Eksim Dishidrosis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu eksim dishidrosis?

Eksim dishidrosis adalah jenis dermatitis yang ditandai dengan kemunculan bintil-bintil lepuhan pada telapak tangan dan telapak kaki, atau pada sela-sela jarinya. Lepuhan tersebut dapat berisi cairan yang terasa gatal dan perih. Bintil lepuhan biasanya dapat sembuh dalam tiga minggu.

Jenis dermatitis ini tidak menimbulkan peradangan yang membuat kulit memerah. Namun, lepuhan dapat kambuh berulang-ulang. Hal ini dapat berakibat pada retakan dan penebalan kulit.

Istilah medis lain yang juga dipakai untuk untuk menjelaskan eksim dishidrotik adalah pompholyx dan vesicular eczema. Dishidrotik juga sering disebut eksim pada tangan dan kaki.

Dishidrosis adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan, tapi dapat dikendalikan gejalanya dengan perawatan tertentu. Dishidrosis termasuk penyakit kulit tidak menular.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Dishidrosis adalah jenis dermatitis ketiga yang paling serinng terjadi pada orang dewasa berumur 20 hingga 40 tahun. Kondisi ini dua kali lebih umum dialami oleh wanita dibandingkan pada pria.

Orang yang memiliki riwayat alergi seperti asma dan demam atau keturunan dari keluarga dengan eksim dishidrosis lebih rentan mengalami jenis eksim ini. Sekitar setengah dari mereka yang memiliki dishidrosis juga memiliki dermatitis atopik (eksim)

Namun, kondisi ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala eksim dishidrosis?

Setiap jenis eksim umumnya memiliki gejala utama yang identik, seperti ruam kemerahan yang terasa gatal. Namun dishidrosis memiliki ciri yang berbeda dibandingkan jenis eksim lainnya.

Eksim dishidrosis ditandai dengan munculnya lepuhan kecil dengan karakteristik berikut:

  • Lepuhan muncul pada jari tangan, jari kaki, tangan, dan kaki. Lebih umum timbul pada bagian ujung, lipatan, dan tepi jari tangan, jari kaki, telapak tangan, dan telapak kaki.
  • Lepuhan berukuran sangat kecil (dengan diameter 3 mm atau kurang) dan biasanya berisi cairan.
  • Lepuhan berwarna buram dan mendalam; baik rata dengan kulit atau sedikit menonjol dan tidak mudah pecah. Akhirnya, lepuhan-lepuhan yang kecil menjadi satu dan membentuk lepuhan besar.
  • Lepuhan bisa terasa gatal, menyebabkan nyeri, atau tidak menimbulkan gejala sama sekali. Lepuhan menjadi lebih buruk setelah tersentuh air, sabun, atau bahan-bahan yang mengiritasi.
  • Menggaruk akan memecahkan lepuhan, mengeluarkan cairan di dalamnya, menyebabkan kulit mengerak dan pada akhirnya retak. Retakan ini biasanya memerlukan waktu mingguan atau bahkan bulanan untuk sembuh. Kulit akan kering dan bersisik selama periode ini.
  • Cairan dari lepuhan adalah serum yang terakumulasi di antara sel-sel kulit yang teriritasi.
  • Dalam sejumlah kasus, lepuhan bisa disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening. Ini ditandai dengan perasaan menggelitik di lengan bawah dan benjolan yang muncul di ketiak.
  • Kuku pada jari tangan atau jari kaki yang terkena bisa tampak berbintik-bintik.

Pada beberapa kasus lepuhan kulit sulit terlihat pada bagian jari tangan dan kaki karena tekstur kulit yang lebih tebal.

Kadang lepuhan yang besar akan terbentuk dan terasa sakit. Biasanya lepuhan akan terasa gatal dan menyebabkan kulit bersisik hingga mengelupas. Area yang terinfeksi eksim menjadi pecah-pecah dan sakit jika disentuh.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan pengobatan dini dapat mencegah memburuknya dishidrosis, jadi konsultasikanlah pada dokter sesegera mungkin untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda mengalami satu pun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apa pun, konsultasikanlah pada dokter.

Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab eksim dishidrosis?

Penyebab dishidrosis hingga saat ini masih belum diketahui pasti. Namun para ahli menduga dishidrosis berkaitan erat dengan beberapa kondisi seperti alergi musiman, riwayat penyakit dermatitis kontak, dan jenis eksim lainnya.

Dari kebanyakan kasus yang ditemukan menunjukkan bahwa dishidrosis dapat digolongkan menjadi penyakit keturunan. Jika Anda memiliki keluarga yang mengalami dishidrosis, maka peluang Anda untuk terkena penyakit ini akan lebih tinggi.

Faktor Pemicu

Apa yang meningkatkan risiko seseorang terkena eksim dishidrosis?

Beberapa faktor pemicu yang turut menyebabkan munculnya kondisi eksim dishdirosis adalah:

  • Stres.
  • Jenis kulit sensitif.
  • Serbuk sari.
  • tangan dan kaki yang lembab akibat keringat berlebihan atau kontak yang terlalu lama dengan air.
  • Kontak sehari-hari dengan benda-benda yang mengandung logam nikel, seperti perhiasan, kunci, ponsel, bingkai kacamata, barang dari stainless steel, dan kancing logam, buncis dan resleting.
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung nikel, seperti kakao, coklat, kacang kedelai, oatmeal, kacang-kacangan, almond, kacang-kacangan segar dan kering, dan makanan kaleng.
  • Menggunakan barang yang mengandung kobalt, seperti piring berwarna biru kobalt, cat dan pernis; peralatan medis tertentu; perhiasan; dan di bemper logam, kancing dan ritsleting.
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung kobalt, seperti kerang, ikan, sayuran hijau, hati, susu, kacang-kacangan, tiram, dan daging merah.
  • Terpapar garam kromium yaitu material yang digunakan dalam pembuatan semen, mortar, kulit, cat dan antikorosi.

Sangat memungkinkan juga bagi Anda untuk mengalami kondisi ini bersamaan dengan jenis dermatitis kontak lainnya.

Penting untuk memahami jenis eksim yang mungkin Anda miliki dan juga gejala serta pemicunya sehingga Anda dapat merawat dan mengelolanya dengan lebih baik.

Satu-satunya cara untuk memastikan bahwa Anda memiliki dishidrosis adalah dengan berkonsultasi dengan dokter Anda.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana dokter mendiagnosis eksim dishidrotik?

Dalam kebanyakan kasus, dokter dapat mendiagnosis dishidrosis berdasarkan pemeriksaan fisik.

Tidak ada tes laboratorium yang dapat secara spesifik memastikan diagnosis penyakit ini. Namun, dokter dapat menganjurkan beberapa tes untuk mengeliminasi masalah kulit lain yang menimbulkan gejala serupa sehingga diagnosis lebih mengerucut.

Sebagai contoh, dokter mungkin saja melakukan tes pada kelupasan kulit Anda untuk jenis jamur yang menyebabkan masalah, seperti athlete’s foot (kutu air). Alergi dan sensitivitas kulit dapat diungkap dengan memapaparkan sebagian kulit Anda pada berbagai zat.

Apa saja pengobatan untuk eksim dishidrosis?

Bergantung pada tingkat keparahan ciri dan gejala yang muncul, pilihan pengobatan eksim dishidrosis adalah:

1. Kortikosteroid

Krim dan salep kortikosteroid memiliki potensi tinggi untuk membantu mempercepat hilangnya lepuhan. Membalut area yang diobati juga dapat meningkatkan penyerapan.

Kompres lembap juga dapat diterapkan setelah mengoleskan kortikosteroid. Dalam kasus yang parah, dokter dapat meresepkan pil kortikosteroid, seperti prednisone.

Penggunaan steroid jangka panjang dari steroid dapat menyebabkan efek samping serius.

2. Fototerapi

Jika pengobatan lainnya tidak efektif, dokter dapat menganjurkan satu jenis terapi cahaya khusus yang mengombinasikan paparan terhadap cahaya ultraviolet dengan obat yang dapat membuat kulit Anda lebih reseptif terhadap efek jenis cahaya ini.

3. Salep penekan imun

Obat-obatan seperti tacrolimus (Protopic) dan pimecrolimus (Elidel) dapat membantu orang yang ingin membatasi paparan terhadap steroid. Efek samping dari obat ini adalah peningkatan risiko infeksi kulit.

4. Suntikan botulinum toxin

Sejumlah dokter dapat mempertimbangkan anjuran suntik botox (botulinum toxin) untuk mengobati kasus dishidrosis yang parah.

Pencegahan

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mencegah eksim dishidrosis?

Gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi eksim dishidrosis. Kompres basah dan dingin dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan yang berkaitan dengan kulit gatal.

Dokter dapat menganjurkan Anda untuk mengoleskan salep setelah menggunakan kompres. Pelembap juga dapat membantu keringnya kulit sehingga juga mengurangi sebagian gatal.

Jenis pelembap yang dapat Ada gunakan, antara lain:

  • Petroleum jelly, seperti Vaseline
  • Krim berat, seperti Lubriderm atau Eucerin
  • Minyak mineral
  • Berendam dengan witch hazel

Mengubah diet Anda dapat membantu jika obat-obatan tampaknya tidak dapat mengatasi wabah. Nikel atau kobalt diyakini dapat menyebabkan eksim. Menghindari makanan yang mengandung zat-zat ini dapat membantu.

Beberapa orang mengatakan bahwa menambahkan vitamin A ke dalam diet Anda dapat membantu, tetapi pastikan untuk menanyakannya pada dokter terlebih dahulu.

Hindari hal-hal yang membuat rasa sakit dan gatal memburuk, seperti menggaruk atau memecahkan lepuhan Anda.

Usahakan untuk selalu menjaga kebersihan dengan rutin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas. Namun, yang terpenting dalam perawatan dishidrosis adalah Anda harus menghindari kontak berlebihan dengan air.

Begitu juga dengan penggunaan produk yang dapat menyebabkan iritasi kulit, seperti lotion dengan pewangi ,dan bahan-bahan kimia lainnya seperti sabun dan detergen.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: November 30, 2018 | Terakhir Diedit: Februari 21, 2020

Yang juga perlu Anda baca