Gastroparesis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu gastroparesis?

Gastroparesis adalah kondisi di mana otot lambung menjadi lemah dan mengganggu kemampuan mencerna makanan. Kondisi ini memengaruhi pergerakan spontan otot-otot (motilitas) normal di perut Anda. 

Biasanya, kontraksi otot yang kuat secara otomatis mendorong makanan melalui saluran pencernaan Anda. Namun, jika Anda mengalami gastroparesis, motilitas perut Anda melambat atau tidak berfungsi sama sekali. Akibatnya, proses pengosongan perut menjadi terhambat. 

Obat-obatan tertentu, seperti penghilang rasa sakit opioid, beberapa antidepresan, dan obat tekanan darah tinggi dan alergi, dapat menghambat pengosongan lambung dan menyebabkan gejala gastroparesis. Obat-obatan tersebut dapat memperburuk kondisi orang dengan gastroparesis. 

Gastroparesis adalah kondisi yang dapat mengganggu pencernaan normal, menyebabkan mual dan muntah, serta masalah kadar gula darah dan nutrisi. Penyebab kondisi ini biasanya tidak diketahui. 

Dikutip dari Mayo Clinic, kondisi ini merupakan komplikasi penyakit diabetes. Beberapa orang juga mengembangkan gastroparesis setelah melalui operasi. Perubahan pola makan dan obat-obatan dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini. 

Seberapa umumkah kondisi ini?

Wanita muda dan paruh baya sering terkena penyakit ini. Penyakit ini bisa diatasi dengan mengurangi faktor-faktor faktor-faktor risiko. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala  gastroparesis?

Berikut tanda-tanda dan gejala gangguan motilitas lambung dan gastroparesis adalah

  • Perut kembung dan distensi
  • Sakit perut
  • Hipoglikemia atau kadar gula darah yang abnormal
  • Mual
  • Merasa kenyang setelah beberapa suap, dan anoreksia
  • Kehilangan berat badan karena kurang nutrisi

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda khawatir gejalanya, silakan konsultasi dengan dokter Anda.

Kapan sebaiknya ke dokter?

Anda sebaiknya menghubungi dokter Anda jika gejala Anda berkepanjangan dan tidak bisa reda. Tubuh setiap orang bereaksi berbeda. Selalu diskusikan dengan dokter apa yang terbaik bagi situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab gastroparesis?

Gangguan motilitas lambung dan gastroparesis adalah kondisi yang penyebabnya belum diketahui. Namun, ilmuwan mengatakan penyakit ini disebabkan cedera perut dalam mengendalikan saraf. 

Saraf vagus membantu mengelola proses rumit dalam saluran pencernaan Anda, termasuk memberi sinyal ada otot perut untuk berkontraksi dan mendorong makanan ke dalam usus kecil. Saraf vagus yang rusak tidak dapat mengirimkan sinyal secara normal ke otot perut. 

Akibatnya, makanan tetap berada di perut Anda lebih lama, daripada bergerak secara normal ke usus kecil untuk dicerna. 

Saraf-saraf ini bisa rusak mungkin karena Anda memiliki diabetes atau mengalami operasi perut. Selain itu, penyalahgunaan obat tidur, kalsium inhibitor, obat kemoterapi, serta endokrin atau penyakit kekebalan tubuh juga menyebabkan gastroparesis dan gangguan motilitas lambung.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko gastroparesis?

Faktor risiko gangguan motilitas lambung dan gastroparesis adalah:

  • Diabetes
  • Operasi perut atau kerongkongan
  • Infeksi (seringnya disebabkan virus)
  • Beberapa obat yang memperlambat proses pencernaan seperti obat tidur
  • Beberapa pengobatan kanker seperti radioterapi atau kemoterapi
  • Gangguan jaringan penghubung
  • Penyakit neurologis, seperti Parkinson atau sklerosis ganda
  • Hypothyroidism

Tidak memiliki faktor-faktor risiko bukan berarti Anda tidak dapat terkena penyakit ini. Faktor-faktor ini umum terjadi dan hanya sebagai referensi. Anda sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk detil lebih lanjut.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukan pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan dengan dokter Anda.

Apa pilihan pengobatan gastroparesis?

Perawatan untuk gastroparesis dimulai dengan menentukan dan mengatasi penyebab yang mendasarinya. Jika diabetes menjadi penyebab kondisi ini, dokter dapat membantu Anda mengatasinya. 

Ubah pola makan

Pasien diabetes sebaiknya mengendalikan kadar gula darah untuk mengurangi gejala penyakit yang menyebabkan gastroparesis dan gangguan motilitas lambung. Anda sebaiknya membagi makanan Anda dalam satu hari dan hindari makanan berlemak, berserat, atau makanan padat untuk meningkatkan pencernaaan. 

Dokter mungkin merujuk Anda ke ahli gizi untuk menentukan makanan yang tepat untuk Anda. Seorang ahli gizi mungkin memberi tahu Anda soal pola makan dan makanan yang disarankan untuk kesehatan lambung, seperti berikut ini:

  • Makan dengan porsi kecil lebih sering
  • Mengunyah makanan sepenuhnya
  • Makan sayuran dan buah-buahan yang dimasak
  • Hindari buah-buahan dan sayuran berserat, seperti jeruk dan brokoli
  • Pilihlah makanan yang rendah lemak, tapi jika Anda bisa, tetap makan makanan berlemak dalam porsi sedikit
  • Makan sup atau makanan cair supaya lebih mudah untuk dikunyah
  • Minum air sebanyak 1-1,5 liter per hari
  • Hindari minuman berkarbonasi, alkohol, dan rokok
  • Hindari berbaring, sesaat setelah makan
  • Konsumsi vitamin secara rutin

Obat-obatan

Jika pengobatan ini tidak efektif, dokter akan memberikan resep obat otot perut seperti metoclopramid (REGLAN) dan erythromycin (Eryc, EES).

Jika Anda mual atau muntah, dokter Anda akan memberikan resep anitemetik seperti prochlorperazine (Compro), thiethylperazine dan diphenhydramine (Benadryl, Unisom). 

Perawatan bedah

Jika pasien tidak bisa menyerap makanan atau minuman apapun, dokter akan melakukan prosedur operasi untuk menaruh tabung makanan di usus. Dokter mungkin juga dapat merekomendasikan tabung ventilasi lambung untuk membantu meringankan tekanan dari isi lambung. 

Tabung makanan dapat melewati hidung atau mulut Anda, atau langsung ke usus kecil, melalui kulit. Tabung ini biasanya dipasang sementara dan hanya digunakan ketika gastroparesis parah atau ketika kadar gula darah tidak dapat dikontrol dengan cara lain. 

Apa tes yang paling umum untuk mendiagnsosis kondisi ini?

Ada beberapa tes untuk diagnosis penyakit motilitas lambung dan gastroparesis adalah :

  • Mengambil kontras barium di dalam bagian atas pencernaan dan mengukur seberapa dalam barium melewati perut
  • Menggunakan endoskopi di saluran pencernaan bagian atas untuk melihat apakah mukosa lambung memiliki kelainan
  • Tes pernapasan
  • CT Scan

Pengobatan di rumah

Apa perubahan gaya hidup  atau pengobatan rumahan yang membantu mengatasi gastroparesis?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut dapat membantu Anda mengatasi gastroparesis dan gangguan motilitas lambung:

  • Ikuti instruksi dokter, jangan gunakan obat tanpa resep atau berhenti tanpa izin dokter
  • Jadwalkan pemeriksaan untuk mengontrol perkembangan gejala serta kondisi kesehatan Anda
  • Kendalikan kadar gula darah Anda. Anda perlu mengganti beberapa obat diabetes atau insulin
  • Hindari makanan berserat dan berlemak. 

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui solusi terbaik bagi Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

8 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Kabar baik, berbagai masalah jantung dapat Anda cegah. Cara mencegah penyakit jantung pun beragam. Apa saja tindakan pencegahan penyakit jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 5 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan untuk kulit agar lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Hipoglikemia

Hipoglikemia atau gula darah rendah, adalah kondisi ketika kadar gula darah berada di bawah rentang normal. Ketahui penyebab, gejala, dan obatnya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

apakah diabetesi boleh makan mi instan

Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi mual mencegah muntah

4 jenis Makanan dan Minuman yang Bisa Mengatasi Mual dan Mencegah Muntah

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
penyakit pada lansia

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
mengurangi gula

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit