Sama-Sama Bikin Ketakutan, Apa Bedanya Fobia dan Trauma?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22 September 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Fobia dan trauma sama-sama menimbulkan rasa cemas dan juga takut. Kedua kondisi ini juga sama-sama menimbulkan kegelisahan yang benar-benar tidak nyaman. Lantas, bagaimana cara membedakannya?

Apa itu fobia?

Fobia adalah reaksi ketakutan berlebih, tidak terkendali, dan tidak masuk akal disertai dengan keinginan kuat untuk menghindari benda, orang, aktivitas, tempat, dan situasi tertentu. Orang dengan fobia biasanya menyadari betul bahwa ketakutannya tidak masuk akal tetapi ia tidak dapat berbuat apa-apa untuk mengatasinya.

Fobia biasanya diakibatkan oleh kejadian tertentu yang akhirnya memunculkan ketakutan berlebih di kemudian hari. Namun, tak hanya itu, faktor genetik dan lingkungan juga dapat menyebabkan seseorang mengalami fobia.

Apa itu trauma?

Dikuti dari American Psychological Association, trauma adalah respon emosional terhadap berbagai peristiwa yang menakutkan seperti kecelakaan, kekerasan, pemerkosaan, atau bencana alam yang pernah dialaminya. Biasanya kondisi ini langsung dialami tepat setelah kejadian.

Trauma menimbulkan efek dan reaksi jangka panjang seperti emosi yang tidak dapat diprediksi, bayangan akan kejadian masa lalu yang menakutkan, dan gejala fisik seperti sakit kepala hingga mual. Orang yang mengalami trauma tak jarang mengalami kesulitan untuk melanjutkan hidupnya kembali normal seperti sedia kala.

Delusi

Lantas, apa bedanya fobia dengan trauma?

Meskipun sama-sama menyebabkan kecemasan dan ketakutan berlebih, fobia dan trauma memiliki beberapa perbedaan yang cukup mendasar.

Menurut gejala yang ditimbulkannya

Meskipun fobia dan trauma sekilas terlihat mirip, tetap ada beberapa perbedaan yang mendasarinya.

Gejala fobia

  • Gagap
  • Pusing atau kliyengan
  • Mual
  • Berkeringat
  • Denyut jantung meningkat cepat
  • Sesak napas
  • Gemetar
  • Sakit perut
  • Memiliki kecemasan berlebih

Gejala trauma

  • Syok
  • Insomnia atau sering bermimpi buruk
  • Mudah kaget
  • Denyut jantung meningkat
  • Linglung dan sulit konsentrasi
  • Mudah marah dan sensitif
  • Memiliki kecemasan dan ketakutan berlebihan
  • Merasa sedih dan putus asa
  • Merasa bersalah, malu, dan menyalahkan diri sendiri
  • Menarik diri dari lingkungan sekitar

Meskipun penyebab dan gejala trauma secara beragam, tetapi ada beberapa gejala dasar yang bisa Anda perhatikan. Orang yang memiliki pengalaman traumatis akan tampak terguncang dan kehilangan arah. Mereka kemungkinan tidak menanggapi percakapan seperti yang seharusnya. Selain itu, korban trauma biasanya mengalami kecemasan yang berlebih hampir di sepanjang waktu.

Sedangkan pada fobia, gejala tersebut tidak muncul terus menerus, melainkan hanya pada saat seseorang mengalami situasi atau menemui sesuatu hal yang dianggap fobia.

Kemunculan gejala

Orang yang fobia terhadap sesuatu hanya akan mengalami berbagai gejalanya jika melakukan kontak dengan sumber fobia. Pada sebagian orang yang mengalami fobia cukup parah, hanya dengan memikirkan sumber fobia bahkan dapat membuatnya merasa panik dan ketakutan.

Sementara pada trauma, biasanya kenangan dan pikiran ini selalu melekat tanpa bisa dilepaskan. Setiap hari Anda bisa terbayang-bayang kejadian buruk yang pernah Anda alami dan akhirnya selalu diselimuti ketakutan serta kecemasan sehingga kualitas hidup Anda pun menurun.

Namun, berhadapan langsung dengan kejadian yang mengingatkan Anda pada trauma akan memperparah gejala yang akan muncul.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Post Traumatic Stress Disorder atau PTSD adalah kondisi serangan panik yang dipicu oleh trauma pengalaman masa lalu. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Gangguan Mental Lainnya 14 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Terus-terusan Dipaksa Menghadapi Rasa Takut, Apakah Bisa Menghilangkan Fobia?

Terapi desensitasi adalah cara mengatasi fobia dengan sengaja terus-terusan mempertemukan Anda dengan pemicu fobia. Apakah cara ini aman dan efektif?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 11 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Bukan Sekadar Jijik Pada Benda Kotor, Ini Informasi Lengkap Mysophobia

Wajar jika Anda jijik dengan benda kotor, tapi pada orang dengan mysophobia, hal ini bisa menimbulkan gejala mengganggu. Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 2 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Cara Jitu Menghilangkan Trauma yang Bisa Anda Coba

Anda tentu tidak mau terjebak pada trauma akibat kejadian di masa lampau. Oleh sebab itu, cari tahu cara menghilangkan trauma berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 1 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

trauma

Trauma Psikologis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 13 menit
thalassophobia

Kenali Gejala Thalassophobia atau Fobia terhadap Laut, Serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
xenophobia

Xenophobia, Rasa Takut yang Dapat Berubah Menjadi Tindak Diskriminasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
hemofobia adalah takut dengan darah

Mengapa Ada Orang yang Sangat Takut Darah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit