Polihidramnion

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu polihidramnion?

Polihidramnion adalah kondisi yang terjadi apabila terlalu banyak air ketuban yang menumpuk selama kehamilan.

Mengutip dari Mayo Clinic, kondisi ini juga disebut kelainan cairan ketuban, atau hidramnion dan terjadi pada sekitar 1 persen dari seluruh kehamilan.

Terlalu banyak cairan ketuban dapat menyebabkan rahim ibu membesar secara berlebihan dan menyebabkan kelahiran prematur atau pecahnya kantung ketuban secara prematur. Kondisi ini juga dikaitkan dengan cacat lahir pada janin.

Apabila kantung ketuban pecah, cairan yang keluar dari rahim dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko solusio plasenta (lepasnya plasenta secara dini) atau prolaps tali pusar (saat tali pusar keluar lewat lubang serviks) sehingga tali dapat terhimpit.

Air ketuban banyak membuat janin mudah untuk membalik dan berputar. Hal ini berarti terdapat kemungkinan besar bayi berada di posisi kaki di bawah (sungsang) saat waktu persalinan.

Bayi dengan posisi sungsang kadang dapat digerakkan untuk kembali ke posisi normal, yaitu kepala di bawah. Namun, kondisi persalinan sungsang sering kali harus melalui operasi caesar.

Kebanyakan kasus hidramnion ringan dan disebabkan oleh penumpukan bertahap cairan ketuban selama pertengahan kedua kehamilan.

Hidramnion yang parah dapat menyebabkan sesak napas, persalinan prematur, atau tanda dan gejala lainnya.

Apabila didiagnosis polihidramnion, dokter akan mengawasi kehamilan dengan hati-hati untuk membantu mencegah komplikasi.

Perawatan yang dilakukan bisa bergantung pada keparahan kondisi. Polihidramnion ringan dapat hilang dengan sendirinya.

Akan tetapi, kondisi yang parah bisa jadi memerlukan perawatan, seperti mengeluarkan kelebihan cairan ketuban.

Seberapa umum hidramnion?

Hidramnion dapat terjadi pada ibu hamil usia berapa pun. Kondisi dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala polihidramnion?

Polihidramnion sering kali tidak memiliki gejala. Ada beberapa gejala yang umumnya muncul, meski setiap wanita dapat mengalami ciri-ciri yang berbeda-beda.

Beberapa gejala yang umum muncul pada kondisi polihidramnion adalah:

  • Perkembangan rahim yang cepat
  • Rasa tidak nyaman pada perut
  • Kontraksi rahim

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Kesulitan bernapas
  • Sakit perut
  • Pembengkakan atau perut kembung

Jika memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikan dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab polihidramnion?

Cairan ketuban adalah cairan yang mengelilingi dan melindungi janin selama di dalam kandungan.

Cairan ketuban berasal dari ginjal bayi dan menuju ke rahim dari urine bayi. Cairan ketuban diserap saat bayi menelan dan melalui pergerakan pernapasan.

Jumlah air ketuban ini akan meningkat hingga minggu ke-26 kehamilan. Setelah itu, perlahan-lahan berkurang. Apabila janin menghasilkan terlalu banyak urine atau tidak menelan cukup cairan, air ketuban akan menumpuk.

Hal inilah yang menjadi penyebab air ketuban banyak alias hidramnion. Mengutip dari Children Hospital of Philadelphia, pada umumnya penyebab dari polihidramnion tidak ditemukan. Pada ibu, faktor-faktor yang terkait dengan polihidramnion adalah penyakit diabetes.

Sementara itu pada janin, faktor yang menyebabkan masalah air ketuban ini adalah:

  • Kelainan pencernaan yang menghambat saluran cairan.
  • Menelan yang tidak wajar karena masalah dengan sistem saraf pusat atau kelainan kromosom.
  • Sindrom transfusi kembar
  • Gagal jantung
  • Infeksi bawaan (terjadi saat kehamilan)

Air ketuban yang terlalu banyak bisa menyebabkan rahim ibu terlalu besar, persalinan prematur, sampai ketuban pecah dini (KPD).

Faktor Risiko

Apa yang membuat seseorang berisiko mengalami hidramnion?

Ada banyak faktor risiko yang membuat ibu hamil mengalami hal ini, antara lain:

  • Kehamilan kembar (dua atau tiga bayi, atau lebih)
  • Cacat lahir pada otak dan tulang belakang
  • Penyumbatan pada sistem pencernaan
  • Kelainan genetik (masalah dengan kromosom yang diturunkan)

Ketika kantung ketuban pecah, cairan yang keluar dari rahim bisa meningkatkan risiko solusio plasenta (plasenta lepas sebelum waktunya).

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana polihidramnion didiagnosis?

Selain riwayat medis lengkap dan pemeriksaan fisik, polihidramnion biasanya didiagnosis melalui USG dengan mengukur kantung cairan untuk memperkirakan total volume.

Pada beberapa kasus, USG juga dapat membantu menemukan penyebab hidramnion, seperti kehamilan ganda atau cacat lahir.

Anda mungkin juga memerlukan tes tambahan, seperti:

Amniocentesis

Amniocentesis adalah prosedur di mana sampel cairan ketuban yang mengandung sel janin dan berbagai zat kimia yang dihasilkan bayi, diambil dari rahim untuk diuji.

Glucose challenge test

Glucose challenge test adalah tes pemeriksaan untuk suatu jenis diabetes yang muncul selama kehamilan (diabetes gestasional).

Setelah puasa semalaman, ibu hamil akan diminta untuk meminum sirup gula. Kadar gula darah akan diperiksa setiap jam 3 jam. Apabila dari (minimal) 2 pemeriksaan hasilnya lebih tinggi dari normal, Anda akan didiagnosis dengan gestational diabetes.

Karyotype

Tes karyotype digunakan untuk memeriksa kelainan pada kromosom bayi. Sel diperlukan untuk tes dapat diambil dari sampel cairan ketuban selama amniocentesis  atau sedikit bagian jaringan dari plasenta selama tes chorionic villus sampling.

Apabila didiagnosis dengan polihidramnion, dokter akan mengawasi kehamilan dengan USG mingguan untuk mengukur kadar cairan ketuban. Dokter juga dapat melakukan tes rutin untuk melihat kesehatan bayi, termasuk:

Tes nonstres

Tes ini melihat bagaimana detak jantung bayi bereaksi saat bayi bergerak. Selama tes ini, ibu hamil akan mengenakan perangkat khusus pada perut untuk mengukur detak jantung bayi.

Anda akan diminta untuk makan atau minum sesuatu untuk membuat bayi aktif. Perangkat seperti buzzer juga dapat digunakan untuk membangunkan bayi dan mendorong pergerakan.

Profil biofisik

Tes ini mengombinasikan USG dengan tes nonstres untuk memberikan informasi lebih tentang pernapasan, bentuk dan pergerakan bayi, serta volume cairan ketuban pada rahim.

Ultrasonik doppler

Jenis khusus USG ini dapat memberikan detail mengenai sistem peredaran bayi.

Bagaimana hidramnion ditangani?

Perawatan khusus untuk hidroamnion akan ditentukan dokter berdasarkan:

  • Kehamilan, kesehatan, dan riwayat medis
  • Tingkat kondisi
  • Toleransi terhadap obat-obatan, prosedur, atau terapi tertentu
  • Ekspektasi (perkiraan) terhadap perjalanan penyakit (prognosis)
  • Opini atau preferensi Anda

Kasus polihidramnion ringan jarang memerlukan perawatan dan dapat hilang dengan sendirinya. Bahkan kasus yang menyebabkan rasa tidak nyaman juga biasanya dapat diatasi tanpa perawatan medis tertentu.

Pada kasus lain, perawatan untuk kondisi penyebab, seperti diabetes, dapat membantu mengatasi kondisi ini.

Apabila mengalami persalinan prematur, sesak napas, atau sakit perut, Anda mungkin memerlukan perawatan (bisa jadi di rumah sakit). Perawatan untuk polihidramnion dapat meliputi:

  • Mengawasi jumlah cairan ketuban dan kunjungan lanjutan ke dokter
  • Pengobatan (untuk mengurangi produksi urine janin)
  • Amnioreduction—amniocentesis (memasukkan jarum melalui rahim dan ke dalam kantung ketuban)
  • Persalinan

Persalinan perlu dilakukan apabila kondisi ini menyebabkan komplikasi yang membahayakan kesehatan janin atau ibu.

Tujuan dari perawatan adalah untuk meringankan rasa tidak nyaman pada ibu dan melanjutkan kehamilan.

Pencegahan

Apa saja yang dapat saya lakukan untuk mengatasi atau mencegah polihidramnion?

Anda tidak dapat mencegah polihidramnion. Apabila memiliki gejala, beri tahu dokter agar dapat diperiksa dan ditangani, jika diperlukan. Kunjungan rutin juga penting untuk memantau keadaan kehamilan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Direkomendasikan untuk Anda

bayi lahir masih terbungkus kantung ketuban

Mengenal En Caul, Fenomena Langka Saat Bayi Terlahir Masih Terbungkus Kantung Ketuban

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Agustus 2017 . Waktu baca 5 menit
diagnosis ketuban pecah dini

Jangan Disepelekan, Air Ketuban Sedikit (Oligohidramnion) Bisa Berbahaya Bagi Janin

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Desember 2016 . Waktu baca 9 menit
infeksi pada cairan ketuban

Korioamnionitis, Infeksi Air Ketuban yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 5 Desember 2016 . Waktu baca 5 menit
masalah pada air ketuban

Masalah Air Ketuban yang Bisa Dialami oleh Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 17 November 2016 . Waktu baca 6 menit