Kenapa Kita Perlu Pemanasan Sebelum Olahraga?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda merasa persendian jadi sulit untuk digerakkan setelah mengangkat beban atau betis kaki terasa sekeras beton setelah lari barang empat-lima putaran? Jika ya, mungkin akar masalahnya bukan terletak pada teknik Anda, namun hanya karena Anda melewatkan pemanasan sebelum olahraga.

Meski pemanasan tidak akan membakar ratusan kalori atau mempercepat proses pembentukan perut six-pack idaman, kebiasaan sederhana yang seringnya dianggap membuang waktu ini memiliki tempat yang sangat penting dalam rutinitas olahraga Anda.

Tidak peduli tingkat keterampilan atletik Anda, Anda harus selalu memulai olahraga dengan pemanasan yang tepat.

Manfaat pemanasan sebelum olahraga

Pemanasan adalah sesi yang berlangsung sebelum melakukan aktivitas fisik; biasanya pemanasan akan terdiri dari latihan kardiovaskular ringan yang dipadukan dengan peregangan. Kebanyakan sesi pemanasan berlangsung antara 20 menit hingga setengah jam.

BACA JUGA: Sudah Rajin Olahraga Tapi Perut Belum Sixpack Juga? Ini Alasannya

Ada banyak alasan untuk melakukan pemanasan sebelum olahraga. Pada dasarnya, pemanasan melayani dua tujuan utama — untuk mencegah cedera dan meningkatkan kinerja.

1. Mencegah cedera

Alasan yang paling penting untuk melakukan pemanasan sebelum olahraga adalah demi mencegah cedera. Otot yang telah menjalani pemanasan menjadi lebih lentur dan halus. Ini berarti bahwa gerakan keras dan tiba-tiba, seperti tendangan tinggi atau posisi mendarat canggung akan lebih tahan banting terhadap potensi otot kram, terkilir, hingga sobek. Otot sobek bisa menjadi cedera serius yang membutuhkan waktu lama untuk pulih (belum lagi sangat menyakitkan dan berpotensi membutuhkan jahitan).

Dilansir dari Active, ada penelitian manusia pada latihan fisik berintensitas tinggi dan mendadak dengan efeknya pada jantung. Satu studi tertentu menyelidiki 44 orang yang berlari di treadmill dengan intensitas tinggi selama 10 sampai 15 detik tanpa pemanasan. Data ektrokardiogram (EKG) menunjukkan bahwa 70 persen dari subyek mengalami perubahan fungsi jantung abnormal yang menyebabkan suplai darah minim ke otot jantung. Perubahan abnormal ini tidak berkaitan dengan usia atau tingkat kebugaran; masing-masing partisipan bebas dari gejala yang jelas dari penyakit jantung koroner.

2. Meningkatkan performa olahraga

Pemanasan sebelum olahraga akan “menguleni” otot-otot Anda agar jadi lebih fleksibel sementara juga meningkatkan sirkulasi darah ke berbagai otot yang Anda akan gunakan. Alhasil, peningkatan aliran darah juga membawa lebih banyak persediaan oksigen ke seluruh penjuru tubuh yang akan meningkatkan energi otot serta memperluas refleks dan jangkauan geraknya.

BACA JUGA: Pemanasan dan Stretching Saat Olahraga, Apa Bedanya?

Seiring dengan peningkatan asupan darah segar datang peningkatan suhu otot. Ini bagus karena hemoglobin dalam darah Anda melepaskan oksigen lebih mudah pada suhu yang lebih tinggi. Lebih banyak darah yang masuk ke dalam otot, bersama dengan pasokan ekstra oksigen untuk kerja otot, memberikan Anda kualitas performa olahraga yang lebih baik sehingga memungkinkan Anda untuk berolahraga lebih lama atau lebih keras lagi. Peningkatan suhu otot juga berperan terhadap peregangan dan relaksasi otot yang lebih cepat. Transmisi saraf dan metabolisme otot meningkat, sehingga otot-otot bekerja lebih efisien.

3. Memelihara kesehatan tulang dan persendian

Pentingnya pemanasan sebelum olahraga juga meluas hingga memengaruhi tulang dan sendi, yang merupakan bagian tubuh yang juga rentan cedera saat latihan. Dengan pemanasan Anda akan membantu lebih banyak cairan bisa melumasi persendian sehingga membuat sendi-sendi lebih licin dan fleksibel agar mencegah korosi dan terkunci. Untuk tipe olahraga yang mengharuskan Anda menempatkan banyak tekanan pada lutut, seperti lari, pemanasan wajib hukumnya

Dengan meregangkan tulang belakang dan memanjangkan piringan-pringan tulang belakang Anda juga dapat mencegah cedera serius terhadap punggung Anda.

4. Mempersiapkan mental untuk latihan fisik berat

Pemanasan juga merupakan kesempatan yang baik bagi seorang individu demi mempersiapkan mental agar selalu memberikan seluruh 100 persen kemampuannya saat menghadapi latihan fisik berat. Pemanasan membantu untuk memperlancar aliran darah tak hanya ke otot dan persendian, namun mengalir juga mengalir ke otak Anda, sehingga meningkatkan fokus dan kewaspadaan Anda serta mengurangi stres.

BACA JUGA: 15 Olahraga Kardio untuk Anda yang Tidak Suka Lari

Persiapan mental untuk latihan fisik mendatang diperkirakan mampu meningkatkan teknik, keterampilan, dan koordinasi. Ini juga akan mempersiapkan atlet terhadap potensi ketidaknyamanan saat dihadapkan dengan situasi atau perlombaan sulit. Jika mental dan pikiran siap untuk menghadapi ketidaknyamanan, tubuh dapat menghasilkan kecepatan yang lebih tinggi. Jika pikiran tidak bersedia untuk menghadapi tekanan, kinerja fisik tentu akan jadi terbatas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Kita Berolahraga Tanpa Pemanasan Atau Pendinginan?

Gerakan pemanasan dan pendinginan penting dilakukan sebelum berolahraga. Lantas, apa dampak dari olahraga tanpa melakukan pemanasan ataupun pendinginan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kebugaran, Hidup Sehat 19 Desember 2019 . Waktu baca 3 menit

5 Kiat Memilih Pakaian Olahraga yang Nyaman Buat Wanita Berhijab

Memilih pakaian olahraga untuk wanita yang memakai hijab memang tidak selalu mudah. Yuk, simak tips memilihnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kebugaran, Hidup Sehat 3 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Pentingnya Screening dalam Olahraga, dari Cegah Cedera Hingga untuk Performa

Screening dalam olahraga memiliki banyak kegunaan. Mulai dari menilai risiko cedera, performa, bahkan efek samping dari olahraga itu sendiri.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kebugaran, Hidup Sehat 5 November 2019 . Waktu baca 4 menit

5 Tips Mengatur Jadwal Olahraga Rutin Meski Anda Sibuk Tiap Hari

Mengatur jadwal olahraga rutin di tengah kesibukan mudah dilakukan dengan menjadwalkan olahraga di pagi hari hingga menggunakan aplikasi olahraga.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
mengatur jadwal olahraga
Kebugaran, Hidup Sehat 30 September 2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Tips Menjaga Kesehatan Kulit Sebelum dan Sesudah Berolahraga

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 18 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
pemanasan sebelum olahraga

Berapa Lama Olahraga yang Dianggap Efektif?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
olahraga dengan masker

Olahraga Menggunakan Masker Saat Pandemi, Begini Menurut Pakar

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 9 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit
semangat olahraga saat karantina

Mager Olahraga Saat Karantina? Ini 7 Tips Agar Anda Tetap Semangat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 30 April 2020 . Waktu baca 5 menit