backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

2

Tanya Dokter
Simpan

10 Cara Bijak Mengendalikan Emosi Saat Dilanda Amarah

Ditinjau secara medis oleh dr. Yusra Firdaus


Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

    10 Cara Bijak Mengendalikan Emosi Saat Dilanda Amarah

    Sangat wajar bagi setiap orang untuk mengalami emosi negatif seperti marah, sedih, dan kalut. Meski begitu, Anda tetap perlu mengetahui bagaimana cara yang bijak untuk mengendalikan berbagai emosi ini.

    Mengendalikan emosi merupakan salah satu kemampuan yang bisa menghindarkan Anda dari berbagai kondisi yang mungkin Anda sayangkan di kemudian hari. Simak informasi berikut ini untuk mengetahui caranya.

    Bagaimana cara mengendalikan emosi?

    Emosi negatif merupakan respons yang kerap muncul saat seseorang mendengar kabar kurang mengenakkan atau tidak sesuai harapan.

    Emosi ini bisa datang kapan saja, termasuk saat Anda harus mengambil keputusan penting. Inilah yang menjadi alasan mengapa Anda sulit berpikir jernih ketika stres melanda.

    Setiap orang memang bisa memiliki cara masing-masing dalam mengontrol dan mengatasi emosi negatif. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda coba.

    1. Buang pikiran buruk jauh-jauh

    stres cepat tua

    Saat dilanda permasalahan, otak Anda cenderung memikirkan kemungkinan terburuk dari kondisi tersebut.

    Padahal, pemikiran inilah yang sering kali justru membawa Anda ke dalam kondisi terburuk karena lupa mencari solusi.

    Oleh karena itu, sebisa mungkin singkirkan pikiran buruk saat dilanda masalah. Alih-alih memikirkan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi, Anda bisa mencoba memikirkan solusinya.

    2. Buat jurnal emosi

    Emosi negatif bisa muncul secara tiba-tiba karena Anda membiarkannya menumpuk tanpa mencari solusinya. Untuk menghindari hal ini, cobalah menulis jurnal tentang perasaan Anda setiap hati.

    University of Rochester Medical Center menyebutkan bahwa journaling bisa membantu Anda mengetahui pola permasalahan dan memahami mana yang harus segera diselesaikan.

    Dengan journaling, Anda juga bisa menghindari kondisi atau situasi tertentu yang biasanya memicu amarah.

    3. Olahraga

    Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Asian Nursing Research (2019) menunjukkan bahwa sekelompok perawat yang rajin olahraga memiliki kemampuan lebih baik dalam mengontrol amarahnya.

    Kemampuan mengendalikan emosi ini didapatkan dengan cara olahraga rutin selama 30 menit sebanyak tiga kali dalam seminggu.

    Olahraga dapat membantu Anda mengontrol amarah dengan cara merangsang pelepasan endorfin. Ini adalah hormon yang menciptakan emosi positif dan memperbaiki suasana hati.

    Tak perlu olahraga berat, Anda bisa memulainya dengan olahraga ringan seperti berjalan kaki atau jogging. Yang terpenting, pastikan Anda melakukannya secara rutin.

    4. Berpikir sebelum berbicara

    Ketika tersulut amarah, seseorang cenderung mengeluarkan kata-kata yang kemudian akan disesalinya. Maka, janganlah terburu-buru berbicara ketika sedang emosi.

    Cobalah untuk berpikir dua kali untuk memastikan bahwa kata-kata tersebut tidak membuat Anda menyesal di kemudian hari.

    Cara mengatasi emosi ketika akan berbicara adalah mengucapkan kata-kata tersebut berulang kali ke diri Anda sendiri sebelum benar-benar mengucapkannya ke orang lain.

    5. Jangan malu untuk menangis

    Perasaan sedih, kecewa, dan amarah sering kali membuat seseorang menangis. Jika Anda merasakan hal yang sama saat menghadapi emosi negatif, jangan ragu untuk melepaskan tangisan tersebut.

    Beberapa orang bahkan sengaja mencari alasan untuk menangis, seperti menonton film atau membaca buku yang menyedihkan untuk meredakan stres atau emosi negatif lainnya. 

    Cleveland Clinic juga menyebutkan bahwa menangis bisa memperbaiki hubungan Anda dengan seseorang.

    Jadi, jika Anda adalah tipe orang yang gampang menangis saat bertengkar dengan pasangan atau keluarga, tak perlu malu ataupun takut karena hal ini justru bermanfaat.

    6. Alihkan dengan humor

    Amarah sering kali menimbulkan ketegangan dengan orang-orang di sekitar. Cara jitu agar Anda tidak mudah marah adalah memanfaatkan humor atau lelucon untuk mengurangi ketegangan.

    Namun, ingatlah bahwa amarah bisa memengaruhi perkataan dan tindakan Anda. Jadi, saat hendak melontarkan lelucon, pastikan hal tersebut tidak melukai perasaan orang lain.

    7. Terapkan teknik pernapasan

    Cara berikutnya yang bisa Anda lakukan untuk menahan dan mengontrol amarah adalah melakukan teknik pernapasan.

    Ketika diliputi emosi, napas Anda akan memburu atau semakin cepat. Kondisi ini bisa membuat tubuh Anda tegang sehingga emosi pun semakin memuncak.

    Untuk mencegahnya, cobalah mengatur napas ketika Anda emosi. Ambil napas sedalam mungkin lalu embuskan secara perlahan.

    Meski terdengar sepele, mengambil napas dalam ternyata sangat bermanfaat untuk menyingkirkan emosi negatif.

    8. Jangan terlalu lama menahan emosi

    Beberapa dari Anda mungkin mengontrol emosi dengan cara menahannya. Hal ini sebenarnya sah-sah saja asal tidak dilakukan terlalu lama.

    Berdiam diri saat dilanda emosi seharusnya menjadi waktu bagi Anda untuk mencari solusi dari sebuah permasalahan, bukan melupakannya.

    Pasalnya, beberapa orang yang menahan amarah dengan cara melupakannya sering kali justru kembali merasakannya dengan energi yang lebih besar.

    9. Beri afirmasi untuk diri sendiri

    afirmasi positif

    Salah satu cara ampuh untuk mengendalikan emosi negatif adalah dengan meyakinkan diri sendiri bahwa Anda pasti bisa mengatasinya.

    Caranya, Anda cukup memberi afirmasi untuk diri sendiri, seperti, “Tenang, semua ini hanya sementara,” atau, “Kamu pernah menghadapi hal serupa. Kali ini pasti bisa.”

    Dengan cara ini, Anda memberikan sugesti bagi otak untuk mencari jalan keluar dari penyebab amarah alih-alih membesar-besarkannya.

    10. Temui seseorang untuk berbicara

    Salah satu cara terbaik untuk mengontrol amarah adalah dengan membicarakannya ke orang lain. Pastikan Anda memilih orang terdekat yang suportif dan tidak suka menghakimi.

    Dengan kehadiran mereka, Anda juga bisa meminta sudut pandang lain untuk meluruskan pemikiran Anda yang mungkin sudah telanjur terpengaruh oleh amarah.

    Jika tidak ada teman yang dipercaya untuk bercerita, jangan ragu untuk mendatangi psikolog. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga bisa membantu Anda mencari jalan keluar.

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Yusra Firdaus


    Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan