Vaginitis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu vaginitis?

Vaginitis adalah peradangan vagina yang menyebabkan pembengkakan, gatal, perih, atau infeksi pada vagina. Kondisi ini dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, parasit, atau virus. 

Penyebab paling umum dari vaginitis adalah bacterial vaginosis, infeksi jamur, trichomoniasis, dan vaginitis non infeksius. Anda perlu mengonsultasikan dengan dokter untuk menemukan penyebab pasti dari infeksi dan memilih perawatan yang tepat.

Seberapa umum vaginitis?

Kondisi ini sangat umum terjadi. Kebanyakan wanita pernah mengalami vaginitis setidaknya sekali dalam hidup. Kondisi ini dapat terjadi pada wanita dengan usia berapapun. 

Peradangan vagina ini paling sering terjadi pada wanita muda yang aktif secara seksual. Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala vaginitis?

Gejala-gejala umum dari kondisi ini dapat meliputi:

  • Cairan dari vagina yang berwarna aneh dan berbau tidak sedap
  • Kadar cairan yang abnormal
  • Gatal, iritasi, dan rasa tidak nyaman pada area yang terinfeksi
  • Rasa sakit saat berhubungan intim
  • Rasa sakit saat buang air kecil
  • Perdarahan vagina ringan atau bercak-bercak.

Tergantung jenis peradangan vagina, ciri-ciri cairan vagina dapat bervariasi:

  • Bacterial vaginosis: Anda dapat mengeluarkan cairan yang berwarna putih keabuan dan berbau busuk. Vagina Anda mungkin berbau amis dan lebih jelas setelah hubungan seksual.
  • Infeksi jamur: gejala utama adalah gatal-gatal, namun Anda dapat memiliki cairan putih dan kental.
  • Trichomoniasis: jenis peradangan ini dapat menyebabkan cairan berwarna kuning kehijauan, kadang berbusa.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Cairan vagina Anda bertambah banyak, memiliki warna yang tidak normal, dan berbau berbeda dari biasanya.
  • Anda merasa gatal, perih, bengkak, atau nyeri pada sekitar atau di luar vagina.
  • Anda merasa sakit saat buang air kecil.
  • Anda merasa tidak nyaman atau sakit setelah berhubungan seksual.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab vaginitis?

Tergantung dari jenisnya, penyebab kondisi ini adalah:

  • Bacterial vaginosis 

Kondisi ini terjadi apabila keseimbangan vagina terganggu, di mana bakteri jahat lebih banyak dibanding dengan bakteri baik. Namun, jika bakteri anaerobik terlalu banyak dan mengganggu keseimbangan, ini akan menyebabkan bacterial vaginosis. 

Jenis peradangan vagina ini sepertinya terkait dengan hubungan seksual, terutama jika Anda memiliki beberapa pasangan seksual. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi pada wanita yang tidak aktif secara seksual.

  • Infeksi jamur

Ini terjadi apabila organisme jamur (terutama Candida albicans) tumbuh pada vagina. Bukan hanya menyebabkan infeksi jamur pada vagina, C. albicans juga adalah penyebab utama dari infeksi pada bagian tubuh lainnya yang lembap, seperti mulut (thrush), lipatan kulit, dan bantalan kuku. Jamur ini dapat menyebabkan ruam popok pada bayi.

  • Trikomoniasis

Infeksi menular seksual yang umum ini disebabkan oleh parasit mikroskopis satu sel yang disebut Trichomonas vaginalis. Bakteri ini menular melalui hubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi. 

Pada pria, kuman ini menginfeksi saluran kencing,tapi sering kali tidak menunjukkan gejala. Maka dari itu, ketika hubungan seksual, pria yang terinfeksi menularkan kuman tersebut pada pasangannya. 

  • Vaginitis yang tidak menular

Gatal-gatal, perih, dan cairan kadang dapat terjadi tanpa infeksi. Sering kali, hal tersebut merupakan reaksi alergi atau iritasi dari produk seperti deterjen, pembersih vagina, sabun dengan pewangi, spray vagina, dan spermisida.

Hal ini juga dapat terjadi akibat rendahnya kadar hormon akibat menopause atau pengangkatan indung telur yang menyebabkan gatal dan perih pada vagina.

  • Sindrom Genitourinaria pada menopause

Berkurangnya kadar estrogen setelah menopause atau operasi pengangkatan indung telur dapat menyebabkan lapisan vagina menipis. Kadang-kadang, kondisi ini menyebabkan iritasi, sensasi terbakar dan kering pada vagina.  

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk vaginitis?

Ada banyak faktor risiko untuk vaginitis, yaitu:

  • Perubahan hormon akibat kehamilan, pil KB, atau menopause
  • Infeksi akibat aktivitas seksual yang tidak terproteksi
  • Penggunaan obat-obatan, seperti antibiotik dan steroid
  • Diabetes yang tidak terkendali
  • Penggunaan produk kebersihan seperti sabun busa, semprotan vagina, atau deodoran vagina
    Kebersihan yang buruk
  • Mengenakan pakaian yang lembap atau terlalu ketat
  • Penggunaan intrauterine device (IUD) untuk kontrasepsi.

Diagnosis

Bagaimana vaginitis didiagnosis?

Menurut Mayo Clinic, dokter mungkin akan melakukan tindakan di bawah ini untuk melakukan diagnosis terhadap kondisi Anda:

  • Melihat riwayat kesehatan Anda

Ini termasuk riwayat infeksi vagina atau penyakit menular seksual yang pernah Anda alami. 

  • Melakukan pemeriksaan panggul

Dalam pemeriksaan panggul, dokter Anda mungkin menggunakan alat (spekulum) untuk melihat apakah vagina Anda mengalami peradangan atau perubahan yang tidak normal. 

  • Mengumpulkan sampel untuk diperiksa di laboratorium

Dokter mungkin akan mengumpulkan sampel dari keputihan untuk memastikan jenis vaginitis yang Anda alami. 

  • Melakukan pemeriksaan pH

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan pH pada vagina dengan memasang tongkat atau kertas pH di dinding vagina Anda. Peningkatan pH dapat mengindikasikan bakteri vaginosis atau trikomoniasis. 

Namun, pengujian pH saja bukan tes diagnostik yang dapat diandalkan.

Pengobatan

Bagaimana mengobati vaginitis?

Kunci untuk pengobatan peradangan vagina adalah mencari penyebab yang tepat. Tergantung pada jenis infeksi, dokter akan menyarankan solusi yang paling efektif.

  • Bacterial vaginosis

Dokter akan memberikan tablet oral metronidazole (Flagyl) dan troical metronidazole gel (MetroGel) atau clindamycin cream (Cleocin) yang dioleskan pada vagina. Pengobatan biasanya diberikan 1-2 kali sehari selama 5-7 hari.

  • Infeksi jamur

Krim antijamur atau supositoria, seperti miconazole (Monistat), clotrimazole (Gyne-Lotrimin) atau tioconazole (Vagistat) biasanya diberikan untuk infeksi jamur. Selain itu, dokter akan memberikan pengobatan minum antijamur, seperti fluconazole diflucan. 

Keuntungan dari pengobatan bebas adalah kemudahan, biaya, dan tidak perlu menunggu bertemu dengan dokter. Menggunakan pengobatan yang salah dapat memperlambat diagnosis yang akurat serta perawatan yang tepat. Selain itu, tanyakan dokter sebelum mengonsumsi obat.

  • Trichomoniasis

Tablet metronidazole (Flagyl) or tinidazole (Tindamax) dapat digunakan untuk infeksi ini.

  • Mencari penyebab dan mencegahnya

Untuk mengatasi jenis vaginitis tidak menular, kunci utamanya adalah mencari sumber dan mencegahnya. Kemungkinan sumber dapat meliputi sabun, deterjen, pembalut, atau tampon. Dokter dapat memberikan estrogen topikal, seperti krim untuk meringankan gejala.

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi vaginitis?

Pada setiap jenis, infeksi jamur adalah peradangan yang paling mudah diatasi jika Anda dapat mendiagnosis dengan tepat. Anda dapat melakukan perawatan sendiri, dengan cara:

  • Menggunakan pengobatan yang dikhususkan untuk infeksi jamur
  • Menempelkan kompres dingin, seperti handuk, pada area labial untuk meredakan rasa tidak nyaman hingga pengobatan antijamur bekerja.
Share now :

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: November 18, 2019

Yang juga perlu Anda baca