7 Kesalahan yang Paling Umum Dilakukan Saat Pakai Obat Tetes Mata

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah selama ini Anda sudah memakai obat tetes mata dengan benar? Kesalahan pemakaian obat tetes mata bisa bikin mata tak kunjung sembuh karena obatnya tak bekerja dengan baik. Lebih parah lagi, Anda mungkin mengalami komplikasi serius kalau tidak hati-hati. Maka, pastikan Anda menghindari tujuh kesalahan umum berikut ini.

1. Lupa atau terlambat pakai obat tetes mata

Kalau Anda sudah disarankan oleh dokter atau apoteker untuk menetes mata beberapa kali dalam sehari, ikuti jadwal yang telah ditetapkan. Seorang dokter spesialis mata dari Wills Eye Hospital di Amerika Serikat, dr. Rick Wilson menjelaskan bahwa lupa atau terlambat pakai obat tetes mata bisa meningkatkan risiko penyakit tambah parah.

Menurut dr. Rick Wilson, obat mata hanya bekerja efektif selama beberapa jam. Jadi kalau Anda diminta untuk menetes mata setiap empat jam sekali, jangan sampai terlambat.

2. Menahan kelopak mata saat meneteskan obat

Ketika meneteskan obat, apakah Anda menahan kelopak mata dengan jari supaya tidak menutup? Ternyata cara ini salah. Alasan pertama mengapa cara ini salah yaitu obatnya mungkin tidak berhasil masuk ke mata lantaran secara refleks Anda memejamkan mata. Alasan kedua, kalau obatnya berhasil masuk ke mata, besar kemungkinan obatnya akan mengalir keluar lagi bersama air mata Anda.

Cara yang benar adalah meneteskan di kantong di bawah mata. Tarik kantong mata Anda ke bawah dan teteskan obat Anda di celah tersebut. Agar obatnya tidak keluar lagi, pejamkan mata Anda selama dua atau tiga menit dengan posisi kepala menunduk.

3. Dua tetes sekaligus

Jangan langsung meneteskan dua tetes obat sekaligus pada mata yang sama. Ini karena setiap tetes obat harus diserap dulu oleh mata Anda selama kira-kira lima menit. Hal yang sama juga berlaku kalau Anda diresepkan lebih dari satu jenis obat mata yang harus diteteskan bersamaan.

Jadi berikan satu tetes saja bagi masing-masing mata (atau hanya mata yang sakit, tergantung saran dokter) dan tunggu lima menit. Baru kemudian berikan tetesan yang kedua.  

4. Meneteskan obat terlalu dekat ke hidung

Menurut spesialis mata dr. Stephanie Marioneaux dari American Academy of Ophthalmology, Anda sebaiknya meneteskan obat di pojok luar mata yang dekat dengan pelipis. 

Meneteskan obat terlalu dekat ke hidung bisa membuat obat mengalir turun ke saluran hidung, bukan ke mata. Untuk mencegah hal ini, setelah meneteskan obat, pejamkan mata sambil menekan lembut bagian dalam mata.

5. Tidak cuci tangan

Meneteskan mata dengan tangan yang kotor bisa menyebabkan infeksi bakteri. Maka, pastikan Anda sudah mencuci bersih tangan Anda sebelum meneteskan obat. Selain itu, jangan sentuh mulut botol obat, apalagi membiarkannya terbuka dan terkontaminasi berbagai bakteri dan kuman. Segera tutup rapat botolnya setelah dipakai.

6. Tidak memerhatikan tanggal kedaluwarsa obat

Karena obat tetes mata adalah salah satu jenis obat yang selalu ada di lemari obat atau P3K, Anda mungkin tak sadar kalau obat mata Anda sudah lewat tanggal kedaluwarsa. Atau ketika beli obat di apotek, Anda tidak memeriksa lagi masa berlakunya.

Obat yang sudah kedaluwarsa tak akan ada efeknya buat mata. Anda justru berisiko kena komplikasi karena zat yang sudah kedaluwarsa mungkin berubah sifat dan menghasilkan reaksi kimia tertentu.

7. Asal pakai obat tetes mata

Dr. Stephanie Marioneaux mengingatkan bahwa Anda sebaiknya tak asal pakai obat tetes mata kalau punya keluhan tertentu. Apalagi kalau gejala tak kunjung hilang dalam waktu 24 atau 48 jam. Lebih baik langsung periksa ke dokter supaya bisa memberikan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Terutama kalau gejala yang dialami yaitu penglihatan kabur atau terganggu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Tak semua pria itu sama. Ada yang brewokan dan kumisan, tapi ada juga yang tidak tumbuh jenggot dan kumis di wajahnya. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Banyak orang menggunakan obat kumur sebagai pengganti obat sariawan. Apa saja kandungan dalam obat kumur? Benarkah bisa mengobati sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

6 Jenis Pendinginan yang Wajib Dilakukan Setelah Lari

Meluangkan waktu untuk melakukan pendinginan setelah lari bisa menghindari Anda dari risiko cedera. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Bisa Sakit Kepala Setelah Cabut Gigi?

Apakah Anda mengalami sakit kepala setelah cabut gigi? Mungkin dua alasan ini penyebabnya. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daun mimba

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat vertigo

Berbagai Pilihan Obat Vertigo: Mana yang Paling Efektif?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit
bakteri asam laktat

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
mata merah karena softlens

6 Penyebab Umum Mata Memerah Saat Pakai Softlens

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit