Tes HbA1c (Hemoglobin A1c)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu HbA1c?

Tes HbA1c adalah pemeriksaan untuk mengukur kadar HbA1c (hemoglobin A1c) atau hemoglobin terglikosilasi. 

Hemoglobin merupakan protein mengandung zat besi dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen. Di dalam tubuh, glukosa akan saling mengikat dengan hemoglobin yang berada di dalam sel darah merah. Jadi, HbA1c adalah hemoglobin yang berikatan dengan glukosa atau hemo.

Pemeriksaan hemoglobin A1c dilakukan untuk memantau kontrol jangka seseorang dengan penyakit diabetes melitus. Pasalnya, sel darah merah di dalam tubuh yang sudah berikatan dengan glukosa dapat bertahan selama 2 sampai 3 bulan, ada pula yang berpendapat hingga 120 hari. 

Oleh karena itu, tingkat tingkat hemoglobin yang terglikosilasi dapat menunjukkan tingkat glukosa darah seseorang sekitar 3 bulan.  

Pasien diabetes baru biasanya akan menjalani pemeriksaan hemoglobin terglikolisasi pertama kali sebagai patokan awal. Kemudian pemeriksaan HbA1c akan diulang dalam waktu tiga bulan.

Kadar gula darah Anda terkendali dengan baik selama tiga bulan, maka kadar HbA1c akan menurun dibandingkan 3 bulan sebelumnya. Jika Anda tidak disiplin menjaga pola makan yang baik dan rutin minum obat, tentu kadar HbA1c akan tetap tinggi.

Tujuan dari pemeriksaan HbA1c yang dilakukan secara rutin adalah mencegah terjadinya komplikasi diabetes yang memengaruhi mata, saraf, ginjal, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Bila hasil pemeriksaan HbA1c menunjukkan tingkat normal, pasien memiliki peluang besar terhindari dari komplikasi diabetes. Sementara, bila hasil Hb1Ac lebih tinggi dari batas normal, itu artinya adalah diabetes perlu mengubah perawatan dan pengobatan yang ia jalani.

Kapan saya harus menjalani HbA1c?

Setiap orang yang memiliki diabetes wajib melakukan pemeriksaan hemoglobin terglikolisasi. Waktu terbaik untuk melakukan pemeriksaan HbA1c adalah 3 bulan sekali atau paling tidak setahun sekali.

Selain penderita diabetes, orang yang direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan Hb1Ac oleh dokter adalah orang yang dicurigai mengidap diabetes atau sebelumnya didiagnosis pradiabetes

Orang-orang ini kemungkinan besar melaporkan merasakan gejala diabetes, seperti:

  • Sangat mudah haus padahal sudah minum
  • Sering buang air kecil, bahkan hingga mengganggu tidur
  • Mudah lelah dan penglihatan mulai kabur

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani HbA1c?

Bebas dari diabetes, terkena diabetes, atau berisiko mengalami komplikasi diabetes adalah hasil dari pemeriksaan Hb1Ac. Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi hasil pemeriksaan hemoglobin terglikosilasi dalam beberapa bulan, yaitu:

Menjaga pola makan

Hasil pemeriksaan hemoglobin A1c sangat berkaitan dengan kadar gula darah. Bila Anda ingin hasil pemeriksaan HbA1c normal, menjaga pola makanan adalah satu caranya.

Perhatikan indeks glikemik (IG) makanan yang Anda konsumsi karena ini bisa memengaruhi kadar gula darah. Semakin tinggi indeks glikemiks, semakin cepat makanan membuat kadar gula darah melonjak naik. 

Jenis makanan ini perlu dibatasi dan diganti dengan makanan yang rendah indeks glikemiknya. Contoh makanan dengan IG rendah adalah ikan, sayur, buah segar, dan gandum utuh.

Selain kandungan gula, Anda juga perlu mengurangi penggunaan garam pada makanan. Perhatikan pula porsi makanan yang Anda konsumsi. Lebih baik makan dalam porsi kecil namun lebih sering.

Olahraga rutin

Agar hasil pemeriksaan HbA1c normal, selain pola makan, Anda juga perlu memerhatikan aktivitas fisik, yakni olahraga. 

Saat Anda melakukan olahraga, otot-otot di tubuh akan menggunakan gula darah sebagai sumber energi. Itulah sebabnya, olahraga dapat memberikan efek positif pada kadar hemoglobin terglikolisasi.

Lakukan latihan aerobik sekitar 150 menit setiap minggu atau sekitar 30 menit per hari dengan jenis olahraga yang ringan, seperti jalan santai, yoga, berenang, atau bersepeda. 

Mengikuti pengobatan dengan rutin

Bagi pasien yang telah memiliki diabetes, pengobatan dapat mencegah keparahan gejala diabetes sekaligus mencegah terjadinya komplikasi. Namun, pengobatan yang dilakukan perlu dievaluasi secara berkala.

Agar hasil pemeriksaan HbA1c normal, Anda perlu mengikuti pengobatan sesuai dengan anjuran dokter, yakni pilihan dan dosis obat diabetes atau terapi insulin.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani HbA1c?

Pemeriksaan Hb1Ac adalah tes darah sederhana yang tidak mengharuskan Anda puasa. Anda juga tidak perlu melakukan persiapan khusus. Pemeriksaan dapat dilakukan setiap saat sepanjang hari. 

Bagaimana proses HbA1c?

Untuk mengukur tingkat hemoglobin terglikosilasi, sampel darah akan diambil dari pembuluh vena di lengan Anda dengan jarum kecil. Setelah jarum dimasukkan, sejumlah kecil darah akan dikumpulkan ke dalam tabung atau botol reaksi.

Anda akan mungkin akan merasakan nyeri pada area kulit saat proses penyuntikan. Proses pengambilan darah biasanya memakan waktu tidak lebih dari 10 menit.  

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Anda dikatakan bebas dari diabetes melitus jika kadar hemoglobin terglikolisasi kurang dari 6 persen.

Jika hasil pemeriksaan HbA1c Anda di antara 6 sampai 6,4 persen, Anda masuk kategori pradiabetes. Anda sudah harus melakukan perubahan gaya hidup agar tidak menjadi diabetes.

Sementara, apabila hasil pemeriksaan HbA1c Anda lebih dari 6,5 persen maka Anda sudah masuk kategori diabetes melitus. Lebih jelasnya, simak kategori hasil pemeriksaan HbA1c dikutip pada laman American Diabetes Association adalah:

  • HbA1c normal: < 6,0%
  • HbA1c prediabetes: 6,0 – 6,4%
  • HbA1c diabetes: ≥ 6,5%

Untuk penderita diabetes melitus sendiri, secara umum diharapkan dengan pengobatan yang baik kadar HbA1c dapat turun mencapai 6,5 persen. 

Hasil pemeriksaan HbA1c di atas batas normal, menandakan Anda perlu mengubah gaya hidup. Sementara pada pasien diabetes, pengobatan yang sebelumnya dijalani harus diubah sesuai dengan kondisi. Kemungkinan besar, perubahan pengobatan meliputi jenis pilihan obat dan dosisnya.

Pemeriksaan hemoglobin terglikolisasi bukan tes utama untuk mendeteksi diabetes, baik itu diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2. Biasanya, tes ini dilakukan bersamaan dengan tes lain, seperti tes gula darah puasa (GDS)

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

Risiko penyakit dan kanker hati meningkat beberapa kali lipat pada penderita diabetes. Ini yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 09/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020