Kista Bartholin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kista Bartholin? 

Kista Bartholin adalah pembengkakan yang terjadi akibat bukaan pada kelenjar Bartholin terhambat, sehingga cairan kembali ke dalam kelenjar. Ini adalah salah satu kondisi penyebab timbulnya benjolan di sekitar vagina

Kelenjar Bartholin terletak di setiap sisi lubang vagina. Kelenjar ini mengeluarkan cairan yang membantu melumasi vagina. 

Kista Bartholin cenderung tidak menyebabkan rasa sakit. Namun, jika cairan di dalam kista terinfeksi, Anda dapat mengalami penumpukan nanah yang dikelilingi jaringan meradang, atau biasa disebut abses

Pengobatan kista Bartholin tergantung pada ukuran kista dan seberapa sakit pembengkakan tersebut. Terkadang, perawatan di rumah saja yang Anda butuhkan. 

Dalam kasus lain, drainase bedah kista Bartholin lebih efektif mengatasi kondisi ini. Jika infeksi terjadi, antibiotik dapat membantu mengobati kista yang terinfeksi. 

Seberapa umum kondisi ini?

Wanita di semua jenjang usia memiliki peluang mengidap kista Bartholin. Namun, wanita berusia 20-29 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi. 

Anda dapat menurunkan risiko terkena penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko Anda. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. 

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala kista Bartholin? 

Kista Bartholin adalah penyakit yang tanda dan gejalanya bergantung pada kondisi pasien yang bersangkutan. Gejala utama meliputi pembengkakan di area sekitar vagina serta dapat menimbulkan rasa sakit apabila kista terinfeksi yang membuat penderita sulit berjalan dan melakukan hubungan seksual. 

Dikutip dari Mayo Clinic, infeksi kista Bartholin dapat terjadi dalam hitungan hari. Jika kista terinfeksi, Anda mungkin mengalami:

  • Muncul benjolan yang lembut dan terasa nyeri di dekat lubang vagina
  • Ketidaknyamanan saat berjalan atau duduk
  • Nyeri saat berhubungan intim
  • Demam

Kista atau abses Bartholin biasanya terjadi hanya pada satu sisi lubang vagina. 

Kemungkinan terdapat tanda-tanda atau gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda mempunyai kekhawatiran tertentu mengenai gejala, silakan konsultasikan dengan dokter Anda. 

Kapan saya harus periksa ke dokter? 

Hubungi dokter jika Anda memiliki tanda-tanda dan gejala kista Bartholin yang meliputi:

  • Anda mengalami demam atau timbul benjolan yang menyakitkan di dekat lubang vagina dan tidak kunjung membaik setelah dua atau tiga hari. 
  • Timbul nanah dalam kista

Selain itu, Anda perlu menghubungi petugas medis segera jika Anda menemukan benjolan baru di dekat lubang vagina dan Anda berusia lebih dari 40 tahun. Meskipun jarang terjadi, benjolan seperti itu bisa jadi tanda masalah yang lebih serius, seperti kanker. 

Jika Anda memiliki saran atau pertanyaan, silakan Anda konsultasikan dengan dokter atau ahli kesehatan Anda untuk mendapatkan jawaban terbaik. 

Penyebab

Apa penyebab kista Bartholin? 

Para ahli percaya bahwa penyebab kondisi ini adalah cadangan cairan. Cairan dapat menumpuk ketika pembukaan kelenjar (saluran) menjadi terhambat karena infeksi atau cedera. 

Kista Bartholin dapat terinfeksi dan membentuk abses.  Sejumlah bakteri dapat menyebabkan infeksi, termasuk Escherichia coli (E. coli) serta bakteri penyebab infeksi pada penyakit menular seksual, seperti gonore dan klamidia. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang dapat meningkatkan risiko saya terkena kista Bartholin? 

Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kista Bartholin, yaitu: 

  • Wanita yang sedang hamil 
  • Wanita yang aktif secara seksual dan berusia di antara 20-30 tahun
  • Wanita yang memiliki diabetes
  • Wanita yang menderita infeksi menular seksual atau melakukan kegiatan seks yang tidak aman

Dilansir dari situs layanan kesehatan masyarakat di Britania Raya, NHS, kista Bartholin tidak umum terjadi pada anak-anak karena kelenjar Bartholin belum berfungsi hingga usia pubertas. Kondisi ini juga tidak umum terjadi setelah menopause karena kelenjar mulai menyusut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti saran medis. SELALU konsultasikan dengan dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk kista Bartholin? 

Pengobatan tergantung pada kondisi Anda. Kista yang masih kecil dan tidak menimbulkan gejala apapun dapat hilang dengan sendirinya.

Gejala berat seperti timbul rasa nyeri atau infeksi, kemungkinan dokter Anda akan melakukan pemeriksaan rutin untuk memantau perkembangan kista. Dokter akan menyarankan Anda supaya melakukan pemeriksaan rutin apabila kista tidak hilang atau bila gejala kian memburuk. 

Kista yang terinfeksi dapat diatasi dengan rajin mandi air hangat, menerapkan benda hangat, serta rutin minum antibiotik. 

Jika langkah-langkah ini tidak berhasil, maka dokter akan mengangkat kista. Untuk menjalani prosedur ini, kista akan dipotong sedikit dan tepiannya akan dijahit. Hal ini memungkinkan cairan dalam kista keluar. 

Tes apakah yang biasa dilakukan untuk kondisi ini? 

Dokter akan memeriksa area vagina yang mengalami pembengkakan. Dokter akan menggunakan kain penyeka untuk mendapatkan sampel apakah terjadi infeksi. 

Tes darah dapat dilakukan untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat. Selain itu, dokter mungkin akan mengambil sampel cairan vagina untuk menguji apakah ada infeksi menular seksual. 

Biopsi untuk memeriksa sel kanker juga mungkin diminta kepada Anda yang berusia lebih dari 40 tahun. Jika dokter mencurigai Anda terkena kanker, mereka mungkin akan merujuk Anda ke dokter kandungan dengan spesialis kanker sistem reproduksi wanita

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kista Bartholin?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini adalah:

  • Ikuti instruksi yang diberikan oleh dokter Anda untuk memantau perkembangan gejala serta kondisi kesehatan Anda.
  • Lakukan pengobatan sesuai arahan dokter. Jangan menggunakan obat yang tidak sesuai resep atau dengan sengaja meninggalkan pengobatan
  • Kompres dengan air hangat, minum antibiotik, dan kunjungi doter kembali untuk pemeriksaan lanjutan
  • Jagalah kebersihan dengan baik untuk mencegah infeksi. Usahakan selalu membersihkan vagina dari depan ke belakang setelah menggunakan toilet untuk menghentikan berpindahnya bakteri di sekitar anus ke vagina
  • Lakukan seks aman untuk mencegah penyebaran penyakit menular seksual
  • Pastikan kadar gula darah Anda terkendali bila Anda mengidap diabetes. Kadar gula darah yang tinggi akan membuat tahap pemulihan semakin sulit dan lama
  • Jika terdapat tanda-tanda seperti bengkak atau nyeri pada vagina, kunjungi dokter Anda segera untuk mencegah perkembangan penyakit. 

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, ataupun perawatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Ketahui Berbagai Kemungkinan Penyebab Benjolan di Penis

    Pernahkah Anda menemukan benjolan di penis Anda? Ada berbagai kemungkinan penyebab dari kondisi ini. Cari tahu dalam artikel berikut.

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 12 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

    Inkontinensia Urin

    Inkontinensia urin adalah gangguan kandung kemih yang menyebabkan kesulitan mengontrol keluarnya air kencing. Berikut gejala, penyebab, dan pengobatannya.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 9 menit

    Infeksi Saluran Kemih (ISK)

    Infeksi saluran kemih (infeksi saluran kencing) adalah ketika ada bakteri pada organ saluran kencing. Apa gejalanya? Bagaimana menangani kondisi ini?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Urologi, Urologi Lainnya 6 Agustus 2020 . Waktu baca 13 menit

    7 Penyakit Kelamin yang Sering Menular Lewat Seks Tanpa Kondom (Plus Gejalanya untuk Diwaspadai)

    Berbeda penyakitnya, berbeda juga gejalanya. Namun, Anda perlu tahu gejala penyakit menular seksual yang paling sering menyerang berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 29 Juli 2020 . Waktu baca 13 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    uretritis non gonore

    Uretritis Non-Gonore

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    uretritis gonore adalah

    Uretritis Gonore

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    gejala kista ovarium

    Apakah Anda Mengidap Kista Ovarium? Cari Tahu Gejalanya di Sini

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 3 menit
    kista ovarium harus dioperasi

    Kapan Kista Ovarium Dianggap Bahaya dan Harus Dioperasi?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit