekstrovert dan introvert juga cukup berbeda dalam menjalin pertemanan. Mengingat orang dengan kepribadian ekstrovert lebih senang berada di tengah banyak orang, mereka tentu memiliki lebih banyak teman dan kenalan jika dibandingkan dengan para introvert.

Bahkan, tidak heran jika ekstrovert memiliki kenalan ke mana pun mereka pergi. Akan tetapi, tidak semua yang kenal dan berteman dengan orang ekstrovert bisa dianggap teman dekat atau sahabat. Dalam hal ini, ekstrovert dan introvert cukup berbeda.

Para introvert yang lebih nyaman saat sendiri memiliki teman yang tidak terlalu banyak. Bahkan, bisa jadi teman seorang introvert bisa dihitung dengan jari. Namun, para introvert memiliki pertemanan yang kuat meski hanya dengan segelintir orang saja.

Ya, menurut sebuah artikel yang dimuat dalam website Johnson and Wales University, saat menjalin pertemanan, para introvert memang benar-benar menjaga intimasi yang dimiliki dengan masing-masing temannya. Oleh sebab itu, tidak sedikit dari mereka yang sudah berteman hingga bertahun-tahun lamanya.

3. Proses pengambilan keputusan

Introvert dan ekstrovert juga menempuh proses yang tidak sama saat mengambil keputusan. Hal ini sering kali terpancar dari sebagian besar keputusan yang diambil oleh masing-masing tipe kepribadian. Orang dengan kepribadian ekstrovert memiliki kecenderungan untuk terlalu cepat mengambil keputusan.

Ya, sebelum benar-benar memikirkannya secara matang apakah benar-benar menginginkan sesuatu atau tidak, para ekstrovert memiliki kecenderungan untuk memutuskan segala sesuatunya secara spontan.

Mereka memilih untuk menjalaninya terlebih dahulu untuk mengetahui apakah hal tersebut memang benar yang mereka inginkan atau justru sebaliknya. Sementara itu, para introvert justru menjalani proses yang cukup berbeda dengan para ekstrovert.

Bagi para introvert, proses memikirkan segala sesuatunya dengan matang adalah hal yang wajib dilakukan sebelum mengambil keputusan. Meski begitu, para introvert sering kali lupa untuk melihat dunia luar dan memastikan apakah keputusannya sudah menjadi yang paling tepat.

Masalahnya, sering kali para introvert berkutat pada pikirannya sendiri sehingga melupakan fakta bahwa ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan juga dalam pengambilan sebuah keputusan.

4. Pilihan jenis pekerjaan

Perbedaan yang mungkin bisa Anda perhatikan dari para ekstrovert dan introvert adalah pilihan jenis pekerjaan yang ditekuni. Mengingat ekstrovert lebih nyaman dan lebih mudah terstimulasi saat berinteraksi dengan banyak orang, mereka lebih tertarik dengan jenis pekerjaan yang mengharuskannya bekerjasama dengan orang lain.

Dalam bekerja, tentu para ekstrovert akan lebih bersemangat dan lebih efektif menjalankan tugas-tugasnya dengan berinteraksi atau berdiskusi dengan banyak orang. Sebagai contoh, pekerjaan yang lebih menarik bagi para ekstrovert adalah marketing, sales, dan pekerjaan sejenis.

Sementara itu, para introvert cenderung lebih memilih pekerjaan yang bisa dilakukan secara mandiri. Artinya, berbagai keputusan yang diambil dalam pekerjaannya bisa dilakukan sendiri tanpa harus banyak berkomunikasi atau berdiskusi dengan orang lain.

Namun, bukan berarti mereka tidak suka bekerja dengan orang lain, ya. Hanya saja, mereka akan lebih efektif dalam bekerja saat memiliki lebih banyak waktu untuk sendiri dan tenggelam dalam pekerjaannya. Jenis pekerjaan yang sesuai dengan para introvert adalah designer, writer, dan pekerjaan sejenis.

Lalu, apa perbedaan ekstrovert, introvert, dengan ambivert?

Jika Anda sudah mendapatkan gambaran jelas mengenai perbedaan antara ekstrovert dan introvert, bagaimana dengan tipe kepribadian ambivert? Mungkin sebagian dari Anda masih baru pertama kali mendengar tipe kepribadian yang satu ini.

Intip Ciri-Ciri Ambivert, dan Plus Minusnya Punya Kepribadian Ini

Orang dengan tipe kepribadian ambivert berarti memiliki elemen extroversion dan introversion yang seimbang, sehingga tidak ada yang lebih mendominasi. Jika para introvert dan ekstrovert memiliki kecenderungan tertentu, dalam berperilaku, ambivert biasanya akan bersikap dan berperilaku sesuai dengan kondisi.

Artinya, para ambivert terkadang bisa menjadi seorang introvert, tapi pada saat-saat tertentu juga bisa menjadi seorang ekstrovert. Sering kali, para ambivert dianggap sebagai penyeimbang dalam bersosialisasi.

Sebagai contoh, para ambivert bisa menjadi pendengar yang baik seperti para introvert, tapi pada saat dibutuhkan, mereka juga bisa komunikator atau orang yang menyuarakan pendapat kelompoknya agar didengar oleh pihak lainnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Fakta Mengagumkan Soal Lutut Manusia yang Tangguh Tapi Rawan Cedera

Lutut manusia bertugas untuk menopang aktivitas Anda sehari-hari. Yuk, cari tahu berbagai fakta menarik soal kesehatan lutut berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Penyebab BAB berdarah bukan cuma ambeien alias wasir saja. Darah pada feses bisa jadi pertanda adanya kanker pada salah satu organ saluran cerna Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Kanker, Kanker Lambung 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Ragam Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan yang enak, gurih, dan lebih sehat. Simak beragam resep membuat bakwan yang mudah berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Resep Sehat, Nutrisi 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

9 Penyebab Mata Anda Terus Berair dan Cara Mengatasinya

Mata Anda terus-terusan berair padahal tidak sedang kelilipan atau nonton drama Korea? Sebaiknya periksakan ke dokter. Mata berair bisa disebabkan infeksi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Mata 23 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

keluar air mani

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
efek bleaching gigi

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
mie instan atau nasi

Mie Instan atau Nasi Putih, Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
pengertian micellar water adalah

Mengungkap Serba-serbi Micellar Water, Amankah Bagi Wajah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit