Cedera Hamstring

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu cedera hamstring?

Cedera hamstring adalah jenis cedera fisik yang membuat otot hamstring Anda tertarik. 

Otot hamstring adalah tiga otot besar yang berada di bagian belakang paha. Tiga otot besar ini terdiri dari semimembranous, semitendinosus, dan otot biseps femorister.

Ketiga otot besar tersebut memanjang mulai dari pinggul di bawah bokong dekat tulang duduk iskium hingga ke bawah lutut (tulang tibia dan fibula).

Otot hamstring tidak digunakan saat berdiri atau berjalan, tapi sangat aktif saat kegiatan yang melibatkan lutut, seperti lari, melompat, dan memanjat. Saat ketiga otot besar tersebut menegang atau robek, kondisi ini bisa terjadi.

Tiga tahap keparahan cedera hamstring

Terdapat tiga tahap keparahan cedera hamstring yang berdasarkan jumlah serat otot yang terluka:

  • Tahap 1 (ringan) berarti bahwa ada otot yang meregang dan sobekan yang sangat sedikit dan kecil.
  • Tahap 2 (parsial) berarti ada sebagian otot yang sobek.
  • Tahap 3 (parah) dan berarti otot benar-benar sobek total dan mungkin memerlukan operasi.

Waktu yang dibutuhkan untuk pulih tergantung dari seberapa parahnya cedera.

Cedera ringan (tahap 1) mungkin membutuhkan waktu beberapa hari untuk sembuh. Sementara itu, cedera tahap 2 dan 3 mungkin membutuhkan waktu berminggu-minggu bahkan bulanan. 

Seberapa umum kondisi ini terjadi?

Kondisi ini umum terjadi pada pria dan wanita di usia berapa pun.

Anda mungkin terkena cedera ini ketika bermain sepak bola, basket, tenis, angkat beban, taekwondo, atau olahraga sejenis yang meliputi aktivitas berlari cepat dan berhenti mendadak. Pelari, atlet senam, dan penari juga bisa mengalami cedera ini. 

Anda bisa membatasi peluang mengalami cedera hamstring dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala

Apa saja tanda dan gejala cedera hamstring?

Cedera hamstring yang ringan biasanya tidak begitu sakit.

Namun, cedera yang berat bisa terasa amat menyakitkan sehingga membuat Anda tak bisa jalan atau berdiri. Jika Anda meregangkan hamstring saat berlari kencang, Anda akan merasakan sakit secara tiba-tiba dan tajam di belakang paha Anda. 

Berikut adalah gejala umum kondisi ini:

Cedera hamstring ringan (tahap 1)

Gejala yang muncul pada tahap 1 adalah rasa sakit yang tiba-tiba di belakang paha Anda. Kaki Anda mungkin akan terasa sakit ketika digerakkan. Namun, cedera ini tidak memengaruhi kekuatan otot. 

Cedera hamstring parsial (tahap 2)

Pada tahap ini, Anda akan merasakan kesakitan yang lebih parah. Anda mungkin juga akan merasakan memar dan bengkak pada bagian belakang paha. Kekuatan otot di kaki pun akan terasa berkurang. 

Cedera hamstring parah (tahap 3)

Anda akan merasakan sakit, memar, dan bengkak yang parah. Sensasi “meletus” pada saat cedera juga akan terasa. Pada tahap ini, Anda tak akan bisa menggunakan kaki Anda secara maksimal. 

Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum di atas. Jika ingin bertanya tentang tanda ini, konsultasikanlah kepada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Cedera hamstring ringan bisa dirawat di rumah. Namun, Anda perlu memeriksakannya ke dokter jika Anda tak bisa menahan beban apa pun pada kaki Anda yang cedera atau jika Anda tidak bisa jalan lebih dari empat langkah dengan bebas. 

Jika Anda memiliki tanda atau gejala di atas atau ingin bertanya, konsultasikanlah kepada dokter. Kondisi tubuh Anda berbeda satu sama lain. Selalu diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik.

Penyebab dan faktor risiko

Apa penyebab cedera hamstring?

Dikutip dari Mayo Clinic, cedera hamstring terjadi karena otor hamstring meregang terlalu ekstrem sehingga tertarik dan sobek.

Cedera otot paha belakang umumnya terjadi karena aktivitas fisik yang terlalu berat, atau mengubah intensitas gerak terlalu tiba-tiba dan drastis.

Cedera mungkin dapat terjadi ketika Anda langsung berlari kencang dan cepat tanpa pemanasan. Bisa juga karena jatuh atau benturan saat berolahraga, seperti sepak bola dan atletik.

Apa yang membuat saya berisiko mengalami cedera hamstring?

Faktor yang mungkin meningkatkan risiko mengalami cedera hamstring adalah:

Kegiatan olahraga

Olahraga yang berhubungan dengan lari atau aktivitas lain, seperti menari, yang melibatkan peregangan terlalu kencang bisa meningkatkan risiko cedera hamstring. 

Cedera hamstring sebelumnya

Jika Anda pernah merasakan cedera hamstring sebelumnya, Anda cenderung lebih mudah mengalaminya lagi. Terlebih jika Anda melakukan aktivitas seperti saat sebelum cedera, dengan intensitas yang sama. 

Kelenturan yang buruk

Jika Anda memiliki kelenturan yang buruk, otot Anda mungkin tak bisa melakukan usaha penuh yang dibutuhkan saat beraktivitas. 

Ketidakseimbangan otot

Meskipun tidak semua ahli setuju, beberapa ahli menyebut bahwa ketidakseimbangan otot bisa mengakibatkan cedera hamstring. Ketika otot yang berada di depan paha Anda menjadi lebih kuat dan dikembangkan melebihi otot hamstring, Anda cenderung lebih mudah terkena cedera.

Tidak memiliki faktor risiko di atas bukan berarti Anda tidak bisa kena cedera ini. Mungkin terdapat beberapa faktor lain yang belum disebutkan.

Konsultasikan dengan dokter apabila Anda memiliki kekhawatiran tertentu. 

Komplikasi

Umumnya, jika Anda mengalami cedera dan tetap melakukan aktivitas berat sebelum cedera benar-benar pulih, kondisi ini bisa menyebabkan cedera hamstring yang berulang. 

Diagnosis

Bagaimana dokter melakukan diagnosis terhadap cedera hamstring?

Dokter akan membuat diagnosis berdasarkan riwayat pengobatan dan pemeriksaan fisik. Biasanya, dokter juga akan melakukan tes pencitraan, seperti rontgen, mungkin akan membantu bagi atlet yang lebih muda.

Hal tersebut terutama berguna untuk memastikan bahwa otot tidak terlepas dari tulang yang menghubungkan satu sama lain. 

Tes pencitraan seperti USG dan MRI umumnya jarang dilakukan untuk memeriksa cedera otot ringan. Meski begitu, untuk cedera yang lebih parah atau yang tidak jelas diagnosisnya, mungkin bisa digunakan.

Selama pemeriksaan, dokter juga mungkin akan melakukan pemindahan ke beberapa posisi pada kaki yang cedera untuk menentukan otot mana yang terluka. Prosedur ini sekaligus untuk melihat kemungkinan kerusakan ligamen atau tendon. 

Pengobatan

Informasi yang tersedia bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasi dengan dokter atau apoteker.

Apa saja pilihan pengobatan untuk cedera hamstring?

Agar cedera yang Anda alami tidak memburuk, sebaiknya Anda beristirahat terlebih dulu dari aktivitas yang berat. Terlalu cepat kembali beraktivitas mungkin memperburuk cedera dan dapat mengakibatkan kerusakan permanen.

Berikut ini adalah beberapa cara mengobati cedera hamstring:

Non-bedah

Sebagian besar cedera hamstring bisa diobati dengan cara yang sederhana, tanpa metode operasi.

Metode ini disingkat dengan RICE, yaitu Rest (istirahat), Ice (kompres es/dingin), Compression (penekanan), dan Elevation (pengangkatan).

Berikut adalah penjelasan mengenai metode RICE sebagaimana dirangkum dari OrthoInfo.

Rest (istirahat)

Sangat penting untuk beristirahat dan menghindari aktivitas yang mungkin bisa menyebabkan cedera. Dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk menggunakan kruk untuk menghindari beban pada kaki Anda.

Ice (kompres es/dingin)

Menggunakan kantong es untuk mengompres dan latihan peregangan dan penguatan otot khusus sering membantu. Hindari sentuhan langsung es batu dengan kulit. 

Compression (penekanan)

Membungkus atau menekan kaki dengan perban elastis untuk mengompres mungkin mencegah pembengkakan jadi lebih buruk.

Elevation (pengangkatan)

Untuk menghindari bengkak, taruh kaki Anda lebih tinggi daripada dada saat beristirahat. Anda bisa mengganjal dengan meletakkan bantal di bawah paha Anda. 

Selain, empat komponen itu, terapi fisik juga disebut mampu mengurangi efek cedera hamstring. Setelah nyeri dan pembengkakan pada cedera hamstring mereda, dokter atau terapis mungkin akan menunjukkan cara untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot hemstring Anda. 

  • Platelet-rich plasma (PRP)

Metode PRP sedang diinvestigasi untuk mengobati cedera hamstring. PRP merupakan jenis terapi fisik yang dipersiapkan dari darah pasien yang mengandung protein konsentrasi tinggi yang disebut faktor pertumbuhan. Faktor ini sangat penting untuk penyembuhan cedera. 

Beberapa pusat perawatan telah menggabungkan suntikan PRP ke dalam pengobatan non-bedah untuk beberapa cedera hamstring. Namun, metode ini masih dalam tahap investigasi dan dibutuhkan penelitian lanjutan soal manfaatnya. 

Bedah

Operasi merupakan cara yang biasanya dilakukan untuk mengatasi cedera avulsion tendon, yaitu ketika tendon terlepas dari tulang. Langkah ini terdiri dari dua tahapan, yaitu:

  • Prosedur

Untuk memperbaiki avulsion tendon, dokter bedah harus mengembalikan posisi otot hamstring pada tempatnya dan membuang jaringan parut. Tendon kemudian direkatkan pada tulang menggunakan jahitan atau staples. 

  • Rehabilitasi

Setelah operasi, Anda harus menghindari beban pada kaki Anda untuk menjaga perbaikannya. Selain menggunakan kruk, Anda mungkin membutuhkan penahan untuk menjaga hamstring tetap di posisi istirahat. Lama atau tidaknya proses ini tergantung pada seberapa parah cedera Anda. 

Program terapi fisik Anda akan dimulai dengan peregangan halus untuk melatih kelenturan dan pergerakan. Latihan kekuatan juga akan Anda lakukan. 

Rehabilitasi untuk tindakan pemasangan hamstring proksimal membutuhkan waktu setidaknya enam bulan, tergantung seberapa parah cedera. Sementara itu, pemasangan hamstring distal membutuhkan tiga bulan untuk rehabilitasi sebelum kembali melakukan aktivitas atlet. 

Pemulihan pasca-cedera hamstring

Sebagian besar orang yang terkena cedera hamstring akan pulih secara keseluruhan setelah melewati proses rehabilitasi. Perawatan awal dengan prinsip RICE dan terapi fisik akan menampilkan hasil maksimal dan akan mempermudah Anda kembali melakukan aktivitas olahraga. 

Untuk menghindari cedera serupa, pastikan Anda mengikuti saran dokter untuk perawatan. Kembalilah berolahraga berat ketika dokter mengizinkan. Cedera serupa bisa meningkatkan risiko kerusakan permanen yang menyebabkan kondisi kronis. 

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi kondisi ini?

Kembalilah melakukan aktivitas berat setelah cedera Anda benar-benar pulih. Namun, jangan pula menghindari kegiatan olahraga sama sekali karena bisa membuat otot hamstring Anda menyusut dan membentuk jaringan parut di sekitar sobekan. 

Untuk menghindari kemungkinan buruk itu, Anda sebaiknya memulai peregangan otot hemstring dengan halus setelah beberapa hari, ketika sakitnya sudah mulai mereda. Kemudian mulai melakukan olahraga ringan, seperti berjalan dan bersepeda. 

Tanyakanlah pada dokter atau fisioterapis Anda mengenai jenis olahraga yang tepat. Untuk menghindari cedera serupa di kemudian hari, Anda perlu menunggu waktu yang tepat untuk kembali olahraga dengan intensitas yang sama seperti sebelum Anda cedera. 

Selain itu, gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengatasi cedera hamstring:

  • Berhenti beraktivitas yang menyebabkan nyeri sampai dokter mengatakan bahwa Anda bisa memulainya kembali.
  • Pastikan bahwa Anda menggunakan teknik olahraga yang benar.
  • Latihan pemanasan, misalnya latihan aerobik ringan dengan benar.
  • Peregangan sebelum dan sesudah berolahraga atau latihan.
  • Perkuat otot paha, pelvis, dan punggung bawah untuk keseimbangan otot yang baik.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah kepada dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Anemia Sideroblastik

    Anemia sideroblastik adalah penyakit kelainan darah. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta mencegahnya di Hello Sehat.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph

    Intoleransi Kafein

    Intoleransi kafein adalah gangguan pencernaan yang umum. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta cara mengatasinya di Hello Sehat.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph

    Operasi Usus Buntu (Appendektomi)

    Usus buntu yang mengalami infeksi dan berisiko pecah harus dikeluarkan lewat operasi. Apa saja yang harus Anda ketahui sebelum masuk kamar operasi?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph

    Ternyata Ini Penyebab Cedera Hamstring Berulang Kali Terjadi

    Cedera hamstring sering kali terjadi berulang kali pada pemain bola atau pelari. Sebenarnya, apa sih penyebabnya? Simak penjelasannya di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Direkomendasikan untuk Anda

    diagnosis hiv

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
    pencegahan anemia

    7 Cara Pencegahan Anemia yang Utama

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 26/02/2020
    penanganan luka bakar pertolongan pertama

    Langkah Penanganan Luka Bakar di Masing-masing Derajatnya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 14/11/2019
    kanker payudara ciri-ciri gejala penyebab obat

    Kanker Payudara

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 11/11/2019