Demam

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/12/2019 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu demam?

Demam adalah peningkatan suhu tubuh sementara dalam menanggapi penyakit atau rasa sakit. Berdasarkan Harvard Medical School, kondisi ini merupakan cara tubuh yang paling efektif dalam menghadapi infeksi. 

Suhu tubuh kita tidak selalu sama sepanjang hari. Rata-rata, suhu tubuh berada di angka 37. Namun, biasanya lebih tinggi di sore hari atau setelah makan atau berolahraga.

Jika suhu tubuh Anda lebih tinggi dari 38, maka Anda mengalami demam. Kondisi ini biasanya terjadi dalam menanggapi infeksi seperti virus flu atau infeksi bakteri radang tenggorokan, atau peradangan yang terjadi pada cedera atau karena penyakit.

Kerusakan otak akibat kondisi ini biasanya tidak terjadi, kecuali suhu tubuh mencapai 42. Kondisi tidak terobati yang disebabkan oleh infeksi jarang mencapai lebih dari 40, kecuali Anda berpakaian berlebihan atau berada di tempat yang panas. 

Kejang akibat kondisi ini memang terjadi pada beberapa anak. Kebanyakan akan berakhir dengan cepat tidak menyebabkan kerusakan permanen. 

Demam yang tidak dapat dijelaskan yang berlangsung selama berhari-hari atau berminggu-minggu disebut fevers of undetermined origin (FUO) atau demam yang tidak ditentukan penyebabnya. 

Seberapa umumkah kondisi ini?

Demam pada orang dewasa umum terjadi. Kondisi ini dianggap sebagai bagian penting dari pertahanan tubuh terhadap infeksi. Kondisi ini biasanya lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Siapapun bisa mengalami demam dalam hidup mereka.

Namun, ketika suhu naik terlalu tinggi, bisa berbahaya dan menyebabkan penyakit serius. Kondisi pada anak-anak perlu dianggap serius. 

Kondisi ini dapat dikelola dengan mengurangi faktor risiko. silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja gejala demam?

Anda mengalami demam ketika suhu tubuh Anda meningkat dari suhu normal. Berdasarkan penyebabnya, gejala yang umum dari kondisi ini adalah:

  • Merasa dingin ketika  orang lain tidak merasa dingin
  • Menggigil
  • Kulit Anda terasa panas jika disentuh
  • Sakit kepala
  • Kehilangan selera makan
  • Dehidrasi
  • Depresi
  • Sulit konsentrasi
  • Kantuk
  • Berkeringat

Anak-anak berusia di antara 6 bulan hingga 5 tahun mungkin merasakan kejang. Sekitar sepertiga dari anak-anak yang pernah mengalami kejang akan mengalaminya kembali, paling umum dalam 12 bulan ke depan. 

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Demam biasanya bukan pertanda keadaan darurat atau membuat Anda harus menghubungi dokter. Namun, ada beberapa pertimbangan yang perlu Anda pikirkan sebelum memutuskan menghubungi dokter. 

Bayi

Demam yang tidak dapat dijelaskan menyebabkan kekhawatiran yang lebih pada bayi daripada dewasa. Hubungi dokter jika bayi Anda mengalami hal-hal di bawah ini:

  • Lebih muda dari 3 bulan dan memiliki suhu tubuh 38 yang diukur melalui dubur. 
  • Berusia di antara 3 sampai 6 bulan dan memiliki suhu tubuh hingga 38,9 yang diukur melalui dubur, rewel, tampak lesu atau tidak nyaman.  
  • Berusia di antara 6 bulan sampai 24 bulan dan memiliki suhu tubuh lebih tinggi dari 38,9 yang bertahan lebih dari satu hari tanpa menunjukkan gejala lain. 
  • Anak Anda menunjukkan gejala lain, seperti flu, batuk, diare. 

Anak-anak

Mungkin Anda tidak perlu khawatir ketika anak Anda demam, tapi tetap responsif, menanggapi ekspresi dan suara Anda, dan minum air banyak serta masih bermain. 

Segera hubungi dokter jika anak Anda mengalami hal-hal di bawah ini:

  • Lesu atau rewel, muntah berulang kali, sakit kepala parah atau sakit perut, atau memiliki gejala lain yang menyebabkan ketidaknyamanan parah. 
  • Demam setelah ditinggal di dalam mobil yang panas. Segera cari pertolongan medis. 
  • Demam selama lebih dari tiga hari. 
  • Tampak lesu dan tidak responsif. 

Tanya dokter anak Anda tentang penanganan dalam keadaan khusus, seperti anak dengan masalah sistem kekebalan tubuh atau dengan penyakit yang sudah ada sebelumnya. 

Orang dewasa

Anda harus menghubungi dokter Anda jika Anda memiliki salah satu dari gejala berikut:

  • Demam lebih dari 40 derajat dan tidak dapat diobati dengan obat yang beredar di pasaran
  • Demam yang berlangsung selama lebih dari 48 sampai 72 jam
  • Adanya penyakit medis serius seperti masalah jantung, diabetes, atau cystic fibrosis
  • Ruam atau memar
  • Gejala lain seperti sakit tenggorokan, sakit kepala, atau batuk

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas atau memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda. 

Tubuh masing­-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab demam?

Kondisi ini muncul ketika suatu area di otak yang disebut hipotalamus menggeser suhu tubuh ke atas. Ketika ini terjadi, Anda mungkin akan merasa kedinginan dan menambah lapisan pada baju Anda atau membungkus diri di bawah selimut. Hal ini menghasilkan suhu tubuh yang tinggi. 

Demam adalah reaksi tubuh yang umum karena infeksi atau penyakit. Demam biasanya disebabkan oleh:

  • Infeksi seperti flu, sakit tenggorokan, cacar air atau pneumonia
  • Infeksi pada tulang (osteomielitis), radang usus buntu, infeksi kulit atau selulitis, dan meningitis
  • Efek samping dari beberapa obat
  • Paparan sinar matahari berlebihan
  • Stroke panas
  • Penyakit rheumatoid, penyakit kronis yang menyebabkan pembengkakan dan nyeri pada sendi, jaringan di sekitar sendi dan organ lain dalam tubuh manusia
  • Keracunan makanan
  • Gangguan hormon seperti penyakit tiroid yang terlalu aktif
  • Tumbuh gigi pada bayi dan anak-anak kecil.

Demam juga bisa merupakan gejala awal kanker. Ini terutama berlaku untuk penyakit Hodgkin, limfoma non-Hodgkin, dan leukemia. 

Penyebab lain

Ada beberapa penyebab lain yang mungkin menyebabkan suhu tubuh naik, yaitu:

  • Siklus menstruasi pada wanita. Pada tahap kedua dari siklusnya, suhu tubuh seorang wanita bisa naik 1 derajat atau lebih. 
  • Aktivitas fisik, emosi kuat, makanan, pakaian berat, suhu ruangan terlalu tinggi dan kelembapan tinggi juga dapat meningkatkan suhu tubuh.

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena demam?

Ada banyak faktor risiko untuk demam, seperti:

Umur

Anak-anak lebih berisiko mengalami demam karena sistem kekebalan tubuh mereka lemah. Biasanya, anak-anak prasekolah dan SD dapat mengalami 10 pilek per tahun dengan gejala yang paling umum yaitu suhu tubuh meningkat.

Kontak

Kontak dengan orang yang sakit akan meningkatkan risiko Anda mendapatkan infeksi dan demam. Dokter selalu menyarankan untuk menjaga jarak dengan orang yang terkena kondisi ini supaya Anda tidak tertular. 

Jangan melakukan kontak langsung dengan orang dengan kondisi ini karena akan meningkatkan risiko Anda terkena kondisi yang sama. Dalam beberapa kasus, orang akan sakit lebih parah setelah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi. 

Makanan dan air

Air yang terkontaminasi dan makanan yang tidak bersih bisa meningkatkan risiko terkena infeksi dan demam. Jika Anda dengan mudah tertular demam ketika mengunjungi tempat baru, itu mungkin karena tubuh Anda tidak cukup kuat untuk beradaptasi dengan perubahan. 

Anda sebaiknya membawa makanan dan minuman Anda sendiri untuk mencegah makanan tidak sehat dari luar rumah. Hal ini bisa menyebabkan komplikasi kesehatan pada tubuh Anda.

Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah (melemah karena pengobatan atau penyakit, seperti HIV/AIDS) punya risiko tinggi terhadap infeksi dan demam.  

Jika Anda rentan terserang demam dan mengalami perubahan suhu tubuh selama perubahan musim, Anda mungkin memiliki kekebalan tubuh yang lemah. 

Kalau sudah begini, Anda harus ekstra hati-hati dengan kesehatan Anda. Konsumsi makanan yang dapat meningkatkan imunitas, seperti buah-buahan kering, kacang-kacangan, dan biji-bijian. 

Komplikasi

Komplikasi apa yang mungkin terjadi pada kondisi ini?

Anak-anak di antara usia 6 bulan hingga 5 tahun mungkin mengalami demam diikuti kehilangan kesadaran dan kejang di kedua sisi tubuh.

Meskipun membuat orangtua khawatir, sebagian besar kejang demam tidak bertahan lama. Jika anak Anda kejang, lakukan ini:

  • Baringkan anak Anda di samping atau perutnya di lantai.
  • Singkirkan objek tajam apapun di dekat anak Anda. 
  • Kendurkan pakaian ketat. 
  • Lindungi anak Anda dari cedera.
  • Jangan letakkan apapun di mulut anak Anda atau melakukan cara lain untuk menghentikan kejang. 

Sebagian besar kejang berhenti dengan sendirinya. Bawalah anak Anda ke dokter secepatnya setelah kejang diduga menjadi penyebab demam. 

Hubungi tim medis jika kejang bertahan lebih dari lima menit. 

Diagnosis

Bagaimana demam didiagnosis?

Mendiagnosis kondisi ini cukup mudah, suhu pasien diukur oleh termometer. Seseorang memiliki demam jika:

  • Suhu di mulut lebih 37.7
  • Suhu di rektum (anus) lebih dari 37,5 – 38
  • Suhu di bawah lengan atau di dalam telinga adalah lebih dari 37,2

Pastikan untuk mengukur suhu seseorang saat mereka beristirahat, karena aktivitas fisik dapat juga menghangatkan tubuh.

Untuk membantu menentukan penyebab di balik kondisi Anda, dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan di bawah ini:

  • Gejala lain seperti batuk, sakit perut, muntah, diare, atau sakit ketika buang air kecil
  • Operasi atau cedera terkini
  • Vaksinasi terkini
  • Obat-obatan yang baru Anda konsumsi
  • Perjalanan terkini, terlebih perjalanan ke luar negeri. 

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti saran medis. SELALU berkonsultasi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana demam diobati?

Pengobatan untuk demam dapat bervariasi, tergantung pada penyebabnya. Berikut obat-obatan untuk mengatasi kondisi tersebut:

Pengobatan pada bayi

Bayi berusia kurang dari 28 hari mungkin perlu dibawa ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan. Pada bayi seumur ini, demam bisa menjadi indikasi infeksi serius yang memerlukan pengobatan intravenous (IV) dan pemantauan sepanjang waktu. 

Pengobatan untuk anak-anak dan orang dewasa

  • Untuk demam yang disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti radang tenggorokan, dokter mungkin meresepkan antibiotik.
  • Untuk demam yang disebabkan oleh infeksi virus, seperti flu, obat non-steroid anti-inflamasi, seperti Tylenol (Paracetamol) atau naproxen (Aleve), dapat membantu meringankan beberapa gejala yang membuat Anda tidak nyaman.

Bila Anda memiliki demam, Anda cenderung berkeringat lebih banyak. Oleh karena itu, asupan cairan sangat penting untuk mencegah dehidrasi.

Meskipun obat yang beredar di pasaran sangat umum dan berguna, namun obat ini tidak memiliki efek dalam mengobati penyakit yang disebabkan oleh cuaca panas atau olahraga ekstrem. 

Jika Anda mengalami heat stroke (serangan panas berlebihan akibat sinar matahari), periksalah ke dokter segera.

Anak-anak dan remaja tidak boleh menggunakan aspirin karena penggunaan aspirin yang terlalu banyak terkait dengan sindrom Reye.

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan  yang dapat membantu saya mengelola demam?

Ada banyak hal sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kondisi ini, yaitu:

  • Jangan melilit seseorang yang kedinginan dengan selimut
  • Singkirkan baju yang berlebihan atau selimut. Ciptakan suasana ruangan yang nyaman, tidak terlalu panas atau dingin. Kenakan satu lapis pakaian dan satu lapis selimut untuk tidur. 
  • Mandi air hangat dapat membantu mengatasi seseorang yang demam. Cara ini efektif setelah obat diberikan. 
  • Jangan mandi air dingin atau kompres es atau alkohol. Ini bisa mendinginkan kulit, tapi seringkali membuat keadaan semakin parah. 
  • Semua orang, khususnya anak-anak, harus minum banyak cairan. Air, sup, dan gelatin adalah pilihan yang baik. 
  • Jangan berikan terlalu banyak jus buah pada anak kecil. 
  • Meskipun makan adalah hal baik, jangan terlalu mengonsumsi terlalu banyak porsi. 

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah kondisi ini untuk saya dan anak saya?

Anda mungkin bisa mencegah demam dengan mengurangi risiko Anda terhadap penyakit infeksi. Cara berikut ini mungkin bisa membantu:

  • Cuci tangan Anda dengan sering dan ajarkan anak Anda untuk melakukan hal yang sama, terutama sebelum dan sesudah makan, serta sebelum dan sesudah buang air kecil atau buang air besar.
  • Tunjukkan cara mencuci tangan yang benar pada anak Anda. 
  • Selalu bawa hand sanitizer untuk membersihkan tangan Anda jika tidak ada sabun.
  • Hindari menyentuh hidup, mulut, dan mata Anda karena dari sanalah virus dan bakteri bisa masuk ke tubuh dan membuat Anda terkena infeksi. 
  • Tutup mulut Anda ketika batuk atau bersin. Ajarkan anak Anda untuk melakukan hal yang sama. Jika memungkinkan, palingkan wajah dari orang yang batuk atau bersin.
  • Hindari berbagi cangkir, botol, atau alat makan lainnya dengan anak Anda. 

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk lebih memahami solusi yang terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan saran medis, diagnosis atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Menyebalkan memang jika terkena flu saat puasa. Namun, tahukah Anda jika kena flu saat puasa justru akan membuat tubuh lebih baik dan Anda cepat pulih?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hari Raya, Ramadan 04/05/2020 . 3 mins read

    Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

    Infeksi di kulit sering terjadi pada anak. Salah satunya adalah selulitis. Apa itu selulitis dan bagaimana mencegahnya terjadi pada anak?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Kesehatan Anak, Parenting 18/04/2020 . 4 mins read

    Apa Penyebab Hidung Tersumbat dan Bagaimana Mengatasinya?

    Umumnya orang berpikir kelebihan lendir adalah penyebab utama hidung tersumbat. Sebenarnya saat hidung tersumbat terjadi pembengkakan di lapisan hidung.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Tips Sehat 15/04/2020 . 4 mins read

    4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan untuk Mengatasi Demam pada Anak

    Mengatasi demam pada anak tidak boleh sembangan. Beberapa hal ini sebaiknya Anda hindari karena tidak efektif untuk meredakan demam.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Kesehatan Anak, Parenting 15/04/2020 . 3 mins read

    Direkomendasikan untuk Anda

    Batuk ke arah siku etika batuk

    Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 7 mins read
    mimpi buruk saat demam

    Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 mins read
    gerimis bikin sakit

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . 5 mins read
    puasa saat radang tenggorokan

    7 Tips Sehat Menjalani Puasa Saat Radang Tenggorokan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020 . 4 mins read