Degenerasi Makula

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Pengertian degenerasi makula

Degenerasi makula atau Age-related Macular Degeneration (AMD) merupakan kelainan mata akibat gangguan struktur makula. Makula adalah suatu area kecil di retina yang memiliki jumlah sel penglihatan (batang dan kerucut) terbanyak di bagian tengahnya. Oleh karena itu, kerusakan di daerah makula dapat menyebabkan terjadinya kebutaan.

Orang dengan degenenerasi makula akan kehilangan penglihatan sentral. Akibatnya, Anda tidak dapat melihat detail dengan baik, jauh ataupun dekat. Namun, penglihatan tepi (samping) Anda akan tetap normal. 

Saat ini, salah satu penyebab utama kebutaan pada pasien usia 50 tahun ke atas di negara maju adalah degenerasi makula. Kini, terjadi kecenderungan serupa di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Jenis degenerasi makula

Degenerasi makula dibagi menjadi dua jenis berdasarkan ciri-cirinya, yaitu:

1. Degenerasi makula kering

Jenis dry (non-neovaskular atau non-eksudatif) Age-related Macular Degeneration mewakili 80% kasus degenerasi yang ditandai dengan adanya drusen lunak (penumpukkan zat sisa) pada makula disertai penyusutan retina.

Kondisi ini merupakan kelainan mata yang umum terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun. Kondisi ini mungkin pertama kali berkembang di satu mata dan kemudian memengaruhi keduanya. 

Seiring berjalannya waktu, penglihatan dapat memburuk dan memengaruhi kemampuan Anda untuk melakukan aktivitas sehari-hari, seperti membaca, mengemudi, bahkan mengenali wajah. Namun, bukan berarti Anda akan kehilangan penglihatan secara keseluruhan. 

2. Degenerasi makula basah

Kondisi ini ditandai dengan terbentuknya pembuluh darah baru yang rapuh pada lapisan koroid, disertai dengan adanya pelepasan bagian luar dari retina (RPE) yang menutrisi sel batang dan kerucut. 

Bisa juga ditemukan adanya jaringan parut pada retina. Jenis ini menjadi yang paling progresif karena penglihatan bisa menghilang dalam hitungan jam atau hari.

Gejala degenerasi makula

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut tanda-tanda dan gejala berdasarkan jenisnya:

Degenerasi makula kering

Gejala AMD kering biasanya berkembang secara bertahap dan tanpa rasa sakit. Gejala dan tanda itu termasuk:

  • Distorsi visual, seperti garis lurus yang tampak bengkok
  • Pengurangan penglihatan sentral di satu atau kedua mata
  • Butuh cahaya yang lebih terang saat membaca atau melakukan pekerjaan jarak dekat
  • Kesulitan yang meningkat untuk beradaptasi dengan tingkat cahaya redup, seperti saat memasuki restoran dengan pencahayaan redup
  • Peningkatan keburaman kata-kata
  • Penurunan intensitas atau kecerahan warna
  • Kesulitan mengenali wajah

Kondisi ini biasanya terjadi pada kedua mata. Jika hanya satu mata yang terserang, Anda mungkin tidak merasakan perubahan dalam penglihatan.

Degenerasi makula basah

Gejala degenerasi makula basah biasanya muncul tiba-tiba dan memburuk dengan cepat. Gejala tersebut termasuk:

  • Distorsi visual, seperti garis lurus yang tampak bengkok
  • Pengurangan penglihatan sentral di satu atau kedua mata
  • Penurunan intensitas atau kecerahan warna
  • Bintik buram atau titik buta yang jelas di bidang penglihatan Anda
  • Kekaburan dalam keseluruhan penglihatan Anda
  • Onset mendadak dan gejala yang memburuk dengan cepat

Kapan sebaiknya ke dokter?

Segera ke dokter mata jika mengalami gejala dan tanda-tanda berikut ini:

  • Anda melihat perubahan dalam penglihatan Anda
  • Kemampuan Anda melihat warna menjadi berkurang

Perubahan ini mungkin tanda awal age-related macular degeneration, terutama jika Anda berusia 50 ke atas. 

Penyebab degenerasi makula

Tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kondisi ini. Namun, tipe keringnya sering disebut berhubungan dengan faktor keturunan dan lingkungan, seperti merokok dan pola makan. 

Sementara itu, degenerasi makula basah berkembang dari degenerasi makula kering. Sebanyak 10 persen dari pengidap AMD terkait usia mengalami jenis yang basah. 

Faktor risiko

Dikutip dari American Academy of Ophthalmology, Anda berisiko kena degenerasi makula, jika:

  • Makan makanan tinggi lemak jenuh, seperti daging, mentega, dan keju
  • Kelebihan berat badan
  • Perokok
  • Berusia di atas 50 tahun
  • Menderita hipertensi
  • Memiliki riwayat keluarga dengan AMD

Selain itu, memiliki penyakit jantung dan kadar kolesterol tinggi juga dapat menjadi faktor risiko AMD. Kaukasia (orang kulit putih) juga lebih berisiko terkena kondisi ini. 

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis kondisi ini?

Dokter akan melihat riwayat kesehatan dan riwayat penyakit pada keluarga Anda. Dokter mungkin juga akan melakukan serangkaian tes untuk memastikan kondisi Anda.

Dalam pemeriksaan mata, dokter mungkin akan meminta Anda untuk melihat garis Amsler. Garis ini membantu Anda melihat titik buram, terdistorsi, atau kosong di bidang penglihatan Anda. Dokter juga akan melihat ke dalam mata Anda melalui lensa khusus. 

Dokter mata Anda memberikan obat tetes mata untuk memperlebar pupil Anda. Ini memungkinkan untuk melihat melalui lensa khusus di bagian dalam mata Anda. Selain itu, dokter juga akan melihat perubahan pada makula dengan:

  • Fluorescein angiography, yaitu prosedur dengan menyuntikkan pewarna ke pembuluh darah untuk melihat pembuluh darah abnormal yang tumbuh di retina. 
  • Optical coherence tomography (OCT), yaitu prosedur dengan menggunakan cahaya, untuk memindai retina dan menunjukkan gambar retina dan makula dengan sangat detail. 

Apa pilihan pengobatan untuk degenerasi makula?

Pengobatan untuk masalah ini terbagi menjadi dua, menurut jenisnya, yaitu:

Degenerasi makula kering

Saat ini, tidak ada cara untuk mengobati jenis ini. Namun, kombinasi suplemen gizi berikut dapat memperlambat perkembangan kondisi ini. 

  • Vitamin C (500 mg)
  • Vitamin E (400 IU)
  • Lutein (10 mg)
  • Zeaxanthin (2 mg)
  • Seng (80 mg)
  • Tembaga (2 mg)

Diskusikan dengan dokter Anda apakah vitamin dan mineral di atas cocok untuk kondisi Anda. Pengobatan di atas dapat Anda lakukan untuk mengatasi penyakit ini pada tahap awal. Selain itu, Anda juga disarankan untuk menerapkan pola makan sehat dan menghindari rokok. 

Degenerasi makula basah

Beberapa pilihan pengobatan untuk mengatasi kondisi ini, antara lain:

1. Obat anti-VEGF

Obat anti-VEGF diketahui dapat membantu mengurangi jumlah pembuluh darah abnormal di retina. Obat yang langsung disuntikkan ke mata ini juga dapat memperlambat kebocoran pembuluh darah.  

2. Operasi laser

Operasi laser juga dapat digunakan untuk mengobati degenerasi makula basah. Dalam prosedur ini, dokter akan menyorotkan sinar laser ke pembuluh darah yang abnormal. Proses ini dapat mengurangi jumlah pembuluh darah dan memperlambat kebocorannya. 

Pencegahan

Penting untuk memeriksakan kondisi mata Anda secara rutin. Dengan begitu, Anda dapat mendeteksi masalah mata sejak dini. Selain itu, Anda dapat melakukan tips di bawah ini supaya terhindar dari degenerasi makula terkait usia:

  • Mengobati penyakit lain yang Anda alami
  • Hindari merokok
  • Pertahankan berat badan ideal dan olahraga secara teratur
  • Pilihlah pola makan sehat, seperti buah-buahan, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan makanan kaya omega-3

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Selengkapnya

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit