backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Bukan Cuma Takut, Ini 7 Dampak Phobia bagi Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 31/01/2023

Bukan Cuma Takut, Ini 7 Dampak Phobia bagi Kesehatan

Bagi Anda yang tidak memiliki phobia, rasa takut dialami orang-orang dengan kondisi ini mungkin terlihat tidak rasional. Padahal, rasa takut berlebih akibat phobia bisa membawa dampak negatif pada kesehatan mental.

Dampak phobia bagi mereka yang memilikinya

Phobia atau fobia merupakan kondisi ketika seseorang merasa takut pada suatu objek, situasi, atau tempat tertentu secara berlebihan.

Fobia berbeda dengan kecemasan umum yang membuat seseorang merasa takut hampir sepanjang waktu, bahkan tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini timbul karena adanya rasa takut akan suatu hal yang spesifik.

Jika ketakutan tersebut muncul terus-menerus, berikut beberapa efek yang bisa Anda alami.

1. Merasa tidak berdaya

efek phobia

Orang-orang yang mengalami phobia sebenarnya sadar bahwa ketakutan mereka berlebihan dan tidak normal.

Kombinasi antara kesadaran akan hal tersebut dan ketidakmampuan mengendalikan perasaan sering kali membuat mereka merasa tidak berdaya.

Perasaan ini bisa memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pekerjaan dan kehidupan sosial. Sebagai contoh, orang yang fobia tempat terbuka jadi tidak mau keluar dari rumahnya.

2. Merasa terisolasi

Sebagai makhluk sosial, tentu kita membutuhkan orang lain saat menjalani kehidupan.

Namun, bagi seseorang yang mengalami fobia sosial, bertemu dengan orang lain justru bisa membawa efek buruk pada dirinya.

Bertemu dengan orang lain kerap membuat mereka merasa stres dan cemas secara berlebihan. Pikiran ini kerap muncul karena mereka merasa bahwa kehadirannya seperti tidak diharapkan. 

Fobia sosial di awal usia 20 tahunan

Tahukah Anda bahwa pengidap fobia sosial kebanyakan masih berusia cukup muda?
Berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Plos One, usia 22–24 tahun merupakan masa rentan bagi kebanyakan orang untuk mengalami fobia sosial.

3. Hidup terasa terbatas

efek buruk fobia

Fobia sering kali membuat seseorang mengalami kesulitan saat bekerja, bersosialisasi, atau bahkan sekedar meninggalkan rumah untuk beraktivitas.

Dengan efek buruk tersebut, seseorang dengan fobia tertentu akan merasa bahwa kehidupannya sangat terbatas.

Bisa dikatakan bahwa efek phobia dalam jangka panjang mungkin juga mengganggu perkembangan karier, hubungan, atau kualitas hidup lainnya.

4. Merasa hilang kendali

Seseorang dengan phobia mungkin kerap membayangkan betapa mudahnya hidup jika ia mampu menghilangkan rasa takut berlebih pada objek atau situasi tertentu.

Namun, seberapa keras mereka berusaha, rasa takut itu tidak bisa dikendalikan. Kondisi ini membuat mereka merasa bahwa phobia membawa dampak berupa hilangnya kendali atas hidupnya sendiri. 

5. Efek phobia berupa depresi

Perasaan tidak berdaya, malu, dan terisolasi karena phobia bisa membuat seseorang mengalami depresi. Terlebih jika Anda mengidap fobia kompleks seperti agorafobia.

Dilansir dari laman National Health Services, agorafobia merupakan kombinasi dari beberapa jenis fobia yang saling terkait.

Contohnya, seseorang yang takut ditinggal sendiri (monofobia) bisa juga mengalami klaustrofobia atau ketakutan berada di tempat yang sempit.

Fobia kompleks kerap membuat seseorang semakin mudah merasakan kecemasan berlebih yang mengarah ke gangguan mental seperti depresi.

6. Merasa malu

Fobia memang kerap disebabkan oleh satu hal spesifik yang terlihat sangat normal bagi orang lain. Kondisi ini kerap menimbulkan efek buruk berupa rasa malu pada orang yang memiliki phobia.

Contohnya jika Anda phobia pada karet gelang dan menemukan bahwa pesanan makanan Anda dibungkus dengan benda tersebut.

Ketika menerimanya, Anda mungkin mengalami serangan panik sampai membuat orang-orang di sekitar menoleh dan memperhatikan Anda. Pada kondisi ini, Anda mungkin merasa malu.

7. Dampak phobia lainnya

Setiap orang mungkin mengalami dampak yang berbeda akibat phobia. Beberapa orang mungkin berhasil mengendalikannya dengan terus menghindari objek atau kondisi yang membuat mereka ketakutan secara berlebih.

Akan tetapi, kondisi tersebut juga dapat membuat Anda stres. Sayangnya, beberapa orang mungkin melampiaskan stres tersebut dengan alkohol dan obat-obatan.

Pada kondisi yang lebih serius, fobia juga bisa membawa efek buruk berupa rasa ingin bunuh diri yang lebih tinggi.

Fobia bukanlah sesuatu yang bisa disepelekan. Jika Anda mengalaminya dan merasakan beberapa dampak seperti di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Salah satu pengobatan yang kerap diberikan untuk pengidap fobia yakni terapi desentisisasi. Psikiater akan mengajarkan Anda teknik-teknik relaksasi untuk membuat Anda tetap tenang ketika menghadapi pemicu fobia.

Jika Anda memiliki teman atau kerabat yang mengidap fobia, berhentilah untuk menakut-nakutinya dengan objek atau kondisi yang menyebabkan fobianya muncul.

Meski Anda mungkin melihat ketakutannya sebagai lelucon, ingatlah bahwa tindakan tersebut dapat membahayakan mereka atau meningkatkan risiko gangguan mental.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 31/01/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan