Penyakit Parkinson

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/02/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit Parkinson?

Penyakit Parkinson adalah kelainan saraf progresif yang terus memburuk selama periode bertahun-tahun yang mengakibatkan kehilangan kontrol pergerakan otot. 

Parkinson adalah penyakit yang terjadi ketika sel-sel saraf di otak ada yang mati dan tidak menghasilkan cukup bahan kimia otak yang disebut dopamin. Terkadang, penyakit ini menurun di keluarga, tapi biasanya tidak. Paparan bahan kimia di lingkungan mungkin jadi penyebab penyakit tersebut. 

Pada tahap awal, gejala yang mungkin muncul adalah tangan bergetar.  Selain itu, penyakit ini juga menyebabkan otot kaku atau gerakan motorik melambat. 

Penyakit ini tidak dapat sepenuhnya sembuh, tapi dokter mungkin memberikan obat untuk gejala. Dalam beberapa kasus langka, Anda perlu menjalani operasi otak untuk mengurangi gejala.

Seberapa umum penyakit ini?

Orang berumur lebih dari 60 tahun rentan terhadap penyakit Parkinson. Namun, orang yang lebih muda mungkin juga mengalaminya. Parkinson adalah penyakit yang umumnya mempengaruhi lebih banyak pria daripada wanita. 

Anda dapat mengatasinya dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja tanda dan gejala penyakit Parkinson?

Setiap orang mungkin memiliki tanda dan gejala yang berbeda satu sama lain. Pada tahap awal, gejala bisa saja samar-samar dan tidak terlalu jelas. 

Mereka bisa mulai dari salah satu sisi tubuh dan kemudian mempengaruhi seluruh tubuh. Tanda dan gejala penyakit Parkinson adalah:

Gemetar

Tangan atau jari-jari agak bergetar adalah gejala awal. Pertama kali diketahui ketika cara menulis mulai berubah atau orang memiliki masalah pada pergerakan motorik halus (misalnya saat mengancingkan baju). Getaran terjadi pada salah satu atau kedua tangan, terutama saat beristirahat.

Gerakan melambat secara bertahap (bradikinesia)

Seiring waktu, penyakit Parkinson dapat memperlambat gerakan Anda, membuat tugas-tugas sederhana menjadi sulit dan memakan waktu. Langkah Anda mungkin menjadi lebih pendek saat Anda berjalan. Anda bahkan akan menyeret kaki saat mencoba berjalan. 

Otot-otot kaku

Kekakuan otot dapat terjadi di bagian manapun dari tubuh Anda. Otot-otot yang kaki bisa terasa sakit dan membatasi rentang gerak Anda. 

Postur dan keseimbangan terganggu

Postur tubuh Anda menjadi bungkuk atau Anda mungkin mengalami masalah keseimbangan. 

Hilangnya gerakan otomatis

Anda mungkin mengalami penurunan kemampuan untuk melakukan gerakan bawah sadar, termasuk mengedipkan mata, tersenyum atau mengayunkan lengan Anda saat Anda berjalan.

Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum di atas. Jika ingin bertanya tentang tanda ini, konsultasikanlah kepada dokter.

Perubahan berbicara

Suara Anda akan keluar dengan lembut, cepat, atau ragu sebelum berbicara. Cara berbicara Anda mungkin akan lebih monoton daripada biasanya. 

Perubahan menulis

Anda mungkin sulit untuk menulis dan tulisan Anda akan tampak lebih kecil. 

Pada tahap serius, gejala Parkinson adalah:

Tanda awal penyakit ini mungkin tidak diketahui. Tubuh Anda mungkin mengalami gangguan pergerakan beberapa tahun sebelum kesulitan bergerak dimulai dengan tanda mencemaskan di atas. 

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Bila Anda memiliki tanda atau gejala di atas atau ingin bertanya, konsultasikanlah kepada dokter. Setiap tubuh bertindak berbeda satu sama lain. Selalu diskusi dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik untuk kondisi yang Anda alami.

Penyebab

Apa penyebab penyakit Parkinson?

Beberapa sel saraf (neuron) dalam otak perlahan mati. Kekurangan neuron yang memproduksi zat kimia bernama dopamin dapat menyebabkan efek kelainan pada otak yang mempengaruhi motorik, mengakibatkan penyakit Parkinson.

Penyebab kekurangan neuron sekarang tidak jelas. Namun, para ilmuwan berasumsi bahwa faktor di bawah ini adalah hal yang terkait dengan penyakit Parkinson adalah:

Gen

Ilmuwan menemukan mutasi gen yang dapat menyebabkan penyakit Parkinson. Namun, ini jarang terjadi, kecuali dalam kasus keluarga dengan banyak anggota yang terkena penyakit tersebut. 

Namun, variasi gen tertentu tampaknya meningkatkan risiko penyakit ini, tapi relatif kecil. 

Bahkan, ketika seseorang memiliki mutasi gen yang berhubungan dengan penyakit tersebut, kemungkinan mereka mengembangkan penyakit ini cenderung rendah. Hal ini karena peneliti baru mulai memahami peran gen dalam Parkinson. 

Lingkungan

Terpapar zat berbahaya atau lingkungan berpolusi mungkin menyebabkan penyakit Parkinson, tapi tidak ada kesimpulan resmi. Dikutip dari Mayo Clinic, risiko terkena penyakit ini akibat lingkungan juga cenderung kecil.

Dikutip dari Parkinson’s Foundation, sebagian ilmuwan setuju bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan (zat kimia, racun, trauma kepala). 

Interaksi antara gen dan lingkungan dapat menjadi cukup rumit. Beberapa paparan lingkungan mungkin menurunkan risiko penyakit, sedangkan beberapa lainnya mungkin menaikkan risikonya. 

Para peneliti juga mencatat bahwa banyak perubahan muncul di otak orang dengan Parkinson, meskipun tidak jelas mengapa perubahan tersebut terjadi. Perubahan ini termasuk:

Adanya bodi Lewy 

Gumpalan zat tertentu dalam sel otak adalah penanda mikroskopis dari penyakit Parkinson. Ini disebut dengan tubuh atau bodi Lewy. Para peneliti percaya tubuh Lewy memegang petunjuk penting tentang penyebab penyakit Parkinson

A-synuclein di dalam bodi Lewy

Meskipun ada banyak zat yang ditemukan dalam tubuh Lewy, para ilmuwan percaya zat paling penting adalah protein alami dan luas yang disebut alpha-synuclein (a-synuclein). 

Ini ditemukan di semua tubuh Lewy dalam bentuk gumpalan yang tidak bisa dipecah sel. Ini adalah fokus penting di antara ilmuwan dalam meneliti penyakit Parkinson. 

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko penyakit Parkinson?

Faktor risiko penyakit Parkinson yang berhubungan dengan lingkungan adalah:

Cedera kepala

Cedera otak traumatis, yaitu cedera yang mengakibatkan perubahan tingkat kesadaran, telah dikaitkan dengan peningkatan risiko pengembangan penyakit tersebut, bertahun-tahun setelah cedera. Namun, mekanisme tentang hal ini belum jelas. 

Area tempat tinggal

Ada perbedaan dalam distribusi geografis penyakit tersebut. Ini bisa disebabkan oleh perbedaan faktor lingkungan dan faktor risiko genetik. 

Pekerjaan

Kategori pekerjaan atau jabatan tertentu  telah dikaitkan dengan kasus penyakit tersebut, tetapi hasilnya tidak konsisten. 

Paparan pestisida dan herbisida

Hubungan yang kuat juga ditunjukkan antara penyakit Parkinson dari paparan pestisida dan herbisida. 

Paparan logam

Paparan logam dalam pekerjaan diduga terkait dengan pengembangan penyakit tersebut. Namun, paparan jangka panjang logam tidak mudah diukur dan hasil penelitian yang mengukur risiko penyakit dan logan tertentu juga tidak konsisten. 

Faktor risiko lainnya

Faktor risiko lain yang mungkin meningkatkan risiko Anda terkena penyakit Parkinson adalah:

  • Umur: anak muda jarang terkena penyakit Parkinson, tapi sering terjadi pada orang paruh baya atau lanjut usia lebih dari 60 tahun.
  • Bawaan: faktor risiko penyakit ini meningkat jika ada anggota keluarga yang juga mengidap penyakit ini.
  • Jenis kelamin: pria lebih banyak terpengaruh daripada wanita.

Tidak ada faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa mengidap penyakit Parkinson. Tanda ini hanya sebagai referensi. Anda perlu berkonsultasi kepada spesialis untuk lebih banyak detail.

Diagnosis

Apa saja tes paling umum untuk penyakit ini?

Dokter akan membuat diagnosis dari pemeriksaan fisik dan riwayat pengobatan. Tidak ada pemeriksaan fisik untuk penyakit Parkinson. 

Dokter mungkin melakukan MRI dan CT scan untuk mengeliminasi risiko penyakit lain. Ditambah lagi, dokter mungkin meresepkan carbidopa-levodopa, obat penyakit Parkinson. Jika gejala berkurang karena obat ini, dokter memastikan bahwa Anda memang terkena penyakit Parkinson. 

Kadang-kadang membutuhkan banyak waktu untuk diagnosis. Dokter mungkin menyarankan menemui ahli saraf untuk kunjungan selanjutnya, evaluasi gejala dan diagnosis.

Pengobatan

Informasi yang tersedia bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasi dengan dokter atau apoteker.

Apa saja pilihan pengobatan untuk penyakit Parkinson?

Tidak ada obat yang bisa benar-benar menyembuhkan kondisi ini. Namun, obat yang dapat menangani dan mencegah gejala atau komplikasi dari penyakit Parkinson adalah:

Obat

Obat membantu mengendalikan cara berjalan, bergerak, dan masalah tangan bergetar. Beberapa obat mampu meningkatkan level dopamin, misalnya: caribidopa-levodopa, agonis dopamin, penghambat MAO-B dan COMT, antikolin, dan amantadine. Anda harus minum obat sepanjang hidup Anda untuk mengobati gejala atau memperlambat perkembangan penyakit.

Operasi

Jika pasien tidak merespon secara positif terhadap obat, operasi mungkin perlu. Operasi navigasi 3D dapat dengan hati-hati menghancurkan sel otak yang menyebabkan kelainan motorik, dan menghentikan atau mengurangi getaran.

Operasi lain adalah dengan cara menanamkan sel dari janin ke dalam otak. Ini akan mematikan sel yang terpengaruh. Operasi jenis ketiga adalah memasang alat elektrik mikro ke dalam otak untuk merangsang bagian yang sakit.

Sesudahnya, Anda akan membutuhkan dukungan dalam aktivitas harian. Terapis bisa membantu Anda.

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi penyakit ini?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengatasi Penyakit Parkinson:

  • Minum obat sesuai resep dokter.
  • Berolahraga secara teratur, misalnya berjalan, membantu menjaga otot tetap lentur dan kuat.

Para ilmuwan juga telah menemukan faktor-faktor tertentu yang dapat mengurangi risiko pengembangan penyakit tersebut. Seperti halnya faktor risiko, penelitian untuk membuktikan ini masih belum lengkap dan mendalam.

Beberapa hal di bawah ini disebut dapat mencegah kondisi tersebut: 

Kafein

Konsumsi kafein dalam kopi atau teh dapat menurunkan risiko terkena penyakit Parkinson. 

Asam urat

Bahan kimia ini muncul secara alami di dalam darah. Kadar tinggi, terkait dengan diet ketat makanan tertentu, seperti daging, dapat menyebabkan asam urat dan batu ginjal. 

Namun, para peneliti menemukan bahwa pria dengan kadar asam urat di ujung atas normal memiliki risiko penyakit Parkinson yang lebih rendah. Namun, hal serupa tidak diamati pada wanita. 

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah kepada dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi Anda.

Merokok

Banyak penelitian telah menghubungkan merokok dengan penurunan risiko penyakit tersebut. Mungkin karena faktor protektif pada nikotin. 

Kadar kolesterol

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan statin, obat yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol, dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit itu. 

Vitamin D

Orang dengan kadar vitamin D tinggi memiliki risiko lebih rendah untuk terkena penyakit tersebut. Namun, studi tambahan diperlukan untuk mendukung hal ini. 

Olahraga

Meningkatkan aktivitas fisik sejak dini telah dikaitkan dengan risiko terkena Parkinson lebih rendah di kemudian hari. 

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    7 Cara Pencegahan Anemia yang Utama

    Memiliki anemia membuat Anda mudah mengalami lemas, letih, lesu tiba-tiba. Lantas, langkah pencegahan apa yang tepat agar anemia tidak mudah kambuh?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph

    Berhati-hatilah, Kelima Jenis Penyakit Ini Sering Menyerang Saat Anda Bepergian

    Saat berpergian Anda lebih rentan terkena penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus. Inilah kelima serangan penyakit saat liburan yang perlu dihindari.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala

    4 Tips Mudah Mengurangi Makan Garam Agar Tak Kena Hipertensi

    Katanya, makanan tanpa garam tak sedap. Namun, jika makan garam terlalu banyak bikin tekanan darah naik. Lalu, bagaimana cara mengurangi makan garam?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M

    10 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

    Anda bisa mencegah penyakit diabetes. Namun, apa saja tindakan pencegahan diabetes yang bisa Anda lakukan? Baca lebih jelasnya di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Direkomendasikan untuk Anda

    minyak esensial untuk meredakan stres

    Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
    gerimis bikin sakit

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
    diagnosis hiv

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
    mengukur tekanan darah anak

    Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020