Sistiserkosis

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu sistiserkosis?

Cysticerocosis atau sistiserkosis adalah infeksi langka yang disebabkan oleh cacing pita dari babi bernama Taena solioum (T. solium). Infeksi ini dapat ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi, atau telur cacing pita dari daging babi yang terinfeksi. Dalam banyak kasus, cacing pita masuk ke dalam tubuh semenjak masih berbentuk telur.

Sistiserkosis dapat memengaruhi area tubuh termasuk mata, sumsum tulang belakang, kulit, jantung, dan otak.

Seberapa umumkah cysticerocosis?

Sistiserkosis adalah infeksi umum karena jenis cacing pita ini ada di seluruh dunia. Namun infeksi ini seringnya terjadi di negara-negara berkembang dan daerah pedesaan. Ketika sampai ke otak, penyakit menjadi parah terlepas dari apakah pasien adalah orang dewasa atau anak-anak.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sistiserkosis?

Telur cacing pita di perut masuk ke dalam usus. Sementara di usus, cacing akan menimbulkan rasa mual, kehilangan nafsu makan, sakit perut, dan diare. Pasien juga akan kehilangan berat badan karena tidak sepenuhnya menyerap asupan nutrisi.

Kemudian ketika cacing pindah ke bagian lain melalui pembuluh darah, cacing dapat berkembang menjadi kista kecil di otot, otak, dan mata. Gejala-gejala ini dapat terjadi dalam kurun waktu bulanan sampai tahunan setelah terinfeksi. Ketika pindah ke bagian lain dari tubuh, tanda-tanda pertama dari penyakit tergantung pada di mana kista ditemukan.

  • Kista di mata dapat menyebabkan penglihatan kabur, kehilangan penglihatan, pembengkakan, dan ablasi retina.
  • Kista di otak dan sumsum tulang belakang dapat menyebabkan kejang, sakit kepala, mudah bingung, kurangnya konsentrasi, masalah keseimbangan, pembengkakan otak, dan bahkan kematian.
  • Kista di jantung dapat menyebabkan detak jantung abnormal dan dalam kasus yang jarang terjadi akan menyebabkan gagal jantung.
  • Kista di otot dalam banyak kasus tidak menunjukkan gejala apapun.

Kemungkinan terdapat gejala dan tanda lain yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki kekhawatiran mengenai gejala penyakit ini, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda melihat tanda-tanda atau gejala seperti yang disebutkan di atas, hubungi dokter. Juga jika terdapat anggota keluarga yang memiliki kista. Anda harus segera diperiksa setelah dideteksi bahwa muncul gejala.

Penyebab

Apa penyebab sistiserkosis?

Beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya infeksi sistiserkosis adalah:

  • Mengonsumsi daging babi yang terinfeksi. Babi sering terinfeksi dengan memakan makanan yang terkontaminasi telur cacing dalam tinjanya. Saat orang makan daging babi mentah atau setengah matang yang terinfeksi, telur cacing pita dapat ikut termakan.
  • Sanitasi yang buruk. Karena sanitasi yang buruk, telur dapat menyebar ke makanan, air, atau barang-benda lainnya.

Sebenarnya, setiap orang bisa memiliki cacing pita di dalam tubuhnya. Cacing dewasa tinggal di usus, sedangkan cacing pita tahap muda (larva kista) tinggal di otot, hati, paru-paru, otak, atau jaringan lain.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena sistiserkosis?

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terkena infeksi sistiserkosis adalah:

  • Tinggal di lingkungan yang tidak bersih
  • Makan makanan yang mengandung larva cacing
  • Tidak mengonsumsi obat cacing dengan benar

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk sistiserkosis?

Sistiserkosis dapat diobati dengan obat anti-parasit atau obat cacing. Ini cukup efektif untuk memberantas cacing pita. Dokter Anda akan memberikan obat yang tepat untuk menghancurkan cacing (jika Anda terinfeksi lebih dari satu jenis cacing) dan juga akan tergantung pada tingkat kedewasaan cacing. Untuk menyembuhkan kista, dokter akan memberikan obat antiradang atau melakukan operasi laparoskopi untuk mengangkat kista.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk Sistiserkosis?

Beberapa tes yang umum dilakukan dokter untuk memastikan diagnosis infeksi sistiserkosis adalah:

  • Tes sampel tinja di bawah mikroskop untuk menemukan telur cacing pita
  • Tes darah dan sinar-X
  • Magnetic resonance imaging (MRI) atau CT scan (CT) jika diperlukan
  • Biopsi dari satu bagian tubuh untuk penelitian mikroskopis

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sistiserkosis?

Untuk infeksi cacing, mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah dan mengatasi infeksi sistiserkosis adalah:

  • Lakukan medical check up secara rutin guna mengontrol perkembangan gejala serta kondisi kesehatan Anda
  • Ikuti saran dokter, tidak sembarangan menggunakan obat tanpa resep atau dengan sengaja meninggalkan resep yang ditujukan untuk Anda
  • Hindari makan daging babi mentah atau kurang matang, dan daging lainnya harus dimasak
  • Cuci tangan dengan air dan sabun setelah menggunakan toilet dan sebelum mengambil makanan, terutama ketika bepergian ke negara-negara berkembang
  • Cuci dan kupas sayuran segar serta buahan sebelum dimakan, hindari makanan yang terkontaminasi kotoran
  • Minumlah hanya air kemasan atau air yang direbus untuk mencegah sistiserkosis
  • Jangan minum air mineral dengan es batu yang tidak terjamin kebersihannya
  • Ingatlah bahwa beberapa obat parasit tidak boleh digunakan selama kehamilan
  • Jangan lupa bahwa infeksi cacing pita bisa sulit untuk didiagnosis, sehingga dokter akan meminta sampel tinja dalam beberapa hari untuk diteliti tanda-tanda kehadiran cacing pita

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Berbagai Jenis Bakteri Penyebab Diare

Ada berbagai penyebab diare, termasuk infeksi bakteri. Tidak hanya satu jenis, bakteri penyebab diare pun berbeda-beda. Cari informasi lengkapnya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

Diare bisa menyerang siapa saja, termasuk pada ibu menyusui. Lantas, apa penyebab, gejala, dan pengobatannya? Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 10/04/2020

Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

Coronavirus terbukti menular dari manusia ke manusia. Tapi belakangan ada kasus kucing positif COVID-19 karena tertular pemiliknya. Benarkah?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 09/04/2020

Apa Bedanya Diare Akut dan Diare Kronis?

Diare umumnya dibedakan menjadi akut dan kronis berdasarkan lama waktu sakitnya. Namn ternyata, jenis diare bukan cuma dua itu.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 09/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

diare tanda hamil muda

Diare Jadi Tanda Anda Sedang Hamil Muda, Benar atau Tidak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020

Pilihan Obat yang Ampuh untuk Meredakan Gejala Muntaber

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020
selulitis pada anak

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020
gastritis adalah radang lambung

Gastritis

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020