Hirschsprung (Hisprung)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 April 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu Hirschsprung?

Hirschsprung atau hisprung adalah kelainan bawaan pada bayi baru lahir yang membuat usus besar bermasalah dalam mengeluarkan feses.

Hirschsprung adalah kondisi kelainan pada bayi yang juga disebut megakolon aganglionik kongenital. 

Kondisi ini muncul sejak lahir (kongenital) karena sel saraf di usus besar bayi bernama sel ganglion tidak berkembang dengan baik saat bayi masih berada di dalam kandungan. 

Hal ini menyebabkan penyumbatan usus besar akibat pergerakan otot yang buruk pada usus. Alhasil, feses yang ada di dalam usus susah keluar sehingga menyebabkan bayi mengalami konstipasi atau sembelit alias sulit buang air besar

Inilah mengapa bayi baru lahir yang memiliki penyakit Hirschsprung biasanya tidak dapat buang air besar setelah kelahiran.

Kondisi kelainan pada bayi ini biasanya terlihat dalam kurun waktu dua bulan pertama setelah kelahiran. 

Sementara pada kasus yang ringan, kondisi ini mungkin tidak terdeteksi hingga kemudian hari di masa kanak-kanak.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Hirschsprung atau hisprung adalah kondisi yang jarang terjadi. Mengutip dari U.S National Library of Medicine, diperkirakan ada 1 dari 5.000 bayi baru lahir yang mengalami hisprung. 

Hirschsprung dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala Hirschsprung?

Tanda-tanda dan gejala dari penyakit Hirschsprung bervariasi pada tingkat keparahan kondisi. Biasanya tanda-tanda dan gejala muncul setelah persalinan, tetapi kadang tidak terlihat hingga kemudian hari.

Umumnya, tanda yang paling jelas dari Hirschsprung adalah bayi tidak bisa buang air besar dalam kurun waktu 48 jam setelah dilahirkan.

Padahal normalnya, bayi akan mengeluarkan mekonium atau feses pertama saat baru lahir.

Tanda dan gejala Hirschsprung atau hisprung pada bayi yang baru lahir adalah sebagai berikut:

  • Perut bengkak dan kembung pada bayi
  • Anak muntah berwarna hijau atau cokelat
  • Sembelit atau susah buang air besar
  • Perut bergas yang dapat menyebabkan bayi rewel
  • Bayi dan anak demam
  • Kesulitan dalam buang air kecil
  • Gagal untuk mengeluarkan mekonium setelah kelahiran
  • Frekuensi buang air besar tidak sering
  • Penyakit kuning
  • Susah menyusui
  • Kenaikan berat badan yang buruk

Bayi dengan Hirschsprung juga bisa mengalami diare dan enterocolitis atau adanya infeksi pada usus yang mengancam jiwa.

Jika saat baru lahir bayi tidak mengalami gejala Hirschsprung, biasanya gejala kondisi ini akan muncul saat ia sudah bertambah dewasa.

Gejala Hirschsprung pada anak yang sudah lebih besar adalah sebagai berikut:

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu yang dialami si kecil, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hirschsprung atau hisprung adalah kondisi cacat bawaan sejak bayi baru lahir. Jika Anda melihat bayi memiliki gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya segera konsultasikan dengan dokter.

Kondisi kesehatan tubuh masing-masing orang berbeda, termasuk bayi. Selalu konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan terbaik terkait kondisi kesehatan buah hati Anda.

Penyakit Hirschsprung dapat menjadi serius jika tidak ditangani, penting untuk segera mencari pertolongan secepat mungkin.

Penyebab

Apa penyebab Hirschsprung?

Normalnya, selama bayi berkembang di dalam kandungan, sel-sel saraf terbentuk. Sel ini termasuk pada sistem pencernaan yang terbentuk mulai dari kerongkongan (esofagus), mengarah ke perut, hingga berakhir di anus.

Seorang bayi umumnya akan memiliki sekitar 500 juta jenis sel saraf yang terbentuk dari kerongkongan hingga ke anus.

Banyaknya sel saraf tersebut menjalankan banyak fungsi, salah satunya yakni memindahkan atau mengalirkan makanan dari satu bagian sistem pencernaan ke bagian lainnya.

Namun, proses pembentukkan sel-sel saraf tersebut berbeda pada bayi yang mengalami Hirschsprung atau hisprung.

Pertumbuhan sel-sel saraf bayi dengan Hirschsprung atau hisprung berhenti di bagian ujung usus besar atau tepat sebelum rektum dan anus.

Pada beberapa bayi lainnya, sel-sel saraf juga bisa hilang atau berhenti tumbuh di bagian sistem pencernaan mana pun.

Terhentinya pertumbuhan sel-sel saraf tersebut membuat feses yang seharusnya keluar malah berhenti di bagian tertentu.

Hal ini membuat feses yang macet dan susah keluar jadi menumpuk di dalam sistem pencernaan. Akibatnya, bagian usus bayi tersumbat sehingga membuat perut menjadi bengkak dan kembung.

Menurut Bostons’s Children Hospital, penyebab sel-sel aganglion pada bayi dengan Hirschsrpung atau hisprung belum diketahui secara pasti.

Namun, penyebab Hirschsrpung atau hisprung diduga karena ada faktor genetik yang diturunkan dari orangtua ke anak atau ada riwayat keluarga yang juga mengalaminya.

Jadi, jika salah satu orangtua mengalami kondisi Hirschsprung atau hisprung, peluang bayi lahir dengan kelainan yang sama tersebut tentu akan lebih tinggi.

Ambil contohnya begini, bila ada salah satu anak di suatu keluarga yang memiliki kondisi Hirschsprung atau hisprung, saudara kandungnya memiliki kemungkinan sekitar 3-12% untuk mengalami kondisi yang sama.

Faktor-Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko terkena Hirschsprung?

Ada beberapa faktor risiko Hirschsprung atau hisprung pada bayi. Ketika ada saudara kandung yang mengalami Hirschsprung atau hisprung, peluang ia untuk memiliki kondisi ini akan lebih besar. 

Intinya, jika Anda memiliki seorang anak dengan Hirschsprung atau hisprung, anak kandung Anda yang lain berisiko tinggi juga untuk mengalaminya. 

Selain itu, biasanya Hirschsprung atau hisprung lebih umum terjadi pada bayi laki-laki dibandingkan dengan bayi perempuan. 

Hirschsprung atau hisprung juga terkait dengan kondisi menurun lainnya dan kelainan yang muncul sejak lahir, seperti Down syndrome atau penyakit jantung kongenital.

Itu artinya, Hirschsprung atau hisprung adalah kondisi yang berisiko tinggi dialami oleh bayi dengan cacat lahir.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Dokter anak akan melakukan diagnosis Hirschsprung atau hisprung dan pemeriksaan dengan menanyakan mengenai frekuensi serta kebiasaan buang air besar anak atau bayi

Salah satu atau beberapa tes yang dapat disarankan dokter untuk mendiagnosis penyakit Hirschsprung atau hisprung adalah sebagai berikut:

1. Pemeriksaan x-ray perut menggunakan pewarna kontras

Proses pemeriksaan rontgen atau x-ray ini dilakukan dengan barium atau pewarna kontras lainnya dimasukkan ke dalam usus melalui tabung khusus yang dimasukkan pada rektum. Barium mengisi dan melapisi lapisan usus sehingga menghasilkan siluet jelas dari usus besar dan rektum.

Pemeriksaan rontgen atau x-ray ini membantu membedakan bagian kontras di antara usus normal dan usus tanpa saraf yang mengalami pembengkakan akibat Hirschsprung atau hisprung. 

2. Mengontrol otot-otot di sekitar rektum

Biasanya, dokter akan melakukan tes manometri pada anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa dengan memompa balon di dalam rektum.

Dalam kondisi normal, otot-otot di sekitar rektum seharusnya mengendur saat dilakukan tes tersebut. Jika yang terjadi justru adalah sebaiknya, tandanya anak mengalami Hirschsprung atau hisprung. 

3. Mengambil sampel jaringan usus besar

Pengambilan sampel jaringan pada diagnosis Hirschsprung atau hisprung ini dilakukan untuk pengujian biopsi. 

Sampel biopsi dapat diambil melalui alat penyedot kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat ada atau tidaknya sel saraf terkait Hirschsprung atau hisprung. 

Apa saja pengobatan untuk Hirschsprung?

Beberapa pilihan penanganan untuk Hirschsprung atau hisprung adalah sebagai berikut:

1. Operasi memotong bagian usus

Operasi ini dilakukan dengan memotong atau menghilangkan bagian usus besar yang tidak memiliki sel saraf.

Selanjutnya, bagian usus besar yang normal atau memiliki sel saraf ditarik dan dihubungkan ke anus anak.

Operasi untuk menangani Hirschsprung atau hisprung ini biasanya dilakukan dengan metode laparoskopi atau memasukkan kamera ke dalam sistem pencernaan anak.

2. Operasi ostomi

Ostomi untuk menangani Hirschsprung atau hisprung adalah operasi yang bisa dilakukan dalam dua tahap.

 Pertama, bagian usus besar yang abnormal diangkat dan bagian usus besar atas yang sehat disambungkan pada lubang yang dibuat oleh dokter pada perut anak.

Feses kemudian keluar dari tubuh melalui lubang ke kantung di bagian ujung usus yang menjulur melalui lubang pada perut (stoma). Hal ini akan memungkinkan bagian bawah usus besar bisa pulih kembali. 

Pada tahap operasi ostomi kedua untuk menangani Hirschsprung atau hisprung, bagian usus yang normal kemudian dihubungkan dengan anus guna menutup stoma.

Prosedur ostomi untuk menangani Hirschsprung atau hisprung meliputi:

  • Ileostomi: Dokter mengangkat seluruh usus besar dan menyambungkan usus kecil kepada stoma. Feses keluar dari tubuh melalui stoma ke dalam kantung.
  • Kolostomi: Dokter membiarkan bagian usus besar tetap utuh dan menyambungkan pada stoma. Feses keluar dari tubuh melalui ujung usus besar.

Setelah operasi ostomi sebagai pengobatan Hirschsprung atau hisprung, kebanyakan anak dapat buang air besar secara normal.

Meski begitu, ada beberapa anak mengalami diare pada awalnya. Mengajarkan toilet training atau cara menggunakan toilet untuk buang air kecil dan besar mungkin akan memakan waktu lebih lama.

Hal ini karena anak perlu untuk belajar mengkoordinasikan otot untuk buang air besar. Dalam jangka panjang, ada kemungkinan untuk mengalami sembelit berlanjut, perut membengkak dan bocornya feses sebagai efek dari penanganan Hirschsprung ini. 

Anak-anak tetap berisiko mengalami infeksi usus (enterocolitis) setelah operasi ostomi untuk menangani Hirschsprung atau hisprung, terutama pada tahun peratama.

Perhatikan tanda-tanda dan gejala dari enterocolitis dan segera hubungi dokter apabila kondisi berikut muncul:

  • Rektum berdarah
  • Diare
  • Demam
  • Perut bengkak
  • Muntah

Jangan tunda untuk memeriksakannya jika gejala ini sudah muncul.

Pengobatan di Rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi Hirschsprung?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi Hirschsprung:

1. Berikan makanan berserat tinggi

Jika anak sudah makan makanan padat, jangan lupa berikan makanan berserat tinggi. Tawarkan gandum utuh, buah-buahan dan sayuran serta batasi roti tawar dan makanan berserat rendah lainnya.

Ini karena peningkatan makanan berserat tinggi secara tiba-tiba dapat memperburuk sembelit pada awalnya, berikan makanan berserat tinggi secara perlahan. 

Sementara jika anak belum mengonsumsi makanan padat, minta dokter susu formula yang dapat meringankan sembelit. Beberapa bayi mungkin memerlukan selang sementara agar lebih mudah saat makan. 

2. Perbanyak minum

Minta anak untuk minum lebih banyak air. Ini karena ketika sebagian atau seluruh usus besar anak diangkat, anak mungkin akan mengalami kesulitan menyerap cukup air.

Minum lebih banyak air dapat membantu anak tetap terhidrasi yang dapat membantu meringankan sembelit.

3. Perbanyak aktivitas fisik

Jika usia anak sudah cukup besar, ajak ia untuk memperbanyak aktivitas fisik guna melancarkan buang air besar akibat Hirschsprung atau hisprung.

Aktivitas fisik yang bisa dilakukan pada anak dengan Hirschsprung atau hisprung meliputi olahraga, bermain, dan lainnya.

4. Pemberian laksatif dari dokter

Dokter mungkin akan memberikan obat laksatif untuk membantu melancarkan buang air besar pada anak dengan Hirschsprung.

Namun, hal ini hanya berlaku bila anak kondisi anak tidak kunjung membaik meski sudah memperbanyak asupan serat, minum air putih, dan melakukan aktivitas fisik.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Cacat Lahir pada Bayi: Ketahui Penyebab dan Cara Mencegahnya

    Tidak ada orangtua yang ingin anaknya terlahir dengan kelainan fisik apa pun. Lantas, sebenarnya apa penyebab bayi mengalami cacat lahir?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

    Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

    Imunisasi penting untuk mencegah si kecil terkena penyakit berbahaya di kemudian hari. Untuk lebih jelasnya, berikut semua hal yang perlu diketahui.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

    Anemia Sel Sabit (Sickle Cell Anemia)

    Anemia sel sabit adalah jenis anemia akibat kelainan genetik yang menyebabkan bentuk sel darah merah berbentuk sabit. Bagaimana cara mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

    Peran Penting Nutrisi dalam Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

    Nutrisi memiliki peran penting membantu pertumbuhan tinggi badan anak. Simak selengkapnya dan cari tahu standar tinggi badan anak Indonesia di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Konten Bersponsor
    asupan nutrisi yang baik membantu pertumbuhan tinggi badan anak
    Parenting, Nutrisi Anak 1 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    pelukan bayi dari orangtua distrofi otot muscular dystrophy adalah

    Distrofi Otot

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
    hemokromatosis

    Hemokromatosis

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
    kekurangan yodium saat hamil

    Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    ciri cacingan pada anak

    Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit