PMS (Sindrom Prahaid)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu PMS atau sindrom prahaid?

Premenstrual syndrom (PMS) atau sindrom prahaid adalah kondisi yang terjadi sebelum wanita datang bulan. Gejala-gejala PMS bisa memengaruhi fisik, mental, dan emosional. 

Dikutip dari Mayo Clinic, PMS memiliki banyak tanda dan gejala, termasuk naik turun suasana hati, payudara keras, ngidam makanan, pingsan, cepat marah, hingga depresi. Diperkirakan, 3 dari 4 mengalami sindrom prahaid. 

Gejala dapat terjadi berulang dan dapat diprediksi. Namun, perubahan fisik dan emosional yang Anda alami sebagai sindrom prahaid dapat bervariasi, dari ringan hingga intens. 

Seberapa seringkah sindrom prahaid terjadi?

PMS adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Sekitar 50% dari wanita yang menderita sindrom ini berusia sekitar 20-30 tahun. Anda dapat mengurangi risiko Anda menderita sindrom premenstrual ini dengan mengurangi faktor-faktor risiko Anda. 

Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala dari PMS?

Siklus menstruasi wanita rata-rata adalah 28 hari. Sementara itu, ovulasi, yaitu periode ketika sel telur dilepaskan dari indung telur, terjadi pada hari ke-14 dari siklus. Menstruasi pada hari ke-28 dari siklus. 

Gejala PMS dapat dimulai sekitar hari ke-14 dan berlangsung hingga tujuh hari setelah menstruasi dimulai. Gejala sindrom prahaid biasanya ringan sampai sedang. Tingkat keparahannya pun bervariasi, tergantung individu masing-masing.

Gejala PMS yang bisa dilihat secara fisik berupa:

  • Emosi menjadi lebih cepat marah dan kesal
  • Pusing atau pingsan
  • Suasana hati yang cepat berubah
  • Sakit kepala
  • Nyeri pada payudara, pembengkakan payudara
  • Rendahnya hasrat berhubungan seksual
  • Konstipasi atau diare
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki, tangan,
  • Jerawat.

Gejala-gejala yang merupakan perubahan perilaku di antaranya depresi, stres, merasa kecemasan, cepat menangis, dan sulit untuk konsentrasi. Gejala fisik lainnya juga termasuk pembengkakan di sekitar abdomen dan kelelahan. Gejala PMS terkadang ringan dan tidak terdeteksi, namun terkadang ada juga yang berat dan sangat jelas terlihat.

Bagi sebagian orang, rasa sakit secara fisik dan stres emosional yang cukup parah memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Namun, apapun keparahan gejalanya, tanda dan gejala biasanya menghilang dalam waktu empat hari setelah periode menstruasi dimulai. 

Namun pada sebagian kecil wanita, gejala prahaid membuat mereka tidak bisa melakukan apapun. Bentuk PMS ini disebut gangguan dysphoric pramenstruasi atau premenstrual dysphoric disorder (PMDD)

Tanda dan gejala PMDD termasuk depresi, perubahan suasana hati, kemarahan, kegelisahan, perasaan kewalahan, sulit berkonsentrasi, mudah marah, dan tegang.

Mungkin ada gejala-gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda mempunyai kekhawatiran mengenai suatu gejala, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus menemui dokter?

Hubungi dokter Anda apabila gejala-gejala sindrom prahaid mengganggu aktivitas harian, kesehatan, atau pekerjaan Anda. Tubuh setiap orang bekerja dengan cara yang berbeda. Baiknya konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi dari situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab PMS?

PMS adalah kondisi yang penyebabnya belum dapat diketahui. Meskipun demikian, para dokter berasumsi bahwa ketidakseimbangan hormon pada wanita, antara estrogen dan progesteron (yang diproduksi oleh ovarium), dapat menyebabkan PMS. 

Beberapa substansi di dalam tubuh (seperti prostaglandin) mungkin juga dapat menyebabkan PMS. Beberapa faktor di bawah ini dipercaya memengaruhi PMS:

  • Perubahan hormon. Tanda dan gejala sindrom prahaid berubah-ubah sesuai dengan naik-turunnya hormon dan menghilang dengan kehamilan dan menopause. 
  • Perubahan kimia di otak. Perubahan serotonin, zat kimia pada otak yang memainkan peran penting dalam suasana hari, dapat memicu gejala PMS. Jumlah serotonin yang tidak cukup dapat menyebabkan depresi prahaid, kelelahan, ngidam makanan, dan masalah tidur.  
  • Depresi. Beberapa wanita dengan PMS berat mengidap depresi yang tidak terdiagnosis. Namun, itu bukan berarti depresi menyebabkan semua gejala PMS. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko Anda terkena sindrom prahaid?

Ada banyak faktor risiko untuk sindrom prahaid antara lain:

  • Turunan. Keluarga Anda memiliki kondisi ini.
  • Masalah mental seperti stres atau depresi.
  • Anda kurang olahraga.
  • Anda merasa tertekan karena hidup atau pekerjaan.
  • Anda kurang mengonsumsi vitamin B6, kalsium, dan magnesium.
  • Anda terlalu banyak mengonsumsi kafein.

Diagnosis

Apa saja tes yang umum dilakukan untuk mendiagnosis sindrom prahaid?

Anda dapat mendiagnosis diri sendiri dengan menggunakan kalender kesuburan untuk mengobservasi periode datang bulan Anda dan catat gejala-gejalanya. 

Apabila selalu terjadi saat 2 minggu sebelum atau setelah menstruasi, kemungkinan itu adalah PMS. Tidak ada tes darah atau analisis gambar yang dapat mendukung diagnosis.

Jika gejala tidak kunjung hilang dan mengganggu keseharian Anda, segera hubungi dokter. Diagnosis akan dibuat ketika Anda mengalami lebih dari satu gejala yang berulang dalam jangka waktu tertentu di luar siklus menstruasi dan mengganggu keseharian Anda. 

Dirangkum dari Healthline, dokter biasanya mencari penyebab lain, seperti:

Dokter mungkin akan menanyakan soal riwayat adanya depresi atau gangguan suasana hati di keluarga Anda untuk menentukan apakah gejala yang Anda rasakan adalah PMS atau kondisi lain. Beberapa kondisi, seperti hipotiroidisme dan kehamilan memiliki gejala yang mirip dengan sindrom prahaid. 

Dokter Anda mungkin meminta Anda melakukan tes hormon tiroid untuk memastikan bahwa kelenjar tiroid Anda berfungsi dengan baik, tes kehamilan, dan mungkin pemeriksaan panggul untuk memeriksa masalah ginekologis. 

Membuat catatan tentang gejala yang Anda alami adalah cara lain untuk menentukan apakah Anda mengalami PMS. Gunakan kalender untuk melacak gejala sindrom prahaid dan menstruasi Anda setiap bulan. 

Pengobatan

Informasi yang tersedia bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk PMS?

PMS adalah kondisi yang sebetulnya bisa diatasi. Anda dapat melakukan perawatan seperti diet sehat, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup. Makan makanan  tinggi karbohidrat (serealia seperti roti, mie, dan nasi) yang dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini. 

Anda harus membatasi atau menghentikan kebiasaan yang membahayakan seperti minum minuman yang mengandung kafein atau bekerja terlalu keras saat datang bulan.

Di samping itu, dokter Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk menggunakan obat antidepresan, penghilang rasa sakit, obat-obat anti kecemasan, penenang, pil KB, obat keseimbangan hormon wanita, dan obat retensi air. Berikut penjelasannya:

Antidepresan

Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI), yang meliputi fluoxetine (Prozac, Sarafem), paroxetine (Paxil, Pexeva), sertraline (Zoloft) dan lainnya, telah berhasil mengurangi gejala mood. SSRI adalah pengobatan lini pertama untuk PMS atau PMDD parah. 

Obat-obatan ini umumnya diminum setiap hari. Tetapi untuk beberapa wanita dengan PMS, penggunaan antidepresan mungkin terbatas pada dua minggu sebelum menstruasi dimulai.

Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs)

Konsumsi sebelum atau pada awal haid Anda, NSAID seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, yang lain) atau naproxen sodium (Aleve) dapat mengurangi kram dan ketidaknyamanan payudara.

Selain itu, Anda juga perlu mengurangi stres dengan metode relaksasi seperti meditasi atau yoga. Pada saat yang sama, Anda juga harus berhenti merokok.

Diuretik

Ketika berolahraga dan membatasi asupan garam tidak cukup untuk mengurangi kenaikan berat badan, pembengkakan, dan kembung dari PMS, pil air (diuretik) dapat membantu tubuh Anda mengeluarkan cairan berlebih melalui ginjal. 

Spironolactone (Aldactone) adalah diuretik yang dapat membantu meringankan beberapa gejala PMS.

Kontrasepsi hormonal

Obat-obatan ini dapat  menghentikan ovulasi, yang dapat meredakan gejala PMS.

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan

Apa saja perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat mengatasi PMS?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut ini dapat membantu Anda mengatasi sindrom premenstrual:

  • Makan dalam porsi kecil, namun sering untuk menghindari kembung dan rasa penuh pada perut.
  • Kurangi konsumsi garam sebelum menstruasi.
  • Konsumsi karbohidrat kompleks, seperti buah, sayur, dan serealia (misalnya gandum).
  • Konsumsi makanan kaya kalsium.
  • Berhenti merokok dan minum minuman beralkohol.
  • Batasi jumlah coklat dan kafein  (kopi, minuman ringan, teh) pada tubuh Anda.
  • Hubungi dokter apabila gejala semakin parah atau tidak membaik.
  • Olahraga teratur.

Apabila anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah ke dokter untuk memahami solusi yang terbaik untuk Anda. 

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, ataupun pengobatan

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    5 Tips Atasi Premenstrual Dysphoric Disorder Agar Menstruasi Tak Lagi Menyiksa

    Premenstrual dysphoric disorder (PMDD) memang sulit dihindari karena pemicunya adalah hormon, tapi Anda bisa mengatasi kondisi ini dengan sejumlah cara.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu

    Mengapa Jerawat Selalu Bermunculan Sebelum Menstruasi?

    Jerawat adalah salah satu gejala yang sering dikeluhkan sebelum menstruasi. Lantas, apa sebenarnya yang menjadi penyebab jerawat sebelum menstruasi?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu

    Kenapa Wanita Lansia Makin Enggan Berhubungan Intim?

    Gairah seks wanita lansia bisa menurun 2-3 kali lebih cepat ketimbang pria, dan umum mulai dirasakan sedini usia 40 tahun. Apa penyebabnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati

    Jerawat Sebelum Menstruasi Sering Bikin Jengkel, Ini 5 Cara Mencegahnya

    Perubahan hormon menjelang menstruasi bisa memicu timbulnya jerawat yang amat mengganggu. Untungnya, ada cara mudah mencegah jerawat sebelum menstruasi.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu

    Direkomendasikan untuk Anda

    seks memperlambat menopause

    Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020
    olahraga untuk wanita menopause

    5 Tips Menurunkan Berat Badan Setelah Menopause

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 20/03/2020
    berat badan naik saat pms

    Wajarkah Berat Badan Naik Saat PMS?

    Ditulis oleh: Nita Azka Nadhira, S.Gz
    Dipublikasikan tanggal: 08/03/2020
    berat badan naik menopause

    Berat Badan Malah Naik Setelah Menopause? Ternyata Ini Sebabnya

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 17/11/2019