Wilson Disease (Penyakit Wilson)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Mei 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu Wilson disease (penyakit Wilson)?

Wilson disease atau penyakit Wilson adalah kelainan atau cacat lahir yang terjadi karena ada penumpukan kadar tembaga di dalam organ tubuh, seperti organ hati, otak, mata, dan lainnya.

Wilson disease atau penyakit Wilson adalah kelainan atau cacat fungsional yang berpengaruh pada kerja organ-organ tubuh.

Itu sebabnya, penyakit ini biasanya tidak berpengaruh langsung pada fisik anak, melainkan lebih mengarah ke fungsi organ-organ di dalam tubuhnya.

Manfaat tembaga penting pada perkembangan kesehatan saraf, tulang, kolagen, dan pigmen melanin pada kulit. Pemenuhan kebutuhan tembaga dapat diperoleh dari makanan-makanan yang dikonsumsi seseorang.

Pada kasus normal, organ hati akan menyaring kadar tembaga berlebih dan mengeluarkannya melalui cairan empedu.

Empedu adalah cairan yang dibuat di dalam organ hati dengan tugas membawa racun dan limbah tubuh melalui jalur pencernaan.

Namun sayangnya, pada anak dengan Wilson disease atau penyakit Wilson, organ hati sang mengalami kegagalan dalam melakukan proses penyaringan tembaga dengan baik dan benar.

Akumulasi tembaga di dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan organ-organ tubuh sehingga berisiko berakibat fatal bagi bayi.

Gangguan pada organ hati biasanya adalah bentuk awal dari Wilson disease atau penyakit Wilson, khususnya bagi usia anak-anak dan dewasa muda.

Sementara bila penyakit ini dialami oleh orang tua, biasanya tidak menunjukkan gejala pada organ hati bahkan meski ia memiliki penyakit hati.

Kebanyakan anak dan orang dewasa yang mengalami Wilson disease atau penyakit Wilson umumnya mengalami penumpukan tembaga di bagian depan permukaan mata (kornea).

Penumpukan tembaga di kornea mata tersebut membentuk lingkaran menyerupai cincin berwarna hijau kecokelatan yang disebut dengan Kayser-Fleischer rings.

Lingkaran Kayser-Fleischer rings pada mengelili bagian bola mata. Selain itu, Wilson disease atau penyakit Wilson juga adalah kondisi yang membuat gerakan mata anak dan orang dewasa yang mengalaminya menjadi tidak normal.

Ketidaknormalan gerakan mata ini seperti terbatasnya kemampuan mata untuk melihat ke arah atas.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Wilson disease atau penyakit Wilson adalah kelainan atau cacat lahir bawaan pada anak yang tergolong langka alias jarang sekali terjadi.

Sebenarnya tidak diketahui angka pasti dari kasus Wilson disease atau penyakit Wilson ini. Namun, berdasarkan laman U.S National Library of Medicine, kelainan bawaan yang satu ini bisa dialami oleh sekitar 1 dari 30.000 bayi yang baru lahir.

Tanda-Tanda & Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala Wilson disease (penyakit Wilson)?

Perubahan gen yang memicu terjadinya penyakit Wilson memang bisa dialami bayi sejak baru lahir.

Akan tetapi, biasanya diperlukan waktu beberapa tahun sampai jumlah tembaga yang menumpuk di dalam tubuh anak, seperti di organ otak, hati, atau lainnya, mencapai tingkat yang tidak bisa ditolerir lagi.

Itulah mengapa tanda dan gejala Wilson disease atau penyakit Wilson umumnya muncul pertama kali di kisaran usia 6 tahun sampai usia 45 tahun.

Meski begitu, Wilson disease atau penyakit Wilson adalah kondisi kelainan bawaan yang kerap mulai terjadi di masa remaja.

Bentuk paling umum dari Wilson disease atau penyakit Wilson adalah gabungan dari penyakit hati, gangguan saraf (neurologis), dan gangguan kejiwaan.

Sementara ketika penyakit Wilson diketahui di usia dewasa, kondisi ini dapat mengakibatkan masalah pada sistem saraf dan masalah kejiwaan.

Tanda dan gejala Wilson disease atau penyakit Wilson adalah mencakup tremor, kesulitan dalam berjalan, gangguan bicara, dan gangguan berpikir.

Selain itu, anak dan orang dewasa dengan penyakit ini juga kerap mengalami kecemasan, suasana hati (mood) yang mudah berubah, hingga depresi.

Wilson disease atau penyakit Wilson adalah kelainan bawaan dengan tanda dan gejala yang bisa berbeda-beda tergantung dari organ tubuh mana yang mengalami penumpukan kadar tembaga berlebih.

Gejala Wilson disease secara umum

Beberapa gejala Wilson disease atau penyakit Wilson secara garis besar adalah sebagai berikut:

  • Nafsu makan menurun
  • Kelelahan parah
  • Warna mata berubah menjadi hijau kecokelatan atau agak emas (Kayser-Fleischer rings)
  • Penumpukan cairan berlebih di kaki atau perut
  • Gangguan bicara, masalah menelan, dan masalah pada koordinasi fisik
  • Kekakuan otot-otot tubuh
  • Gerakan tubuh tidak terkendali

Gejala pada organ hati

Beberapa gejala terkait gangguan pada organ hati yang dapat menandakan Wilson disease atau penyakit Wilson adalah sebagai berikut:

  • Penurunan berat badan bayi, berat badan balita, berat badan anak maupun berat badan orang dewasa
  • Mual dan muntah
  • Kelelahan
  • Hilangnya nafsu makan
  • Gatal-gatal pada kulit
  • Kulit menjadi berwarna kekuningan (jaundice)
  • Pembengkakan pada kaki dan perut atau abdomen akibat adanya penumpukan cairan
  • Bagian perut terasa sakit atau kembung
  • Tampak pembuluh darah pada kulit (spider angiomas)
  • Kram otot

Beberapa gejala, seperti kulit kuning dan edema hampir mirip dengan gejala penyakit gagal hati atau gagal ginjal. 

Itu sebabnya, Wilson disease atau penyakit Wilson adalah kondisi kelainan bawaan yang kerap disalahartikan dengan penyakit gagal hati dan gagal ginjal.

Gejala pada sistem saraf

Beberapa gejala terkait masalah pada sistem saraf yang dapat menandakan Wilson disease atau penyakit Wilson adalah sebagai berikut:

  • Melemahnya daya ingat atau penglihatan
  • Tubuh lemas
  • Cara berjalan yang tidak normal
  • Gerakan tangan jadi tidak beraturan

Gejala pada kesehatan mental

Beberapa gejala terkait masalah pada kesehatan mental yang dapat menandakan Wilson disease atau penyakit Wilson adalah sebagai berikut:

Dalam keadaan yang parah, Wilson disease atau penyakit Wilson adalah kondisi yang bisa menimbulkan kejang otot serta rasa sakit pada otot saat melakukan gerakan-gerakan tertentu.

Sementara pada organ-organ tubuh lainnya,  Wilson disease atau penyakit Wilson adalah adanya akumulasi tembaga di dalam tubuh yang ditandai dengan berbagai macam gejal.

Beragam gejala tersebut meliputi perubahan warna pada kuku menjadi biru, batu ginjal, pengeroposan tulang dini atau osteoporosis, artritis, menstruasi yang tidak teratur, serta tekanan darah rendah.

Wilson disease atau penyakit Wilson adalah kelainan bawaan yang gejala utamanya dapat ditandai dengan adanya pigmentasi kecokelatan pada kornea mata.

Melansir dari Cleveland Clinic, kondisi ini dikenal sebagai Kayser-Fleischer rings yang digunakan sebagai indikasi adanya Wilson disease di dalam tubuh.

Kapan harus ke dokter?

Mengingat Wilson disease adalah penyakit yang bersifat menurun sebenarnya kondisi ini sulit dicegah. Sejak awal, penting untul melakukan diagnosis yang cepat guna menghentikan atau menghambat penumpukan tembaga berlebih di dalam tubuh.

Pengobatan yang terlambat atau tidak sama sekali akan menyebabkan kegagalan fungsi hati, kerusakan otak, dan kondisi-kondisi kesehatan lain yang membahayakan kehidupan bahkan berisiko fatal.

Oleh sebab itu, jika Anda melihat anak memiliki gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya segera konsultasikan dengan dokter.

Kondisi kesehatan tubuh masing-masing orang berbeda, termasuk anak. Selalu konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan terbaik terkait kondisi kesehatan buah hati Anda.

Penyebab

Apa penyebab Wilson disease (penyakit Wilson)?

Penyebab penyakit yang pertama kali ditemukan oleh dr. Samuel Alexander Kinnier Wilson pada tahun 1912 ini adalah karena mutasi atau perubahan pada gen ATP7B di kromosom nomor 13.

Gen ATP7B ini berperan dalam memberikan perintah agar tubuh memproduksi protein yang disebut dengan copper-transporting ATPase 2 atau ATPase 2 pengangkut tembaga. 

Sesuai dengan namanya, ATPase 2 ini bertugas untuk mengangkut tembaga dari organ hati ke bagian-bagian tubuh lainnya.

Tubuh memang membutuhkan tembaga untuk menunjang berbagai fungsi. Akan tetapi, kadar tembaga yang terlalu banyak di dalam tubuh dapat menyebabkan racun hingga menganggu berbagai fungsi tubuh.

Nah, kelebihan kadar tembaga di dalam tubuh seharunsnya dapat dihilangkan dengan bantuan protein pengangkut tembaga ATPase 2 agar kembali normal.

Hanya saja, adanya mutasi atau perubahan pada gen ATP7B dapat mencegah fungsi ATPase 2 bekerja dengan baik.

Jika proses pengeluaran tembaga tidak berjalan dengan baik dan benar, akan terjadi penumpukan logam tembaga di sel-sel hati.

Selanjutnya, saat kapasitas penyimpanan sel-sel hati sudah melebihi batas, tembaga akan ‘tumpah’ ke aliran darah dan tersimpan di organ-organ tubuh yang dilewati oleh aliran darah.

Penumpukan tembaga umumnya ditemukan pada organ otak dan hati, tetapi juga bisa terjadi pada organ tubuh lainnya.

Mutasi atau perubahan gen penyebab Wilson disease ini bersifat resesif autosom. Oleh karena itu, Wilson disease adalah penyakit yang hanya bisa menurun apabila kedua orang tua memiliki gen yang bermutasi atau berubah (karier gen).

Sementara jika anak hanya memiliki satu gen abnormal yang diturunkan dari salah satu orangtua, ia tidak akan mengembangkan gejala Wilson disease.

Namun, hal ini membuat anak menjadi seorang pembawa Wilsom disease dan dapat mewariskan mutasi gen tersebut kepada keturunannya kelak.

Faktor-Faktor Risiko

Apa yang meningkatkan risiko terkena Wilson disease (penyakit Wilson)?

Wilson disease adalah penyakit dengan risiko yang dapat meningkat bila orangtua atau anggota keluarga lainnya memiliki kelainan bawaan ini.

Jika ingin mengurangi faktor risiko yang mungkin dimiliki oleh Anda dan bayi, segera konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

Bicarakan pada dokter mengenai perlu atau tidaknya Anda dan si kecil menjalani tes genetik untuk mencari tahu kemungkinan adanya penyakit Wilson.

Diagnosis Wilson disease secara dini setidaknya dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis Wilson disease (penyakit Wilson)?

Wilson disease adalah penyakit yang kadang sulit dilakukan diagnosis karena tanda dan gejalanya serupa dengan penyakit hati lain, seperti hepatitis.

Diagnosis biasanya dilakukan dokter dengan menggabungkan gejala yang muncul beserta hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, entah itu pemeriksaan pada bayi baru lahir, anak, atau dewasa.

Beberapa pemeriksaan untuk mendiagnosis Wilson disease atau penyakit Wilson adalah sebagai berikut:

Tes darah dan urin

Tes darah bisa membantu memantau fungsi organ hati sekaligus memeriksa kadar protein pada tembaga serta kadar tembaga itu sendiri yang ada di aliran darah.

Selain itu, tes ini juga membantu mengetahui kadar tembaga yang dikeluarkan melalui urin dalam kurun waktu 24 jam.

Tes mata

Tes mata dalam diagnosis Wilson disease berguna untuk memeriksa adanya lingkaran Kayser-Fleischer rings akibat kadar tembaga berlebih di mata.

Penyakit ini juga dapat dikaitkan dengan jenis katarak bernama katarak bunga matahari yang hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan mata.

Tes biopsi organ hati

Tes bipsi dilakukan dengan mengambil sampel jaringan organ hati. Sampel jaringan tersebut kemudian diuji lebih lanjut di laboratorium.

Tes genetik

Tes genetik adalah pemeriksaan yang dapat membantu mengetahui adanya perubahan atau mutasi genetik penyebab Wilson disease.

Apa saja pilihan pengobatan untuk Wilson disease (penyakit Wilson)?

Keberhasilan pengobatan penyakit Wilson sangat bergantung pada seberapa cepat perawatan penyakit ini dilakukan.

Wilson disease adalah penyakit yang biasanya dapat diobati dengan pemberian obat-obatan maupun prosedur operasi. Pengobatan biasanya terdiri dari tiga tahap dan berlangsung terus menerus seumur hidup. 

Tahap pertama

Tahap awal pengobatan penyakit menurun ini berupa pengeluaran semua kelebihan tembaga di dalam tubuh melalui chelating therapy. Agen chelating meliputi obat-obatan seperti d-penicillamine dan tientin atau Syprine.

Obat-obat ini akan mengeluarkan kelebihan tembaga pada organ ke dalam aliran darah. Selanjutnya, ginjal akan berperan dalam proses penyaringan darah dan tembaga akan keluar dari tubuh melalui urin.

Namun, obat-obatan jenis ini memiliki efek samping, antara lain demam, kemerahan, masalah ginjal, serta masalah sumsum tulang.

Pada wanita hamil, obat chelating ini juga bisa menyebabkan kecacatan pada proses melahirkan. Oleh karena itu, konsumsi obat-obatan jenis ini HARUS di bawah pengawasan dokter ahli.

Tahap kedua

Setelah proses pengeluaran tembaga yang terakumulasi di dalam tubuh penderita, selanjutnya dilakukan tahap penjagaan kadar tembaga dalam tubuh agar tetap dalam keadaan normal.

Pada tahap ini, dokter biasanya akan memberikan obat berupa seng atau tetrathiomolibdat. Seng yang dikonsumsi secara oral dalam bentuk garam atau asetat (Galzin) dapat menjaga tubuh dari penyerapan tembaga dari makanan.

Tahap ketiga

Tahapan ketiga dari pengobatan Wilson disease atau penyakit Wilson ini adalah pemantauan kadar tembaga di dalam tubuh sambil tetap menjalani terapi seng dan terapi chelating.

Kadar tembaga di dalam tubuh dapat terus dijaga dengan cara menghindari makanan-makanan yang kaya akan kandungan tembaga.

Ambil contohnya seperti buah-buahan kering, jamur, kacang-kacangan, cokelat, dan lain sebagainya.

Pengobatan biasanya berlangsung selama empat hingga enam bulan pada penderita yang mengalami gejala-gejala penyakit Wilson.

Jika seseorang tidak merespon pengobatan-pengobatan ini, dibutuhkan prosedur operasi transplantasi hati.

Selain itu, transplantasi hati juga dibutuhkan ketika penderita mengalami kirosis serta kegagalan fungsi hati akut yang terjadi secara tiba-tiba.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Distrofi Otot

Distrofi otot (muscular dystrophy) adalah sekelompok penyakit yang melemahkan otot. Cari tahu informasi lengkap seputar kondisi ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Hemokromatosis

Hemokromatosis adalah penyakit keturunan yang menyebabkan tubuh menyerap zat besi terlalu banyak. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berakibat fatal.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 8 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Cacingan adalah penyakit yang paling rentan dialami oleh anak-anak. Itu sebabnya, penting untuk mengetahui ciri-ciri cacingan pada anak berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
mencegah diabetes sejak dini

3 Langkah Lindungi Keluarga untuk Mencegah Diabetes Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 5 menit
antibodi bayi dari sang ibu

Pentingnya Persiapkan Daya Tahan si Kecil Sebelum dan Sesudah Lahir

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
meredakan demam setelah imunisasi

Si Kecil Demam Setelah Imunisasi? Redakan dengan Cara Ini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 1 November 2020 . Waktu baca 4 menit
hemofilia hemophilia

Hemofilia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 24 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit