home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Berbagai Gejala dan Penyebab Mata Iritasi Akibat Pemakaian Softlens

Berbagai Gejala dan Penyebab Mata Iritasi Akibat Pemakaian Softlens

Jika sudah terbiasa, Anda pasti sudah ahli dan tak perlu pusing saat pakai lensa kontak alias softlens. Mungkin, ketika mencoba pakai lensa kontak, Anda mengeluhkan mata perih, mata berair, dan tidak nyaman. Nah, bisa jadi itu merupakan ciri-ciri mata iritasi akibat pemakaian softlens. Lantas, kenapa mata terasa perih, merah, dan mengalami iritasi saat pakai softlens?

Berbagai ciri-ciri mata iritasi akibat pakai softlens

Banyak orang yang memilih lensa kontak sebagai alat bantu melihat karena alasan penampilan dan penggunaannya yang relatif mudah.

Namun, menggunakan softlens secara tidak tepat justru sangat berisiko menimbulkan bahaya pada mata.

Salah satu kondisi yang paling sering dikeluhkan pengguna softlens adalah gejala-gejala iritasi pada mata.

Nah, jika Anda merasakan keluhan tersebut, ada kemungkinan Anda mengalami infeksi mata akibat softlens.

Dilansir dari Kellogg Eye Center, berikut adalah ciri-ciri dan gejala mata iritasi akibat infeksi dari softlens Anda:

  • penglihatan buram,
  • mata merah,
  • rasa tidak nyaman saat mengenakan softlens,
  • nyeri di bagian mata dan sekitar mata,
  • belekan,
  • mata berair, dan
  • mata lebih sensitif terhadap cahaya.

Apabila Anda menyadari adanya ciri-ciri iritasi di atas, segera lepas softlens dari mata Anda untuk mencegah akibat buruk lainnya yang lebih parah.

Setelah itu, periksakan mata Anda ke dokter sesegera mungkin.

Lalu, apa penyebab mata iritasi saat pakai softlens?

Lapisan epitelium di kornea, yang merupakan bagian terluar pelindung mata, tersusun atas ribuan ujung saraf.

Inilah salah satu alasan mengapa mata Anda sangat sensitif terhadap benda asing, termasuk lensa kontak yang dipasang ke mata.

Tak heran, mata akan selalu “peka” ketika ada zat asing yang masuk ke dalamnya.

Anda yang sudah menjadi pengguna softlens pasti pernah mengalami rasa perih, seolah ada yang menusuk mata, ketika baru saja selesai memasang lensa kontak.

Padahal, Anda yakin telah memasang softlens dalam posisi yang tepat.

Nah, coba perhatikan, satu atau beberapa hal berikut bisa jadi pemicunya.

1. Lensa kontak tidak steril

pakai lensa kontak berwarna

Sebelum memakaikan softlens pada mata, pastikan softlens sudah dalam keadaan bersih terlebih dahulu.

Adanya kotoran, debu, bulu mata, hingga riasan make up yang menempel di softlens, tentu berpotensi membawa akibat buruk, seperti ciri-ciri dan gejala mata iritasi yang mengganggu.

Sebaiknya, Anda segera melepas softlens ketika dirasa seperti ada sesuatu yang mengganjal saat dipakai.

Setelah dilepas dari mata, perhatikan apa benar ada kotoran atau sesuatu yang menempel di softlens.

Entah kotoran tersebut terlihat dengan jelas maupun tidak, sebaiknya bilas softlens dengan cairan pembersihnya.

Anda bisa menggunakannya kembali setelah dibersihkan, dan rasakan perbedaannya.

2. Alat pemasang lensa kontak kotor

cara pakai lensa kontak

Bukan hanya lensa kontak yang harus Anda pastikan kebersihannya. Tangan atau penjepit sebagai alat untuk memasang lensa kontak pun harus bersih dan bebas kotoran.

Itulah mengapa Anda dianjurkan untuk mencuci tangan dulu sebelum menyentuh lensa kontak, bila Anda menggunakan tangan secara langsung.

Atau setidaknya, bersihkan dulu penjepit softlens yang akan digunakan untuk mengambil softlens dan memakaikannya pada mata.

Setelah mencucinya dengan sabun, pastikan Anda membilas tangan dan penjepit softlens tersebut sampai tuntas agar bersih dari sabun.

Jika tidak, kondisi dan ciri-ciri mata iritasi akibat pakai softlens tetap tidak bisa Anda hindari.

3. Mata kering

cara mengatasi mata kering

Mata perih setelah pakai softlens bisa terjadi akibat kurangnya jumlah air mata. Air mata memiliki fungsi untuk melembapkan bagian mata.

Produksi air mata yang berkurang akibat softlens akan memicu ciri-ciri dan gejala iritasi seperti perih, kering, hingga sensasi seperti terbakar pada mata.

Pemilik mata normal saja rentan mengalami mata kering akibat penggunaan lensa kontak. Apalagi jika Anda memang memiliki keluhan mata kering.

Bukan tidak mungkin, kondisi tersebut malah akan semakin menjadi-jadi ketika Anda memasang lensa kontak ke dalam mata.

Hal ini dikarenakan lensa kontak bisa menyerap apa pun, termasuk kotoran, debu, hingga produksi air mata.

Itu sebabnya semua pengguna softlens, tak terkecuali penderita mata kering, dianjurkan untuk selalu sedia tetes mata guna.

Jangan lupa, perhatikan juga apa saja aturan pakai softlens untuk mata kering agar tidak memperburuk kondisi mata Anda.

4. Reaksi alergi

sakit mata menular

Siapa pun yang sedang mengalami masalah mata, dianjurkan untuk mengurangi intensitas penggunaan lensa kontak atau bahkan tidak memakainya sama sekali.

Terlebih ketika masalah mata yang Anda alami berupa alergi mata atau konjungtivitis. Kondisi ini bisa mengakibatkan gejala dan ciri-ciri iritasi mata akibat softlens semakin parah.

Tanpa menggunakan lensa kontak saja mata sudah terasa tidak nyaman, apalagi bila ditambah dengan pemakaian lensa kontak pada mata yang sedang sangat sensitif ini.

Proses penyembuhan gejala konjungtivitis pada mata, seperti munculnya rasa gatal, perih, kemerahan, hingga berair, justru bisa semakin lama.

5. Tidak melepas softlens saat mandi dan berenang

Apa Anda memiliki kebiasaan tidak melepas softlens sebelum mandi atau berenang? Jika iya, hindari kebiasaan tersebut karena dapat meningkatkan risiko infeksi mata.

Tidak menutup kemungkinan Anda pun bisa mengalami ciri-ciri mata iritasi akibat softlens.

Mengapa demikian? Air yang terdapat di kamar mandi, sangat mungkin mengandung ratusan organisme kecil yang secara alami hidup di lingkungan, seperti acanthamoeba.

Organisme ini dapat hidup di air laut, danau, dan sungai.

Jika Anda mandi atau berenang sambil mengenakan softlens, besar kemungkinan organisme tersebut akan menumpuk di bawah softlens Anda.

Hal inilah yang bisa memicu terjadinya infeksi mata. Nah, itu tadi berbagai penyebab softlens terasa perih dan memicu gejala iritasi ketika dipakai.

Oleh karena itu, pastikan Anda memahami cara merawat softlens yang baik dan benar untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Untuk membersihkan softlens yang terasa perih dan menimbulkan gejala iritasi, cara yang bisa Anda lakukan adalah selalu cuci softlens Anda hanya dengan cairan khusus softlens.

Selain itu, jangan lupa untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menggunakan atau melepas lensa kontak.

Dengan prosedur pemakaian dan perawatan lensa kontak yang baik, sebagian besar masalah saat menggunakan softlens di atas dapat dihindari.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Eye Infections – Johns Hopkins Medicine. (n.d.). Retrieved September 14, 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/wilmer/conditions/infections.html 

Maurer, K. (2015). Signs of Infection from Contact Lenses – Kellogg Eye Center. Retrieved September 14, 2020, from http://www.med.umich.edu/1libr/Ophthalmology/ContactLens/SignsofInfectionfromContactLenses.pdf 

Boyd, K. (2020). Contact Lens-Related Eye Infections – American Academy of Ophthalmology. Retrieved September 14, 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/contact-lens-related-eye-infections 

Hong, A. (2020). Acanthamoeba Keratitis – American Academy of Ophthalmology. Retrieved September 14, 2020, from https://eyewiki.aao.org/Acanthamoeba_Keratitis 

Pink eye (conjunctivitis) – Mayo Clinic. (2020). Retrieved September 14, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pink-eye/symptoms-causes/syc-20376355 

Contact Lens Risks – FDA. (2018). Retrieved September 14, 2020, from https://www.fda.gov/medical-devices/contact-lenses/contact-lens-risks 

Brown, H. (2015). Five Things You Didn’t Know About Wearing Contacts in the Pool – University of Utah. Retrieved September 14, 2020, from https://healthcare.utah.edu/healthfeed/postings/2015/07/071415_contacts.swimming.php 

Ibrahim, Y., Boase, D., & Cree, I. (2009). How Could Contact Lens Wearers Be at Risk of Acanthamoeba Infection? A Review. Journal Of Optometry, 2(2), 60-66. doi: 10.3921/joptom.2009.60

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 08/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.