home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Katarak Senilis, Ketika Mata Berkabut Akibat Penuaan

Katarak Senilis, Ketika Mata Berkabut Akibat Penuaan

Ada berbagai jenis katarak yang penyebabnya juga macam-macam. Di antara keseluruhan jenis tersebut, katarak senilis atau katarak yang terjadi akibat dari proses penuaan merupakan jenis katarak yang paling sering ditemui. Penanganan pada waktu yang tepat menjanjikan hasil akhir yang baik. Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa itu katarak senilis?

Katarak

Katarak senilis adalah katarak yang terjadi seiring bertambahnya usia. Jenis katarak ini diartikan sebagai katarak yang terjadi pada orang berusia lebih dari 50 tahun dan tidak terkait dengan trauma mekanis, kimiawi, atau radiasi.

Penyebab katarak ini salah satunya adalah kerusakan protein pada lensa mata. Terdapat empat tingkat kematangan katarak yang dapat terjadi pada katarak senilis, yaitu:

  • Katarak imatur, ditandai dengan lensa yang berubah warna menjadi opak (keputihan) pada beberapa titik saja.
  • Katarak matur, ditandai dengan seluruh warna lensa sudah berubah menjadi opak.
  • Katarak hipermatur, merupakan tingkat lanjut dan menyebabkan perubahan pada selaput depan lensa. Selaput menjadi berkeriput dan mengecil karena keluarnya cairan dari dalam lensa.
  • Katarak morgagni, merupakan fase akhir katarak akibat penuaan.

Katarak senilis tingkat matur, hipermatur, dan morgagni dapat memicu timbulnya glaukoma. Glaukoma sudut tertutup umumnya terjadi pada katarak tingkat matur, sedangkan pada katarak hipermatur dan katarak morgagni akan terjadi glaukoma sudut tertutup.

Apa gejala dari katarak senilis?

Katarak

Dikutip dari Mayo Clinic, gejala katarak senilis meliputi:

  • Penglihatan kabur atau redup
  • Meningkatnya kesulitan dengan penglihatan di malam hari
  • Sensitivitas terhadap cahaya dan silau
  • Perlu penerangan yang lebih terang untuk membaca dan aktivitas lainnya
  • Melihat lingkaran cahaya atau halo di sekitar lampu
  • Sering mengganti kacamata atau lensa kontak
  • Warna memudar atau menguning
  • Penglihatan ganda dalam satu mata

Pada katarak tahap awal, kekeruhan mungkin memengaruhi sebagian kecil lensa Anda dan tidak menimbulkan gejala. Namun, saat katarak berkembang lebih jauh, Anda mungkin mengalami penglihatan kabur yang lebih parah, sehingga gejalanya dirasakan dengan jelas.

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena katarak senilis?

Dikutip dari jurnal yang dipublikasikan Indian Journal of Ophthalmology, beberapa faktor di bawah ini dapat meningkatkan risiko Anda terkena katarak senilis:

1. Diare atau dehidrasi

Penelitian yang dipublikasikan di Middle East African Journal Of Ophthalmology menyebutkan bahwa diare parah merupakan salah satu faktor risiko utama dari katarak. Diare yang berhubungan erat dengan dehidrasi disebut dapat meningkatkan risiko kekeruhan lensa yang mengganggu penglihatan.

Penelitian lain menyimpulkan bahwa diare, malnutrisi, dehidrasi, dan tingkat urea yang tinggi dalam tubuh dapat berdampak buruk pada tubuh yang menyebabkan katarak.

2. Hipertensi

Katarak yang terjadi pada orang dengan diabetes melitus lebih besar kemungkinannya terjadi pada mereka yang juga memiliki hipertensi. Beberapa penelitian yang dilakukan pada tikus juga menunjukkan bahwa hipertensi meningkatkan risiko terkena katarak.

Jenis-jenis katarak dapat dibedakan menurut penyebab hingga lokasi kabut di lensa mata. Katarak juga dapat dibedakan berdasarkan tingkat kematangan.

3. Merokok

Merokok sebagai salah satu faktor risiko katarak telah dibahas di berbagai penelitian. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa rokok dapat meningkatkan risiko katarak hingga 2-3 kali lipat.

Ketika dosis merokok meningkat, keparahan kekeruhan pada lensa mata akibat katarak senilis juga akan meningkat.

4. Stres oksidatif

Stres oksidatif merupakan faktor penting dalam asal-usul munculnya katarak, baik pada manusia ataupun hewan percobaan. Produksi oksidan (radikal bebas) yang berlebihan akan sangat berbahaya, bahkan dapat memengaruhi materi genetik.

5. Kandungan lemak dan kolesterol

Komposisi dan proses perputaran zat pada lemak di lapisan lensa mata dapat memengaruhi pembentukan jenis katarak, termasuk senilis. Perkembangan katarak ini berhubungan dengan peningkatan jumlah dan penyebaran kolesterol pada membran atau lapisan lensa.

Bagaimana mengatasi kondisi ini?

Melakukan pemeriksaan mata secara teratur, setiap satu tahun sekali, dapat membantu untuk mendeteksi katarak sejak awal. Pengobatan katarak yang paling umum dilakukan adalah operasi.

Penentuan saat yang tepat untuk tindakan operasi katarak akan sangat tergantung pada tingkat kematangan katarak, gangguan penglihatan yang dirasakan, dan penyakit mata atau penyakit lainnya yang menyertai.

Konsultasikan dengan dokter spesialis mata Anda untuk mengetahui secara pasti kapan waktu terbaik bagi Anda untuk mendapatkan tindakan operasi katarak.

Keterlambatan penanganan karena berbagai hal dapat memicu terjadinya komplikasi, salah satu yang cukup sering adalah glaukoma. Glaukoma sendiri bisa menyebabkan kebutaan.

Glaukoma

Apabila sudah terjadi glaukoma akibat katarak, penanganan glaukoma harus dilakukan terlebih dahulu. Penanganan glaukoma dapat dilakukan dengan obat-obatan ataupun dengan laser. Metode yang dipilih dokter mata tergantung dari jenis glaukoma yang terjadi dan tingkat keparahannya.

Saat tekanan bola mata sudah dapat dikontrol baru kemudian dapat dilakukan operasi pengangkatan lensa yang telah mengalami katarak tersebut. Konsultasikan lebih jauh dengan dokter mata Anda untuk menentukan langkah-langkah dan metode pengobatan yang terbaik.

Bagaimana mencegah katarak senilis?

Pemeriksaan mata

Belum ada penelitian yang membuktikan bagaimana cara mencegah katarak atau memperlambat tahapannya. Namun, dokter mungkin akan menyarankan Anda melakukan cara di bawah ini untuk mengurangi risiko katarak senilis:

  • Lakukan pemeriksaan mata secara rutin
  • Berhenti merokok
  • Lakukan pengobatan untuk mengatasi penyakit lain yang dapat meningkatkan risiko katarak
  • Konsumsi makanan sehat, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran
  • Gunakan kacamata hitam setiap kali Anda keluar rumah
  • Kurangi konsumsi alkohol.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cataracts – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 24 August 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cataracts/symptoms-causes/syc-20353790

Gupta, V., Rajagopala, M., & Ravishankar, B. (2014). Etiopathogenesis of cataract: An appraisal. Indian Journal Of Ophthalmology, 62(2), 103. doi: 10.4103/0301-4738.121141

Echebiri, S., Odeigah, P., & Myers, S. (2010). Case-control studies and risk factors for cataract in two population studies in Nigeria. Middle East African Journal Of Ophthalmology, 17(4), 303. doi: 10.4103/0974-9233.71592

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 08/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.