Sifilis (Sipilis)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu sifilis?

Sipilis merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri yang dapat menginfeksi kulit, mulut, alat kelamin, serta sistem saraf. Sipilis biasanya dimulai dengan luka yang tidak menyakitkan pada alat kelamin, dubur, atau mulut Anda. 

Sipilis ditularkan dari orang ke orang melalui kontak kulit atau selaput lendir dengan luka tersebut.  Setelah infeksi awal, bakteri sipilis dapat menetap dengan tidak aktif dalam tubuh selama beberapa dekade, sebelum menjadi aktif kembali. 

Jika terdeteksi lebih awal, sifilis akan lebih mudah disembuhkan dan tidak akan menyebabkan kerusakan permanen. Namun demikian, penyakit sifilis yang tidak diobati dapat mengakibatkan kerusakan serius pada otak atau sistem saraf serta organ lainnya, termasuk jantung, yang dapat mengancam jiwa. Sifilis juga dapat menular dari ibu ke anak di dalam kandungan. 

Seberapa umumkah sifilis?

Jumlah pengidap sifilis  mengalami penurunan pada wanita sejak 2010, tetapi tidak sama halnya dengan lelaki, terutama mereka yang berhubungan seksual dengan sesama pria.

Gejala

Apa sajakah tanda dan gejala sifilis?

Sifilis dapat berkembang dalam beberapa tahap dan gejala yang muncul bergantung pada tahapan tersebut. Namun, tahap-tahap ini dapat tumpang tindih dan gejala yang terjadi tidak selalu berurutan. 

Anda mungkin terinfeksi sifilis dan tidak melihat gejala apapun selama bertahun-tahun. Empat tahap tersebut adalah: 

  • Sifilis primer
  • Sifilis sekunder
  • Sifilis laten atau tersembunyi
  • Sifilis tersier

Sipilis paling menular dalam dua tahap pertama. Ketika sipilis dalam tahap laten atau tersembunyi, sifilis tetap aktif tanpa gejala. Sifilis tersier adalah tahapan yang paling merusak kesehatan. Berikut ulasan lengkapnya:

Tahap pertama (sifilis primer)

Seseorang dengan sifilis primer umumnya mengalami luka di tempat infeksi awal. Luka ini biasanya terdapat di sekitar alat kelamin, di sekitar anus, atau di sekitar mulut. Luka ini biasanya berbentuk bulat dan dinamakan chancre. 

Gejala muncul 2 hingga 4 minggu setelah terjadi infeksi, termasuk chancre di mana bakteri masuk ke dalam tubuh. Sipilis jenis ini sering terasa pada alat kelamin tetapi juga dapat dilihat di mulut atau rektum jika bagian-bagian ini terlibat dalam aktivitas seksual dengan orang yang terinfeksi. 

Umumnya, gejala ini akan sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 1 hingga 5 minggu.

Tahap kedua (sifilis sekunder)

Dalam beberapa minggu setelah penyembuhan chancre yang asli, Anda mungkin akan mengalami ruam yang di sekujur tubuh Anda, termasuk telapak tangan dan kaki. Ruam ini biasanya tidak gatal dan dapat disertai kutil di mulut atau area genital Anda. 

Beberapa orang dengan sifilis sekunder juga mengalami rambut rontok, nyeri otot, demam, sakit tenggorokan, hingga pembengkakan kelenjar getah bening. Seperti sifilis tahap pertama atau primer, gejala-gejala di atas dapat hilang dengan sendirinya. 

Namun, Mayo Clinic menyebut tanda dan gejala ini dapat berulang kali datang dan pergi selama satu tahun. 

Beberapa penderita yang sudah berada pada stadium dua atau tiga mungkin tidak menunjukkan adanya gejala penyakit sifilis.

Sifilis laten 

Sipilis laten terjadi di antara tahap kedua (sifilis sekunder) dan tahap ketiga (sifilis tersier). Dalam sifilis laten, Anda tidak mengalami gejala apapun. 

Sifilis laten dapat bertahan selama bertahun-tahun. Tanda dan gejala mungkin tidak akan pernah kembali lagi, atau justru berkembang menjadi tahap ketiga, yaitu sifilis tersier. 

Sifilis tersier

Sekitar 15% hingga 30% orang yang terinfeksi sifilis tanpa perawatan akan mengembangkan komplikasi yang dikenal dengan sifilis tersier. Tahap 3 dari gejala sifilis muncul 10 sampai 40 tahun setelah infeksi awal. 

Dalam tahap ini, sipilis akan merusak otak, saraf, mata, jantung, aliran darah, hati, tulang, dan otot. 

Selain keempat tahap yang disebutkan di atas, Mayo Clinic juga mencantumkan dua jenis sifilis berdasarkan gejalanya. Kedua jenis sipilis tersebut adalah:

Neurosifilis

Pada tahap berapapun, silipis bisa menyebar dan di antara kerusakan lainnya, dapat menyebabkan kerusakan pada otak dan sistem saraf (neurosifilis) dan mata (sipilis okular).

Sifilis bawaan

Bayi yang lahir dari ibu dengan sifilis dapat terinfeksi melalui plasenta atau selama kelahiran. Kebanyakan bayi baru lahir dengan sifilis bawaan tidak mengalami gejala apapun. 

Namun, beberapa bayi dengan sipilis mengalami ruam pada telapak tangan dan telapak kaki mereka. Tanda-tanda dan gejala sipilis pada bayi lainnya mungkin termasuk ketulian atau kelainan bentuk gigi.

Bayi yang lahir dengan sipilis juga bisa dilahirkan terlalu dini (prematur), dilahirkan meninggal (stillbirth), atau meninggal setelah lahir.  

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran terhadap gejala tertentu, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda.

Kapan saya harus menemui dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda atau anak Anda mengeluarkan cairan yang tidak biasa, terasa sakit atau muncul ruam – terutama jika itu terjadi di daerah selangkangan.

Penyebab

Apa yang menyebabkan sifilis?

Penyebab sipilis adalah bakteri dengan nama Treponema pallidum. Infeksi biasanya terjadi karena adanya kontak seksual. 

Bakteri masuk ke tubuh melalui celah atau luka di kulit atau selaput lendir Anda setelah menyentuh orang yang terinfeksi sifilis. Sifilis tidak dapat menular melalui penggunaan toilet yang sama, bak mandi, pakaian atau peralatan makan, atau dari gagang pintu, kolam renang atau pemandian air panas.

Sipilis menular selama tahap primer dan sekunder, dan kadang-kadang pada periode laten awal. 

Faktor risiko

Faktor apa yang meningkatkan risiko Anda terjangkit sifilis?

Individu yang mengidap HIV lebih rentan terhadap penularan dan menjadi penyebar sifilis. Sekali Anda tertular sifilis, bukan berarti Anda akan kebal terhadap infeksi sejenis. Anda bisa terinfeksi lagi dan lagi. Penularan sifilis juga dapat terjadi dari ibu hamil ke janinnya (sifilis kongenital).

Selain itu, faktor risiko dari sifilis juga termasuk:

  • Melakukan hubungan seks tanpa pengaman
  • Melakukan hubungan seks dengan lebih dari satu pasangan
  • Melakukan hubungan seks pria dengan pria. 

Komplikasi

Komplikasi apa yang mungkin saya alami jika terkena sifilis?

Tanpa perawatan, sifilis dapat menciptakan kerusakan pada tubuh Anda. Sipilis juga dapat meningkatkan risiko Anda terinfeksi HIV dan para perempuan, sipilis dapat menyebabkan masalah saat kehamilan. 

Perawatan spilis bisa membantu mencegah kerusakan pada tubuh Anda di kemudian hari. Namun, perawatan sifilis tidak dapat memperbaiki atau mengembalikan kerusakan yang telah terjadi. 

Komplikasi yang mungkin terjadi pada orang dengan sipilis adalah:

Benjolan kecil atau tumor

Benjolan kecil atau tumor yang disebut gumma dapat berkembang pada kulit, tulang, hati, atau organ lain pada tahap akhir sifilis. Gumma biasanya hilang setelah perawatan dengan antibiotik. 

Masalah saraf

Sipilis dapat menyebabkan beberapa masalah pada sistem saraf Anda, termasuk:

Masalah kardiovaskular

Masalah akibat sipilis ini mungkin termasuk penonjolan (aneurisma) dan radang aorta–arteri utama tubuh Anda–dan pembuluh darah lainnya. Sifilis juga dapat merusak katup jantung. 

Infeksi HIV

Orang dewasa dengan sipilis yang ditularkan secara seksual diperkirakan memiliki dua hingga lima kali lipat risiko tertular HIV. Luka sifilis dapat berdarah dengan mudah, sehingga memudahkan HIV memasuki aliran darah Anda selama aktivitas seksual.

Jika seseorang yang hidup dengan HIV juga memiliki sipilis, penyebaran virus mereka akan meningkat, bahkan jika mereka mengonsumsi obat HIV (antiretroviral). Diskusikan dengan dokter bagaimana hubungan pengobatan sipilis  dengan pengobatan HIV. 

Komplikasi kehamilan dan kelahiran bayi

Jika Anda hamil, Anda mungkin akan menurunkan sipilis pada bayi Anda yang belum lahir. Sipilis bawaan meningkatkan risiko keguguran, stillbirth, atau kematian bayi setelah beberapa hari setelah lahir. 

Diagnosis

Apa saja tes yang paling umum untuk mendeteksi sifilis?

Dokter dapat membuat diagnosis berdasarkan sejarah medis dan pemeriksaan tubuh pasien dengan memperhatikan organ seks, mulut, dan anus. Jika terdapat tanda penyakit sekecil apapun, sebentuk kecil irisan jaringan atau cairan penyakit akan segera diteliti untuk mengetahui jenis bakteri menggunakan mikroskop lapang gelap (dark-field microscope).

Sebuah tes darah (dikenal sebagai VDRL) dilakukan untuk menentukan apakah terdapat antibodi (zat yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi dari bakteri Treponema pallidum) dalam darah. Tidak sampai di situ, dokter juga akan menguji pasangan seksual Anda, seperti:

  • Sifilis primer: pasangan sejak tiga bulan lalu
  • Sifilis sekunder: pasangan sejak enam bulan lalu
  • Sifilis laten: pasangan sejak tahun lalu (karena mungkin ada chancre yang tidak terdeteksi sebelumnya). 

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukan merupakan pengganti saran medis. Mohon SELALU berkonsultasi dengan dokter Anda.

Pengobatan apa saja yang dapat dilakukan untuk sifilis?

Pengobatan tergantung pada tahapan sipilis. Ketika telah didiagnosis pada tahap awal, pengobatan sifilis tergolong mudah. Strategi pengobatan sipilis akan tergantung pada gejala dan berapa lama Anda telah memendam bakteri tersebut. 

Pengobatan untuk sipilis tidak membuat Anda kebal. Itu berarti Anda dapat mengidap sipilis lebih dari satu kali. Jika pemeriksaan Anda positif, pasangan Anda juga harus diperiksa dan diobati. 

Kerusakan yang disebabkan oleh sipilis jika terlambat ditangani tidak dapat dihilangkan. Bakteri dapat terbunuh, tetapi pengobatan kemungkinan besar hanya akan fokus para meredakan rasa sakit dan ketidaknyamanan. 

Obat-obatan

Jika Anda didiagnosis dengan sipilis primer, sekunder, atau tahap awal sipilis laten (kurang dari satu tahun), pengobatan yang direkomendasikan adalah injeksi penisilin tunggal. Jika Anda mengidap sipilis selama lebih dari satu tahun, Anda mungkin membutuhkan dosis tambahan. 

Penisilin merupakan satu-satunya obat rekomendasi untuk wanita hamil. Wanita yang alergi terhadap penisilin dapat menjalani proses desensitisasi, sehingga memungkinkan untuk menerima injeksi penisilin

Jika Anda dirawat karena sipilis selama kehamilan, anak Anda yang baru lahir juga harus diuji terhadap kemungkinan sipilis bawaan. Jika bayi Anda terinfeksi, dia akan menerima perawatan antibiotik. 

Pada hari pertama Anda menerima pengobatan sipilis, Anda mungkin mengalami reaksi Jarisch-Herxheimer. Gejalanya termasuk demam, kedinginan, mual, sakit pegal, dan sakit kepala. Reaksi ini biasanya tidak berlangsung selama lebih dari satu hari. 

Tindak lanjut pengobatan

Setelah Anda melakukan pengobatan sipilis, dokter akan meminta Anda:

  • Melakukan tes darah berkala dan pemeriksaan untuk memastikan Anda merespon dosis penisilin yang biasa. Tindak lanjut spesifik Anda akan tergantung pada tahap sipilis yang didiagnosis dokter. 
  • Menghindari kontak seksual dengan pasangan yang baru hingga pengobatan rampung dilakukan dan tes darah mengindikasikan bahwa infeksi telah terobati. 
  • Ingatkan pasangan seks Anda untuk diperiksa dan diobati jika perlu. 
  • Melakukan tes infeksi HIV. 

Pasangan seks yang terinfeksi sifilis mungkin tidak terlalu terlihat. Ini karena luka sipilis tersembunyi di sekitar vagina, anus, di bawah kulup penis, atau di mulut. Kecuali jika Anda mengetahui bahwa pasangan seks Anda telah diperiksa dan dirawat, Anda mempunyai risiko terkena sipilis lagi dari pasangan seks yang terinfeksi. 

Perubahan Gaya Hidup dan Pengobatan Rumahan

Gaya hidup atau obat-obatan seperti apa yang membantu penyembuhan sifilis?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi sifilis:

  • Jangan berhenti meminum obat atau mengubah dosisnya hanya karena Anda merasa lebih baik, kecuali dokter Anda yang menganjurkan.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda sedang hamil. Penularan sifilis terhadap janin sangat berbahaya.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda memiliki alergi terhadap obat terutama terhadap penisilin.
  • Cuci tangan Anda sesering mungkin untuk menghindari penyebaran infeksi.
  • Lakukanlah aktivitas seksual yang aman dengan menggunakan kondom.
  • Beritahukan pasangan seksual Anda jika Anda tengah menjalani pengobatan sifilis sehingga mereka juga mendapatkan pemeriksaan medis.
  • Usahakan untuk tidak melakukan aktivitas seksual selama minimal 2 minggu setelah pengobatan atau hingga dinyatakan bersih oleh dokter Anda.
  • Memeriksakan diri Anda manakala terdapat penyakit menular seksual (PMS) lainnya.

Jika Anda menduga Anda berisiko terkena sipilis, langkah terbaik adalah menghindari hubungan seksual sampai Anda berdiskusi dengan dokter. Jika Anda melakukan aktivitas seksual sebelum menemui dokter, pastikan untuk melakukan seks aman, seperti menggunakan kondom. 

Jika Anda memiliki pertanyaan lain, silakan konsultasikan dengan dokter Anda yang lebih memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Kesehatan Grup tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 22, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca