home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jangan Keliru Pakai Salep Mata! Pahami Jenis dan Panduan Menggunakan yang Tepat

Jangan Keliru Pakai Salep Mata! Pahami Jenis dan Panduan Menggunakan yang Tepat

Selama ini, masalah mata merah, kering, atau iritasi lebih sering diatasi dengan obat tetes mata. Dibanding popularitas obat tetes, banyak yang belum familier dengan penggunaan salep untuk mata. Padahal, beberapa kandungan obat untuk mata hanya efektif bekerja saat diformulasikan dalam bentuk salep. Sayangnya, cara pakai salep mata memang tidak semudah obat tetes, terutama bagi Anda yang baru pertama kali menggunakannya.

Nah, agar lebih mudah, simak penjelasan mengenai jenis dan cara pakai salep untuk mata dalam ulasan berikut.

Jenis-jenis salep mata

jenis salep mata

Salep khusus untuk mata memiliki formulasi yang lebih ringan dibandingkan salep untuk kulit.

Tidak seperti kulit yang memiliki lapisan keratin, mata punya lapisan kornea mata (konjungtiva) yang lebih sensitif dan rentan mengalami iritasi akibat paparan zat kimia.

Oleh karena itu, Anda tak perlu khawatir salep akan membahayakan penglihatan karena telah diformulasikan sedemikian rupa agar tidak mudah mengiritasi mata.

Sama seperti obat tetes mata, salep mata bisa mengatasi gejala mata merah, iritasi mata, dan mata kering.

Namun umumnya, salep mata mengandung antibiotik yang efektif mengatasi infeksi mata. Sementara salep dengan kandungan antiviral yang dapat mengobati infeksi mata akibat virus.

Berikut adalah beberapa jenis salep untuk mata yang memiliki kegunaan tertentu.

1. Bacitracin

Salep ini merupakan antibiotik polipeptida yang efektif membasmi berbagai jenis bakteri penyebab infeksi pada mata, salah satunya keratitis.

Cara pakai salep bacitracin adalah dioleskan ke bagian dalam kelopak mata sebelum tidur.

Bacitracin juga bisa membantu mengatasi infeksi dari Staphylococcal blepharitis, yaitu bakteri yang tinggal di kulit manusia.

Bakteri ini bisa berkembang dengan cepat sehingga menyebabkan masalah pada mata.

2. Eritromisin

Obat ini termasuk antibiotik golongan makrolida yang digunakan untuk mengatasi infeksi mata akibat bakteri seperti konjungtivitis pada orang dewasa.

Eritromisin juga bisa digunakan untuk mencegah infeksi mata pada bayi.

3. Ciprofloxacin

Salep mata ini adalah jenis antibiotik kuinolon yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri pada mata.

Ciprofloxacin aman digunakan pada bayi berumur 1 tahun atau balita berusia 2 tahun atau lebih.

4. Gentamicin

Obat gentamicin adalah antibiotik yang bisa mengatasi beberapa penyakit infeksi mata seperti konjungtivitis, blefaritis, dan infeksi bakteri lainnya.

5. Neosporin

Salep ini mengandung campuran antibiotik yang bisa mengobati berbagai infeksi bakteri pada mata.

Melansir penjelasan dalam buku Clinical Guide to Ophthalmic Drugs, neosporin terdiri dari tiga jenis antibiotik berbeda yaitu neomisin, bacitracin, dan polymyxin B.

Cara pakai salep untuk mata ini lebih efektif dioleskan di bagian dalam kelopak mata sebelum tidur sehingga bisa memberikan efek pemulihan yang lebih lama.

6. Tobramisin

Jenis salep mata ini umumnya digunakan untuk mengatasi infeksi mata akibat bakteri pada anak-anak yang berusia dua tahun atau lebih. Tobramisin juga tersedia dalam bentuk obat tetes.

Sama halnya dengan bacitracin dan neosporin, cara menggunakan salep tobramisin akan lebih efektif ketika dioleskan pada mata sebelum tidur.

7. Salep untuk mata kering

Selain salep untuk infeksi, terdapat jenis salep yang dapat meningkatkan kelembapan di sekitar kornea mata. Salep ini bisa mengatasi gejala mata yang kering, kemerahan, atau mata perih.

Salep untuk mata kering umumnya mengandung lubrikan (zat pelembab) seperti mineral oil atau petrolatum bening.

Mata yang kering dan rentan teriritasi bisa dengan mudah mengalami infeksi. Jadi, salep untuk mata kering bisa mengurangi risiko infeksi pada mata.

Cara pakai salep untuk mata

memakai salep mata

Anda perlu menggunakan salep mata yang sesuai dengan gangguan atau penyakit mata yang dialami.

Oleh karena itu, lakukan konsultasi medis dengan dokter terlebih dulu sehingga bisa menentukan jenis salep mata yang tepat sesuai dengan penyebabnya.

Cara menggunakan salep mata yang tepat adalah dengan mengoleskan di sekitar kelopak mata dalam sehingga bisa mengenai kornea, bukan pada kulit luar di sekitar mata.

Anda juga perlu menerapkan teknik yang tepat sehingga jumlah salep yang dioleskan sesuai dengan dosis yang dianjurkan dokter.

Ikuti cara pakai salep mata yang tepat berikut ini.

  1. Sebelum menyentuh mata dan mengoleskan salep, cuci tangan menggunakan sabun dalam air mengalir.
  2. Jika ingin lebih steril, Anda bisa memakai sarung tangan medis ketika mengoleskan salep mata.
  3. Berdirilah atau duduklah di depan cermin sehingga Anda bisa melihat bagian kelopak mata dalam dengan jelas.
  4. Lepaskan tutup salep dan simpan di atas permukaan yang steril.
  5. Tegakkan kepala Anda dengan posisi mata mengarah ke atas dan pastikan kelopak mata atas naik atau tidak menutupi bola mata.
  6. Pegang kemasan salep dengan tangan kanan atau kiri jika Anda kidal. Dekatkan salep ke arah mata, dengan ujung salep mengarah ke mata.
  7. Tekan salep sampai obat keluar setidaknya sekitar 1 sentimeter (cm). Sebelum mengikuti langkah selanjutnya, hindari menempelkannya langsung ke dalam mata.
  8. Tarik kelopak mata bagian bawah dengan tangan yang lain menggunakan jari telunjuk tanpa menyentuh bagian dalam mata. Saat kelopak bawah tertarik, terlihat bagian kemerahan di dalam mata.
  9. Oleskan salep ke sepanjang bagian dalam kelopak mata bawah yang ditarik. Pastikan ujung kemasan salep tidak mengenai mata guna menghindari paparan debu, partikel kotor, atau kuman ke dalam mata.
  10. Kedip-kedipkan mata untuk meratakan salep ke seluruh bagian kornea. Tutup mata selama 1 menit agar salep lebih menyerap.
  11. Setelahnya, penglihatan bisa menjadi buram, tapi kondisi ini hanya berlangsung sementara setelah salep meresap.
  12. Bersihkan sisa salep di sekitar mata dengan tisu dan cuci kembali tangan Anda.

Tips dalam memakai salep mata

mata sehat

Ada beberapa tips lain yang dicoba untuk memudahkan cara menggunakan salep mata dan memastikan keamanannya.

  • Jika harus menggunakan salep lain, Anda perlu memberi jeda 30 menit sebelum mengoleskan salep yang lain ke dalam mata.
  • Terkadang penggunaan salep bisa dikombinasikan dengan obat tetes mata. Anda bisa meneteskan obat tetes mata terlebih dulu, setelah 5 menit baru oleskan salep mata.
  • Pastikan Anda melepas lensa kontak sebelum mengoleskan salep.
  • Salep bisa membuat kelopak dan bulu mata lengket, maka bersihkanlah menggunakan handuk hangat dan tepuk-tepuk secara perlahan.
  • Hindari menyentuh ujung kemasan yang digunakan untuk mengoleskan salep ke dalam mata. Hal ini bertujuan untuk menghindari kontaminasi kotoran. Tutup salep dengan rekat saat tidak digunakan.

Kebanyakan jenis salep untuk mata hanya bisa diperoleh dari resep dokter. Penting diketahui, beberapa kandungan zat aktif dalam salep mata bisa memicu reaksi alergi mata.

Oleh karena itu, konsultasikan penggunaannya lebih dulu dengan dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Melton, R., Thomas, R. (2016). Clinical Guide to Ophthalmic Drugs. Retrieved 24 June 2021, from https://www.reviewofoptometry.com/CMSDocuments/2016/5/dg0516i.pdf

Hutnik, C., & Mohammad-Shahi, M. H. (2010). Bacterial conjunctivitis. Clinical ophthalmology (Auckland, N.Z.), 4, 1451–1457. https://doi.org/10.2147/OPTH.S10162

Cleveland Clinic. (2021). Erythromycin eye ointment. Retrieved 24 June 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/19501-erythromycin-eye-ointment

American Academy of Ophthalmology. (2017). Why can’t I use my skin ointment on my eyes?. Retrieved 24 June 2021, from https://www.aao.org/eye-health/ask-ophthalmologist-q/why-can-t-i-use-my-skin-ointment-on-my-eyes

American Academy of Ophthalmology. (2015). Can you put regular antibiotic ointment, such as Neosporin, in your eye to treat a scratched cornea?. Retrieved 24 June 2021, from https://www.aao.org/eye-health/ask-ophthalmologist-q/can-you-use-antibiotic-ointment-cornea-scratch

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 29/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x