backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

11 Penyebab Katarak pada Lansia serta Pengobatannya

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui seminggu yang lalu

11 Penyebab Katarak pada Lansia serta Pengobatannya

Katarak merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum dialami oleh lansia. Kondisi ini ditandai dengan pengaburan lensa mata yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup. Lantas, apa penyebab katarak pada lansia? Berikut informasinya.

Gejala katarak pada lansia

Katarak adalah gangguan penglihatan yang ditandai dengan lensa mata menjadi keruh seperti berawan. 

Pada lansia, katarak yang terjadi dikenal dengan istilah katarak senilis, yaitu jenis katarak yang terjadi akibat seiring bertambahnya usia. 

Jenis katarak senilis biasanya terjadi pada orang tua yang berusia lebih dari 50 tahun dan tidak memiliki kaitan dengan trauma mekanis, radiasi, hingga kimiawi. 

Pada awalnya katarak pada lansia mungkin tidak terasa mengganggu, tetapi lama kelamaan kondisi ini bisa memburuk yang bisa membuat penglihatan terganggu. 

Melansir Cleveland Clinic, berikut adalah beberapa gejala atau ciri-ciri mata katarak pada orang tua atau lansia.

  • Penglihatan kabur, keruh, buram, dan berkabut. 
  • Perubahan cara melihat warna atau warna mungkin akan terlihat pudar, tidak begitu cerah. 
  • Sensitivitas terhadap sinar matahari atau lampu. 
  • Kesulitan saat harus melihat pada malam hari. 
  • Rabun jauh yang semakin parah. 
  • Membutuhkan cahaya yang lebih terang untuk membaca. 
  • Penglihatan ganda dalam satu mata. 
  • Sering mengganti kacamata atau lensa kontak. 

Gejala katarak bisa berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari sampai akhirnya penglihatan menjadi sangat terganggu. 

Apa penyebab katarak pada lansia?

Katarak

Pada dasarnya, penyebab utama terjadinya katarak adalah pemecahan protein di lensa secara bertahap. 

Namun, ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan katarak pada lansia. Berikut di antaranya. 

1. Penuaan

Proses penuaan adalah penyebab utama katarak. Seiring bertambahnya usia, protein dalam lensa mata dapat mulai menggumpal dan menyebabkan lensa menjadi keruh.

2. Paparan sinar ultraviolet (UV)

Paparan berlebihan terhadap sinar UV dari matahari selama bertahun-tahun dapat merusak protein dalam lensa mata, yang kemudian dapat menjadi penyebab katarak.

3. Cedera atau radiasi pada mata

Cedera pada mata, seperti akibat benda tajam atau kecelakaan, juga dapat menjadi penyebab katarak pada lansia.

Hal ini karena cedera tersebut dapat merusak struktur lensa yang menyebabkan terjadinya katarak. 

4. Paparan bahan kimia

Paparan jangka panjang terhadap bahan kimia beracun di lingkungan kerja atau rumah tangga dapat merusak lensa mata, yang berisiko menyebabkan terjadinya katarak pada lansia. 

5. Kekurangan nutrisi 

Kekurangan nutrisi memang dapat menjadi salah satu penyebab katarak pada lansia.

Nutrisi seperti vitamin C, vitamin E, dan karotenoid memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan lensa mata dan mencegah kerusakan oksidatif yang dapat menyebabkan katarak. 

6.  Kondisi medis tertentu 

Beberapa kondisi medis, seperti diabetes, dapat meningkatkan risiko katarak. Gula darah yang tinggi dapat menyebabkan perubahan dalam lensa mata yang menyebabkan katarak.

7. Penggunaan obat-obatan

Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang dapat menyebabkan perkembangan katarak pada lansia.

Misalnya obat kortikosteroid yang digunakan untuk mengobati beberapa kondisi medis, seperti rheumatoid arthritis.

8. Merokok

Merokok merupakan salah satu faktor risiko signifikan untuk perkembangan katarak pada lansia.

Bahan kimia berbahaya yang dihasilkan dari rokok dapat menyebabkan kerusakan pada lensa mata, sehingga mempercepat pembentukan katarak. 

9. Mengonsumsi alkohol

Konsumsi alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan produksi radikal bebas dalam tubuh.

Radikal bebas ini dapat merusak protein dan serat dalam lensa mata, sehingga menyebabkan kekeruhan pada mata dan mempercepat pembentukan katarak pada lansia. 

10.Faktor genetik 

Memiliki riwayat keluarga dengan katarak juga dapat meningkatkan risiko terkena kondisi ini.

Hal ini menunjukkan bahwa faktor genetik juga berperan dalam menjadi faktor penyebab katarak pada lansia. 

11. Penyakit mata lain

Memiliki penyakit mata tertentu, seperti glaukoma atau uveitis (peradangan pada lapisan tengah mata), juga dapat meningkatkan risiko katarak pada lansia.

Bagaimana dokter mendiagnosis katarak pada lansia?

Untuk mendiagnosis katarak, dokter mata akan melakukan pemeriksaan guna mencari ciri-ciri katarak dan menilai tingkat keparahannya. 

Nantinya dokter juga akan menanyakan seputar penglihatan pasien, riwayat kesehatan, serta gangguan aktivitas yang dialami sehari-hari. 

Untuk membantu mendiagnosis katarak pada lansia, dokter akan melakukan tes khusus, seperti:

  • tes ketajaman visual,
  • pemeriksaan lampu celah, dan
  • tes retina. 

Bagaimana cara mengobati katarak pada lansia?

katarak

Mengobati katarak pada lansia terutama melibatkan pembedahan, karena tidak ada obat atau perawatan medis yang dapat menyembuhkan katarak yang sudah berkembang.

Namun, sebelum memutuskan untuk operasi, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk membantu mengelola gejala katarak.

Berikut adalah langkah-langkah dan opsi pengobatan untuk katarak pada lansia. 

  • Kacamata. Pada tahap awal, perubahan kacamata dapat membantu meningkatkan penglihatan. 
  • Pencahayaan yang lebih baik. Menggunakan pencahayaan yang lebih terang dan lampu baca dapat membantu mengatasi masalah penglihatan yang disebabkan oleh katarak. 
  • Kacamata hitam dengan perlindungan UV.  Menggunakan kacamata hitam yang melindungi dari sinar UV dapat membantu mengurangi silau dan melindungi mata dari kerusakan lebih lanjut.
  • Alat bantu visual. Menggunakan alat bantu visual seperti kaca pembesar dapat membantu membaca dan melakukan tugas-tugas sehari-hari.

Namun, saat katarak sudah memengaruhi kualitas hidup seseorang, satu-satunya cara untuk mengatasi dan mengembalikan penglihatan dengan jernih adalah melakukan operasi katarak

Selama operasi katarak, dokter mata akan mengangkat lensa alami yang keruh dan menggantinya dengan lensa intraokular (IOL). IOL adalah lensa buatan yang dipasang secara permanen di mata.

Apakah ada cara untuk mencegah katarak pada lansia?

Meski pada dasarnya katarak adalah bagian khas dari proses penuaan lansia, tetapi ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah katarak dengan cara melindungi kesehatan mata dan membantu memperlambat prosesnya, misalnya: 

  • hindari merokok, 
  • lindungi mata dari sinar matahari, 
  • dapatkan perawatan mata secara teratur. 

Itulah informasi seputar katarak pada lansia. Selain mencegah katarak, penting bagi Anda untuk membantu merawat lansia dengan baik agar ia terus sehat, bahagia, dan sejahtera.

Konsultasikan kepada dokter untuk mendapat informasi lebih lanjut soal gangguan penglihatan ini pada lansia.

Kesimpulan

Katarak adalah kondisi umum pada lansia yang dapat mengganggu penglihatan dan kualitas hidup. Mengenali gejala awal dan memahami penyebabnya dapat membantu dalam pencegahan dan penanganan yang lebih efektif. Menerapkan gaya hidup sehat dan segera mencari bantuan medis saat gejala muncul adalah langkah penting dalam mengatasi katarak. Operasi katarak adalah solusi paling efektif untuk memulihkan penglihatan dan memungkinkan lansia untuk kembali menikmati aktivitas sehari-hari dengan penglihatan yang lebih baik.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui seminggu yang lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan