Jamur Kuku

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu jamur kuku?

Jamur kuku adalah kondisi di mana kuku-kuku jari tangan atau kuku-kuku jari kaki menunjukkan bercak putih atau kuning. Hal ini diakibatkan oleh infeksi jamur yang biasa terjadi. Pengobatan untuk jamur di kuku umumnya tidak sulit. Namun, jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa saja timbul kembali.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Semua orang dapat mengalami jamur pada kuku, terutama bagi orang penderita diabetes. Anda dapat mencegah penyakit ini dengan menghindari faktor-faktor risiko. Silahkan konsultasikan dengan dokter anda untuk informasi lebih lanjut

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-­tanda dan gejala jamur di kuku?

Tanda-tanda dan gejala-gejala dari kuku yang jamuran, yaitu:

  • Kuku-kuku menjadi berwarna kuning, cokelat atau putih;
  • Kuku menjadi tebal dan berubah bentuk;
  • Kuku menjadi rapuh dan mudah terkelupas dengan retakan baru;
  • Kotoran yang menumpuk di bawah jamur kuku dan menimbulkan bau tidak sedap;
  • Jamur kuku terpisah dari kuku kaki atau kuku tangan dan jarang menimbulkan rasa sakit.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kuku kaki yang jamuran awalnya tidak terasa sakit sehingga mungkin Anda mengabaikan gejalanya. Namun jika Anda menunda-nunda ke dokter untuk memeriksakan keanehan pada kuku kaki, jamur bisa tumbuh semakin membuas di kuku kaki. Pada akhirnya, infeksi bisa terasa sangat sakit, bahkan memakai sepatu pun terasa sulit.

Kapan harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter atau periksakan ke rumah sakit jika kondisi ini terus berlanjut, dan tidak kunjung reda. Anda juga harus menemui dokter jika Anda memiliki diabetes dan menderita kondisi ini.

Status dan kondisi dapat bermacam-macam pada banyak orang. Selalu diskusikan dengan dokter Anda untuk menetapkan metode diagnosis, perawatan, dan pengobatan yang terbaik untuk Anda

Penyebab

Apa penyebab kuku jamuran?

Infeksi jamur dapat menyerang bagian tubuh manapun. Ini karena jamur biasanya ada di dalam dan pada permukaan tubuh, hidup harmonis bersama kumpulan bakteri lainya. 

Saat jamur mulai tumbuh subur kelewat batas, maka Anda bisa terkena infeksi. Kuku kaki bisa jamuran ketika koloni ini menyerang lapisan bawah kuku atau atasnya. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai infeksi jamur

Jamur juga bisa menginfeksi kuku kaki dari dalam melalui sela pembatas kuku dan kulit, retakan pada kuku yang rapuh, atau luka terbuka di sekitar kulit jari kaki Anda.

Penyebab paling utama kondisi ini adalah jamur yang dikenal sebagai dermatofita. Penderita biasanya terinfeksi dan menularkan penyakit ini di tempat-tempat seperti kolam renang, ruang ganti umum, dan ketika bepergian tanpa alas kaki.

Tempat-tempat ini memiliki kondisi yang hangat dan lembap, yang merupakan tempat yang paling baik untuk tumbuhnya jamur.

Dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, CDC, infeksi jamur pada kuku kaki paling sering disebabkan oleh koloni jamur yang bernama Onychomycosis atau juga disebut tinea unguium. Namun jenis jamur lainnya bisa menyebabkan infeksi yang sama pada kuku kaki — misalnya saja jamur penyebab mulut jamuran (thrush), dan jamur penyebab kadas, kurap, dan kutu air.

Jamur tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembab. Kaki jarang terpapar oleh matahari karena hampir selalu tertutupi sepatu atau kaus kaki sehingga suhu lingkungan di bawah sana akan lebih lembap dari kuku jemari tangan. Oleh karena itu jamur bisa berkembang biak dengan subur di kuku kaki.

Cara lain yang umum untuk tertular infeksi kuku jamur adalah dengan berjalan tanpa alas kaki di daerah yang hangat dan lembab (seperti tepi kolam renang, tanah basah, atau ruang ganti gym), atau kaki yang terus berkeringat sepanjang hari.

Kuku kaki juga bisa jamuran ketika Anda tertular dari orang lain yang memiliki kadas atau kurap di kulit tangan mereka. Infeksi kemudian bisa menyebar ke kulit Anda dan bahkan kuku kaki.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena kondisi ini?

Dikutip dari Mayo Clinic, faktor-faktor tertentu yang meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini, yaitu:

  • Orang-orang lanjut usia, dikarenakan aliran darah yang kurang lancar, telah terpapar jamur selama bertahun-tahun, dan pertumbuhan kuku yang lambat.
  • Orang yang mudah berkeringat.
  • Pada laki-laki, terutama bagi yang keluarganya memiliki riwayar kondisi yang sama. 
  • Bekerja di lingkungan yang lembap, atau melakukan pekerjaan yang selalu membuat tangan basah seperti petugas bersih-bersih atau buruh pabrik pewarna tekstil.
  • Menggunakan sepatu atau kaus kaki yang basah.
  • Hidup atau dengan orang yang juga memiliki kondisi yang sama. 
  • Berpergian tanpa alas kaki di area-area yang basah seperti kolam renang, ruang fitness, dan kamar mandi.
  • Jamur kaki.
  • Luka pada kulit atau kuku yang kecil, atau penyakit kulit seperti psoriaris.
  • Penderita diabetes, gangguan sirkulasi darah, sistem kekebalan tubuh yang lemah atau Down syndrome pada anak-anak.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk jamur di kuku?

Mengobati infeksi jamur bisa menjadi proses yang panjang, tergantung dari jenis jamur penyebabnya dan seberapa parah infeksinya. Dokter mungkin saja merekomendasikan salah satu dari tiga pilihan obat untuk mengatasi jamur kuku, atau justru mengombinasikan beberapa obat jamur kuku sekaligus untuk satu kali terapi:

  • Salep atau krim yang bisa dioleskan langsung pada kuku
  • Obat antijamur yang diminum (misalnya terbinafine, itraconazole, fluconazole, griseofulvin)
  • Cat kuku antijamur

Selain tiga pilihan obat untuk mengatasi jamur di atas, dokter juga dapat memotong pendek setiap kuku yang terinfeksi atau bahkan sekaligus dengan area kulit yang juga terinfeksi di sekitar kuku tersebut. Dokter juga akan mengikis “daki” yang menumpuk di bawah kuku untuk memangkas pertumbuhan jamur.

Perlu dicatat bahwa produk perawatan kuku yang biasanya dijual di swalayan atau warung terdekat tidak disarankan dipakai untuk mengobati infeksi jamur karena terbukti tidak memberikan hasil yang dapat diandalkan. Ini karena kebanyakan infeksi jamur bisa kembali kambuh di masa depan.

Infeksi kuku tidak dianggap sembuh total sampai kuku baru yang terbebas dari infeksi telah tumbuh. Meskipun ini menandakan bahwa kuku kaki Anda tidak lagi terinfeksi, kemungkinan infeksi jamur dapat kembali.

Pada kasus yang parah, mungkin ada kerusakan permanen pada kuku Anda. Untuk beberapa kasus ekstrim seperti ini, dokter mungkin akan mengangkat keseluruhan kuku secara utuh lewat operasi.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Dokter Anda dapat mendiagnosis infeksi jamur  berdasarkan pada gejala-gejala Anda. Sebagai tambahan, dokter juga akan memeriksa sampel potongan kuku Anda dan dimasukkan ke laboratorium untuk memastikan diagnosisnya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi jamur kuku?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini:

  • Ikuti petunjuk penggunaan dari obat pembasmi jamur kuku.
  • Beri tahu dokter jika ada keluhan pada saat mengonsumsi obat untuk mengatasi jamur kuku.
  • Pakai sepatu yang ukurannya pas dengan kaki Anda dan memiliki sirkulasi udara.
  • Gunakan kaus kaki bersih dan pengurang kelembapan.
  • Rutin cuci kaus kaki, handuk, seprai, dan karpet.
  • Bersihkan dan periksalah kaki Anda setiap hari. Jagalah kaki Anda agar tetap kering. Laporkan kepada dokter jika ada tanda-tanda infeksi (pembengkakan atau bernanah).
  • Gunakan bahan-bahan alami yang dapat mengobati jamur kuku, seperti bawang putih hingga minyak zaitun.
  • Hubungi dokter jika jari tangan atau jari kaki atau rekahan di sekitarnya menjadi merah dan sensitif.
  • Hindarilah berjalan tanpa menggunakan alas kaki di tempat-tempat umum, terutama di pusat kebugaran, kamar mandi, dan ruang ganti.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Dermatitis Numularis (Eksim Diskoid)

Eksim numular, dikenal juga sebagai dermatitis numularis atau eksim discoid, adalah kondisi kronis yang menyebabkan bercak berbentuk koin pada kulit.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Dermatitis 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak adalah iritasi kulit yang tidak berbahaya bagi kesehatan tetapi dapat mengganggu. Dermatitis kontak adalah penyakit yang disebabkan oleh paparan kulit terhadap penyebab iritasi (iritan), seperti bahan kimia pada kosmetik atau tanaman beracun. Simak lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan obat dermatitis kontak berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Dermatitis 10 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Mengenal Fototerapi, Terapi Cahaya untuk Penyakit Kulit dengan Sinar UV

Pengobatan penyakit kulit dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya dengan fototerapi atau terapi cahaya. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Kulit 9 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Ragam Penyebab Eksim Beserta Faktor Pemicu Kekambuhannya

Eksim membuat kulit memerah, kasar, pecah-pecah, terasa amat gatal, dan sangat kering. Apa sebenarnya penyebab eksim alias dermatitis atopik?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
kuku yang kuat

Nutrisi dan Makanan untuk Kuku Kuat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
komplikasi dermatitis

Berbagai Komplikasi yang Mungkin Muncul Akibat Penyakit Dermatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit