Kulit Berminyak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kulit berminyak?

Kulit berminyak merupakan kondisi ketika kelenjar sebasea pada kulit menghasilkan terlalu banyak sebum. Sebum adalah minyak alami yang berfungsi melapisi kulit dan rambut. Produksi sebum berlebih membuat kulit terlihat mengkilap dan berkilau.

Sebum sebenarnya membantu menjaga kulit tetap lembap. Akan tetapi, minyak yang terlalu banyak justru dapat memicu masalah baru, terutama jerawat. Ini disebabkan karena kotoran lebih mudah menempel pada kulit hingga akhirnya menyumbat pori.

Selain itu, sel-sel kulit mati pada orang dengan kulit berminyak biasanya sulit luruh dan terlepas. Akibatnya, sel-sel kulit mati yang seharusnya rontok dengan sendirinya malah menyumbat pori-pori kulit wajah.

Masalah minyak berlebih terutama sering terlihat pada wajah. Namun, bagian tubuh yang lain sebetulnya juga tidak lepas dari masalah ini. Punggung dan kulit kepala adalah beberapa contoh bagian tubuh yang paling berminyak.

Tanda-tanda&gejala

Apa saja tanda dan gejala kulit berminyak?

Minyak biasanya paling sering muncul pada wajah, punggung, dan kulit kepala. Orang yang memiliki kulit tipe ini umumnya memiliki ciri-ciri dan gejala berikut:

Setiap orang dapat mengalami gejala dengan bentuk dan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Ada pemilik kulit berminyak dengan pori-pori kulit yang besar, tapi ada pula pemilik kulit berminyak yang tidak memiliki masalah dengan pori-pori.

Kapan Anda harus ke dokter?

Jika kulit Anda hanya terlihat berminyak tanpa disertai masalah lain, Anda tidak wajib memeriksakan diri ke dokter. Kulit berminyak adalah masalah umum yang bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup, meskipun hasilnya tidak selalu permanen.

Namun, Anda sebaiknya mengunjungi dokter bila kondisi ini membuat kulit ditumbuhi jerawat yang tidak hilang meskipun telah diobati. Konsultasi juga diperlukan bila kulit kepala memproduksi terlalu banyak minyak dan tampak dipenuhi ketombe.

Kunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mendapatkan perawatan yang tepat sesuai kondisi. Jangan menunda pemeriksaan jika masalah jerawat atau ketombe justru semakin parah dari hari ke hari.

Penyebab

Apa saja penyebab kulit berminyak?

Ada banyak sekali faktor yang menjadi penyebab kulit berminyak. Maka dari itu, para pemilik kulit berminyak harus memahami berbagai faktor tersebut untuk menemukan solusi yang tepat guna.

Berikut beberapa faktor yang kerap menjadi penyebabnya:

1. Faktor genetik

Masalah kulit berminyak cenderung diturunkan dalam keluarga. Jika salah satu pihak orangtua memiliki kondisi ini, anaknya pun kemungkinan mengalami masalah serupa. Peluangnya akan bertambah bila kedua orangtua memiliki kondisi kulit yang sama.

2. Usia

Remaja dan orang-orang berusia dewasa muda lebih rentan mengalami masalah kulit berminyak. Hal ini disebabkan karena semakin tua usia seseorang, produksi sebum dari kelenjar minyak akan semakin sedikit.

Seiring bertambahnya usia, kulit kehilangan protein penyokong yang disebut kolagen. Berkurangnya kolagen membuat kelenjar minyak bekerja lebih lambat. Ini sebabnya kebanyakan orangtua memiliki kulit yang kering serta penuh garishalus dan keriput.

Pemilik kulit tipe berminyak memang sering bermasalah dengan komedo dan jerawat. Akan tetapi, mereka sebenarnya juga memiliki satu keuntungan, yaitu tanda-tanda penuaan yang muncul lebih lambat karena kulitnya lebih lembap.

3. Perubahan cuaca

Kelenjar minyak cenderung menghasilkan lebih banyak sebum pada cuaca kering dan panas. Hal ini bertujuan agar kulit tidak mengalami dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan. Namun, produksi sebum yang berlebih justru membuat kulit sangat berminyak.

4. Memiliki pori-pori yang besar

Pori-pori wajah bisa membesar dan melebar seiring pertambahan usia, kenaikan berat badan, dan kemunculan jerawat. Orang-orang yang memiliki pori-pori besar biasanya memproduksi minyak lebih banyak dibandingkan orang dengan pori-pori normal.

Pori-pori wajah yang besar memang tidak dapat dikecilkan. Meski begitu, Anda bisa mencegah penumpukan kotoran dan sebum pada pori-pori dengan rutin melakukan eksfoliasi. Eksfoliasi akan mengangkat lapisan kulit yang sudah mati.

5. Tidak cocok dengan produk skin care

Kulit berminyak juga sering disebabkan karena salah memilih produk perawatan kulit. Misalnya, pemakaian krim untuk kulit kombinasi terhadap kulit yang berminyak atau penggunaan sampo yang tidak sesuai dengan tipe kulit kepala.

Inilah mengapa Anda harus memahami jenis kulit Anda dan membaca label kemasan sebelum membeli produk perawatan kulit tertentu. Menggunakan produk perawatan yang benar bisa memberikan perbedaan drastis pada wajah dan kulit kepala.

Gunakan produk berbahan dasar salicylic acid dan hindari produk yang mengandung glycolic acid. Salicylic acid bersifat mengikat minyak dan menyerap ke dalam tempat kelenjar minyak berada untuk menumpas minyak berlebih.

6. Berlebihan merawat kulit

Rutinitas perawatan memang penting bagi kesehatan kulit, tapi pastikan Anda tidak berlebihan dalam melakukannya. Bahkan, perawatan sederhana seperti menggunakan sabun muka atau eksfoliasi dengan scrub pun bisa memberikan pengaruh yang besar.

Mencuci muka dan eksfoliasi bertujuan untuk membersihkan minyak dan sel kulit mati yang menumpuk. Meski demikian, rangkaian perawatan ini juga bisa menghilangkan minyak alami kulit bila terlalu sering dilakukan.

Kelenjar minyak akhirnya menghasilkan lebih banyak sebum untuk mengembalikan kelembapan kulit yang hilang. Maka dari itu, sebaiknya cuci muka dua kali sehari saja untuk mencegah produksi minyak berlebih di wajah.

7. Tidak menggunakan pelembap

Walaupun menempel langsung dengan pori-pori, pelembap sebenarnya tidak membuat kulit semakin berminyak. Pelembap justru membantu menjaga kulit tetap lembap dan terhidrasi dengan baik.

Maka dari itu, jangan lewatkan pemakaian pelembap hanya karena kulit Anda memiliki minyak berlebih. Justru yang perlu Anda lakukan adalah memilih pelembap yang tepat untuk kulit berminyak.

Pilihlah produk dengan keterangan “bebas minyak” dan “non-komedogenik” yang tidak menyumbat pori-pori. Pelembap berbahan dasar air juga cocok dan bisa bekerja efektif untuk orang dengan kulit berminyak.

8. Hormon yang tidak seimbang

Ketidakseimbangan hormon ternyata bisa membuat kelenjar minyak menjadi terlalu aktif. Biasanya hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti pola makan, olahraga, penggunaan alat kontrasepsi, menstruasi, kehamilan, dan menopause.

9. Terlalu fokus mengeringkan wajah

Pemilik kulit berminyak kerap terganggu dengan minyak yang muncul kembali tidak lama setelah mencuci muka. Tanpa sadar, hal ini mungkin membuat Anda menumpuk sederet produk pengering muka, seperti toner beralkohol atau sabun muka scrub.

Hobi menguras minyak di muka ini lambat laun akan menjadi ‘senjata makan tuan’. Kulit yang terlalu sering terkena alkohol justru akan menghasilkan lebih banyak minyak, sebab alkohol memiliki sifat mengeringkan kulit.

10. Terlalu banyak mengonsumsi gula

Santapan berlemak kerap dianggap sebagai penyebab kulit berminyak dan berjerawat. Padahal, lemak tidak selalu berkaitan dengan kondisi ini. Lemak sehat seperti asam lemak omega-3 justru memberikan manfaat bagi kulit.

Makanan yang memperparah kondisi ini justru adalah gula. Gula berlebih bisa menyebabkan peradangan pada seluruh tubuh, termasuk kulit. Kulit pun menjadi lebih berminyak dan mudah berjerawat.

Faktor-faktor Risiko

Apa saja faktor yang meningkatkan risiko timbulnya kulit berminyak?

Berikut berbagai faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi kulit yang satu ini:

1. Sering mengonsumsi produk susu

Banyak studi terdahulu menunjukkan bahwa berbagai susu dan produk turunannya menyebabkan produksi minyak menjadi tidak seimbang. Produk susu ternyata bisa merangsang kelenjar minyak di kulit dan bahkan menyebabkan jerawat.

2. Stres

Stres tak hanya berdampak pada sisi emosional saja, tapi juga bisa berpengaruh pada kulit. Ketika seseorang stres, produksi hormon kortisol akan meningkat. Hal ini lantas memicu peningkatan produksi minyak, jerawat, dan masalah kulit lainnya.

3. Menggunakan riasan yang tebal

Riasan yang tebal dapat menyumbat pori-pori hingga akhirnya meningkatkan produksi minyak. Pemilik kulit berminyak sebaiknya menggunakan produk seringan mungkin dengan label “oil free” atau “oil control“.

4. Kurang minum air

Dr. Anna Avaliani, MD, seorang ahli laser kulit di New York, AS, menyatakan bahwa minum cukup air membantu mengurangi sumbatan pada kelenjar kulit. Oleh karena itu, kelenjar minyak tidak terpicu untuk memproduksi minyak berlebih.

Perawatan

Apa saja pilihan perawatan untuk kulit berminyak?

Memiliki kulit yang berminyak tentu butuh perawatan khusus. Tujuannya agar minyak di wajah tak semakin bertambah hingga menyebabkan jerawat dan masalah lainnya. Berikut berbagai perawatan yang bisa dicoba:

1. Rajin mencuci muka

Mencuci muka dua kali sehari adalah rutinitas wajib yang tidak boleh dilewatkan oleh pemilik kulit berminyak. Bersihkan wajah saat pagi setelah bangun tidur dan malam hari sebelum terlelap kembali.

Gunakan produk pembersih wajah yang sesuai jenis kulit. Usahakan untuk membeli produk sabun dengan bahan yang ringan tanpa wewangian atau bahan kimia keras yang bisa mengiritasi kulit.

2. Gunakan astringent atau toner setelah mencuci muka

Sebuah studi terbitan The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology menemukan bahwa astringent alami seperti witch hazel bisa menenangkan kulit. Astringent adalah produk yang berfungsi membersihkan kulit, mengecilkan pori, dan mengontrol minyak.

Namun, tidak semua orang dengan kulit berminyak cocok menggunakan astringent alami. Terkadang kulit justru bisa terasal gatal atau seperti kesemutan. Oleh karena itu, selalu tes produk sebelum menggunakannya ke seluruh wajah.

3. Menggunakan pelembap

Pelembap banyak dihindari oleh orang dengan kulit berminyak hanya karena dianggap menambah kilang minyak di wajah. Padahal, orang dengan tipe kulit ini juga bisa mengalami kulit kering dan dehidrasi.

Pilihlah pelembap untuk kulit berminyak yang mengandung asam hialuronat atau lemon yang memiliki sifat anti astringent dan anti bakteri. Selain itu, carilah produk berlabel non-komedogenik berbahan dasar air agar tidak menyumbat pori.

4. Hindari menyentuh wajah dengan tangan

Memiliki kulit yang berminyak membuat Anda jauh lebih rentan berjerawat dibanding orang dengan kulit kering. Pasalnya, sebum yang berlebih akan menyumbat pori-pori yang merupakan cikal-bakal jerawat.

Untuk mencegah kemunculan jerawat di kulit, sebaiknya hindari kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan. Meskipun kelihatannya bersih, ada banyak sekali kuman tak terlihat yang bersarang di tangan.

5. Menggunakan kertas minyak

Blotting paper atau kertas minyak membantu menghilangkan kelebihan minyak di wajah dengan cara menyerapnya. Anda hanya perlu menekan kertas dengan lembut ke wajah dan biarkan selama beberapa detik. Jangan menggosokkan kertas di wajah karena justru membuat minyak menyebar ke area lainnya.

6. Memilih produk perawatan bebas minyak

Bila Anda memiliki kulit berminyak, hindari produk perawatan berbahan dasar minyak. Anda lebih disarankan memilih produk berbahan dasar air berbentuk gel yang tidak meninggalkan kesan berat pada kulit.

Jangan lupa memeriksa label produk untuk memastikan bahwa Anda memiliki produk yang tepat. Jika memungkinkan, pilihlah produk berlabel non-komedogenik yang tidak menyebabkan pori tersumbat sehingga bisa memicu jerawat.

7. Rajin keramas

Memiliki kulit kepala berminyak membuat rambut lepek. Oleh karena itu, Anda perlu lebih rajin keramas untuk mengangkat minyak berlebih pada rambut. Bahkan, pada sebagian orang yang rambutnya sangat berminyak, keramas setiap hari menjadi solusinya.

Sampo yang Anda gunakan akan membantu menghilangkan minyak berlebih. Selain itu, sampo juga membantu membersihkan kulit kepala dari semua kotoran yang menempel.

Pilihlah produk sampo yang sesuai dengan masalah rambut Anda. Sebisa mungkin hindari produk berbahan keras, apalagi jika Anda keramas setiap hari.

8. Memilih makanan yang tepat

Tidak semua makanan berminyak memberikan efek buruk terhadap kulit. Faktanya, minyak ikan atau asam lemak omega 3 membantu merawat kulit berminyak agar terhindar dari kemunculan jerawat.

Ini disebabkan karena kandungan antiradang di dalam minyak ikan yang cukup tinggi.  Di sisi lain, kurangi konsumsi berbagai produk susu, makanan manis, dan karbohidrat olahan seperti roti atau kue.

Selain memilah makanan dan minuman yang tepat, usahakan untuk sering makan dalam porsi kecil tetapi sering. Tujuannya agar gula darah tetap stabil sehingga mengurangi produksi minyak yang menyumbat pori.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah kulit berminyak?

Kulit berminyak tidak selalu bisa dicegah, terutama jika penyebabnya genetik atau hormon. Di luar itu, Anda bisa melakukan serangkaian perawatan kulit seperti yang telah dijelaskan untuk membantu mengendalikannya.

Usahakan untuk menghindari pemakaian makeup yang terlalu tebal agar wajah tak semakin terlihat basah. Sebaiknya, kurangi pemakaian alas bedak karena produk inilah yang biasanya menyumbat pori.

Anda juga bisa rutin menggunakan masker wajah untuk membantu mengendalikan produksi minyak di kulit. Masker clay atau tanah liat bisa menjadi pilihan yang tepat.

Masker ini mengandung mineral seperti smectite atau bentonite yang bisa menyerap minyak dan mengurangi kilau pada kulit tanpa mengiritasinya.

Kulit berminyak adalah masalah kesehatan yang sangat umum. Faktor penyebabnya pun amat beragam sehingga solusinya juga perlu disesuaikan dengan kondisi setiap orang.

Mengatasi masalah kulit berminyak memang bukan hal yang gampang. Meski begitu, penyesuaian gaya hidup seperti pemakaian produk perawatan khusus dan konsumsi makanan sehat akan membantu mengontrol jumlah minyak pada kulit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Jerawat Selalu Bermunculan Sebelum Menstruasi?

Jerawat adalah salah satu gejala yang sering dikeluhkan sebelum menstruasi. Lantas, apa sebenarnya yang menjadi penyebab jerawat sebelum menstruasi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 10 September 2019 . Waktu baca 4 menit

Apa Bedanya Jerawat dan Benjolan Akibat Rambut Tumbuh ke dalam Kulit?

Cara mencukur yang salah dapat menyebabkan rambut tumbuh ke dalam kulit. Akibatnya, terbentuk benjolan mirip jerawat. Bagaimana cara membedakan keduanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 10 September 2019 . Waktu baca 3 menit

Jerawat Sebelum Menstruasi Sering Bikin Jengkel, Ini 5 Cara Mencegahnya

Perubahan hormon menjelang menstruasi bisa memicu timbulnya jerawat yang amat mengganggu. Untungnya, ada cara mudah mencegah jerawat sebelum menstruasi.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 24 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

3 Langkah Wajib Dalam Perawatan Kulit

Kata siapa menjaga kebersihan dan kesehatan kulit itu susah? Lakukan perawatan kulit secara rutin dengan tiga langkah mudah berikut ini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Konten Bersponsor
Langkah perawatan kulit
Hidup Sehat, Kecantikan 7 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jerawat di bibir

Penyebab Jerawat Muncul di Bibir, Plus Cara Mengatasi dan Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 28 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit
jerawat di dagu

Kenali Penyebab Jerawat di Dagu dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2020 . Waktu baca 6 menit
penyebab jerawat terasa gatal

5 Penyebab Jerawat Terasa Gatal dan Tidak Nyaman

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit
jatuh cinta bikin jerawatan

Jatuh Cinta Bikin Jerawatan, Mitos Atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2019 . Waktu baca 4 menit