Mononukleosis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu mononukleosis?

Mononukleosis adalah infeksi virus Epstein-Barr virus (EBV) yang menyebabkan demam, sakit tenggorokan, dan radang kelenjar getah bening di leher. Infeksi mononukleosis (mono) sering disebut penyakit berciuman.

Pasalnya, virus penyebab kondisi ini dapat menular melalui air liur, misalnya ciuman, juga batuk atau bersin, atau berbagi peralatan makan dan minum dari seorang yang terinfeksi. Komplikasi yang paling serius adalah pembengkakan limpa. Namun, biasanya kondisi tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya.

Seberapa umumkah mononukleosis?

Mononukleosis adalah penyakit yang lebih sering menyerang orang pada usia 15 hingga 17 tahun, namun infeksinya dapat berkembang pada usia berapa pun. Anda dapat mencegah penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko yang ada. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala mononukleosis?

Gejala penyakit ini seringkali mirip dengan penyakit flu. Akibatnya, tanda dan gejala penyakit mononukleosis sulit untuk dikenali.

Meski begitu, beberapa gejala umum dari penyakit mononukleosis adalah:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Sakit atau nyeri tenggorokan
  • Pembesaran tongsilitis
  • Nyeri otot atau kaku otot
  • Muncul ruam
  • Lemah, lesu, dan tidak bertenaga
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, paling sering di leher dan ketiak

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda mempunyai kekhawatiran terhadap gejala tertentu, silakan temui dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas atau memiliki pertanyaan, silakan diskusikan dengan dokter. Tubuh setiap orang berbeda-beda. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk mengetahui solusi terbaik untuk kondisi Anda saat ini.

Penyebab

Apa penyebab mononukleosis?

Penyebab mononucleosis adalah virus Epstein-Barr (EBV). Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), EBV adalah anggota dari famili virus herpes dan merupakan salah satu virus yang paling umum menginfeksi manusia di seluruh dunia.

Virus ini dapat menular melalui kontak langsung dengan air liur dari mulut orang yang terinfeksi dan tidak dapat ditularkan melalui kontak darah. Anda dapat terpapar virus ini melalui batuk atau bersin, berciuman, atau berbagi makanan atau minuman dengan orang yang menderita mono.

Biasanya diperlukan empat hingga delapan minggu bagi gejala untuk muncul setelah Anda terinfeksi. Pada remaja dan dewasa, infeksi ini menyebabkan gejala yang dapat diamati pada 35 hingga 50 persen kasus. Pada anak-anak, virus ini biasanya tidak menimbulkan gejala dan infeksi ini seringkali tidak dapat dikenali.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk mononukleosis?

Saat ini, belum ada informasi yang cukup jelas untuk menentukan faktor apa saja yang dapat meningkatkan risiko terjangkit mononukleosis. Apabila Anda tidak memiliki faktor risiko, bukan berarti Anda tidak bisa terkena mononukelosis. Faktor-faktor ini hanyalah referensi saja. Anda harus berdiskusi dengan dokter Anda untuk keterangan lebih jelas.

Kelompok yang rentan terpapar virus penyebab mononukleosis adalah:

  • Remaja dan orang dewasa usia 15 hingga 30 tahun
  • Petugas medis
  • Pengasuh
  • Orang yang menggunakan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk mononukleosis?

Tujuan pengobatan mononukleosis adalah untuk meringankan gejala penyakit. Dokter dapat meresepkan obat steroid (prednison) apabila gejala semakin parah.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meringankan gejala mononukleosis adalah:

Anda juga harus menghindari olahraga bila mengalami pembengkakan limpa (untuk mencegah limpa pecah).

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mononukleosis?

Dokter akan memeriksa riwayat medis Anda dan melakukan diagnosis, dengan memerhatikan area khusus seperti pada leher, tenggorokan, dan perut. Dokter pun kemungkinan akan melakukan tes darah dan tenggorokan untuk memastikan pemeriksaan serta peluang adanya penyakit lain. Beberapa tes umum juga akan dianjurkan.

Dalam pemeriksaan fisik, dokter dapat mencurigai mononukleosis berdasarkan tanda-tanda dan gejala Anda, misalnya berapa lama tanda tersebut telah berlangsung. Dokter juga akan mencari tanda-tanda seperti pembengkakan kelenjar getah bening, amandel, hati atau limpa, dan mempertimbangkan bagaimana tanda-tanda ini berkaitan dengan gejala yang Anda gambarkan.

Beberapa tes lain yang dapat dilakukan dokter untuk mendiagnosis mononukleosis adalah:

  • Tes antibodi. Jika diperlukan konfirmasi tambahan, tes monospot dapat dilakukan untuk memeriksa antibodi dalam darah untuk Epstein-Barr virus. Tes skrining ini mengeluarkan hasil dalam satu hari, tetapi mungkin tidak mendeteksi infeksi dalam minggu pertama penyakit ini. Tes antibodi yang berbeda memerlukan waktu hasil yang lebih lama, tetapi dapat mendeteksi penyakit ini bahkan dalam minggu pertama gejala.
  • Hitung sel darah putih. Dokter dapat menggunakan tes darah lainnya untuk mencari peningkatan jumlah sel darah putih (limfosit) atau limfosit yang terlihat abnormal. Tes darah ini tidak akan mengonfirmasi mononukleosis, tetapi dapat mengusulkan penyakit tersebut sebagai satu kemungkinan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi mononukleosis?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi mononukleosis adalah:

  • Istirahat dan minum air yang cukup untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
  • Tanyakan pada dokter berkaitan dengan semua obat yang Anda konsumsi, baik dengan atau tanpa resep.
  • Katakan kepada dokter Anda jika mengalami nyeri pada perut atau bahu.
  • Usahakan untuk menghindari ciuman atau menggunakan alat makan yang sama dengan orang yang terinfeksi.
  • Cuci tangan Anda sesering mungkin
  • Jangan berolahraga hingga benar-benar dinyatakan sembuh
  • Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas di apotek, seperti ibuprofen atau paracetamol

Orang sehat yang pernah memiliki riwayat penyakit ini dapat membawa dan menularkan infeksi secara berkala. Meski begitu jangan khawatir. Mononukleosis adalah penyakit yang hampir dapat dicegah. Seseorang yang pernah terinfeksi EBV akan membentuk antibodi untuk melawan infeksi ini. Orang biasanya terkena penyakit ini hanya satu kali dalam hidup. Namun demikian, secara umum infeksi EBV jarang terjadi di Indonesia.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Uretritis Gonore

Uretritis Gonore adalah penyakit di salurah kemih uretra yang disebabkan bakteri gonorea. Cari tahu gejala dan pengobatannya berikut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Urologi Lainnya 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit kulit yang cukup umum terjadi. Apa penyebab, ciri-ciri, dan obat yang sering digunakan untuk mengobati psoriasis?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Psoriasis 24 September 2020 . Waktu baca 13 menit

Penyebab Gangguan Makan pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Takut gemuk dan anggapan body goals adalah yang tinggi, kurus, dan langsing kerap jadi penyebab gangguan atau penyimpangan makan pada remaja.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 19 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Bayi Menangis Terus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Karena belum bisa berbicara, menangis adalah satu-satunya cara bayi berkomunikasi. Apa saja penyebab bayi menangis dan bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
dermatitis kontak

Dermatitis Kontak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 10 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
uretritis non gonore

Uretritis Non-Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit