Rambut Lansia Rentan Rontok dan Menipis, Bagaimana Merawatnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Perawatan rambut tak cuma penting untuk orang-orang muda. Semakin usia bertambah, maka rambut uban akan tumbuh semakin banyak. Di sisi lain, pria lanjut usia baya rentan mengalami kebotakan yang biasanya mulai dialami saat usia menginjak 50 tahun. Oleh karena itu, rambut lansia pun juga harus dirawat demi menjaga kesehatan dan kilau indahnya. Simak tipsnya berikut ini.

Merawat rambut lansia, baik dengan tangan sendiri maupun bantuan perawat

1. Ketahui jenis rambut dan sampo yang sesuai

Memilih sampo untuk mencuci rambut tidak boleh sembarangan. Anda harus tahu dulu jenis rambut Anda sendiri, apakah berminyak, kering, atau rapuh dan mudah rontok. Dengan demikian, Anda jadi bisa menyesuaikan tipe sampo sesuai kebutuhan rambut.

Pada umumnya, shampo untuk rambut kering haruslah mengandung bahan aktif yang bersifat melembapkan dan memicu produksi minyak alami di kulit kepala, misalnya minyak kelapa, minyak alpukat, minyak argan, atau minyak biji anggur.

Sementara itu, rambut berminyak rentan berketombe. Oleh karena itu, hindarilah shampo yang terlalu banyak kandungan pelembapnya. Carilah shampo yang mengandung selenium sulfida, atau zinc pyrithione untuk mengendalikan aktivitas kelenjar minyak di kulit kepala.

Untuk rambut yang sudah mulai menipis, pilih sampo dengan label ‘volumizing’ dan yang mengandung pantenol untuk memberikan sedikit volume pada rambut. Sering berkeramas dapat membantu mencegah rambut menjadi lepek yang membuat rambut semakin tampak tipis. Rambut yang sering dikeramas akan lebih mengembang dan tampak seolah lebih tebal. Rambut tipis tidak disarankan untuk dipakaikan kondisioner karena dapat membuat rambut makin terlihat lepek dan tidak bervolume. Jika Anda bingung apa tipe rambut Anda, pilihan amannya adalah menggunakan sampo bayi.

2. Pilihlah makanan dan vitamin yang menguntungkan rambut

Selain produk perawatan rambut dari luar, asupan makanan juga penting untuk menjaga kesehatan dan keindahan rambut. Sumber makanan tinggi protein (telur, susu, kacang, ikan, unggas, daging), zat besi (kacang-kacangan, kerang, tiram, biji labu, bayam), asam lemak omega-3 (salmon, sarden, keju, yoghurt) dapat membantu Anda memelihara kesehatan rambut dari dalam. Anda juga bisa mengonsumsi suplemen biotin untuk membantu mengurangi atau mencegah kerontokan rambut.

3. Perhatikan suhu air

Selagi keramas, penting juga untuk memerhatikan suhu air yang dipakai mandi. Memerhatikan suhu air mandi terutama amat penting bagi perawat lansia. Pasalnya air yang terlalu panas bisa membuat kulit dan rambut cepat kering, karena mengikis lapisan sebum di kulit kepala. Akibatnya rambut rentan bercabang dan patah.

Sementara itu, mandi dengan air dingin berisiko menyebabkan tubuh lansia mengalami hipotermia dan denyut nadinya melemah. Banyak penelitian telah membuktikan bahwa mandi air dingin bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Jika tidak segera ditangani, aliran darah menuju organ-organ vital Anda seperti jantung dan otak bisa tersumbat. Bila organ vital Anda tidak mendapat asupan darah yang kaya oksigen, akibatnya bisa fatal.

Usahakan untuk menyediakan air hangat atau suam-suam kuku untuk lansia mandi. Sebelumnya Anda bisa mengetes dengan mencelupkan tangan ke dalam air untuk merasakan apakah airnya terlalu dingin atau terlalu panas.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Congestive Heart Failure (CHF)

Congestive Heart Failure (CHF) atau gagal jantung kongestif adalah kondisi jantung tidak mampu memompa darah. Apa penyebab, gejala, dan cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Leukemia Limfositik Kronis

Chronic Lymphocytic leukemia (CLL) atau leukemia limfositik kronis adalah kondisi menyebabkan sumsum tulang memproduksi terlalu banyak sel darah putih.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kanker, Kanker Darah 2 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Ambeien (Wasir)

Ambeien (wasir) adalah membengkaknya pembuluh vena di anus yang menyebabkan rasa tidak nyaman dan BAB berdarah. Bagaimana mengobati ambeien?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Ambeien 30 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Perdarahan Subarachnoid

Perdarahan subarachnoid adalah perdarahan mendadak di celah antara otak dan membran tengah yang membungkus otak. Apa gejala, penyebab dan pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 22 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
menopause

Menopause

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
klaudikasio adalah

Klaudikasio

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
nyeri sendi

Pseudogout

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit