3 Cara Cepat Move On Saat Naksir Sahabat Sendiri, Agar Tidak Merusak Pertemanan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Oktober 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Istilah “sahabat jadi cinta” bisa saja benar-benar terjadi di kehidupan nyata. Tidak sekadar skrip sinetron. Ketika Anda sangat mengenal seseorang dengan baik dan menghabiskan banyak waktu bersama, bukan mustahil benih-benih rasa suka mulai muncul. Jika sudah telanjur suka dengan sahabat sendiri, Anda mungkin sedang berpikiran ingin cepat move on agar tidak kehilangan teman terbaik selama ini. Bagaimana caranya?

Tips move on saat suka dengan sahabat sendiri

arti friendzone

Banyak anggapan bahwa bersahabat dengan lawan jenis tidaklah murni. Pasti ada saja salah satu pihak yang menyukai pihak lainnya. Jika Anda sedang suka sahabat sendiri tetapi tetap ingin menomorsatukan persahabatan, berikut hal yang perlu dilakukan:

1. Jujur ungkapkan perasaan Anda

Kate Stewart, seorang konselor hubungan di Amerika Serikat, menyatakan Anda perlu mengungkapkan perasaan dengan jujur. Jika terus menyimpannya sendiri, hal ini lama-lama bisa mengganggu Anda dalam banyak hal termasuk hubungan persahabatan. Bisa jadi lama-lama Anda justru menjauh karena merasa bersalah atas perasaan yang dimiliki.

Akan tetapi, memang dibutuhkan keberanian penuh saat Anda ingin mengungkapkan rasa suka pada sahabat sendiri. Pasalnya, Anda perlu siap akan risiko penolakan dan hubungan persahabatan yang serba canggung.

Oleh karena itu, tidak perlu terburu-buru. Sebaiknya, pertimbangkan terlebih dahulu plus minusnya saat Anda ingin mengatakan hal ini. Sebagai sahabat, Anda pasti sudah cukup mengenal karakternya. Pertimbangkan kira-kira apa reaksinya jika ia mengetahui perasaan Anda yang sesungguhnya.

Jika sudah yakin dan mempertimbangkannya matang-matang, ini saatnya Anda berbicara kepadanya. Sebelumnya, Anda juga bisa mulai menunjukkan isyarat nonverbal, kemudian liat reaksinya. Jika reaksinya positif, Anda punya alasan kuat untuk mengatakan perasaan dengan jujur. Siapa tahu ia juga memiliki perasaan yang sama dengan Anda.

2. Jaga jarak untuk sementara

Akan sangat sulit untuk move on saat Anda masih sering berinteraksi intens dengan orang yang berkaitan. Oleh karena itu, mintalah waktu untuk sendiri pada sahabat yang Anda suka. Tujuannya, agar Anda memiliki ruang untuk berusaha menetralkan perasaan yang Anda miliki.

Katakan padanya bahwa Anda butuh waktu sejenak untuk sendiri. Namun, sampaikan juga bahwa hal ini hanya sementara hingga Anda merasa lebih baik. Katakan padanya bahwa Anda masih ingin berteman baik dengannya seperti sedia kala.

Di waktu sendiri ini, Anda bisa melakukan berbagai kegiatan positif dengan teman-teman yang lain. Sebisa mungkin, jangan dulu bertemu atau melakukan kontak dengan sahabat yang Anda suka jika masih sulit mengendalikan perasaan.

3. Menerima perasaan Anda sendiri

Ketika Anda berani mengungkapkannya, Anda sudah harus berani akan semua risikonya termasuk penolakan dan hal lain yang tidak diinginkan. Jangan menyalahkan diri sendiri atas perasaan yang Anda miliki. Tidak ada yang salah dari rasa suka pada sahabat sendiri.

Justru terimalah perasaan suka, kehilangan, dan kekecewaan ini sebagai bagian dari cerita perjalanan yang perlu dilewati. Percayalah, hati Anda akan jauh lebih lega ketika Anda menerima semuanya dengan lapang dada. Saat momen ini muncul, Anda akan mulai bisa untuk kembali berinteraksi dengan sahabat seperti sedia kala.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Memulihkan Diri dari Pasangan yang Manipulatif

Bagi Anda yang telah berhasil melepaskan diri pasangan manipulatif, kini saatnya memulihkan diri dan memulai lembaran baru.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 28 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

Mantan Masih Menghubungi Walaupun Sudah Putus, Apa Sebabnya?

Putus hubungan bukan berarti putus komunikasi. Akan tetapi, jika mantan menghubungi Anda kembali setelah sekian lama, ada apa gerangan ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 20 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

5 Kunci Antigagal Agar Berhenti Memikirkan Si Mantan

Meski si dia itu mantan terindah Anda, tidak mustahil untuk dilupakan kok! Ini rahasia cara paling jitu agar berhenti memikirkan mantan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 1 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit

Bolehkah Punya Teman Dekat Lawan Jenis Saat Sudah Menikah?

Agar komitmen Anda dan pasangan tetap terjaga, beberapa aturan berteman dekat dengan lawan jenis setelah menikah berikut mungkin bisa membantu.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 20 April 2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

toxic people

Kenali 5 Ciri Utama “Toxic People”, Racun Dalam Persahabatan Anda

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
tahap kesedihan

5 Tahap Kesedihan Setelah Menghadapi Peristiwa Buruk

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit
cara keluar dari friendzone

Bebaskan Diri dari Jerat Friendzone dengan 4 Langkah Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit
barang pemberian mantan

Setelah Putus, Apakah Barang Pemberian Mantan Harus Dikembalikan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit