Jantung Lemah

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu jantung lemah?

Jantung lemah adalah istilah yang digunakan ketika otot jantung melemah atau kardiomiopati.

Kardiomiopati adalah penyakit di mana otot jantung melemah, merenggang, atau memiliki masalah pada strukturnya. Pada kasus yang jarang terjadi, jantung lemah akan tergantikan jaringannya dengan jaringan luka.

Kondisi ini sering kali terjadi saat jantung tidak dapat memompa atau berfungsi dengan baik. Hal tersebut berpotensi menyebabkan detak jantung tidak beraturan, darah menumpuk di paru-paru, masalah katup jantung, atau gagal jantung.

Kardiomiopati dapat diturunkan, yang artinya penyakit ini dapat diwariskan dari orang tua atau anggota keluarga. Penyakit ini juga bisa muncul akibat berbagai faktor penyebab lainnya atau sebagai dampak dari suatu masalah kesehatan lain.

Seberapa umumkah jantung lemah?

Jantung lemah atau kardiomiopati adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Diperkirakan sekitar 1 dari 500 orang berpotensi mengalami kondisi ini.

Namun, terkadang penyakit ini tidak terdiagnosis, sehingga angka kejadiannya pun mungkin bervariasi atau lebih tinggi.

Kardiomiopati dapat terjadi pada pasien berusia berapa pun. Namun, penyakit ini lebih sering ditemukan pada orang dewasa dan lansia. Selain itu, angka kejadian penyakit ini pada laki-laki dan perempuan tidak berbeda jauh.

Beberapa faktor seperti riwayat penyakit jantung lain, diabetes, dan obesitas dapat memicu timbulnya kardiomiopati.

Jantung lemah dapat diatasi dengan cara mengetahui faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda.

Jenis

Apa saja jenis-jenis jantung lemah?

Jantung lemah atau kardiomiopati umumnya memiliki beberapa jenis. Pembagian jenis ini tergantung pada bagaimana penyakit ini memengaruhi otot jantung.

Berikut adalah empat jenis kardiomiopati yang paling umum:

1. Dilated cardiomyopathy

Dilated cardiomyopathy (DCM) adalah kondisi saat bagian bilik (ventrikel) kiri membesar dan meregang. Akibatnya dinding ventrikel menjadi lebih besar tapi lebih tipis. Sebab itulah otot lebih lemah dan kurang mampu memompa darah ke seluruh tubuh.

Pada beberapa kasus, kondisi tersebut menyebabkan jantung dipaksa untuk bekerja lebih keras. Seiring dengan berjalannya waktu, kondisi ini berpotensi menyebabkan gagal jantung, penyakit katup jantung, penggumpalan darah di jantung, dan detak jantung tidak beraturan (aritmia).

2. Hypertrophic cardiomyopathy

Jantung lemah jenis ini termasuk yang paling umum dan dapat ditemukan pada pasien dari berbagai golongan usia. Kardiomiopati hipertropik terjadi ketika otot jantung membesar dan menebal tanpa penyebab yang pasti.

Penebalan otot jantung menyebabkan penyempitan atau penyumbatan pada ventrikel jantung. Hal ini menyebabkan jantung semakin sulit memompa darah.

Kondisi ini juga dapat mengakibatkan ventrikel kaku, katup mitral jantung berubah, dan perubahan sel-sel di jaringan jantung.

3. Restrictive cardiomyopathy

Pada kardiomiopati jenis ini, otot jantung menjadi kaku dan kurang elastis. Hal tersebut menyebabkan ventrikel tegang dan tidak terisi oleh volume darah yang cukup.

Seiring dengan berkembangnya penyakit ini, ventrikel tidak dapat memompa dengan baik dan otot jantung melemah. Kondisi tersebut dapat berakibat pada gagal jantung dan masalah pada katup jantung.

4. Arrhythmogenic right ventricular dysplasia (ARVD)

Jenis yang satu ini merupakan yang paling langka. Pada ARVD, jaringan otot di ventrikel kanan jantung digantikan dengan lemak atau jaringan berserat. Hal ini dapat mengakibatkan gangguan sistem elektrik jantung.

Jika sistem elektrik jantung mengalami masalah, hal tersebut berpotensi menyebaban detak jantung tidak beraturan atau aritmia. ARVD umumnya menyerang pasien berusia remaja dan dewasa.

Penyakit ini juga berpotensi mengakibatkan henti jantung mendadak atau sudden cardiac arrest pada atlit-atlit muda.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala jantung lemah?

Beberapa orang yang memiliki kardiomiopati mungkin tidak memiliki gejala apapun. Namun, pada beberapa kasus, gejala-gejala akan muncul seiring dengan berkembangnya penyakit.

Apabila kardiomiopati memburuk, jantung Anda akan melemah. Jantung lemah cenderung memiliki tanda-tanda dan gejala dari gagal jantung, seperti:

  • Sesak napas atau kesulitan bernapas, terutama dengan aktivitas fisik yang berat
  • Kelelahan
  • Batuk saat sedang berbaring
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki, telapak kaki, kaki, perut dan urat pada leher
  • Kepala pusing
  • Pingsan saat beraktivitas
  • Aritmia (detak jantung tidak teratur)
  • Nyeri dada setelah beraktivitas berat atau makan banyak
  • Suara-suara yang menyertai detak jantung
  • Perut kembung akibat penumpukan cairan
  • Kenaikan berat badan

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Gejala-gejala di atas harus segera Anda waspadai dan konsultasikan ke dokter. Yang paling penting, Anda harus menghubungi dokter secepat mungkin apabila Anda mengalami tanda-tanda berikut:

  • Pingsan
  • Nyeri dada berlangsung lebih dari beberapa menit

Kondisi tersebut seringkali merupakan kardiomiopati turunan. Oleh karena itu dokter dapat menyarankan anggota keluarga Anda untuk ikut melakukan pemeriksaan kardiomiopati.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing orang menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang berbeda. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, selalu konsultasikan dengan dokter Anda.

Penyebab

Apa penyebab jantung lemah?

Anda dapat memiliki jantung lemah akibat penyakit, kondisi, atau faktor lainnya. Selain itu, faktor keturunan keluarga juga merupakan penyebab utama dari pelemahan jantung.

Tergantung pada jenis kardiomiopati, penyebab dapat memiliki deteksi yang berbeda-beda.

Berikut adalah penyebab-penyebab jantung lemah atau kardiomiopati berdasarkan jenisnya:

1. Dilated cardiomyopathy

Dilated cardiomyopathy umumnya merupakan penyakit yang diturunkan oleh anggota keluarga.

Namun, terdapat beberapa penyebab lainnya, seperti:

  • Penyakit arteri koroner yang parah
  • Minum alkohol berlebihan
  • Penyakit kelenjar tiroid
  • Diabetes
  • Infeksi virus pada jantung
  • Kelainan katup jantung
  • Obat-obatan yang merusak jantung

Kondisi ini juga dapat terjadi pada wanita sehabis melahirkan, yang biasanya disebut dengan postpartum cardiomyopathy.

2. Hypertrophic cardiomyopathy

Kondisi ini terjadi ketika otot jantung menebal dan melemah. Hal ini membuat darah sulit dipompa keluar jantung. Jenis kardiomiopati ini sering kali diturunkan pada keluarga.

Penyebab lain dari kardiomiopati hipertropik bisa jadi merupakan tanda-tanda penuaan atau tekanan darah tinggi. Untuk penyebab lainnya, hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti.

3. Restrictive cardiomyopathy

Pada kondisi ini, rongga jantung tidak dapat terisi dengan darah karena ventrikel kaku dan tidak dapat rileks. Penyebab utama dari jenis ini adalah amyloidosis dan luka pada jantung akibat penyebab yang tidak diketahui.

Penyebab lainnya adalah:

  • Penumpukan jaringan luka pada jantung
  • Kemoterapi atau paparan radiasi pada jantung
  • Terlalu banyak zat besi di dalam hati (yang disebut dengan hemokromatosis)
  • Penyakit lainnya

4. Arrhythmogenic right ventricular dysplasia

Pada jenis ini, otot pada bagian kanan bawah rongga jantung terganti dengan jaringan ikat. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pada ritme jantung dan sering kali disebabkan oleh mutasi gen.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk mengalami jantung lemah?

Jantung lemah atau kardiomiopati merupakan kondisi yang dapat menyerang semua orang dari berbagai golongan usia dan ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.

Memiliki satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan akan terkena penyakit ini. Pada beberapa kasus, terdapat pasien yang hanya memiliki satu faktor risiko atau tidak sama sekali.

Berikut adalah berbagai faktor risiko yang memicu terjadinya penyakit ini:

1. Keturunan keluarga

Jika keluarga Anda pernah memiliki masalah jantung seperti kardiomiopati, gagal jantung, dan henti jantung mendadak, kemungkinan besar Anda berpotensi terkena penyakit ini.

2. Menderita tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi yang telah diderita dalam jangka waktu panjang berisiko mengakibatkan terjadinya pelemahan pada jantung atau kardiomiopati.

3. Pernah mengalami masalah pada jantung

Jika Anda pernah menderita masalah-masalah pada jantung, seperti pernah serangan jantung, mengidap penyakit arteri koroner, atau infeksi pada jantung (kardiomiopati iskemik), Anda memiliki peluang lebih besar untuk terserang kardiomiopati.

4. Obesitas atau kelebihan berat badan

Tubuh dengan berat badan yang berlebihan atau obesitas cenderung menyebabkan jantung bekerja lebih keras dari biasanya. Oleh karena itu, orang-orang dengan kondisi obesitas lebih rentan terkena masalah pelemahan pada jantung.

5. Minum alkohol dalam jangka panjang

Jika Anda terlalu sering minum minuman beralkohol, melewati 2 gelas per hari, risiko Anda untuk terkena penyakit ini pun lebih tinggi.

6. Penggunaan obat-obatan terlarang

Konsumsi obat-obatan terlarang seperti kokain, amphetamin, dan steroid anabolik dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami lemah jantung.

7. Menjalani pengobatan kemoterapi atau terapi radiasi

Apabila Anda menderita kanker dan melakukan perawatan medis seperti kemoterapi dan terapi radiasi, peluang Anda untuk terserang penyakit jantung lemah lebih besar.

8. Menderita penyakit lainnya

Beberapa penyakit seperti diabetes, masalah pada kelenjar tiroid, hemokromatosis, amyloidosis, dan sarcoidosis dapat mengakibatkan Anda berisiko terkena kardiomiopati.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang disebabkan oleh jantung lemah?

Jika jantung lemah atau kardiomiopati tidak segera ditangani dengan penanganan medis, hal tersebut dapat mengakibatkan beberapa komplikasi, sepert:

1. Gagal jantung

Jantung Anda gagal memompa darah yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan gagal jantung dan mengancam nyawa.

2. Penggumpalan darah

Karena jantung tidak dapat memompa secara efektif, penggumpalan darah akan terbentuk di jantung Anda. Jika gumpalan tersebut masuk ke aliran darah, akan terjadi penyumbatan aliran darah ke organ tubuh lain, termasuk jantung dan otak.

3. Masalah pada katup jantung

Karena kardiomiopati menyebabkan jantung melebar. katup jantung mungkin tidak akan tertutup dengan sempurna. Apabila hal tersebut terjadi, aliran darah akan mengalami masalah.

4. Henti jantung dan kematian

Jantung yang melemah dapat mengacaukan ritme jantung alami. Kondisi ini menyebabkan detak jantung tidak beraturan, bahkan berhenti mendadak. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan otak dan kematian.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana jantung lemah didiagnosis?

Jika Anda memiliki gejala-gejala jantung lemah atau kardiomiopati, Anda harus pergi ke dokter atau pusat layanan kesehatan sesegera mungkin. Kardiomiopati yang ditangani sejak dini dapat meningkatkan efektivitas pengobatan.

Untuk mengetahui potensi penyebab dari kondisi jantung Anda, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda, penyakit yang diidap anggota keluarga, kapan gejala-gejala yang Anda alami muncul, serta gaya hidup yang Anda jalani.

Apabila dokter mencurigai adanya kardiomiopati, dokter mungkin akan merekomendasikan serangkaian tes untuk mengonfirmasi diagnosis.

Berikut adalah beberapa tes yang umumnya dilaksanakan:

1. X-ray dada

Metode ini dilakukan untuk melihat apakah ada pembesaran atau pelebaran pada jantung Anda.

2. Ekokardiogram

Teknik ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar-gambar jantung Anda. Dari gambar tersebut, akan terlihat ukuran dan pergerakan jantung saat berdetak. Tes ini bertujuan untuk mengecek katup jantung Anda dan mendiagnosis penyebab kardiomiopati.

3. Elektrokardiogram (EKG)

Pada tes ini, plester elektroda akan ditempel di kulit Anda untuk memeriksa impuls elektrik pada jantung Anda. EKG dapat menunjukkan adanya gangguan pada aktivitas listrik jantung.

4. Tes tekanan treadmill

Anda akan diminta berjalan di atas treadmill. Saat berjalan, dokter akan memeriksa ritme jantung, tekanan darah, dan pernapasan Anda. Dokter juga mungkin akan menggunakan hasil tes ini untuk mendiagnosis gejala serta menentukan kapasitas olahraga Anda.

5. Kateter jantung

Sebuah tabung kecil atau kateter akan dimasukkan melalui pangkal paha menuju pembuluh darah pada jantung Anda. Dokter mungkin akan mengambil sedikit sampel (biopsi) dari jantung Anda dan menganalisisnya di laboratorium.

6. MRI jantung

Tes ini menggunakan teknologi medan magnet dan gelombag radio untuk menciptakan gambar-gambar jantung Anda. MRI jantung mungkin juga dikombinasikan dengan ekokardiogram apabila ternyata ekokardiogram kurang memberikan gambaran yang akurat.

7. CT scan

Pada tes ini, gambar-gambar jantung Anda akan terlihat secara lebih detail. Tes ini bertujuan untuk menentukan ukuran jantung dan kinerja katup jantung.

8. Tes darah

Dokter juga mungkin harus mengambil sampel darah Anda dan melakukan pengecekan pada ginjal, kelenjar tiroid, kadar zat besi, dan fungsi hati.

9. Tes atau screening genetik

Jantung lemah bisa jadi merupakan kondisi keturunan keluarga. Dokter mungkin akan menyarankan Anda dan keluarga Anda untuk melakukan tes genetik dengan dokter.

Bagaimana mengobati jantung lemah?

Perawatan tergantung pada seberapa parah kerusakan jantung akibat penyakit ini, serta gejala yang dihasilkannya. Perawatan juga tergantung pada jenis kardiomiopati yang Anda alami, tingkat keparahan gejala dan komplikasi, usia, serta kondisi kesehatan. Perawatan dapat meliputi:

  • Perubahan gaya hidup yang sehat untuk jantung
  • Prosedur non operasi
  • Pengobatan, termasuk obat untuk tekanan darah tinggi (ACEIs, ARBs, beta-blockers, diuretik atau CCB, etc.), mencegah retensi air (diuretik), menjaga detak jantung normal, mencegah pembekuan darah (aspirin dan clopidogrel), dan mengurangi peradangan
  • Perangkat implan seperti alat pacu jantung dan defribilator atau operasi
  • Transplantasi jantung, sebagai pilihan terakhir.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi jantung lemah?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi lemah jantung:

  • Pola makan yang sehat untuk jantung
  • Miliki berat badan yang sehat
  • Atasi stress
  • Aktivitas fisik
  • Berhenti merokok

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca