Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit
Bagikan sekarang

Definisi anxiety disorder

Memiliki rasa cemas adalah hal yang amat wajar. Namun, jika terlalu sering merasa cemas secara berlebihan dan tanpa ada alasan yang kuat, Anda mungkin memiliki gangguan kecemasan atau dikenal juga sebagai anxiety disorders.

Tentu saja cemas dan gangguan kecemasan adalah dua kondisi yang berbeda. Jika mengalami gangguan kecemasan, Anda akan merasa mudah khawatir terhadap berbagai hal, bahkan ketika sedang dalam situasi normal.

Pada tingkatan yang sudah tergolong parah, anxiety disorder atau gangguan ansietas juga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dari orang yang mengalaminya. Ada berbagai jenis anxiety disorder, yaitu:

Agoraphobia

Anda mengidap agoraphobia jika memiliki perasaan takut dan sering menghindari tempat atau situasi yang menyebabkan Anda merasa panik, terjebak, tidak bisa minta tolong, dan merasa malu.

Gangguan kecemasan karena kondisi medis tertentu

Ternyata, gangguan kecemasan mungkin saja terjadi karena kondisi medis tertentu. Artinya, perasaan cemas dan panik secara berlebihan bisa muncul karena adanya masalah pada kondisi fisik Anda.

Generalized anxiety disorder (GAD)

Jenis berikutnya disebut sebagai generalized anxiety disorder, yaitu kecemasan kronis yang ditandai dengan rasa khawatir dan tegang yang berlebihan. Jenis gangguan kecemasan ini berlangsung secara terus-menerus dan cenderung tidak terkendali.

Orang dengan GAD bisa sangat gelisah meski sedang tidak berada dalam situasi yang menegangkan sekalipun, alias baik-baik saja.

Rasa khawatir dan tegang yang berlebihan terkadang juga disertai dengan gejala fisik, seperti gelisah, sulit berkonsentrasi, dan bahkan kesulitan tidur (insomnia).

Gangguan panik (panic disorder)

Tidak seperti kecemasan biasa, gangguan panik bisa muncul secara tiba-tiba dan berulang kali tanpa adanya alasan yang jelas.

Seseorang yang mengalami kondisi ini umumnya juga menunjukkan gejala-gejala fisik seperti keluar keringat berlebih, nyeri dada, sakit kepala, napas memburu, dan detak jantung yang tidak teratur.

Banyak orang sering menganggap berbagai gejala tersebut sebagai serangan jantung. Gangguan panik ini bisa ditandai dengan munculkan serangan panik seperti di atas.

Serangan panik bisa dialami kapan dan di mana saja. Beberapa orang mungkin akan mengalami serangan panik hanya dalam hitungan menit, sementara lainnya bisa mengalami hingga berjam-jam.

Selective mutism 

Gangguan kecemasan yang satu ini ditandai dengan anak yang tidak bisa berbicara pada kondisi atau situasi tertentu. Contohnya, anak mendadak tidak bisa bicara saat sedang di sekolah, padahal saat di rumah atau di tempat lain, anak tidak memiliki masalah dalam berbicara.

Jika tidak segera diatasi, kondisi ini bisa memengaruhi aktivitasnya di sekolah. Bahkan, saat anak beranjak dewasa, bisa jadi masalah ini akan muncul di tempat kerja, atau di kondisi-kondisi lain saat ia harus berkomunikasi dengan orang lain.

Gangguan kecemasan berpisah (separation anxiety disorder)

Jenis yang satu ini biasanya dialami oleh anak-anak pada masa tumbuh kembangnya. Biasanya, kondisi ini disebabkan perpisahan yang terjadi antara sang anak dengan orangtua atau figur pengganti orangtua di sekitarnya.

Gangguan kecemasan sosial (Social anxiety disorder)

 Social anxiety disorder, alias kecemasan sosial adalah rasa ketakutan ekstrem yang muncul ketika berada di tengah-tengah banyak orang.

Gugup ketika bertemu orang lain (terutama orang asing atau orang yang cukup penting) itu wajar saja. Namun, ketika Anda selalu merasa gugup, bahkan takut, berada di lingkungan baru sampai berkeringat dan merasa mual, Anda mungkin mengalami kecemasan sosial.

Berbeda dengan rasa malu atau gugup yang umumnya hanya berlangsung sebentar, kondisi ini justru berlangsung terus-menerus dalam waktu yang lama. Sumber penyebab dari kecemasan sosial adalah rasa takut akan diamati, dihakimi, atau dinilai di depan orang lain.

Gangguan kecemasan sosial adalah satu jenis dari fobia kompleks. Jenis fobia tersebut memiliki dampak yang merusak, bahkan sampai melumpuhkan kehidupan penderitanya.

Pasalnya, gangguan ini dapat memengaruhi kepercayaan dan harga diri seseorang, mengganggu hubungan dan kinerja di tempat kerja atau sekolah.

Fobia spesifik

Fobia spesifik juga masuk dalam jenis anxiety disorder. Kondisi ini merupakan ketakutan yang berlebihan dan terus-terusan terhadap suatu objek, situasi, atau aktivitas tertentu yang umumnya tidak berbahaya.

Contohnya, fobia badut, laba-laba, ketinggian, balon, jarum, darah, dan lain sebagainya. Orang dengan kondisi ini tahu bahwa ketakutan yang mereka alami berlebihan, tetapi mereka tidak bisa mengatasinya.

Seberapa umum kondisi ini?

Anxiety disorder adalah kondisi yang sangat umum dan dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko yang mungkin menjadi pemicu. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala anxiety disorder

Sebenarnya, tanda dan gejala anxiety disorder tergantung pada jenis gangguan kecemasan yang dialami penderitanya. Berikut tanda dan gejala gangguan kecemasan berdasarkan jenisnya.

Gangguan kecemasan umum (GAD)

Beberapa gejala yang muncul jika Anda memiliki gangguan kecemasan umum, antara lain:

  • Mudah merasa lelah.
  • Gelisah terus-menerus.
  • Kesulitan berkonsentrasi atau pikiran kosong.
  • Mudah marah dan tersinggung.
  • Kram otot.
  • Kesulitan mengendalikan perasaan khawatir.
  • Mengalami gangguan tidur, termasuk kesulitan atau selalu merasa kurang tidur. 

Gangguan panik

Berikut adalah beberapa tanda dan gejala seseorang mengalami gangguan panik:

  • Merasa gelisah terus-terusan tanpa alasan yang jelas.
  • Jantung berdebar-debar atau detak jantung meningkat.
  • Napas tersengal-sengal atau memburu.
  • Berkeringat dan gemetar.
  • Tangan dan kaki terasa kram, kesemutan, atau bahkan mati rasa.
  • Kesulitan mengendalikan ketakutan atau kecemasan.
  • Otot tegang.

Fobia sosial

Tanda dan gejala fobia sosial di antaranya:

  • Gugup berlebihan ketika melakukan interaksi sosial.
  • Mengalami kecemasan intens selama berhari-hari, minggu, atau bahkan bulan.
  • Ketakutan yang amat sangat terhadap perasaan akan diamati atau dinilai oleh orang lain, terutama orang-orang yang tidak Anda kenal.
  • Menghindari tatap mata dengan lawan bicara.
  • Memilih berdiam diri atau bersembunyi untuk menghindari orang lain.
  • Menarik diri dari aktivitas sosial.
  • Wajah memerah ketika diminta bicara di depan banyak orang.
  • Napas pendek-pendek.
  • Sakit perut.
  • Mual.
  • Gemetar, termasuk suara. 
  • Jantung berdebar-debar atau dada terasa sesak.
  • Berkeringat.
  • Merasa pusing atau ingin pingsan.

Fobia spesifik

Seperti namanya, orang dengan fobia spesifik (tertentu) akan memiliki ketakutan yang amat sangat terhadap objek, benda, atau situasi tertentu.

Orang dengan kondisi ini mungkin akan berteriak atau menangis histeris ketika hal-hal yang mereka takuti ada di hadapannya. Beberapa gejala fisik dan emosional yang mungkin dialami orang dengan fobia objek tertentu, di antaranya:

  • Detak jantung dan napas tidak teratur ketika melihat hal yang ditakuti.
  • Rasa takut berlebihan hingga berkeringat deras.
  • Mendadak mual.
  • Merasa marah saat di tempat atau situasi di mana ada hal-hal yang ditakutinya.
  • Sangat menghindari segala hal yang berhubungan dengan hal-hal yang ditakutinya.
  • Orang yang ada di posisi ini bahkan bisa mendadak lemas hingga pingsan saat ketakutan yang ia rasakan telah mencapai puncaknya.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala gangguan kecemasan yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segera temui dokter jika:

  • Anda terus-terusan dirundung rasa khawatir hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Rasa takut, khawatir, dan cemas yang Anda alami sulit untuk dikendalikan.
  • Mengalami stres kronis, kecanduan alkohol, menggunakan narkoba, atau memiliki masalah kesehatan mental lainnya.
  • Memiliki keinginan untuk melukai diri sendiri atau bahkan bunuh diri.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Ingat, rasa khawatir yang Anda alami mungkin tidak akan hilang dengan sendirinya atau bahkan justru bisa bertambah buruk dari waktu ke waktu jika Anda tidak segera mencari bantuan.

Oleh sebab itu, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter, psikolog, atau psikiater sebelum gangguan kecemasan Anda memburuk. Pengobatan akan jauh lebih mudah jika Anda mendapatkan pertolongan medis lebih awal.

Penyebab anxiety disorder

Penyebab anxiety disorder sampai saat ini belum benar-benar diketahui secara pasti. Namun, para ahli meyakini bahwa salah satu penyebab gangguan kecemasan dipicu oleh genetik.

Jadi, jika Anda memiliki orangtua atau saudara kandung yang mengalami gangguan kecemasan, Anda berisiko tinggi untuk mengalaminya juga.

Kejadian traumatis di masa lalu dan stres jangka panjang juga bisa jadi penyebab seseorang mengalami gangguan kecemasan kronis.

Bahkan, kondisi ini juga bisa disebabkan karena kondisi medis tertentu. Ya, dalam beberapa kasus, tanda dan gejala kecemasan adalah indikator pertama dari penyakit medis.

Jika dokter mencurigai bahwa kecemasan yang Anda alami disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu, ia akan menganjurkan Anda untuk melakukan beberapa pemeriksaan atau tes untuk memastikan apakah Anda mengalami gangguan kecemasan atau tidak.

Beberapa kondisi medis yang dapat dikaitkan dengan gangguan kecemasan termasuk:

  • Penyakit jantung.
  • Diabetes.
  • Masalah tiroid, seperti hipertiroidisme.
  • Gangguan pernapasan, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan asma.
  • Penyalahgunaan narkoba.
  • Kecanduan alkohol.
  • Nyeri kronis atau sindrom iritasi usus.
  • Tumor langka yang dapat memicu produksi hormon adrenalin atau hormon tertentu lainnya.

Terkadang gangguan kecemasan juga dapat menjadi efek samping dari obat-obatan tertentu.

Faktor-faktor risiko anxiety disorder

Sebenarnya, faktor risiko untuk setiap jenis gangguan kecemasan dapat bervariasi. Namun sebagaimana dilansir dari Mayo Clinic, beberapa faktor risiko umum yang bisa memicu penyebab semua jenis anxiety disorder meliputi:

1. Trauma

Anak-anak yang mengalami pelecehan seksual atau menyaksikan peristiwa traumatis di masa kecil berisiko lebih tinggi mengalami anxiety disorder (gangguan kecemasan) ketika dewasa. Tak hanya anak-anak, orang dewasa juga demikian.

2. Riwayat genetik

Memiliki kerabat sedarah, terutama orangtua dan saudara kandung, dapat meningkatkan risiko Anda terkena gangguan kecemasan.

3. Kepribadian tertentu

Orang dengan tipe kepribadian tertentu lebih rentan terhadap gangguan kecemasan daripada yang lain.

4. Mengalami gangguan mental 

Orang dengan gangguan mental, seperti depresi, sering kali juga mengalami gangguan kecemasan.

5. Penggunaan obat-obatan atau alkohol

Penyalahgunaan alkohol dan narkoba dapat menyebabkan atau bahkan memperburuk gangguan kecemasan yang Anda alami.

6. Stres karena suatu penyakit

Memiliki kondisi kesehatan atau penyakit serius dapat memicu perasaan takut dan cemas berlebih. Terutama perihal biaya pengobatan, peluang kesembuhan, hingga bagaimana Anda menghadapi masa depan nantinya. 

Selain karena penyakit, Anda juga bisa mengalami anxiety disorder karena masalah pekerjaan, kehilangan orang yang terkasih, atau bahkan impitan ekonomi.

Diagnosis & Pengobatan anxiety disorder

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Sebelum menjalani berbagai tes untuk mendiagnosis gangguan kecemasan, Anda pasti harus berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan terlebih dahulu dengan dokter.

Dokter akan mencari tahu terlebih dahulu tanda dan gejala dari kondisi medis tertentu yang Anda alami untuk memastikan apakah ada masalah kondisi kesehatan tertentu yang mungkin menyebabkan timbulnya rasa cemas.

Meski begitu, jika Anda merasakan anxiety disorder yang tergolong parah, lebih baik temui spesialis kesehatan mental atau psikiatri. Tujuannya, untuk melakukan tes gangguan kecemasan dan mengatasi masalah kesehatan yang Anda alami.

Untuk melakukan tes diagnosis gangguan kecemasan, psikiatri atau dokter ahli kesehatan mental mungkin akan melakukan evaluasi psikologis dari pasien. Hal ini termasuk menilai pola pikir, perasaan, dan perilaku Anda untuk mencari tahu apakah ada yang menunjukkan gejala anxiety disorder.

Apalagi gangguan kecemasan sering kali terjadi bersamaan dengan gangguan kesehatan mental lainnya, seperti depresi dan penggunaan obat-obatan terlarang yang terkadang membuat proses tes diagnosis menjadi lebih sulit.

Bagaimana cara mengatasi anxiety disorder (gangguan kecemasan)?

Dua pengobatan utama untuk mengatasi (anxiety disorder) gangguan kecemasan adalah psikoterapi dan obat-obatan.

Psikoterapi

Psikoterapi juga dikenal sebagai terapi bicara atau konseling psikologis merupakan pengobatan untuk gangguan kecemasan. Psikoterapi memiliki banyak macam, tapi yang paling sering digunakan utnuk mengobati anxiety disorder adalah terapi perilaku kognitif (CBT).

Terapi ini berfokus pada hubungan antara masalah, pola pikir, dan perilaku Anda. Dalam terapi ini, Anda akan diminta untuk membuka diri dan bercerita tentang semua keluhan yang sedang Anda hadapi kepada terapis.

Tak perlu merasa malu atau cemas, terapis yang menangani Anda tidak akan menghakimi dan pasti menjaga semua rahasia Anda. Dipandu dengan terapis, Anda akan diajak untuk mencari akar masalah yang ingin diselesaikan dan tujuan akhir yang ingin dicapai.  

Obat-obatan

Dokter juga mungkin akan meresepkan beberapa obat-obatan tertentu untuk meringankan gejala kecemasan yang Anda alami.

Berikut beberapa jenis obat yang sering diresepkan dokter untuk mengatasi anxiety disorder:

Dokter mungkin akan meresepkan obat lainnya sesuai dengan kondisi Anda. Silakan berkonsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Komplikasi anxiety disorder

Tak hanya membuat Anda cemas terus-terusan, kondisi ini juga bisa menyebabkan berbagai kondisi medis serius jika Anda tidak segera diatasi. Bahkan, kondisi ini juga bisa memicu gangguan mental dan fisik yang meliputi:

  • Depresi.
  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
  • Gangguan pada sistem pencernaan.
  • Sakit kepala dan nyeri kronis di seluruh tubuh.
  • Gangguan tidur (insomnia).
  • Masalah di sekolah atau tempat kerja.
  • Kualitas hidup yang buruk.
  • Bunuh diri.

Pengobatan di rumah untuk anxiety disorder

Anxiety disorder atau gangguan kecemasan menyerupai kondisi medis lainnya. Kondisi ini tidak akan menghilang dengan sendirinya. Setelah menjalani tes gangguan kecemasan, penting untuk Anda mengerti tentang kondisi Anda dan ikuti rencana perawatan.

Berikut beberapa hal-hal sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu meredakan gejala gangguan kecemasan yang sedang Anda alami:

  •  Tenangkan pikiran dengan melakukan meditasi atau beribadah.
  • Berendam air hangat untuk merelaksasikan otot-otot yang menegang.
  • Berolahraga selama kira-kira setengah jam bisa mengurangi kecemasan, membuat Anda lebih tenang, serta kian percaya diri.
  • Menggunakan minyak esensial untuk pijat atau aromaterapi penghantar tidur.
  • Melakukan hobi yang disukai atau bahkan mencoba hal-hal baru yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya.
  • Bercerita dengan orang-orang kepercayaan Anda, entah itu keluarga, pasangan, atau sahabat terdekat.
  • Jangan ragu untuk mencari dukungan ke dokter atau psikolog jika Anda memang memerlukannya.

Pencegahan anxiety disorder

Kecemasan, seperti banyak kondisi kesehatan mental lainnya, bisa lebih sulit diobati jika Anda tidak segera memeriksakan diri dan melakukan tes diagnosis untuk gangguan kecemasan.

Maka dari itu, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter atau psikolog ketika Anda mengalami kecemasan yang tidak biasa. Kebanyakan orang menganggap bahwa orang yang pergi ke dokter atau psikolog adalah orang “gila”.

Padahal, hal ini tentu saja tidak benar. Siapa saja boleh melakukan konsultasi ke psikolog demi menjaga kesehatan mentalnya. Perlu dipahami bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan badan Anda. Jadi, tak perlu didiagnosis memiliki gangguan jiwa untuk pergi ke psikolog.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kleptomania

Kleptomania atau klepto adalah kondisi gangguan perilaku yang dilakukan dengan mencuri atau mengutil. Apa saja Penyebab dan Gejalanya? Simak Selengkapnya di Hello Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 8 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Kenapa Penderita Depresi Harus Banyak Konsumsi Probiotik?

Makanan probiotik memang baik untuk sistem pencernaan Anda. Namun siapa sangka probiotik ternyata juga bisa meredakan gejala depresi? Ini dia penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Batasan Wajar Menggunakan Media Sosial Dalam Sehari, Menurut Psikolog

Anda tak bisa lepas dari akun media sosial setiap harinya? Awas, Anda mungkin sudah melewati batas wajar menggunakan media sosial sehari-hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Kecanduan 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

9 Makanan yang Membantu Menghilangkan Stres

Apakah nafsu makan Anda bertambah saat stres? Berikut makanan sehat yang dapat membantu Anda menghilangkan stres dan penatnya pikiran.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
serangan panik atau panic attack

Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
depresi pagi hari

Gejala Depresi Suka Muncul di Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
membangun kepercayaan diri

7 Siasat Ini Bisa Jadi Senjata Anda untuk Membangun Kepercayaan Diri

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit