Kanker Anus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kanker anus?

Kanker anus adalah sejenis kanker yang terdapat di dalam saluran anus atau dubur manusia. Jenis-jenis kanker anus tergantung pada berbagai macam jenis sel yang terdapat di dalam tubuh. Jenis kanker di dalam saluran anus terutama adalah kanker epidermis, adenokarsinoma, melanoma, karsinoma sel skuamosa (sel gepeng), dan karsinoma verruca.

Seberapa umum kanker anus?

Kanker anus ini tergolong langka dan lebih banyak menjangkiti wanita daripada pria. Kanker anus dapat menyerang pasien pada usia berapapun. Penyakit tersebut dapat diatasi dengan cara mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala kanker anus?

Anda perlu menghubungi dokter jika Anda mengalami gejala-gejala di bawah ini:

Rasa sakit di dalam rektum atau anus atau benjol atau gumpalan rektal juga bisa menjadi tanda atau gejala kanker anus.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan harus pergi ke dokter?

Jika Anda memiliki salah satu tanda atau gejala di atas atau memiliki pertanyaan, konsultasi ke dokter. Setiap tubuh memiliki fungsi yang berbeda satu sama lain. Tindakan yang tepat adalah mendiskusikan solusi terbaik dengan dokter Anda.

Penyebab

Apa penyebab kanker anus?

Penyebabnya tidak diketahui, namun ada sesuatu yang mendorong produksi mutasi genetik pada sel-sel di dalam saluran anus. Mutasi tersebut mengubah sel-sel sehat menjadi sel-sel kanker abnormal.

Faktor-faktor risiko

Apa yang mampu meningkatkan risiko kanker anus?

Terdapat banyak faktor risiko kanker pada bagian anus, di antaranya:

  • Positif mengidap HIV
  • Melakukan aktivitas seks anal
  • Memiliki banyak partner seks 
  • Kutil anus dari infeksi human papillomavirus (HPV)

Obat & Pengobatan

Apa pilihan pengobatan untuk kanker anus?

Kanker pada anus sering dapat disembuhkan. Pengobatan tergantung pada ukuran tumor, seberapa dalam tumor, dan penyebaran tumor ke kelenjar getah bening di dalam selangkangan.

Pengobatan lebih kuno umumnya melibatkan operasi untuk menghilangkan tumor dan jaringan di sekitarnya. Kantong kolostomi seringkali dibutuhkan.

Sekarang ini, terapi radiasi, kemoterapi, dan operasi terbatas memungkinkan sebagian besar saluran anus untuk diselamatkan. Banyak orang memiliki fungsi anus yang baik dengan kombinasi perawatan seperti ini.

Tim spesialis yang terlibat dalam perawatan termasuk onkologis atau dokter spesialis kanker (yang menentukan kemoterapi), onkologis radiasi atau dokter spesialis radiasi kanker (yang menggunakan pengobatan radiasi), dan dokter bedah. Prognosis tergantung pada ukuran tumor dan penyebarannya.

Apa saja tes kanker anus yang paling umum?

Untuk diagnosis, dokter menggunakan riwayat pengobatan dan pemeriksaan fisik termasuk pemeriksaan rektum digital (DRE) dan anoskopi. Anoskopi menggunakan sebuah tabung pendek bercahaya untuk memeriksa area anus.

Dokter akan melakukan biopsi area. Dalam biopsi, dokter mengambil sedikit jaringan dan menggunakan mikroskop untuk menemukan sel kanker di dalam jaringan. Jika sel kanker ditemukan dalam proses biopsi, tes lain mungkin akan dilakukan termasuk ultrasonografi untuk melihat kedalaman tumor dan menghitung tomografi (CT) atau magnetic resonance imaging (MRI) untuk mencari tahu apakah kanker telah tersebar. Memeriksa tahap kanker membantu dokter membuat keputusan pengobata

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker anus?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengatasi kanker pada anus:

  • Ikuti semua instruksi dokter Anda.
  • Pilih gaya hidup sehat: makan makanan bergizi, berolahraga, dan tidur cukup.
  • Lakukan seks aman.

Pengobatan kanker seringkali merupakan proses yang panjang dan menakutkan. Anda perlu memberitahu keluarga dan teman Anda untuk mendapatkan dukungan selama dalam proses.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Ruam Pada Kulit Pengidap HIV

Ruam kulit kemerahan muncul pada sekitar 90% orang yang terinfeksi HIV dalam beberapa bulan pertama setelah terdiagnosis. Apakah ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
HIV/AIDS, Health Centers 16 Agustus 2019 . Waktu baca 7 menit

Selain Infeksi Menular Seksual, Ini Dampaknya Jika Sering Gonta-ganti Pasangan

Kecenderungan gonta-ganti pasangan dapat menimbulkan sejumlah dampak bagi kesehatan fisik dan psikis. Berikut di antaranya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Seks & Asmara 6 April 2019 . Waktu baca 4 menit

Penyebab Orang dengan HIV/AIDS Susah Gemuk, Plus Solusi Ampuh Naikkan Berat Badan

Orang dengan HIV/AIDS memang cenderung berbadan kurus. Selain karena virus itu sendiri, ada banyak faktor lain yang membuat ODHA susah gemuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
HIV/AIDS, Health Centers 30 Maret 2019 . Waktu baca 6 menit

Bukan Hanya Ibu, Ayah Pun Berisiko Menularkan HIV Pada Bayi yang Baru Lahir

Meski ibu negatif,penularan HIV/AIDS pada bayi juga bisa terjadi akibat sang ayah yang terinfeksi. Lalu, dari mana HIV ini bias menular ke sang bayi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 November 2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala kanker tiroid

Kanker Tiroid

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Pasien Kedua yang Dinyatakan Sembuh dari HIV, Ini Faktanya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 14 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit
seks setelah bertengkar

Setelah Bertengkar Hebat, Dapatkah Seks Menyelesaikan Masalah?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
anak terkena hiv

Cara Menyampaikan Bahwa Anak Anda Terkena HIV

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 22 November 2019 . Waktu baca 4 menit