home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penglihatan Buram pada Sebelah Mata, Apa Penyebabnya?

Penglihatan Buram pada Sebelah Mata, Apa Penyebabnya?

Pada umumnya, mata kabur menandakan Anda memiliki masalah ketajaman penglihatan umum, seperti mata minus atau plus, yang bisa diperbaiki dengan pemakaian kacamata atau lensa kontak. Namun, Anda sebaiknya periksakan ke dokter apabila penglihatan buram hanya terjadi di mata yang sebelah saja. Bisa jadi kondisi tersebut merupakan gejala central serous chorioretinopathy (CSCR).

Sekilas tentang central serous chorioretinopathy (CSCR)

Central serous chorioretinopathy (CSCR) alias retinopati serosa sentral adalah gangguan penglihatan akibat adanya kebocoran cairan dari lapisan jaringan di bawah retina (koroid).

Cairan tersebut kemudian merembes dan menumpuk di lapisan retina. Penumpukan cairan menyebabkan timbulnya pembengkakan di lapisan retina.

Cairan yang menumpuk di lapisan retina menyebabkan gangguan penglihatan berupa perubahan bentuk benda dari bentuk asli benda yang seharusnya dilihat.

CSCR biasanya hanya membuat mata buram sebelah. Gejala lain yang dapat menyertai adalah:

  • Area berwarna hitam tepat di pusat penglihatan
  • Garis lurus yang menjadi terlihat bengkok, bergelombang
  • Benda menjadi terlihat lebih kecil dari ukuran asli
  • Benda menjadi terlihat lebih jauh dari jarak sebenarnya
  • Benda yang berwarna putih menjadi terlihat kekuningan

Mata yang buram atau kabur sebelah akibat CSCR terbagi dalam dua jenis, yaitu akut dan kronis. CSCR akut terjadi secara mendadak dan berlangsung dalam waktu sebentar.

Biasanya, CSCR akut dapat sembuh sendiri ketika cairan tersebut pada akhirnya terserap kembali dalam waktu 2–6 bulan.

Namun, apabila fase akut ini terjadi secara berulang kali, CSCR bisa berkembang menjadi kondisi kronis dengan gejala gangguan penglihatan yang lebih terasa.

Pada fase kronis, penumpukan cairan bertahan lebih dari 6 bulan dan sudah tidak dapat diserap kembali tanpa diberikan pengobatan.

Jika dibiarkan, mata yang terdampak CSCR, baik salah satu maupun kedua mata, berisiko kehilangan penglihatan total.

Apa penyebab mata buram sebelah pada CSCR?

Penyebab pasti dari CSCR belum diketahui, tapi ada beberapa hal yang diduga ikut andil sebagai penyebabnya:

  • Genetik alias kelainan mata bawaan. Sedikitnya 50% penderita CSCR memiliki keluarga yang juga menderita hal serupa.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat meningkatkan risiko Anda mengalami mata buram sebelah akibat CSCR hingga 2,2 kali lipat.
  • Penggunaan kortikosteroid (dexamethasone, methylprednisolone, dll).
  • Karakterisik dan sikap yang kompetitif, agresif, serta temperamental
  • Gangguan tidur meningkatkan risiko CSCR hingga 22%.

Penyebab mata buram sebelah selain CSCR

Selain CSCR, terdapat juga kondisi kesehatan lainnya yang dapat menyebabkan mata Anda rabun sebelah. Beberapa di antaranya adalah:

1. Katarak

Katarak adalah salah satu gangguan mata yang cukup umum. Kondisi ini biasanya mengenai kedua bagian mata.

Namun, terkadang satu bagian mata mengalami penurunan penglihatan yang lebih buruk dibanding dengan mata lainnya.

Katarak terjadi ketika ada noda atau bercak buram yang menutupi lensa mata sehingga cahaya yang masuk ke dalam mata tidak terfokus dengan baik.

Akibatnya, penglihatan menjadi kabur atau berbayang.

2. Glaukoma

Glaukoma merupakan penyakit yang disebabkan oleh kerusakan saraf optik.

Penyakit ini disebabkan oleh peningkatan tekanan bola mata, sehingga saraf optik tertekan dan kemampuan melihat pun semakin memburuk.

Karena glaukoma bisa saja hanya mengenai salah satu mata, maka ada kemungkinan mata buram sebelah merupakan pertanda dari glaukoma.

Namun, sebagian besar kasus glaukoma sebenarnya terjadi di kedua mata.

Jika memang glaukoma hanya memengaruhi salah satu mata, ada peluang 40-80% glaukoma dapat merusak kedua mata dalam kurun waktu 5-10 tahun.

3. Infeksi mata

Infeksi mata berpotensi memicu mata Anda menjadi buram atau kabur sebelah.

Infeksi bisa mengenai bagian mata mana saja, salah satunya adalah konjungtivitis yang mengenai konjungtiva mata.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau alergen. Tidak hanya penglihatan menjadi kabur, konjungtivitis juga menyebabkan mata merah, gatal, serta berair.

Gejala-gejala tersebut bisa hanya memengaruhi sebelah mata saja atau kedua mata Anda.

4. Degenerasi makula

Degenerasi makula adalah penyebab mata buram sebelah yang umum ditemukan pada lansia. Kondisi ini terjadi ketika salah satu bagian retina yang disebut dengan makula mengalami kerusakan.

Akibat degenerasi makula, daya penglihatan sentral atau tengah akan semakin menurun.

Menurut situs BrightFocus, seseorang mungkin bisa mengidap degenerasi makula hanya di salah satu matanya.

Namun, seiring dengan berkembangnya penyakit, lama kelamaan kedua mata akan mengalami penurunan penglihatan.

Cara mengobati mata buram sebelah

Cara mengobati mata yang rabun sebelah biasanya tergantung pada penyebab utamanya.

Untuk mata kabur sebelah yang disebabkan oleh CSCR, terutama yang bersifat kronis, pengobatan yang diberikan mencakup:

  • Fotokoagulasi laser
  • Suntikan anti-VEGF (bevacizumab)
  • Obat tetes mata, seperti nepafenac
  • Obat minum (acetazolamide, aspirin, spironolakton)

Lain lagi jenis pengobatannya jika mata buram sebelah disebabkan oleh penyakit lain.

Ambil contoh, apabila kondisi Anda berkaitan dengan katarak yang sudah cukup parah, Anda mungkin akan dianjurkan untuk menjalani operasi katarak.

Oleh karena itu, segera periksakan diri ke dokter ketika Anda mengalami masalah penglihatan pada salah satu mata.

Hal ini penting supaya Anda mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan mata Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Porter, D. (2019). Central Serous Chorioretinopathy Diagnosis and Treatment – American Academy of Ophthalmology. Retrieved October 14, 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/central-serous-retinopathy-treatment 

Boyd, K. (2020). Conjunctivitis: What is Pink Eye? – American Academy of Ophthalmology. Retrieved October 14, 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/pink-eye-conjunctivitis 

Boyd, K. (2020). What Is Macular Degeneration? – American Academy of Ophthalmology. Retrieved October 14, 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/amd-macular-degeneration 

Eye Infections – MedlinePlus. (n.d.). Retrieved October 14, 2020, from https://medlineplus.gov/eyeinfections.html 

If I have glaucoma in one eye will it spread to the other eye? – Glaucoma Research Foundation. (2011). Retrieved October 14, 2020, from https://www.glaucoma.org/q-a/if-i-have-glaucoma-in-one-eye-will-it-spread-to-the-other-eye.php#:~:text=One%20eye%20may%20have%20moderate,develop%20glaucoma%20in%20both%20eyes

Cataract – American Optometric Association. (n.d.). Retrieved October 14, 2020, from https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/cataract?sso=y 

Macular Degeneration: Frequently Asked Questions – BrightFocus Foundation. (n.d.). Retrieved October 14, 2020, from https://www.brightfocus.org/macular/article/macular-frequently-asked-questions#:~:text=It%20is%20possible%20to%20develop,than%20someone%20who%20does%20not

Min Kim, H., & Ahn, J. (2016). Psychological Factors Associated with Central Serous Chorioretinopathy. Journal Of Psychology & Psychotherapy, 06(02). doi: 10.4172/2161-0487.1000250

Salehi, M., Wenick, A. S., Law, H. A., Evans, J. R., & Gehlbach, P. (2015). Interventions for central serous chorioretinopathy: a network meta-analysis. The Cochrane database of systematic reviews, (12), CD011841. https://doi.org/10.1002/14651858.CD011841.pub2 

Daruich, A., Matet, A., Dirani, A., Bousquet, E., Zhao, M., Farman, N., Jaisser, F., & Behar-Cohen, F. (2015). Central serous chorioretinopathy: Recent findings and new physiopathology hypothesis. Progress in retinal and eye research, 48, 82–118. https://doi.org/10.1016/j.preteyeres.2015.05.003 

Wong, K. H., Lau, K. P., Chhablani, J., Tao, Y., Li, Q., & Wong, I. Y. (2016). Central serous chorioretinopathy: what we have learnt so far. Acta ophthalmologica, 94(4), 321–325. https://doi.org/10.1111/aos.12779 

Alkin, Z., Osmanbasoglu, O. A., Ozkaya, A., Karatas, G., & Yazici, A. T. (2013). Topical nepafenac in treatment of acute central serous chorioretinopathy. Medical hypothesis, discovery & innovation ophthalmology journal, 2(4), 96–101.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Laura Agnestasia Dj. Diperbarui 04/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x