Infeksi Saluran Pernapasan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu infeksi saluran pernapasan?

Infeksi saluran pernapasan (ISPA) adalah infeksi sinus, tenggorokan, saluran udara atau paru-paru apapun, yang biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri.

Ahli kesehatan profesional umumnya membedakan antara:

  • Infeksi saluran pernapasan atas—yang mempengaruhi hidung, sinus, dan tenggorokan.
  • Infeksi saluran pernapasan bawah mempengaruhi saluran udara dan paru-paru.

Saluran pernapasan terbagi menjadi saluran udara atas dan saluran udara bawah. Saluran udara atas atau saluran pernapasan atas meliputi bagian hidung dan nasal, sinus paranasal, faring, dan bagian laring di atas pita suara. Saluran udara bawah atau saluran pernapasan bawah meliputi bagian laring di bawah pita suara, trakea, bronkus, dan bronkiolus. Paru-paru bisa digolongkan ke dalam saluran pernapasan bawah atau sebagai bagian terpisah dan termasuk bronkiolus, pembuluh alveolus, kantong alveolus, dan alveoli.

Saluran pernapasan bisa juga terbagi menjadi zona konduksi dan zona pernapasan, berdasarkan perbedaan  mengangkut dan menukarkannya. Dari bronkus, pembuluh yang bercabang secara progresif menjadi semakin kecil dengan sekitar 20-23 divisi sebelum berakhir di alveolus.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Infeksi saluran pernapasan tergolong umum. Kondisi medis ini paling umum terjadi pada anak-anak. Penyakit ini mampu teratasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala infeksi saluran pernapasan?

Gejala biasanya mulai muncul 2-3 hari setelah infeksi dan berlangsung selama 2-14 hari. Kebanyakan berada di hidung, tenggorokan, dan telinga dan meliputi radang tenggorokan, batuk tidak berdahak, demam ringan, mata berair, suara serak, hidung tersumbat, dan pilek.

Gejala lainnya adalah bersin, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, dan merasa lelah. Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter jika:

  • Gejala mengindikasikan Anda mungkin terkena pneumonia—contohnya, apabila Anda batuk dahak berdarah
  • Anda sebelumnya menderita penyakit jantung, paru-paru, hati, atau ginjal
  • Anda mengalami penyakit jangka panjang macam chronic obstructive pulmonary disease (COPD) atau asma
  • Anda memiliki kondisi yang mempengaruhi sistem saraf, misalnya multiple sclerosis
  • Anda mengidap cystic fibrosis atau bronchiectasis
  • Sistem imun melemah
  • Batuk berlangsung lebih dari tiga minggu, berat badan menurun, sesak napas atau jika terdapat benjolan di leher

Anda juga disarankan menemui dokter umum apabila Anda berumru lebih dari 65 tahun dan Anda batuk dan memiliki dua atau lebih faktor di atas, atau umur Anda lebih dari 80 tahun dan batuk dan memiliki salah satu faktor berikut:

  • Pernah dirawat di rumah sakit setahun sebelumnya
  • Mengidap diabetes tipe 1 atau tipe 2
  • Memiliki riwayat gagal jantung
  • Sedang minum sejenis obat steroid yang disebut glucocorticoid oral—contohnya, prednisolone.

Penyebab

Apa penyebab infeksi saluran pernapasan?

Dikutip dari Harvard Health Publishing, berikut penyebab infeksi saluran pernapasan berdasarkan jenisnya:

Pilek

Terdapat lebih dari 200 jenis virus penyebab pilek. Infeksi saluran pernapasan dapat menyebar dengan beberapa cara. Jika Anda mengalami infeksi macam pilek, tetesan cairan kecil yang mengandung virus pilek menyebar di udara setiap Anda bersin atau batuk. Bila dihirup orang lain, mereka mungkin juga tertular.

Infeksi juga bisa tersebar melalui kontak tidak langsung. Sebagai contoh, apabila Anda terkena flu dan menyentuh hidung atau mata sebelum menyentuh benda atau permukaan, virus mungkin ditularkan ke orang lain saat mereka menyentuh benda atau permukaan.

Sinusitis

Sinus Anda diibaratkan seperti gua kecil di tulang di sekitar mata dan hidung Anda. Sinus dibalut lapisan yang menghasilkan lendir encer yang mengalir melalui lubang kecil yang disebut ostia. Jika ostia tersumbat, cairan dan lendir menumpuk dan memberi kesempatan pada bakteri untuk berkembang baik. 

Tubuh kemudian merespon hal tersebut dengan sinusitis, yaitu peradangan dan pembengkakan yang menghasilkan tekanan menyakitkan dan gejala lainnya. Pilek adalah penyebab paling umum ostia tersumbat. 

Faringitis

Banyak virus yang menyebabkan pilek, termasuk rhinovirus, juga menyebabkan faringitis atau radang tenggorokan. Ada banyak bakteri yang juga menyebabkan kondisi ini, tapi Streptokokus adalah jenis yang paling umum. Bakteri menyebar melalui tetesan, seperti virus pilek.

Bronkitis

Sebagian besar infeksi saluran pernapasan dalam bentuk bronkitis disebabkan oleh infeksi virus yang mulai menyebar ke bronkus. 

Pneumonia

Bakteri Streptococcus adalah penyebab berbagai penyakit, termasuk pneumonia. Sebagian kecil kasus lainnya disebabkan oleh jamur dan jenis mikroorganisme lainnya. 

Semua infeksi ini dapat dihirup langsung ke paru-paru. Namun, sebagian besar pneumonia dimulai ketika bakteri telah berada di belakangan mulut dan ditarik ke saluran pernapasan, hingga turun ke paru-paru.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Anda tidak harus menemui dokter untuk infeksi saluran pernapasan. Namun, gejala infeksi saluran pernapasan yang parah atau berlangsung lebih dari seminggu mungkin memerlukan tes untuk memeriksa radang tenggorokan atau infeksi sinus.

Bagaimana cara mengobati infeksi saluran pernapasan?

Gejala infeksi saluran pernapasan diobati dengan :

  • Tidur, minum cairan, termasuk air putih, jus buah, teh, sup ayam, berkumur dengan air garam hangat, dan minum acetaminophen untuk sakit kepala atau demam.
  • Makan secara teratur.

Obat flu tanpa resep (decongestan, penekan batuk) mungkin meredakan gejala tapi tidak akan mencegah, menyembuhkan, maupun mempercepat penyembuhan flu. Sebagian besar obat juga memiliki efek samping.

Antihistamin tanpa resep mungkin membantu menyembuhkan hidung tersumbat dan mata berair. Terkadang orang mungkin mengalami infeksi bakteri setelah flu yang harus diobati oleh dokter.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengatasi infeksi saluran pernapasan:

  • Meneteskan air garam ke dalam hidung adalah salah satu cara mengatasi hidung tersumbat
  • Menggunakan pipet untuk membersihkan hidung bayi yang tersumbat. Encerkan ingus dengan tetesan larutan air garam.
  • Ingat bahwa cuaca dingin tidak akan memperparah penyakit flu.
  • Memahami bahwa mencuci tangan adalah cara termudah untuk mencegah flu. Jangan menyentuh hidung atau mata adalah cara lain. Tutupi hidung dengan tisu wajah saat bersin atau batuk dan langsung buang. Jauhkan diri dari orang yang terserang flu.
  • Makan makanan yang seimbang dan sehat dengan buah jeruk dan sumber vitamin C lainnya.
  • Menyadari bahwa antibiotik tidak membunuh virus sehingga antibiotik tidak manjur untuk melawan flu.
  • Hubungi dokter jika Anda memiliki gejala infeksi bakteri sekunder.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Manusia Hidup dengan Sebelah Paru, Kok Bisa?

    Banyak sebab kerusakan pada paru yang haruskan manusia merelakan sebelah parunya dibuang dan ternyata masih bisa hidup dengan itu.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

    5 Penyakit dari Kucing yang Bisa Menular ke Anak Anda

    Bermain dengan kucing memberikan manfaat bagi perkembangan anak. Namun, orangtua tetap perlu waspada karena anak juga bisa tertular penyakit dari kucing.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu

    Kulit Anak Terinfeksi Setelah Dicakar Kucing; Apakah Akan Menular ke Anak Lain?

    Dicakar kucing tidak hanya menimbulkan lecet, tapi juga bisa berisiko menimbulkan infeksi pada anak. Lantas, bila si kecil terinfeksi, apakah akan menular?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Apa Itu Kanker Paru?

    DefinisiApa itu kanker paru? Kanker paru – dalam hal ini kanker paru primer – adalah tumor ganas yang berasal dari epitel bronkos/karsinoma bronkos adalah kondisi ketika sel-sel jaringan di paru-paru ...

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi

    Direkomendasikan untuk Anda

    selulitis pada anak

    Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020
    gastritis adalah radang lambung

    Gastritis

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020
    kucing tertular covid-19

    Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020
    meningitis adalah

    Meningitis (Radang Selaput Otak)

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020