Apa yang Terjadi Selama Operasi Katarak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Katarak merupakan salah satu penyebab utama kebutaan, baik di Indonesia maupun dunia. Seperti diketahui, penyebab katarak paling umum adalah penuaan. Oleh karena itu, angka kasus penyakit ini akan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya populasi lanjut usia. Jalan satu-satunya untuk menyembuhkan penyakit ini secara total adalah dengan melakukan operasi katarak. Namun, tak banyak yang tahu apa yang terjadi selama operasi katarak. Ini dia tahapan dan prosesnya.

Apa itu operasi katarak?

Katarak

Operasi katarak adalah prosedur untuk mengangkat lensa mata Anda dan—dalam banyak kasus—menggantinya dengan lensa mata buatan. Pengobatan katarak ini biasanya merupakan prosedur rawat jalan yang memakan waktu sekitar 15 menit sampai 1 jam. 

Sebelum operasi berlangsung, dokter akan memberikan obat tetes mata untuk melebarkan pupil pasien. Pasien juga akan menerima anestesi lokal untuk menghilangkan rasa sakit di area mata yang akan dioperasi. Saat operasi berlangsung, pasien akan dalam kondisi sadar, tetapi mati rasa di bagian mata.

Setelah operasi selesai dilakukan, dokter akan meminta pasien untuk beristirahat sekitar 30–60 menit. Jika tidak terjadi keluhan, dokter akan memperbolehkan pasien pulang.

Ada tiga alasan seseorang disarankan untuk menjalani operasi katarak:

  • Ingin meningkatkan ketajaman penglihatan, terutama bila gejala katarak yang muncul memengaruhi aktivitas sehari-hari.
  • Jika terdapat kondisi medis lain yang berbahaya akibat katarak, misalnya glaukoma.
  • Alasan estetika. Pasien katarak akan memiliki pupil (bagian tengah mata yang biasanya berwarna hitam) yang berwarna keabu-abuan. Mereka dapat menjalani operasi katarak meskipun perbaikan ketajaman penglihatan tidak terlalu signifikan.

Apa saja jenis-jenis operasi katarak?

Ada beberapa jenis metode dalam melakukan prosedur operasi katarak, dokter akan menentukan jenis yang terbaik dengan turut mempertimbangkan kesehatan Anda. Berikut ini berbagai metode operasi yang dapat digunakan untuk menghilangkan katarak:

persiapan operasi katarak

1. Fakoemulsifikasi

Metode ini merupakan yang paling umum dilakukan dengan membuat sayatan kecil di ke substansi lensa di mana katarak terbentuk. Dokter kemudian akan memasukkan alat kecil menggunakan gelombang ultrasound untuk memecah katarak dan menariknya keluar. Lensa belakang dibiarkan utuh agar bisa menampung lensa buatan.

2. Laser

Pilihan lain untuk operasi katarak adalah dengan menggunakan teknik laser mutakhir. Ini adalah jenis laser yang digunakan dalam prosedur operasi LASIK. Dokter mata menggunakan laser untuk membuat semua sayatan dan memecahkan katarak agar lebih mudah dihancurkan dan diangkat.

3. Operasi katarak ekstrakapsular

Berbeda dengan metode yang sebelumnya, operasi ini dilakukan dengan sayatan lebih besar pada mata. Dokter akan menghapus bagian depan kapsul dan lensa yang berkabut secara utuh. Prosedur ini umumnya diperuntukan bagi mereka yang kataraknya sudah menutupi sebagian besar lensa mata dan mengalami komplikasi tertentu.

4. Operasi katarak intrakapsular

Metode satu ini dilakukan dengan mengeluarkan lensa katarak, kapsul utuh, melalui sayatan besar. Operasi katarak jenis ini tergolong jarang dilakukan. 

Apa saja efek samping operasi katarak?

Katarak

Operasi mata katarak jarang menimbulkan efek samping atau komplikasi yang serius. Meski begitu, Anda mungkin perlu memakai kacamata atau kontak lensa untuk sementara waktu setelah operasi.

Efek samping operasi katarak yang paling umum terjadi setelah berlangsung di antaranya:

  • Penglihatan buram
  • Mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya
  • Timbul gatal di bagian mata

Sebagian pasien mungkin akan benar-benar sembuh total setelah dua bulan menjalani operasi. Meski begitu, proses penyembuhan ini akan berbeda-beda bagi setiap orang. Selain efek samping, ada beberapa kemungkinan terjadinya komplikasi dari operasi katarak, yaitu:

  • Peradangan
  • Perdarahan
  • Infeksi
  • Pembengkakan
  • Kelopak mata melorot
  • Dislokasi lensa buatan
  • Ablasi retina
  • Glaukoma
  • Katarak sekunder
  • Hilangnya penglihatan

Segera hubungi dokter jika setelah operasi Anda mengalami mata yang memerah, rasa sakit di bagian mata yang terus menerus, mual dan muntah, serta kehilangan penglihatan. 

Apa yang perlu disiapkan sebelum operasi katarak?

tes sebelum operasi katarak

Setelah Anda dan dokter mata sepakat untuk melakukan operasi katarak, Anda perlu mempersiapkan beberapa hal sebelum melakukannya.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum melakukan operasi katarak:

  • Seminggu atau jauh sebelum operasi, dokter akan melakukan sejumlah tes pada Anda. Tes tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan fungsi penglihatan, pemeriksaan mata luar, pemeriksaan slit-lamp, pemeriksaan bagian dalam mata, dan pengukuran biometri dan topografi kornea. 
  • Anda mungkin juga diminta untuk berhenti mengonsumsi beberapa pengobatan yang dapat meningkatkan risiko pendarahan selama prosedur operasi. 
  • Gunakan obat tetes mata untuk mengurangi risiko terhadap infeksi sesuai anjuran dokter selama satu sampai dua hari sebelum operasi.
  • Anda juga akan diminta untuk berpuasa selama 12 jam sebelum operasi.
  • Kenakan pakaian yang nyaman dan membawa kacamata hitam ketika pergi ke rumah sakit untuk menjalani operasi. 
  • Jangan menggunakan parfum, krim aftershave, atau pewangi lainnya. Tidak masalah jika Anda ingin menggunakan pelembap wajah, tapi hindari make-up dan bulu mata palsu.
  • Bersiap-siap untuk fase penyembuhan. 

Katarak

Setiap orang yang menjalani operasi katarak akan diberikan lensa buatan yang disebut dengan lensa intraokular. Lensa ini dapat meningkatkan penglihatan Anda dengan cara memfokuskan cahaya pada bagian belakang mata Anda. Berikut ini adalah beberapa tipe lensa yang tersedia untuk pasien katarak:

  • Fixed-focus monofocal:  lensa ini memiliki kekuatan fokus tunggal untuk penglihatan jarak jauh. Ketika membaca, Anda mungkin akan tetap membutuhkan kacamata baca.
  • Accommodating-focus monofocal: meskipun kekuatan fokusnya juga tunggal, lensa ini dapat merespons pergerakan otot mata, dan berganti-ganti fokus pada objek yang jauh ataupun dekat.
  • Multifocal: lensa jenis ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan bifokal atau lensa progresif. Titik yang berbeda pada lensa memiliki kekuatan fokus yang berbeda juga, ada yang untuk jarak dekat, jauh, dan sedang.
  • Astigmatism correction (toric): lensa ini biasanya ditujukan bagi Anda yang memiliki mata silinder. Menggunakan lensa ini dapat membantu penglihatan Anda.

Apa yang terjadi selama operasi katarak?

Operasi Katarak

Mula-mula, dokter akan memberikan suntikan anestesi guna menghilangkan rasa sakit selama prosedur operasi berlangsung. Obat tetes mata juga akan diberikan sehingga pupil akan menjadi lebih lebar. Tak lupa, kulit di sekitar mata dan kelopak mata pun turut dibersihkan agar lebih steril saat proses operasi berlangsung.

Selanjutnya, operasi dimulai dengan membuat sayatan kecil di bagian kornea mata sehingga lensa mata yang buram akibat katarak akan terbuka. Dokter kemudian  memasukkan alat berupa probe ultrasound ke dalam mata, dengan tujuan untuk mengambil lensa katarak.

Alat probe yang mengantarkan gelombang ultrasound ini akan menghancurkan lensa katarak sekaligus mengambil bagian-bagian yang masih tersisa. Implan lensa baru kemudian dimasukkan ke dalam mata melalui sayatan kecil tadi.

Dalam sebagian besar kasus, sayatan mampu menutup dengan sendirinya sehingga tidak diperlukan jahitan pada kornea. Terakhir, mata Anda akan ditutup menggunakan perban tanda operasi telah selesai.

Sebenarnya, Anda akan diberikan suntikan anestesi selama proses operasi. Kebanyakan orang tidak merasakan sakit yang teramat sakit selama dan setelah menjalani operasi ini. Namun, beberapa lainnya mungkin saja merasakan sakit. Ini mungkin dikarenakan kemampuan setiap orang menahan rasa sakit berbeda-beda.

Apa yang terjadi setelah prosedur berlangsung?

penyakit penyebab katarak

Dokter mungkin meminta Anda untuk memakai penutup atau pelindung mata pada hari operasi hingga beberapa hari kemudian. Penutup atau pelindung mata tersebut juga digunakan untuk melindungi mata Anda saat tidur selama masa pemulihan. Tujuannya, untuk menghindarkan Anda mengucek mata secara tidak sengaja.

Anda mungkin akan merasakan gatal pada mata selama satu sampai dua hari usai melakukan prosedur operasi katarak. Bahkan, penglihatan biasanya tampak buram karena dalam masa penyesuaian selama proses penyembuhan.

Semua kondisi tersebut wajar dan normal. Anda bisa menyampaikan semua keluhan terkait masalah pasca operasi pada kunjungan dokter yang biasanya dijadwalkan beberapa hari setelah operasi. Dokter juga akan memantau kondisi mata dan kualitas penglihatan Anda.

Selain itu, Anda akan diresepkan obat tetes mata guna mencegah infeksi, mengurangi peradangan, sekaligus mengontrol tekanan pada mata. Hindari menyentuh atau mengucek mata Anda untuk sementara waktu.

Apakah penglihatan saya kembali normal setelah operasi katarak?

Dikutip dari Mayo Clinic, prosedur pengangkatan katarak berhasil memulihkan penglihatan pada sebagian besar orang yang menjalani prosedur ini. National Eye Institute menyebutkan bahwa sekitar 9 dari 10 orang yang menjalani operasi katarak melihat lebih baik setelahnya, tetapi penglihatan Anda mungkin kabur pada masa awal pemulihan. 

Beberapa orang merasakan kemampuan melihat warna yang tampak lebih cerah setelah prosedur pengangkatan kataran. Ini karena lensa buatan yang masih bening menggantikan lensa asli yang sudah keruh akibat katarak. 

Setelah mata Anda benar-benar sembuh, Anda mungkin memerlukan resep kacamata atau lensa kontak baru untuk bisa melihat dengan jelas sesuai dengan ketajaman mata Anda. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Jenis Pengobatan Katarak, dari Obat Tetes Mata Hingga Operasi

Pengobatan katarak yang paling efektif adalah operasi. Namun, ada pula cara mengobati yang dapat menghambat perkembangan mata katarak.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Mata, Katarak 7 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Katarak Traumatik, Kekeruhan Lensa Mata Akibat Cedera

Katarak biasanya terjadi akibat bertambahnya usia, tetapi ada jenis kekeruhan lensa mata karena cedera. Kondisi itu disebut dengan katarak traumatik.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Mata, Katarak 7 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Katarak Senilis, Ketika Mata Berkabut Akibat Penuaan

Katarak senilis adalah salah satu jenis katarak yang terjadi akibat penuaan. Apakah ada cara untuk mencegahnya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Mata, Katarak 7 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Waspada Gejala-Gejala Katarak yang Dapat Mengintai Anda

Mengetahui gejala katarak sedini mungkin, seperti penglihatan yang mulau berkabut bisa membantu Anda mendapatkan pengobatan tepat. Apa saja gejala lainnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Mata, Katarak 7 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

eye floaters mata vitreous opacities

Floaters

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Pencegahan katarak memang sulit dilakukan, tapi cara-cara ini mungkin dapat mengurangi risiko atau bahkan mencegah penyakit katarak di kemudian hari.

Bagaimana Cara Mencegah Katarak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 7 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
setelah operasi katarak

Pasca Operasi Katarak, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 7 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
katarak sejak lahir katarak pada bayi

Katarak Kongenital

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 7 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit