Hipokalemia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu hipokalemia?

Hipokalemia atau kekurangan kalium adalah kondisi saat kadar kalium di dalam darah lebih rendah daripada batas normal.

Kalium membantu membawa sinyal elektrik ke sel-sel di dalam tubuh Anda. Zat ini penting untuk menjalankan fungsi sel-sel saraf dan otot, khususnya otot jantung.

Normalnya, kadar kalium dalam darah Anda adalah 3,5-5,2 mmol/L. Kadar kalium yang sangat rendah (kurang dari 2,5 mmol/L) bisa mengancam jiwa dan membutuhkan tindakan medis darurat.

Pada orang lanjut usia, hipokalemia bisa menurunkan fungsi organ, kehilangan selera makan, menyebabkan penyakit tertentu. Beberapa pengobatan yang mereka lakukan bisa meningkatkan risiko hipokalemia.

Seberapa penting zat kalium untuk tubuh?

Kalium merupakan salah satu mineral dalam darah yang membawa muatan elektrik. Mineral itu disebut dengan elektrolit. Kalium bekerja sama dengan elektrolit lainnya untuk membantu tubuh melakukan banyak hal, di antaranya:

Menjaga tekanan darah dan kesehatan kardiovaskular

Asupan kalium yang rendah secara terus-menerus bisa membuat tekanan darah naik dan menimbulkan gangguan kardiovaskular.

Tekanan darah yang naik dapat diatasi salah satunya dengan membatasi asupan garam. Tak hanya itu, mengonsumsi kalium juga bisa menurunkan tekanan darah.

Peningkatan asupan kalium yang dibarengi dengan penurunan konsumsi natrium sangat penting untuk mengurangi sumber penyakit kardiovaskular.

Dalam sebuah penelitian, mereka yang mengonsumsi 4,069 mg kalium per hari memiliki risiko kematian 47 persen lebih rendah. 

Perawatan tulang dan otot

Makanan yang mengandung kalium menjaga alkali dalam tubuh, tidak seperti asidosis.

Asidosis metabolik dipicu diet yang penuh dengan makanan yang mengasamkan, seperti daging, produk susu, dan biji-bijian sereal olahan. Pola makan (diet) tinggi kalium dapat membantu menjaga massa otot.

Pada orang tua, diet itu cenderung menyebabkan pengecilan otot, seperti ketosis diabetikum. Namun, asupan kalium yang cukup dapat membantu mencegah hal ini. 

Sebuah penelitian menyebut bahwa peserta yang mengonsumsi 5,266 miligram kalium per hari mempertahankan rata-rata 3,6 pon massa jaringan tanpa lemak lebih banyak.

Penelitian lain juga menunjukkan peningkatan kepadatan tulang dengan asupan kalium tinggi.  Selain itu, kalium juga berfungsi untuk beberapa hal berikut:

  • Menerima nutrisi ke masing-masing sel dan membuang limbah sel
  • Menyeimbangkan kadar asam dan basa
  • Menjalankan impuls elektrik untuk fungsi saraf yang sehat
  • Menerima dan mengirimkan pesan pada otak untuk membuat otot bekerja ketika menggunakannya
  • Mengatur detak jantung

Organ ginjal mengontrol jumlah kalium dalam tubuh Anda dengan membuang kadar berlebih melalui urine. Ginjal Anda mempertahankan keseimbangan antara kadar kalium dan elektrolit lain di dalam tubuh untuk berfungsi dengan semestinya.

Risiko

Selain punya banyak manfaat, kalium ternyata juga bisa menyebabkan masalah kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Jika ginjal Anda berfungsi dengan baik, Anda mungkin tak akan punya masalah yang berhubungan dengan kalium di urine.

Hanya sedikit laporan tentang keburukan kalium yang berkaitan dengan asupan suplemen tinggi kalium. Belum ada makanan mengandung kalium yang dilaporkan punya efek buruk untuk tubuh.

Kalium sangat penting untuk berjalannya fungsi tubuh Anda, tapi kalium tidak punya kebaikan jika berdiri sendiri.

Pola makan dan keseimbangan diet secara keseluruhan sangat penting untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit.

Penyebab

Penyebab hipokalemia

Kekurangan kalium atau hipokalemia disebabkan oleh banyak hal. Penyebab yang paling umum adalah terlalu banyak kehilangan zat kalium dalam urine setelah mengonsumsi resep obat yang meningkatkan buang air kecil (diuretik).

Jenis obat tersebut adalah pil air atau diuretik yang ditujukan untuk pasien darah tinggi atau penyakit jantung.

Selain itu, muntah dan/atau diare juga bisa menyebabkan Anda kehilangan banyak kalium. Pola makan atau diet yang Anda jalani juga dapat menyebabkan tubuh kekurangan kalium.

Berikut merupakan penyebab umum hipokalemia atau kekurangan kalium yang dikutip dari artikel yang dipublikasikan Diversity Home Health Group:

Buang air kecil berlebihan

Buang air kecil merupakan cara umum yang digunakan tubuh untuk mengeluarkan kalium berlebih. Ginjal Anda bertanggung jawab dalam proses ini.

Gangguan dan penyakit ginjal bisa menyebabkan Anda kehilangan banyak kalium melalui pembuangan urine. Gangguan itu juga bisa menghilangkan kemampuan ginjal untuk mengatur kadar kalium dalam darah.

Diuretik

Diuretik atau pil air merupakan pengobatan yang umumnya diberikan ke orang lanjut usia dengan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Diuretik bisa meningkatkan keinginan buang air kecil hingga mengurangi kadar kalium dalam darah.

Muntah

Muntah hebat bisa menyebabkan malnutrisi dan mengurangi asupan kalium. Gangguan makan, seperti bulimia dan anoreksia, juga membuat kadar kalium menurun hingga mengakibatkan hipokalemia.

Keringat berlebih

Keringat merupakan cara lain tubuh untuk membuang kadar kalium berlebih. Namun, keringat yang berlebih di suhu panas atau saat melakukan aktivitas fisik bisa membuat kadar kalium menurun.

Ketidakseimbangan vitamin atau mineral

Kelebihan natrium, kadar magnesium rendah, dan kekurangan asam folat juga bisa memengaruhi kadar kalium rendah.

Pengobatan

Selain diuretik dan obat pencahar, beberapa obat juga punya pengaruh buruk terhadap kemampuan tubuh untuk menyerap dan menggunakan kalium.

Obat-obatan tersebut adalah insulin, beberapa steroid, dan beberapa antibiotik yang berhubungan dengan hipokalemia.

Penyalahgunaan alkohol

Penggunaan alkohol yang berlebihan secara signifikan meningkatkan risiko kadar kalium rendah. Ketika Anda mengonsumsi alkohol, itu akan masuk ke peredaran darah Anda dan melewati semua organ di tubuh Anda.

Alkohol akan merusak kemampuan organ Anda untuk mengatur elektrolit dan keseimbangan air yang Anda butuhkan.

Operasi

Beberapa operasi bisa mengurangi kemampuan tubuh menyerap kalium. Beberapa di antaranya adalah pengangkatan kandung empedu dan operasi bypass lambung.

Gejala

Gejala hipokalemia (kekurangan kalium)

Penurunan kadar kalium yang kecil mungkin tidak menyebabkan gejala apa pun, tapi bisa saja muncul dengan ringan.

Sebuah penelitian di European Journal of Emergency Medicine menunjukkan ada 4.846 orang yang dilarikan ke rumah sakit karena hipokalemia. Namun, hanya 1% yang merasakan gejala kekurangan kalium.

Berikut gejala yang mungkin terjadi ketika Anda mengalami hipokalemia (kekurangan kalium):

Pelemahan otot

Kalium membantu otot Anda bekerja setelah menerima pesan dari otak. Pengurangan kadar kalium akan mengganggu komunikasi antara otak dan otot Anda.

Ketika kadar kalium begitu rendah, beberapa otot Anda tak bisa bekerja sama sekali.

Otot kram, nyeri, dan kaku

Gangguan komunikasi antara otak dan otot dapat membuat otot Anda berkontraksi terlalu kencang. Akibatnya, Anda akan mengalami kram.

Kalium juga mengontrol ketersediaan darah pada otot Anda. Ketika aliran darah tak lancar, otot-otot Anda akan mulai rusak. Saat itu, otot juga akan terasa nyeri dan kaku.

 Kelelahan dan perubahan suasana hati

Kalium memengaruhi tubuh Anda untuk menyerap nutrisi. Ketika tubuh Anda tidak bisa menyerap dan menerima seluruh kebaikan dari nutrisi yang Anda makan, Anda akan merasa kelelahan dan perubahan suasana hati yang tak menentu.

Sembelit

Pencernaan membutuhkan otot di esofagus, perut, dan usus berkerja dengan baik. Ketika makanan melewati sistem pencernaan Anda, kalium meneruskan pesan dari otak menuju otot.

Ketika kadar kalium di tubuh tidak cukup, otot tidak akan bekerja secara efektif. Itu akan membuat perut Anda kram dan memperlambat pencernaan makanan.

Palpitasi jantung

Jantung Anda adalah otot, yang seperti otot lain, sangat tergantung dengan kalium untuk kontraksi dan relaksasi secara normal. Ketika kekurangan kalium, Anda akan mengalami palpitasi jantung.

Palpitasi merupakan sensasi ketika jantung Anda tiba-tiba berdetak sangat kencang dan cepat. Anda mungkin bisa menyadari sensasi itu melalui dada, tenggorokan, atau leher.

Detak jantung tak teratur

Sementara itu, penurunan kadar kalium yang besar akan menyebabkan detak jantung tak teratur, khususnya pada pasien penyakit jantung. Ini bisa menyebabkan Anda merasa pusing atau pingsan. Kadar kalium yang sangat rendah bahkan bisa membuat jantung Anda terhenti.

Kesulitan bernapas

Hubungan antara kalium dan kesehatan otot punya peranan penting dalam kemampuan Anda untuk bernapas dengan normal.

Kadar kalium yang rendah bisa melemahkan diafragma dan membuat bernapas terasa sulit. Napas pendek juga merupakan gejala penurunan fungsi jantung akibat kadar kalium rendah.

Kapan saya harus ke dokter?

Jika tidak ditangani, hipokalemia bisa mengancam hidup Anda. Kadar kalium yang sangat rendah bisa membuat jantung berhenti berdetak. Jika Anda merasakan gejala yang telah disebutkan, segera konsultasi dengan dokter.

Tanyakan ke dokter soal hasil tes darah Anda. Anda mungkin perlu melakukan pengobatan yang bisa memengaruhi kadar kalium di dalam darah atau mungkin Anda membutuhkan perawatan untuk menghilangkan penyebab penurunan kadar kalium.

Perawatan untuk pasien hipokalemia langsung tertuju pada penyebabnya. Anda mungkin juga akan diberikan suplemen kalium. Jangan mengonsumsi suplemen apa pun tanpa resep dokter.

Gangguan yang berkaitan

Penyakit yang berhubungan dengan hiopkalemia

Sindrom Bartter

Sindrom Bartter merupakan gangguan metabolisme yang melibatkan ginjal. Gejala umum yang terjadi, yaitu pertumbuhan melambat, tubuh lemah, haus dan buang air kecil berlebihan. Sindrom ini ditandai dengan hilangnya kalium melalui ginjal secara berlebih.

Periodik paralisis hipokalemia

Ini merupakan gangguan yang ditandai dengan kelumpuhan dengan hilangnya refleks tendon dalam dan kegagalan otot untuk merespon stimulasi elektrik.

Alkalosis metabolik

Gangguan yang ditandai dengan peningkatan bikarbonat darah. Gejalanya meliputi iritabilitas, hipereksitabilitas, neuromuskuler, kadar kalium rendah (hipokalemia), kelemahan otot, gangguan motilitas pencernaan, dan buang air kecil yang berlebihan.

Diagnosis

Diagnosis hipokalemia (kekurangan kalium)

Petugas kesehatan akan meminta Anda melakukan tes darah untuk mengecek kadar kalium. Kadar normal berada di angka 3,7 sampai 5,2 mmol/L.

Tes darah mungkin juga akan dilakukan untuk mengecek hal-hal lain, seperti di bawah ini:

  • Glukosa, magnesium, kalsium, sodium, fosfor
  • Hormon tiroid
  • Aldosteron

Anda mungkin juga disarankan melakukan Electrocardiogram (ECG) untk mengecek kondisi jantung.

Evaluasi diagnostik

Secara umum, ada dua komponen evaluasi diagnostik untuk penyakit hipokalemia:

Banyaknya kalium dalam urine

Ekskresi (pengeluaran) kalium dalam urine yang dikumpulkan 24 jam adalah cara terbaik untuk menilai seberapa banyaknya kalium di dalam urine.

Jika ekskresi di atas 15 mEq kalium per hari, ini adalah indikasi adanya penurunan kalium ginjal yang tidak tepat.

Pengukuran konsentrasi kalium dan kreatinin dapat dilakukan dalam sampel urine yang sedikit, jika pengumpulan urin 24 jam tidak memungkinkan.

Setelah menentukan apakah terdapat pembuangan kalium ginjal, penilaian status asam-basa selanjutnya dapat mempersempit diagnosis banding.

Penilaian status asam-basa

Setelah ekskresi kalium dalam urine diukur, tahap diagnostik akan dilakukan ketika dokter Anda menemukan kemungkinan adanya hipokalemia yang tidak pasti.

Pengobatan 

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Pengobatan untuk hipokalemia (kekurangan kalium)

Jika kondisi Anda masih termasuk ringan, dokter mungkin akan menyarankan konsumsi pil kalium oral. Namun jika sudah parah, Anda membutuhkan tambahan kalium melalui vena (IV).

Jika Anda mengonsumsi obat diuretik, dokter mungkin akan menggantikan resep dengan obat yang bisa mempertahankan kadar kalium di dalam tubuh.

Jenis ini disebut dengan diuretik hemat kalium. Dokter Anda juga bisa saja memberikan resep untuk penambahan kalium yang harus Anda konsumsi secara rutin.

Namun, dokter juga perlu berhati-hati ketika meresepkan perawatan untuk hipokalemia karena kalium yang terlalu banyak mungkin mengarah ke tingkat kalium berlebihan dalam tubuh atau hiperkalemia.

Makanan untuk mencegah hipokalemia (kekurangan kalium)

Cara paling aman dna mudah untuk menambah asupan kalium adalah dengan mengatur makanan Anda.

Diversity Home Health Group menyebut para ahli merekomendasikan orang dewasa harus mendapat 4,700 miligram kalium dalam dietnya.

Ada banyak makanan lezat yang bisa menaikkan kadar kalium dalam tubuh Anda.

Pisang adalah salah satu makanan mengandung kalium yang paling sering direkomendasikan, Padahal ada banyak makanan lain yang tak kalah banyak mengandung kalium daripada pisang.

Makanan yang mengandung kalium, antara lain:

  • Sayuran hijau, khususnya sayuran bit, kol, dan bayam
  • Jamur
  • Alpukat
  • Kentang panggang
  • Pisang
  • Wortel
  • Daging sapi tanpa lemak matang
  • Susu
  • Jeruk
  • Selai kacang
  • Kacang-kacangan
  • Salmon
  • Rumput laut
  • Tomat
  • Bibit gandum
  • Produk hewani, seperti daging sapi, babi, unggas, krang, ikan, dan produk susu

Mengonsumsi suplemen kalium biasanya dapat mengatasi masalah ini. Namun di kasus yang parah, tanpa penggunaan yang benar, penurunan parah kadar kalium bisa menyebabkan detak jantung tak beraturan dan berakibat fatal.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Rebung Ternyata Menyimpan Manfaat untuk Kesehatan, Loh!

    Rebung, mungkin masih asing di telinga Anda. Sayuran ini berasal dari tunas muda tanaman bambu. Anda perlu tahu manfaat rebung untuk kesehatan Anda di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Nutrisi, Hidup Sehat, Fakta Unik 2 Juli 2017 . Waktu baca 4 menit

    Suka Makan Kangkung? Ini 7 Khasiat Mujarabnya Bagi Kesehatan Tubuh

    Identik dengan bentuk daun yang panjang berwarna hijau dan lezat saat diolah. Namun, sudahkah Anda tahu apa saja manfaat kangkung?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 28 Juni 2017 . Waktu baca 6 menit

    Daftar Pantangan Pasien Sakit Ginjal yang Perlu Dihindari

    Bagi pasien sakit ginjal, memperhatikan pantangan, mulai dari makanan hingga keseharian adalah hal yang penting. Apa saja yang perlu dihindari?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Urologi, Ginjal 30 Juni 2016 . Waktu baca 7 menit

    Hiperkalemia

    Hiperkalemia adalah kondisi kesehatan ketika ada kelebihan kalium dalam tubuh. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, hingga pengobatan di sini.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 8 Januari 2016 . Waktu baca 10 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    makanan sumber kalium

    5 Ragam Makanan Bergizi Tinggi Kalium untuk Tubuh

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 24 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit
    kebanyakan konsumsi cuka apel

    Kenapa Kita Tidak Boleh Mengonsumsi Cuka Apel Berlebihan?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2018 . Waktu baca 6 menit
    berbagai akibat tubuh kekurangan kalium

    Sering Kesemutan Atau Pegal-pegal? Bisa Jadi Anda Kekurangan Kalium

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 29 Agustus 2017 . Waktu baca 5 menit
    candesartan obat penyakit jantung hipertensi stroke

    Sodium Polystyrene Sulfonate

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 28 Juli 2017 . Waktu baca 9 menit