Kenali Gejala Thalassophobia atau Fobia terhadap Laut, Serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Pergi ke laut, menikmati pemandangan sambil berenang atau melakukan olahraga air lain, mungkin gambaran liburan menyenangkan bagi Anda. Namun, hal ini tidak berlaku bagi penderita thalassophobia. Justru, hal tersebut bisa jadi sebuah mimpi buruk. Nah, apa sih yang dimaksud dengan thalassophobia? Simak yuk penjelasannya berikut ini.

Apa itu thalassophobia?

Fobia merupakan salah satu jenis gangguan kecemasan yang mungkin dialami oleh sebagian orang. Namun, ada banyak macam fobia, salah satunya adalah thalassophobia, kondisi  penderitanya takut terhadap lautan dan samudera.

Penderita thalassophobia mungkin merasa takut dengan lautan karena terasa begitu luas tapi terlihat kosong, atau takut terhadap berbagai makhluk laut yang beragam jenisnya. Bahkan, penderita thalassophobia bisa juga takut terhadap kedua hal tersebut.

Jika sudah demikian, penderita thalassophobia bisa saja tidak mau jika diajak bepergian ke laut, apalagi jika harus berenang dan naik kapal laut. Namun, thalassophobia tidak sama dengan aquaphobia atau fobia terhadap air. Pasalnya, orang yang mengalami kondisi ini tidak takut terhadap air, tapi takut terhadap lautan.

Kenapa Ada Orang yang Fobia Air dan Bagaimana Mengatasinya?

Apabila Anda memaksa seseorang yang mengalami thalassophobia untuk pergi ke laut, bisa jadi orang tersebut ketakutan hingga mengalami serangan panik. Oleh sebab itu, jika ada orang terdekat Anda yang mengalaminya, cobalah untuk memahami kondisinya dan membantunya untuk mengatasi fobia tersebut.

Gejala-gejala yang muncul dari penderita thalassophobia

Gejala yang muncul dari masing-masing individu tidak selalu sama. Hal tersebut sangat tergantung pada tingkat keparahan dari fobia itu sendiri. Ada yang baru takut jika sudah berada di lautan, tapi ada pula yang sudah takut hanya dengan melihat gambarnya saja.

Oleh sebab itu, tanda dan gejala yang dialami bisa berbeda-beda. Namun, ada beberapa gejala umum yang mungkin bisa diperhatikan. Gejala-gejala ini terbagi atas gejala psikologis dan gejala fisik.

Gejala psikologis

  • Rasa takut kehilangan kontrol terhadap berbagai hal di sekitarnya.
  • Takut akan pingsan atau mati.
  • Rasa takut akan sakit atau tersakiti.
  • Muncul perasaan bersalah, malu, atau menyalahkan diri sendiri.
  • Jaga jarak atau menjauh dari orang lain.
  • Merasa sedih dan tidak bisa diharapkan.
  • Bingung dan tidak bisa berkonsentrasi.
  • Mudah marah dan suasana hati berubah-ubah.
  • Cemas dan ketakutan.

Gejala-gejala psikologis ini biasanya muncul jika penderita thalassophobia mengalami serangan panik.

Gejala fisik

  • Berkeringat.
  • Tubuh gemetar.
  • Sesak napas.
  • Terasa seperti sedang dicekik.
  • Takikardia atau jantung berdetak sangat cepat.
  • Nyeri dada.
  • Perut tidak nyaman.
  • Mual.
  • Sakit kepala dan pusing.
  • Terasa seperti hendak pingsan.
  • Mulut terasa kering.
  • Sering ingin buang air kecil.
  • Telinga berdenging.
  • Tidak bisa berkonsentrasi.
  • Hiperventilasi.
  • Tekanan darah naik.

Biasanya, gejala-gejala ini akan muncul jika Anda dihadapkan pada gambar lautan atau sedang berada di laut. Oleh sebab itu, jika Anda merasakan gejala-gejala di atas, segera periksakan kondisi kesehatan mental ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Penyebab terjadinya thalassophobia

Fobia merupakan salah satu jenis gangguan mental yang terbentuk saat masih kecil. Biasanya, kondisi ini terbentuk karena trauma yang dialami sehingga menyebabkan rasa takut yang berlanjut hingga dewasa. Namun, bukan berarti fobia tidak bisa terbentuk saat seseorang sudah berusia dewasa.

Meski begitu, tidak dapat diketahui dengan pasti apa penyebab utama dari thalassophobia. Hanya saja, ada beberapa faktor yang mungkin memengaruhi munculnya rasa takut terhadap lautan, seperti:

1. Pola asuh

Anak yang diasuh oleh orangtua dengan thalassophobia mungkin memiliki kecenderungan untuk mengalami fobia serupa. Bahkan, pola asuh yang mengindikasikan bahwa laut bukan tempat yang aman juga bisa menyebabkan anak tersebut akan merasa takut terhadap lautan saat beranjak dewasa.

2. Pengalaman di masa lalu

Fobia juga bisa terjadi karena trauma masa lalu. Artinya, Anda bisa saja mengalami thalassophobia jika pernah mengalami kejadian buruk yang berhubungan dengan lautan di masa lalu. Sebagai contoh, mengalami tsunami, banjir, dan sebagainya.

3. Faktor keturunan

Selain pola asuh, ternyata orangtua yang mengalami kondisi ini bisa menurunkan rasa takutnya kepada anak melalui gen yang dimilikinya. Ini artinya, meski tidak menunjukkan rasa takut di depan anak terhadap laut, bisa jadi anak Anda mengalami kondisi ini karena adanya genetik yang diturunkan.

Cara mengatasi rasa takut terhadap lautan

Namun, jika Anda memiliki keinginan yang cukup kuat, bukannya tidak mungkin thalassophobia ini disembuhkan. Ada beberapa metode yang bisa Anda coba untuk mengatasi rasa takut Anda terhadap lautan dan samudera, seperti berikut ini.

1. Cognitive behavioral therapy (CBT)

Terapi kognitif dan perilaku atau biasa disebut sebagai cognitive behavioral therapy (CBT) adalah salah satu jenis terapi psikologi yang cukup sering dilakukan untuk mengatasi berbagai gangguan mental, salah satunya fobia.

Anda bisa mengikuti terapi ini untuk mengatasi thalassophobia. Terapi ini dilakukan dengan tujuan membantu penderita fobia untuk melawan pikiran dan perasaan yang menjadi sumber dari fobia demi mengurangi rasa cemas yang dialami setiap merasa takut.

Dalam mengatasi kondisi ini, CBT dilakukan dengan bantuan seorang ahli terapi yang akan mengidentifikasi pikiran-pikiran penyebab rasa cemas yang berkaitan dengan lautan atau berbagai makhluk yang terdapat di lautan. Lalu, ahli terapi akan mencari tahu bagaimana pikiran tersebut memengaruhi emosi dan perilaku Anda.

Jika dilakukan secara berkala, CBT dapat membantu penderita thalassophobia untuk mengurangi rasa cemas setiap kali berhadapan dengan penyebab atau pemicu fobia.

2. Exposure therapy

Menurut American Psychological Association, Anda juga bisa mengatasi fobia dengan menjalani exposure therapy. Terapi psikologi yang satu ini bisa dilakukan untuk membantu pasien mengatasi rasa takut dan cemas yang dialaminya setiap kali dihadapkan pada pemicu fobianya.

Biasanya, saat fobia terhadap sesuatu, Anda akan memiliki kecenderungan untuk menghindari pemicu dari fobia tersebut. Namun, dalam terapi ini, Anda justru akan terus-menerus dihadapkan terhadap pemicu tersebut.

Hal ini bertujuan untuk meyakinkan penderita fobia bahwa hal yang selama ini ditakutinya tidak semenakutkan yang ada di bayangannya. Selama dilakukan secara rutin, penderita thalassophobia mungkin lebih percaya diri jika harus berhadapan dengan laut atau pemicu lain dari fobia yang dialaminya saat ini.

3. Penggunaan obat-obatan

Penggunaan obat-obatan biasanya hanya diresepkan oleh dokter untuk mengatasi gejala dari fobia ini. Oleh karena itu, Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi obat tanpa seizin dokter.

Beberapa jenis obat yang biasanya diberikan oleh dokter adalah antidepresan untuk mengatasi gejala depresibeta-blocker untuk menurunkan tekanan darah, dan obat tranquilizers.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bukan Sekadar Jijik Pada Benda Kotor, Ini Informasi Lengkap Mysophobia

Wajar jika Anda jijik dengan benda kotor, tapi pada orang dengan mysophobia, hal ini bisa menimbulkan gejala mengganggu. Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 2 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Merinding Jijik Melihat Foto Ini? Mungkin Anda Mengidap Trypophobia

Trypophobia adalah jenis fobia lubang-lubang yang diciptakan oleh alam atau bentuk melingkar. Anda bisa melakukan trypophobia test untuk mengetahuinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 29 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Coulrophobia (Fobia Badut)

Sebagian besar orang menganggap badut lucu, namun ada pula yang merasa takut. Dikenal dengan coulrophobia (fobia badut). Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 29 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenali Phobia Ketinggian (Acrophobia), Termasuk Gejala dan Cara Mengatasinya

Orang yang memiliki phobia ketinggian bisa bereaksi berlebihan saat di tempat tinggi. Berikut informasi gejala hingga cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 28 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

xenophobia

Xenophobia, Rasa Takut yang Dapat Berubah Menjadi Tindak Diskriminasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
serangan panik panic attack

Serangan Panik

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
hemofobia adalah takut dengan darah

Mengapa Ada Orang yang Sangat Takut Darah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara mengatasi fobia

Terus-terusan Dipaksa Menghadapi Rasa Takut, Apakah Bisa Menghilangkan Fobia?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit