home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Amankah Pakai Daun Sirih sebagai Obat Mata?

Amankah Pakai Daun Sirih sebagai Obat Mata?

Anda pasti sudah tidak asing dengan tanaman sirih. Ya, daun dari tanaman ini dipercaya memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan tubuh. Berbagai negara sudah memanfaatkan tanaman ini untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan, termasuk Indonesia. Konon, salah satu manfaat yang diyakini terkandung dalam daun sirih adalah untuk mengobati mata. Apakah hal tersebut benar adanya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa saja manfaat daun sirih?

daun sirih mengobati mimisan

Indonesia dikenal dengan kekayaan alamnya, termasuk jenis-jenis tanamannya yang sangat beragam.

Sejak zaman dahulu kala, masyarakat telah menjadikan tanaman-tanaman ini sebagai obat herbal untuk mengatasi penyakit tertentu.

Sirih, atau yang juga dikenal dengan nama ilmiah Piper betle, adalah salah satu tanaman yang sudah sering dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan.

Tak hanya di Indonesia, beberapa negara di Asia juga mengolah daun dari tanaman ini, seperti India dan Sri Lanka. Sirih diperkirakan sudah digunakan sebagai obat tradisional selama lebih dari 3.000 tahun.

Di Indonesia sendiri, daun sirih sudah lumrah digunakan untuk mengobati berbagai kondisi kesehatanhe, mulai dari mimisan, masalah gigi dan mulut, mata, hingga pengobatan post-partum (setelah melahirkan).

Anda tentu sudah pernah mendengar daun sirih digunakan untuk menghentikan mimisan, bukan?

Selain itu, banyak pula yang percaya bahwa dengan mengunyah daun sirih bisa menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Ternyata, kepercayaan tersebut memang tak sepenuhnya isapan jempol belaka. Daun sirih mengandung berbagai zat seperti carvacrol, chavibetol, eugenol, dan isomer yang bermanfaat untuk kesehatan.

Sebuah artikel dari jurnal Pharmacognosy Reviews menyatakan bahwa minyak esensial dari daun sirih memiliki sifat antibakterial.

Sifat antibakterial ini berperan penting untuk melawan bakteri Escherichia coli, Streptococcus pyogenes, dan Staphylococcus aureus.

Ditambah lagi, daun sirih juga kaya kandungan antioksidan, seperti flavonoid, tanin, dan terpenoid. Antioksidan bermanfaat untuk mencegah kerusakan pada sel-sel dalam tubuh.

Secara keseluruhan, berikut adalah manfaat daun sirih yang bisa Anda peroleh:

  • menurunkan gula darah,
  • menurunkan tekanan darah tinggi,
  • mempercepat penyembuhan luka,
  • menjaga kesehatan mulut dan gigi,
  • menjaga kesehatan saluran pencernaan, dan
  • mengatasi infeksi akibat bakteri dan jamur.

Melihat banyaknya manfaat yang bisa didapat dari daun sirih, tak sedikit yang percaya bahwa daun sirih juga bisa diolah untuk obat mata.

Konon, air rebusan daun sirih bisa digunakan untuk mengobati konjungtivitis atau mata merah.

Benarkah daun sirih punya manfaat untuk mata?

bercak merah pada mata

Meningkatnya penggunaan obat tradisional di masyarakat, termasuk daun sirih, diyakini karena minimnya efek samping yang terjadi.

Obat alami dinilai lebih minim efek samping jika dibandingkan dengan pemakaian obat medis dari dokter.

Akan tetapi, hal ini pun belum didukung oleh penelitian ilmiah yang cukup. Jadi, masih diperlukan uji coba lebih lanjut mengenai manfaat dan risiko dari penggunaan tanaman herbal sebagai obat.

Hal ini juga berlaku pada praktik penggunaan daun sirih untuk kesehatan mata.

Hingga saat ini, para ahli masih memperdebatkan mengenai manfaat dan risiko dari tanaman daun sirih ini untuk mata.

Sebuah penelitian dari American Journal of Clinical and Experimental Immunology menguji efek daun sirih terhadap pasien penderita konjungtivitis alias peradangan pada konjungtiva mata.

Konjungtivitis adalah gangguan mata yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, dan jamur.

Dalam penelitian tersebut, ekstrak daun sirih digunakan pada sampel swab dari mata pasien konjungtivitis, khususnya yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus.

Hasilnya, kandungan antibakterial dari daun sirih dapat membantu membunuh bakteri Staphylococcus dari swab mata pasien.

Namun, penting untuk ditekankan bahwa ekstrak daun sirih tidak langsung diberikan ke mata pasien, melainkan dengan swab dari mata pasien.

Artinya, keamanan daun sirih untuk digunakan langsung ke mata masih harus diteliti lebih lanjut.

Pastikan Anda berhati-hati saat pakai daun sirih untuk pengobatan

daun sirih

Seperti yang disimpulkan dari penelitian di atas, keamanan manfaat daun sirih untuk pengobatan mata masih butuh penelitian lanjutan.

Jadi, Anda tetap perlu berhati-hati bila ingin mencoba pengobatan alami ini karena pemakaian daun sirih di masyarakat awam belum terjamin kebersihan dan keamanannya.

Racikan daun sirih yang dibuat sendiri di rumah berpotensi menyimpan ratusan jenis mikroorganisme. Hal ini justru berisiko memperparah masalah pada mata Anda.

Bukan hanya itu, air rebusan daun sirih mungkin memiliki tingkat keasaman atau pH yang tidak cocok dengan pH normal pada organ penglihatan Anda.

Tingkat keasaman mata yang terganggu berisiko menimbulkan masalah mata lainnya, seperti iritasi mata.

Oleh karena itu, Anda tidak disarankan untuk meracik daun sirih sendiri di rumah untuk obat mata.

Mata manusia sangatlah sensitif, sehingga cara terbaik untuk menjaga kesehatannya adalah dengan periksa ke dokter spesialis mata.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Oyemitan, I. (2017). African Medicinal Spices of Genus Piper. Medicinal Spices And Vegetables From Africa, 581-597. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-809286-6.00027-3 

Andrianto, D., Husnawati, Hermita, S., & Haryanti, S. (2019). The Classification of betel leaves (Piper betle) from 15 ethnics in eastern Indonesia based on phytochemicals fingerprint analysis. Biodiversitas Journal Of Biological Diversity, 21(1). https://doi.org/10.13057/biodiv/d210133 

Arambewela, L. S., Arawwawala, L. D., Kumaratunga, K. G., Dissanayake, D. S., Ratnasooriya, W. D., & Kumarasingha, S. P. (2011). Investigations on Piper betle grown in Sri Lanka. Pharmacognosy reviews, 5(10), 159–163. https://doi.org/10.4103/0973-7847.91111 

Rekha, VP., Kollipara, M., Gupta, S., Bharath, Y., Pulicherla, KK. (2014). A Review on Piper betle L.: Nature’s Promising Medicinal Reservoir. American Journal of Ethnomedicine, 1(5), 276-289.

Lubis, R. R., Marlisa, & Wahyuni, D. D. (2020). Antibacterial activity of betle leaf (Piper betle l.) extract on inhibiting Staphylococcus aureus in conjunctivitis patient. American journal of clinical and experimental immunology, 9(1), 1–5.

Sucipto, TH., Aisyah, N., Lestari, P., Setyawati, H. (2016). Betle Leaf Essential Oil for Hemophiliac Patients and Its Antibacterial Effects on Mycobacterium Tuberculosis. Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease, 6(3), 63-67.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Shylma Na'imah
Tanggal diperbarui 2 minggu lalu
x