backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

Kenapa Mood Perempuan Saat Haid Mudah Berubah?

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 28/01/2023

Kenapa Mood Perempuan Saat Haid Mudah Berubah?

Hampir setiap wanita jadi lebih sensitif dan gampang berubah mood saat haid. Tidak jarang banyak yang sedang merasa bahagia, tetapi sesaat kemudian merasa sedih atau meledak marah.

Semua gejolak emosi ini bisa Anda rasakan bergantian dalam satu hari. Pernahkah Anda bertanya-tanya, kenapa mood saat haid gampang sekali berubah-ubah?

Kenapa pada saat haid mood gampang berubah?

Perubahan mood atau suasana hati dapat terjadi karena saat haid perempuan menjadi lebih sensitif.

Kondisi yang juga sering disebut mood swing ini sebenarnya sangat umum dialami oleh perempuan saat memasuki masa haid.

Para peneliti belum bisa mengetahui persis penyebab mengapa perempuan jadi lebih sensitif saat haid sehingga mudah bad mood.

Namun, gejolak emosi yang Anda rasakan dicurigai terjadi sebagai efek samping pasang-surut hormon sebelum dan selama siklus menstruasi. Peningkatan kadar hormon tertentu akan terjadi secara alami.

Peningkatan tersebut juga bisa memengaruhi kadar hormon lain di dalam tubuh, seperti dopamine dan serotonin, yang diketahui bisa berdampak pada suasana hati.

Bahkan, pengaruh hormon-hormon tersebut juga dapat menyebabkan depresi pada perempuan akibat menstruasi.

Berbagai perubahan mood yang terjadi selama siklus menstruasi

penyebab bad mood saat haid

Perubahan tubuh selama masa menstruasi dapat disertai dengan perubahan emosi atau mood.

Berikut rincian perubahan mood yang mungkin Anda alami, mulai dari hari pertama haid, selama haid, dan sesudahnya.

1. Hari ke-1 sampai ke-5 (saat menstruasi)

Umumnya, mood saat haid hari pertama cenderung stabil karena kadar tiga hormon yang mengatur siklus Anda, yaitu estrogen, progesteron, dan testosteron, sama-sama seimbang.

Meski begitu, otak akan meningkatkan produksi senyawa prostaglandin yang membuat perut kram dan mual di hari-hari pertama ini.

Pada lima hari pertama haid, otak akan secara bertahap memproduksi lebih banyak estrogen dan testosteron yang kemudian merangsang produksi endorfin.

Endorfin adalah hormon bahagia yang juga bermanfaat sebagai pereda nyeri alami.

Itu sebabnya, berbagai gejala PMS akan berangsur hilang selama Anda haid sehingga suasana hati pun meningkat.

2. Hari ke-5 sampai ke-14 (menstruasi selesai dan menjelang masa subur)

Di beberapa hari terakhir Anda haid, estrogen akan meningkat drastis sampai 14 hari setelahnya.

Ini bertujuan untuk mempersiapkan tubuh memasuki masa subur selanjutnya sekaligus untuk mempersiapkan rahim berjaga-jaga bila terjadi pembuahan.

Selain menstabilkan mood atau suasana hati, peningkatan estrogen saat haid selesai dan menjelang masa subur selanjutnya juga ikut meningkatkan fungsi kognitif otak Anda.

Perempuan cenderung lebih supel alias mudah bersosialisasi, lebih fokus mengerjakan suatu hal, lebih bersemangat, cepat mengambil keputusan, dan lebih bawel menjelang masa suburnya.

Peningkatan hormon estrogen, yaitu hormon yang dipercaya berdampak baik pada mental perempuan, bisa memengaruhi bagian otak yang bertugas mengatur emosi.

Dr. Ben Michaelis, psikolog dan penulis buku

Gairah seks perempuan juga meningkat tajam karena kadar testosteron memuncak tepat sebelum masa subur.

Tidak heran banyak perempuan yang merasa sangat seksi dan menarik di waktu-waktu ini.

Menariknya lagi, penelitian mengungkapkan bahwa insting persaingan perempuan juga melonjak di masa subur karena peningkatan testosteron.

3. Hari ke-14 sampai ke-25 (masa subur)

Selama berada di masa paling subur, kebanyakan perempuan cenderung lebih tertarik melihat pria yang berwajah maskulin, ungkap sebuah penelitian dari Kinsey Institute di Indiana University. 

Anda juga cenderung lebih aktif secara seksual, entah itu jadi lebih sering berhubungan seks dengan pasangan atau masturbasi.

Di masa ini, jumlah estrogen Anda masih sangat tinggi. Studi yang sama menunjukkan bahwa peningkatan estrogen ikut memengaruhi bagian otak yang bernama hippocampus

Ini membuat daya ingat Anda jadi lebih tajam dan Anda juga lebih cepat memproses informasi baru.

Setelah masa subur berakhir dan tidak ada tanda-tanda pembuahan, kadar estrogen dan testosteron akan kembali turun.

Pada masa ini, mulailah Anda merasakan mood yang naik-turun menjelang saat haid, meski kadang tidak begitu kentara.

Di saat yang bersamaan, penurunan kedua hormon tersebut menyebabkan kerja otak ikut menurun sehingga Anda cenderung lebih mudah lupa dan kurang cakap berkomunikasi.

4. Hari ke ke-25 sampai ke-28 (masa PMS)

Ketika tidak ada sel telur yang dibuahi, tubuh akan bersiap untuk mengeluarkannya lewat menstruasi. Di masa inilah kadar progesteron dan estrogen akan paling rendah.

Sebagai gantinya, otak akan melepaskan hormon stres kortisol dalam jumlah tinggi yang memunculkan berbagai gejala PMS, seperti sakit kepala, kurang tidur, serta tubuh lesu dan kurang berenergi.

Ini juga menjadi penyebab gejolak naik turun mood saat haid akan tiba sehingga Anda bisa mengalami bad mood atau mood buruk.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena kondisi ini tidak akan bertahan lama.

Hormon estrogen akan mulai kembali naik begitu Anda mulai menstruasi. Gejala PMS yang Anda alami pun juga akan berkurang. 

Pola perubahan mood ini akan kembali terulang menjelang waktu menstruasi Anda berikutnya.

Perubahan mood saat haid yang cepat dapat meningkatkan risiko depresi

mood buruk saat haid

Perubahan hormon terkait menstruasi setiap bulannya dapat mengubah keseimbangan kimia di otak dan berisiko memicu gangguan emosional serius, menurut sebuah studi terbitan jurnal Scientific Reports.

Perubahan ini dilaporkan dapat meningkatkan risiko perempuan terhadap gangguan kecemasan dan depresi.

Belum lagi ditambah dengan stres harian yang tidak terkait gejala PMS, ini juga bisa memperparah bad mood saat haid.

Meski begitu, peneliti tidak tahu pasti bagaimana tepatnya estrogen dan progesteron memengaruhi sel saraf otak sehingga bisa menyebabkan kecemasan.

Sejauh ini, peneliti hanya tahu bahwa perubahan hormon yang terlalu ekstrem membuat beberapa perempuan lebih rentan mengalami gangguan kecemasan parah dan perilaku depresif dalam seminggu menjelang menstruasi.

Kondisi ini bisa dikategorikan sebagai premenstrual dysphoric disorder (PMDD).

PMDD merupakan gangguan mood yang lebih ekstrem dari sekadar bad mood saat haid pada umumnya. Diketahui sekitar 8% perempuan di usia produktif memiliki kondisi ini.

Dilansir dari Cleveland Clinic, kecemasan parah dan perilaku depresif atau PMDD dapat ditandai dengan gejala sebagai berikut.

  • Mudah marah dan emosi.
  • Gangguan kecemasan dan serangan panik.
  • Sulit konsentrasi.
  • Mudah lelah dan tidak bertenaga.
  • Mudah lapar dan banyak makan.
  • Sakit kepala.
  • Sulit tidur atau insomnia.
  • Perubahan mood.
  • Depresi.

Dalam kasus tertentu, perempuan yang dilanda gangguan ini bahkan berisiko lebih tinggi untuk mengalami depresi hingga mencoba bunuh diri.

Terlepas dari perubahan mood saat haid yang begitu cepat, penting untuk tetap mengendalikan diri Anda sebaik mungkin.

Jika susana hati dirasa sedang kurang baik, sah-sah saja untuk menghabiskan waktu sendiri di rumah maupun melakukan kegiatan lain yang sekiranya bisa memperbaiki mood Anda saat haid.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 28/01/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan