home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Degenerasi Makula

Pengertian degenerasi makula|Jenis degenerasi makula|Gejala degenerasi makula|Penyebab degenerasi makula|Faktor risiko|Diagnosis dan pengobatan|Pencegahan
Degenerasi Makula

Pengertian degenerasi makula

Degenerasi makula atau Age-related Macular Degeneration (AMD) merupakan kelainan mata akibat gangguan struktur makula. Makula adalah suatu area kecil di retina yang memiliki jumlah sel penglihatan (batang dan kerucut) terbanyak di bagian tengahnya. Oleh karena itu, kerusakan di daerah makula dapat menyebabkan terjadinya kebutaan.

Orang dengan degenenerasi makula akan kehilangan penglihatan sentral. Akibatnya, Anda tidak dapat melihat detail dengan baik, jauh ataupun dekat. Namun, penglihatan tepi (samping) Anda akan tetap normal.

Saat ini, salah satu penyebab utama kebutaan pada pasien usia 50 tahun ke atas di negara maju adalah degenerasi makula. Kini, terjadi kecenderungan serupa di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Jenis degenerasi makula

Degenerasi makula dibagi menjadi dua jenis berdasarkan ciri-cirinya, yaitu:

1. Degenerasi makula kering

Jenis dry (non-neovaskular atau non-eksudatif) Age-related Macular Degeneration mewakili 80% kasus degenerasi yang ditandai dengan adanya drusen lunak (penumpukkan zat sisa) pada makula disertai penyusutan retina.

Kondisi ini merupakan kelainan mata yang umum terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun. Kondisi ini mungkin pertama kali berkembang di satu mata dan kemudian memengaruhi keduanya.

Seiring berjalannya waktu, penglihatan dapat memburuk dan memengaruhi kemampuan Anda untuk melakukan aktivitas sehari-hari, seperti membaca, mengemudi, bahkan mengenali wajah. Namun, bukan berarti Anda akan kehilangan penglihatan secara keseluruhan.

2. Degenerasi makula basah

Kondisi ini ditandai dengan terbentuknya pembuluh darah baru yang rapuh pada lapisan koroid, disertai dengan adanya pelepasan bagian luar dari retina (RPE) yang menutrisi sel batang dan kerucut.

Bisa juga ditemukan adanya jaringan parut pada retina. Jenis ini menjadi yang paling progresif karena penglihatan bisa menghilang dalam hitungan jam atau hari.

Gejala degenerasi makula

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut tanda-tanda dan gejala berdasarkan jenisnya:

Degenerasi makula kering

Gejala AMD kering biasanya berkembang secara bertahap dan tanpa rasa sakit. Gejala dan tanda itu termasuk:

  • Distorsi visual, seperti garis lurus yang tampak bengkok
  • Pengurangan penglihatan sentral di satu atau kedua mata
  • Butuh cahaya yang lebih terang saat membaca atau melakukan pekerjaan jarak dekat
  • Kesulitan yang meningkat untuk beradaptasi dengan tingkat cahaya redup, seperti saat memasuki restoran dengan pencahayaan redup
  • Peningkatan keburaman kata-kata
  • Penurunan intensitas atau kecerahan warna
  • Kesulitan mengenali wajah

Kondisi ini biasanya terjadi pada kedua mata. Jika hanya satu mata yang terserang, Anda mungkin tidak merasakan perubahan dalam penglihatan.

Degenerasi makula basah

Gejala degenerasi makula basah biasanya muncul tiba-tiba dan memburuk dengan cepat. Gejala tersebut termasuk:

  • Distorsi visual, seperti garis lurus yang tampak bengkok
  • Pengurangan penglihatan sentral di satu atau kedua mata
  • Penurunan intensitas atau kecerahan warna
  • Bintik buram atau titik buta yang jelas di bidang penglihatan Anda
  • Kekaburan dalam keseluruhan penglihatan Anda
  • Onset mendadak dan gejala yang memburuk dengan cepat

Kapan sebaiknya ke dokter?

Segera ke dokter mata jika mengalami gejala dan tanda-tanda berikut ini:

  • Anda melihat perubahan dalam penglihatan Anda
  • Kemampuan Anda melihat warna menjadi berkurang

Perubahan ini mungkin tanda awal age-related macular degeneration, terutama jika Anda berusia 50 ke atas.

Penyebab degenerasi makula

Tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kondisi ini. Namun, tipe keringnya sering disebut berhubungan dengan faktor keturunan dan lingkungan, seperti merokok dan pola makan.

Sementara itu, degenerasi makula basah berkembang dari degenerasi makula kering. Sebanyak 10 persen dari pengidap AMD terkait usia mengalami jenis yang basah.

Faktor risiko

Dikutip dari American Academy of Ophthalmology, Anda berisiko kena degenerasi makula, jika:

  • Makan makanan tinggi lemak jenuh, seperti daging, mentega, dan keju
  • Kelebihan berat badan
  • Perokok
  • Berusia di atas 50 tahun
  • Menderita hipertensi
  • Memiliki riwayat keluarga dengan AMD

Selain itu, memiliki penyakit jantung dan kadar kolesterol tinggi juga dapat menjadi faktor risiko AMD. Kaukasia (orang kulit putih) juga lebih berisiko terkena kondisi ini.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis kondisi ini?

Dokter akan melihat riwayat kesehatan dan riwayat penyakit pada keluarga Anda. Dokter mungkin juga akan melakukan serangkaian tes untuk memastikan kondisi Anda.

Dalam pemeriksaan mata, dokter mungkin akan meminta Anda untuk melihat garis Amsler. Garis ini membantu Anda melihat titik buram, terdistorsi, atau kosong di bidang penglihatan Anda. Dokter juga akan melihat ke dalam mata Anda melalui lensa khusus.

Dokter mata Anda memberikan obat tetes mata untuk memperlebar pupil Anda. Ini memungkinkan untuk melihat melalui lensa khusus di bagian dalam mata Anda. Selain itu, dokter juga akan melihat perubahan pada makula dengan:

  • Fluorescein angiography, yaitu prosedur dengan menyuntikkan pewarna ke pembuluh darah untuk melihat pembuluh darah abnormal yang tumbuh di retina.
  • Optical coherence tomography (OCT), yaitu prosedur dengan menggunakan cahaya, untuk memindai retina dan menunjukkan gambar retina dan makula dengan sangat detail.

Apa pilihan pengobatan untuk degenerasi makula?

Pengobatan untuk masalah ini terbagi menjadi dua, menurut jenisnya, yaitu:

Degenerasi makula kering

Saat ini, tidak ada cara untuk mengobati jenis ini. Namun, kombinasi suplemen gizi berikut dapat memperlambat perkembangan kondisi ini.

  • Vitamin C (500 mg)
  • Vitamin E (400 IU)
  • Lutein (10 mg)
  • Zeaxanthin (2 mg)
  • Seng (80 mg)
  • Tembaga (2 mg)

Diskusikan dengan dokter Anda apakah vitamin dan mineral di atas cocok untuk kondisi Anda. Pengobatan di atas dapat Anda lakukan untuk mengatasi penyakit ini pada tahap awal. Selain itu, Anda juga disarankan untuk menerapkan pola makan sehat dan menghindari rokok.

Degenerasi makula basah

Beberapa pilihan pengobatan untuk mengatasi kondisi ini, antara lain:

1. Obat anti-VEGF

Obat anti-VEGF diketahui dapat membantu mengurangi jumlah pembuluh darah abnormal di retina. Obat yang langsung disuntikkan ke mata ini juga dapat memperlambat kebocoran pembuluh darah.

2. Operasi laser

Operasi laser juga dapat digunakan untuk mengobati degenerasi makula basah. Dalam prosedur ini, dokter akan menyorotkan sinar laser ke pembuluh darah yang abnormal. Proses ini dapat mengurangi jumlah pembuluh darah dan memperlambat kebocorannya.

Pencegahan

Penting untuk memeriksakan kondisi mata Anda secara rutin. Dengan begitu, Anda dapat mendeteksi masalah mata sejak dini. Selain itu, Anda dapat melakukan tips di bawah ini supaya terhindar dari degenerasi makula terkait usia:

  • Mengobati penyakit lain yang Anda alami
  • Hindari merokok
  • Pertahankan berat badan ideal dan olahraga secara teratur
  • Pilihlah pola makan sehat, seperti buah-buahan, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan makanan kaya omega-3

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Al-Zamil, W., & Yassin, S. (2017). Recent developments in age-related macular degeneration: a review. Clinical Interventions In Aging, Volume 12, 1313-1330. doi: 10.2147/cia.s143508

Age-Related Macular Degeneration: Facts & Figures. (2015). Retrieved 15 September 2020, from https://www.brightfocus.org/macular/article/age-related-macular-facts-figures

Dry macular degeneration – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 15 September 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-macular-degeneration/symptoms-causes/syc-20350375#:~:text=Dry%20macular%20degeneration%20is%20a,your%20direct%20line%20of%20sight.

Wet macular degeneration – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 15 September 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/wet-macular-degeneration/symptoms-causes/syc-20351107#:~:text=Wet%20macular%20degeneration%20is%20a,retina%20responsible%20for%20central%20vision.

What Is Macular Degeneration?. (2020). Retrieved 15 September 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/amd-macular-degeneration

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fajarina Nurin
Tanggal diperbarui 21/12/2020
x