Uji Tuberkulin

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu uji tuberkulin?

Uji tuberkulin (juga disebut tes tuberkulin Mantoux) dilakukan untuk melihat apakah Anda sudah pernah terkena tuberkulosis (TB) sebelumnya. Tes ini dilakukan dengan menempatkan sejumlah kecil protein TB (antigen) di bawah lapisan atas kulit di lengan bagian dalam Anda. Jika Anda pernah terkena bakteri TB (Mycobacterium tuberculosis), kulit Anda akan bereaksi terhadap antigen dengan memunculkan benjolan merah di kulit yang dites dalam waktu 2 hari.

Antigen TB yang digunakan dalam uji tuberkulin disebut protein derivatif yang dimurnikan (PPD).  Sejumlah  PPD disuntikkan di bawah lapisan atas kulit di lengan Anda untuk dilakukan pengukuran. Ini adalah tes yang baik untuk menemukan infeksi TB. Tes ini sering digunakan ketika gejala, pemeriksaan, atau pengujian, seperti X-ray dada, menunjukkan bahwa seseorang mungkin terkena TB.

Uji tuberkulin tidak bisa memberikan informasi mengenai berapa lama Anda telah terinfeksi TB. Tes ini juga tidak bisa memberikan informasi jika infeksi ternyata laten (tidak aktif) atau aktif  dapat ditularkan ke orang lain.

Kapan saya harus menjalani uji tuberkulin?

Anda perlu uji PPD jika:

  • Anda berinteraksi  dengan seorang penderita TB
  • Anda bekerja di bidang kesehatan (semua pekerja kesehatan harus dimonitor secara rutin)
  • Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena obat-obatan tertentu seperti steroid, atau penyakit seperti kanker, HIV, atau AIDS

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani uji tuberkulin?

Hasil uji tuberkulin saja tidak dapat mengkonfirmasi infeksi TB aktif. Tes-tes lain, seperti rontgen dada, sitologi sputum, dan kultur sputum, dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi infeksi TB aktif ketika uji positif. Seseorang yang memiliki tes positif pada kulit atau X-ray dada, tetapi tidak ditemukam gejala TB, biasanya dianggap memiliki infeksi TB yang tidak dapat ditularkan ke orang lain (TB laten).

Di antara pekerja kesehatan atau orang lain yang memiliki uji periodik, tes kedua yang dilakukan dalam beberapa minggu dari tes negatif mungkin positif, meskipun orang tersebut tidak terinfeksi di waktu selisih kedua tes. Hasil ini (disebut efek penguat) mungkin menunjukkan infeksi TB yang terjadi lama atau vaksinasi BCG sebelumnya.

Beberapa orang tidak bereaksi terhadap uji tuberkulin bahkan jika mereka memiliki TB.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani uji tuberkulin?

Tidak ada persiapan khusus untuk tes ini. Anda harus:

  • beri tahu dokter jika Anda pernah menjalani uji PPD positif. Jika demikian, Anda tidak harus melakukan tes PPD ulang, kecuali dalam kondisi yang tidak biasa
  • beri tahu dokter Anda jika Anda memiliki kondisi medis atau jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti steroid, yang dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh Anda. situasi ini dapat menyebabkan hasil tes tidak akurat
  • beri tahu dokter jika Anda telah menerima vaksin BCG  ketika Anda akan menjalani tes

Bagaimana proses untukuji tuberkulin?

Untuk uji tuberkulin, Anda duduk dan mengubah posisi bagian dalam lengan Anda ke atas. Bagian kulit di mana akan dilakukan pemeriksaan akan dibersihkan dan dibiarkan kering. Antigen TB (purified protein derivative, atau PPD) akan disuntikkan di bawah lapisan atas kulit. Cairan tersebut akan membuat benjolan kecil (wheal) di bawah kulit. Sebuah lingkaran dapat ditarik dari sekitar area tes dengan pena.

Jangan menutup area pemeriksaan dengan perban.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani uji tuberkulin?

Anda harus menemui dokter Anda 2 sampai 3 hari setelah tes untuk mendapatkan pemeriksaan uji

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Jika lokasi uji hanya berwarna kemerahan saja, biasanya berarti Anda belum terinfeksi bakteri TB. Jika muncul benjolan merah mungkin berarti Anda telah terinfeksi bakteri TB pada suatu waktu. Ukuran area benjolan (bukan area kemerahan) diukur 2 sampai 3 hari setelah tes untuk menentukan hasilnya. Dokter Anda akan mempertimbangkan peluang Anda memiliki TB ketika melihat area uji.

Hasil tes tergantung pada risiko Anda untuk TB. Jika Anda berada dalam kelompok berisiko tinggi, benjolan kecil dianggap sebagai tanda infeksi. Orang yang berisiko rendah untuk TB harus memiliki benjolan yang lebih besar untuk dapat didiagnosis dengan infeksi TB.

Tiga tingkat risiko telah didefinisikan:

  • Kelompok berisiko tinggi – termasuk orang yang memiliki HIV, mereka yang memiliki kedekatan dengan seseorang yang memiliki infeksi TB aktif, dan mereka yang memiliki gejala atau X-ray dada yang menunjukkan TB. Orang lain yang berisiko tinggi untuk TB termasuk mereka yang mengonsumsi obat yang mengandung kortikosteroid untuk waktu yang lama atau orang yang memakai factor-alpha tumor necrosis antagonis (digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis dan penyakit Crohn).
  • Kelompok berisiko moderat -termasuk orang-orang yang baru saja pindah dari atau bepergian di negara dengan tingkat TB tinggi, orang-orang yang menggunakan obat-obatan terlarang dengan suntikan (pengguna obat intravena), orang-orang yang tinggal di panti jompo, pekerja di rumah sakit, panti jompo, sekolah, dan penjara, anak usia di  bawah 4 tahun, anak-anak (usia 4-18) yang dekat orang berisiko tinggi, dan orang-orang tunawisma. Orang lain pada risiko moderat untuk memiliki TB termasuk orang yang 10% atau lebih di bawah berat badan ideal mereka dan orang-orang yang mengalami gagal ginjal, diabetes, leukemia, kanker, atau mereka yang telah memiliki pemindahan bagian perut (gastrektomi).
  • Kelompok berisiko rendah – termasuk orang-orang yang tidak memiliki eksposure terhadap TB, tercantum dalam kelompok berisiko lainnya.

Reaksi positif biasanya tetap terlihat selama sekitar 1 minggu.

Mantoux tuberculin skin test
Normal (hasil negatif): Tidak ditemukan benjolan kemerahan pada area pemeriksaan, atau benjilan yang terbentuk lebih kecil dari 5mm (0.5 cm)
Abnormal (hasil positif): Benjolan kemerahan berukuran 5mm (1 cm) menunjukan infeksi TB pada orang dalam kelompok berisiko tinggi
Benjolan kemerahan berukuran 10mm (1 cm) menunjukan infeksi TB pada orang dalam kelompok berisiko moderat
Benjolan kemerahan berukuran 15mm (1 cm) menunjukan infeksi TB pada orang dalam kelompok berisiko rendah

Sebuah uji tuberkulin positif tidak berarti Anda memiliki infeksi menular (aktif). Tes tidak bisa menunjukan jika infeksi aktif atau tidak aktif (TB laten). Hal ini juga tidak bisa membedakan antara infeksi TB dan vaksinasi TB (vaksinasi BCG). Tes ulang seperti sinar-X pada dada, dahak, atau keduanya-biasanya dilakukan untuk melihat apakah Anda memiliki infeksi TB aktif atau tidak.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca